Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Tantangan Pertama


__ADS_3

Aku merasa hidup kembali. Hari ini adalah hari pertama aku kembali masuk sekolah. Aku sudah bersiap dari pagi. Ku siapkan diriku fisik dan mental ,juga senjata percaya diriku, dan bom perlawanan diri yang siap diaktifkan setiap waktu, seolah mau berperang. Aku bangun jam 3 pagi. Walau Mas Zein berkata bahwa pekerjaanku boleh dilakukan sepulang sekolah, tapi aku tidak ingin menunda pekerjaanku. Segera tiap tugas ku laksanakan sedari subuh, agar tidak terbengkalai.


Setelah beres beres rumah, aku sarapan pagi, lalu mandi dan memakai baju seragam yang dibelikan Mas Zein untukku. Sebenarnya ada rasa kurang enak karena aku harus terus mendapatkan bantuan darinya, tapi kalau ditolak juga tetap tidak enak,karena aku sudah menyia nyiakan kebaikan Tuanku. Akupun hampir siap,tak lupa kuberi sedikit bedak di wajahku agar tak terlihat berminyak. Aku sudah siap. Aku harus berubah dan menjadi seseorang yang lebih kuat walau harus dihantam gelombang yang besar.


"Saya berangkat dulu!!!assalamu'alaikum! ",aku berpamitan dengan orang orang di rumah. Aku tidak berangkat dengan Mas Zein,padahal dari pagi dia sudah menawarkan diri untuk berangkat bersama, tapi ku tolak, takutnya ada gosip tak enak tersebar tentang kami.


Sepertinya, aku kesiangan, pagi ini macet sekali. Ketika sudah sampai di sekolah, gerbang hampir saja mau ditutup,tapi beruntung, aku sampai sebelum itu terjadi.


Aku berlari menuju gerbang dan segera menuju ke kelas. Di kelas rupanya sudah ada guru. Aku mengucap salam dan ternyata Bu Nina,guru Ekonomi akuntansi yang sedang berada di kelas. Bu Nina menjawab salam sembari tersenyum, ku balas kembali senyumannya.


"Boleh duduk di sebelah sana!",Bu Nina mempersilahkan aku duduk.


Kemudian aku segera duduk di bangku kosong yang ada dibelakang tepat di belakang bangku Sofia.


"Hari ini jumlah murid dikelas ini kembali seperti dulu", Bu Nina dengan senyum sumringah sedikit membahas kembalinya aku ke sekolah


Terlihat semua orang memandangku. Mereka seperti penasaran denganku. Mereka kira aku murid baru dan setelah menyadari aku adalah Isna yang mereka kenal, ada ekspresi kaget, sinis dan tak suka diantara mereka. Tapi satu ekspresi yang aku sukai adalah ekspresi wajah Sofia. Dia dengan wajah ceria menyambutku, kami memang teman sebangku dulu, tapi karena bangku ku lama tak terisi akhirnya pemiliknya berganti.


"Isna,!!!aku senang sekali kamu sekolah lagi, aku datang ke rumahmu, tapi tak ada orang di sana,kemana saja kamu?",Sofia bertanya dengan suara pelan.


"Aku tinggal di rumah bibi",aku berbohong agar tidak tersebar gosip.


"Oh, pantas saja sangat sulit menemuimu"


"Perhatian anak anak!",konsentrasi kami teralihkan pada Bu Nina.


"Jadi minggu depan kita akan mengadakan bazar, dan di bazar itu Ibu ingin kalian menjual makanan yang kalian buat sendiri,setiap orang harus berpartisipasi,kalau tidak nilai kalian kosong, agar kalian lebih bersemangat, nanti ada hadiah surprise untuk yang mendapatkan penjualan tertinggi. Ibu akan membagi kalian menjadi 4 kelompok",Bu Nina kemudian menuliskan pembagian kelompok. Aku kaget karena setelah ku baca ternyata aku satu kelompok dengan anak anak the geng YoVi and the NuNo.


Bagaimana ini?


Bu Nina keluar dari kelas. Tiba tiba Yolan datang ke arahku.

__ADS_1


"Hey,anak miskin, kamu gak kapok apa balik lagi ke sini?",Yolan menyambut kedatanganku dengan omelan. Aku hanya terdiam tak menjawab.


"Jawab dong!",Yolan sambil memukul meja.


Aku hanya tersenyum cuek.


"Lu udah gila kali ya,gue tanya malah senyum senyum. Anak anak semua yang ada di sini,biarin dia kerja sendiri,jangan sampai ada yang masukin dia ke kelompok kalian,gue juga gak mau satu kelompok sama orang najis kaya dia". Yolan mulai memperlihatkan taringnya.


