
" Sayang... " panggil Reza di saat masuk ke dalam ruangan kerja dirinya,mengagetkan Via yang sedari tadi termenung memikirkan masa depan.
" Udah selesai,Mas? " tanya Via.
" Udah,ngomong-ngomong istri cantik Mas lagi apa,hm? " ucap Reza.
" Mas...,apa iya kalau kakek Edward itu pemilik J.K Moto Chase,perusahaan nomor tiga di dunia? " tanya Via tiba tiba.
Untuk sesaat Reza terdiam. " Iya,kakeklah pemiliknya " jawab Reza.
" Pantas saja,...kalau gitu,aku mau lebih pintar lagi Mas,agar lebih pantas mendampingi Mas juga dapat menjalankan perusahaan Bunda di saat Mas lagi sibuk " ujarnya membuat Reza tersenyum.
" Ini baru istri,Mas. Selain mungil,cantik juga harus pintar " katanya mengembangkan senyum indah di wajah Via. " Dan sekarang kita harus pulang,Sayang " lanjutnya membuat Via berdiri dan membantu membereskan meja kerja Reza sebelum mereka pulang ke rumah bersama.
*
Sebelum pulang ke rumah, Reza mengajak Via makan malam di sebuah restoran yang menyediakan berbagai macam olahan seafood. Sebelum itu mereka menelpon Murti, agar Murti tidak menyiapkan makan malam untuk mereka.
Setelah lima belas menit berlalu,mereka tiba di sebuah restoran dan dengan cepat Reza memilih tempat duduk untuk istrinya.
" Sayang... kok muka kamu pucat banget? " kata Reza saat menyadari wajah Via pucat dan keringat mengucur deras dari pelipisnya.
" Mungkin aku hanya masuk angin saja,Mas.. Atau mungkin karena telat makan " jawab Via mencoba tersenyum.
" Ya Sudah kalau gitu kita pesan makan,dan makanlah yang benar. Jangan bikin Mas khawatir,Sayang " katanya. " Atau kalau tidak,setelah ini kita ke dokter ya " lanjutnya.
" Gak perlu Mas,Via gak papa kok " ucap Via lemah.
" Baiklah, tapi inget,makan yang banyak " ujar Reza.
Reza dengan cepat memanggil pramusaji di restoran tersebut dan dengan cepat menyebutkan pesanan mereka.
Setelah menunggu beberapa menit,pesanan yang Reza pesan pun telah siap.
" Silahkan,Tuan dan Nona " ucap seorang wanita yang membawa nampan berisi beberapa makanan dan dua gelas minuman yang kini ia pindahkan ke meja makan.
__ADS_1
Namun di saat makanan itu tersaji,Via berdiri dan segera berlari menuju kamar mandi. Perutnya seakan di aduk setelah mencium aroma dari beberapa olahan seafood tersebut .
Reza yang melihat tingkah istrinya terkejut,bahkan semakin panik dan ikut menyusul Via yang kini sedang memuntahkan cairan bening yang terasa sedikit pahit dari mulutnya.
" Sayang..." teriak Reza di saat Via terhunyung ke belakang dan hendak ambruk.
Dengan cepat Reza menangkap tubuh lemas Via. " Sayang... bangun..sayang.. " Ucap Reza panik. Bahkan air mata Reza pun kini telah melewati pipi Reza tanpa permisi.
Reza tak pernah melihat Via dalam kondisi seperti ini. Wajah pucat serta keringat yang mengucur deras membuat Reza semakin panik. Tanpa menunggu lagi,Reza menggendong Via dan segera membawa Via menuju Rumah sakit dengan mobil yang ia kendarai sendiri.
Selama dalam perjalanan Reza menelpon Bagas untuk mengurus pembayaran untuk makanan yang belum sempat ia makan dan tinggalkan. Tidak lupa Reza juga meminta Bagas untuk menelpon Dr.Irwan agar bersiap memeriksa keadaan istrinya yang kini tidak sadarkan diri.
Sungguh,Reza sangat panik melihat Via yang masih belum sadarkan diri. Dia tidak mau terjadi sesuatu dengan istri mungilnya lagi.
" Dok,tolong periksa istriku " teriak Reza di saat ia melihat Dr.Irwan yang sedang menunggu kedatangan Reza.