Sofia terlihat maju.


"Yolan,ada dendam apa sih kamu sama Isna?tiap Isna ada di sekolah maunya mengganggu terus,kamu sirik ya?",Sofia mulai membela.


"Ha...ha...sirik?,ngapain gue sirik sama gembel kaya dia?gue tuh gak suka ada tai ayam menghalangi jalan gue",Yolan sambil menunjukku.


"Mana tai ayamnya?",aku pura pura tidak tahu.


"Lu bodoh atau tolol?ya lu lah tai ayamnya,ha.....ha.....",Yolan tertawa dengan puas.


"Ya sudah,kalau kamu memang tidak mau satu kelompok sama aku,aku juga gak mau sekelompok sama kamu", ku pegang tangan Sofia mencoba keluar kelas.


"Eh,lu mau ke mana?",Yolan coba menghalangi jalan kami.


"Kamu juga Sofia,kalau kamu berusaha membela atau ingin membantu dia gue bakal bongkar aib lu selama ini", Yolan menghalangi dengan mengancam.


Aku tetap memaksa. Yolan menarik tangan dan ingin menampar pipiku.Ku pegang tangannya sekuat tenaga dan ku lemparkan,Yolan terjatuh.


"Aku bukan orang yang dulu kamu kenal,aku juga bisa menampar kamu,tapi aku tidak mau menjadi orang yang selevel dengan orang sepertimu,makanya jangan coba coba ganggu aku lagi",keringat dingin dengan suhu badan yang memanas mulai terasa di sekujur tubuhku.


Ku pegang tangan Sofia,kamipun berhasil keluar. Ku ajak Sofia ke lantai paling atas dan kami mengambil udara segar di sana.


Ku tarik napas dalam dalam.Baru saja datang,sudah di sambit dengan hal yang menyakitkan. Ingin menangis,tapi aku harus kuat.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja Isna?"


"Sudah biasa"


"Jangan di pikirkan semua kata kata Yolan,yang penting kamu harus terus semangat,kamu masuk saja ke kelompokku"


"Tidak apa apa,Sofia,sendiri juga aku pasti bisa. Aku ingin membuktikan kalau orang miskin sepertiku juga bisa berhasil dan inilah tantangan pertama yang harus ku taklukkan".


Tak terasa,waktu pulangpun tiba.Aku ingin bertemu dengan Aki Somad. sudah lama kami tidak bertemu.


"Aki,bagaimana kabarnya?",sambil ku cium tangan Aki Somad


"Alhamdulillh sehat,Neng!kalau Neng kemana aja,Aki jarang lihat?"


"Saya menyelesaikan urusan di rumah dulu ,Ki.Tadinya saya tidak akan melanjutkan sekolah,tapi alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk bisa bersekolah di sini".


"Iya,sayang atuh Neng kalau tidak dilanjutkan pendidikannya,jangan seperti Aki yang tidak sekolah,segala hal serba susah,baca tidak bisa,berhitung juga sama,mau kerja tidak ada yang menerima,untung ada orang baik yang mau mengajarkan Aki baca dan berhitung,terus Aki diajak usaha,sampai bisa membuat siomay dan akhirnya berjualan sendiri.Dulu Aki pernah ditipu waktu muda ketika belum bisa berhitung,kembalian uang yang seharusnya 10 ribu malah jadi 50 ribu. Bukannya untung malah buntung. Makanya Neng gunakan kesempatan dengan baik,jangan sampai menyesal di kemudian hari,karena waktu tidak akan bisa kembali",Aki sambil mengambil siomay.


Kata kata Aki memang benar,hampir saja aku akan mengalami penyesalan. Kehilangan pendidikan yang akan menjadi penerang dalam mengarungi hidup.


"Ini Neng,sudah lama tidak makan siomay Aki ya?",Aki Somad sambil memberikan piring berisi siomay.


"Jadi merepotkan Aki saja,saya malu selalu diberi siomay gratisan sama Aki".


"Ih,kata siapa gratis?"


"Oh,bayar Ki?",aku sambil tersenyum malu.


"Ya tentu bayar,bayar sama Neng dengan do'a,supaya Aki selalu sehat,panjang umur,berkah rezeki sama umur Aki,juga tentunya mati dalam keadaan husnul khotimah.",Aki Somad dengan tersenyum.


"Aamiin,Ki,tanpa dimintapun saya selalu mendo'akan Aki",aku sambil memakan siomay.

__ADS_1


Tiba tiba aku ingat tugas dari Bu Nina untuk membuat makanan dan menjualnya. Timbul ide cemerlang di otakku untuk membuat siomay ini dan meminta Aki Somad untuk mengajari cara membuat siomay.


__ADS_2