" Baiklah...,Tuan tenang dulu,sekarang bawa istri tuan ke ruangan saya " ucap Dr.Irwan.
Dr,Irwan sangat tahu bagaimana keras kepalanya Reza,karena sedari kecil dialah yang selalu memeriksa keadaan Reza di saat dirinya sedang mengalami sakit pada tubuhnya.
Tanpa menunggu lama,Dr.Irwan memeriksa Via. Dia sedikit terkejut,namun setelah itu senyuman indah menghiasi bibir Dr. Irwan.
'Bangunlah Sayang...Aku mohon. Bukankah kamu mau kuliah? Mau menjadi wanita hebat? Cepat bangunlah. Jangan buat Mas khawatir terus,Sayang ' batin Reza
" Bagaimana,Dok? . Bagaimana keadaan istriku? " tanya Reza di saat Dr.Irwan mendekat sambil tersenyum.
" Selamat,Tuan. Kemungkinan besar, nona sedang mengandung saat ini " ucap Dr.Irwan membuat Reza menegang bahkan diam mematung.
" Mengandung? " ucap Reza pelan yang di angguki Dr.Irwan. " Maksud dokter...Hamil? " tanya Reza memastikan.
Reza sangat bahagia jika yang kini di dengar olehnya adalah sebuah kenyataan.
" Iya,Nona sedang mengandung. Untuk lebih memastikan dan lebih detail nya lagi,Tuan bawa saja Nona Via ke dokter khusus kandungan " ucap Dr.Irwan membuat Reza tersenyum senang. " Satu lagi,untuk saat ini biarkan Nona Via di rawat dahulu di rumah sakit ini,karena kondisi tubuhnya sangat lemah " lanjut Dr.Irwan.
" Baik...Terima kasih,Dok " kata Reza tulus.
__ADS_1
" Kalau begitu,saya keluar dulu,Tuan. Kalau ada apa apa,anda bisa hubungi saya kembali " ujar Dr.Irwan sambil berlalu meninggalkan Reza yang masih melebarkan senyumannya.
Kini Reza mendekat,lalu duduk di kursi samping brankar Via. Lalu memegang tangan Via dan sesekali menciumnya.
Ke khawatiran yang Reza rasakan di saat melihat Via muntah yang berakhir pingsan membuat hatinya bergetar tak karuan. Namun kini hati Reza mendadak tenang di saat dia mengetahui bahwa sang istri tengah mengandung buah cinta mereka.
' Terimakasih sayang,terimakasih telah memberiku begitu banyak kebahagiaan. Setelah penantian panjang kita,kini harapan kita akan terwujud ' kata Reza dalam hatinya.
Reza bangun dari duduknya,lalu dia menundukkan badannya. Setelah itu Reza mencium kening Via lama,sedangkan tangan kanan Reza mengelus perut datar Via.
' Sehat terus sayang. Daddy menunggu kehadiranmu. Dan jangan nakal selama berada dalam perut Mommy kamu ' kata Reza dalam hatinya.
^
Malam ini Reza menemani Via di Rumah sakit,sesaat dia teringat bahwa dia belum memberi kabar pada William dan Dina. Juga belum memberi kabar pada keluarga Via.
" Hallo,Mi " kata Reza di saat sambungan telepon nya tersambung.
" Ada apa,nak? " tanya Dina. Karena tidak biasanya Reza menelpon Dina di saat malam malam begini.
" Mi,Reza punya kabar bahagia buat Mami dan Papi.. " ujarnya membuat Dina tidak sabar ingin mendengar kabar apa yang akan anak lelakinya katakan.
" Kabar apa,Nak? " tanya Dina buru buru.
" Via sedang hamil,Mi... " kata Reza membuat Dina mematung sambil mengembangkan senyumnya.
" Benarkah? " ucap Dina tak percaya.
" Iya,Mi.. Dan kami sedang di rumah sakit saat ini. Karena tadi Via sempat pingsan di restoran XX " ucap Reza membuat senyuman Dina berubah.
" Ke rumah sakit mana mantu Mami kamu bawa? " tanya Dina.
" Ke rumah sakit Z, Mi " kata Reza. Dan dengan cepat Dina mematikan ponselnya.
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung....