Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Penolong


__ADS_3

Satu hari sebelumnya.....


"Bos, bagaimana kalau lusa keluarga itu tidak bisa melunasi hutang? ",seorang bawahan bertanya pada bosnya


"Tuan besar bilang, terserah kita, bisa kita bakar rumahnya dan singkirkan semua penghuninya sekalian, tapi jika seperti itu tidak akan menyenangkan, aku ingin memberinya sedikit peringatan agar tidak bermain main dengan kita",lelaki yang dipanggil bos itu menjelaskan sembari duduk di kursi hitam membelakangi mejanya, ia menghadap pemandangan di luar kaca yang kini sedang ia pandangi.


"Apa rencana bos selanjutnya? ".


"Aku sudah bilang semua pada Rudi, dia pasti sudah menyiapkan segalanya, ha..... ha..... ",suara tawa itu begitu misterius, membuat bawahannya penasaran.


2 jam kemudian......


"Surat itu sudah sampai di rumahnya bos, gadis itu juga juga terlihat akan menuju tempat yang tertera di surat itu",seseorang melaporkan perkembangan tiap gerak gerik Isna.


"Bagus, nanti kita akan menyaksikan sesuatu yang seru!".


Satu jam kemudian.......


"Bos, gadis itu sudah berada di penginapan".


"Jangan biarkan dia kabur, dandani dia dengan baik agar orang yang memesan tidak kecewa"


"Sudah kami lakukan bos!!! ".


"Bagus, kali ini orang yang memesan memasang tarif yang tinggi".


Di penginapan.....


Ternyata orang itu adalah.... Mas Zein.


"Apa yang Mas Zein Lakukan di sini? " aku bertanya dengan sedikit lemas.


"Kamu Isna kan? , apa yang kamu lakukan di sini?",kami berdua saling mempertanyakan keberadaan kami di tempat ini.


"Baiklah kita bergantian bercerita, mulai dari kamu,kenapa kamu ada di sini?",Mas Zein memiliki ide.


"Saya mendapatkan surat dari Edo adik saya, dia memberikan alamat penginapan ini, tapi tiba tiba ada orang yang mengunci pintu ketika saya masuk ke ruangan ini".


"Apa yang kamu katakan itu benar? ",Mas Zein masih terlihat ragu.

__ADS_1


"Mas Zein berpikir kalau saya itu gadis murahan yang mau menjual tubuhnya pada lelaki hidung belang?sungguh tega jika Mas Zein berpikir begitu, lagi pula apa yang Mas Zein lakukan di sini,?apa Mas Zein lelaki hidung belang juga? ",meski sakit aku masih dapat berkata lantang ketika dituduh hal yang bukan bukan.


"Maaf kalau saya menyinggung perasaan kamu, saya juga sedang bingung mencari adik saya, Rossana, apa kamu pernah dengar nama itu? "Mas Zein memulai cerita.


"Maaf kalau saya tidak sopan dengan mengatakan lelaki hidung belang, saya juga belum pernah mendengar nama itu",aku sambil menggelenggkan kepala.


"Rossana dibawa kabur oleh pacarnya yang bernama Rudi, orang orang berkata saya bisa mendapatkan informasi dari gadis gadis yang sering menginap di tempat ini".


"Kenapa Mas Zein tidak bertanya saja di luar dan menunggu para gadis yang menginap di sini keluar dari tempat ini".


"Sangat susah, mereka jarang bisa ditemui, sepertinya mereka sudah tahu kalau saya mencari Rudi".


Sakit kepalaku mulai bertambah, terasa lebih berputar, aku lupa kalau aku masih sakit. Sepertinya demam lagi.


Mas Zein memperhatikanku yang makin lemah terkulai.


"Kamu sakit Isna? ",dia mencoba menyentuh jidatku, tapi ku cegah.


"Jangan sembarangan sentuh Mas Zein, kita bukan muhrim",aku merasa masih belum percaya,aku masih takut kalau Mas Zein adalah lelaki hidung belang.


"Tenang Isna, saya hanya ingin mengetahui kamu panas atau tidak",


"Kamu harus segera dibawa ke rumah sakit,ayo,saya gendong",Mas Zein terlihat panik.


"Mereka pasti tidak akan membiarkan saya keluar dari sini",


"Mereka siapa? "


"Saya juga tidak tahu, tapi pasti nanti kita akan tahu siapa yang sengaja membuat saya datang ke sini, Edo atau orang lain".


"Kalau begitu, ayo kita buat mereka keluar",


Mas Zein segera menggendongku, untung selimut menghalangi sentuhan badan kami, aku kaget, ingin menolak tapi tak bisa, badan ini semakin berat untuk digerakan.


Aku dan Mas Zein keluar dari kamar. Rupanya di depan pintu ada orang yang mencegah kami.


"Gadis itu tidak boleh keluar dari tempat ini",penjaga itu menghalangi langkah Mas Zein.


"Tapi saya sudah membayar gadis ini, jadi sesuka saya ingin dibawa kemanapun saya pergi",Mas Zein melakukan perlawanan.

__ADS_1


Prok prok prok


Tiba tiba suara seseorang bertepuk tangan terdengar dari arah belakang.


"Memang tuan ini hebat, bahkan berani membayar mahal hanya untuk gadis murahan ini",Seorang lelaki yang sering dipanggil bos itupun keluar.


"Jangan bilang gadis ini murahan, kalian sendiri kan yang menjebak dia? ",Mas Zein terlihat makin tersulut emosinya.


"Gadis ini gadis yang sangat mahal, dia memiliki hutang puluhan juta pada kami, kalau tuan ingin membawanya,silahkan tapi bayar dulu 100 juta, bisa? ",bos itu ingin meraih uang yang lebih banyak dengan terus menambah jumlah uang yang harus diberikan, aku tak bisa membiarkan ini.


"Dia berbohong, hutang saya cuma 50 juta, jangan sampai tertipu",aku berbicara dengan lemah pada Mas Zein.


"Uang yang kalian inginkan? itu masalah kecil, biarkan kami keluar dari penginapan ini, baru nanti uang akan saya berikan sesuai yang kalian inginkan",Mas Zein merasakan badanku yang gemetar kedinginan,aku menggigil lagi seperti kemarin.


"Maaf tuan,ada uang ada barang,kalau mau keluar segera,silahkan transfer terlebih dahulu",bos itu tanpa ampun terus mengulur waktu.


"Dasar kalian lintah darat, tahunya menyedot darah orang orang yang kesulitan tanpa memikirkan kemanusiaan,apa kalian tidak lihat kalau gadis ini menggigil karena sakit? ",Mas Zein mulai naik darah, terus dan terus sampai ubun ubun.


"Baiklah akan kami kawal kemana kalian pergi, asalkan uang itu menjadi milik kami",bos itu memberi aba aba agar seseorang pergi bersama mereka,


"Rudi, kawal mereka, jangan sampai lolos"


"Siap bos!!! ".


Mas Zein semakin geram ketika nama Rudi disebutkan, tapi dia seperti senang, karena usahanya mencari adiknya ke penginapan ini membuahkan hasil, gayung bersambut, Rudi akhirnya ikut bersama kami ke rumah sakit.


Aku sudah tak bisa berpikir lagi, badan yang menggigil membuatku tak bisa memikirkan hal lain selain rasa sakit yang terasa. Mas Zein dengan cepat membawaku ke mobil yang ditunjukan Rudi, dia menyelimuti tubuhku yang seperti kedinginan.


"Ayo, kita ke rumah sakit",Rudi dengan segera duduk di kursi supir, menyalakan mobil dan kamipun berangkat.


Tibalah kami di depan rumah sakit, aku segera di bawa ke UGD, perawat dengan cepat memeriksa badanku yang kedinginan lemah tak berdaya.


"Ini kenapa? ",salah seorang perawat bertanya pada Mas Zein.


"Badannya menggigil kedinginan, tapi badannya panas, dia sakit dari kemarin",


Setelah itu perawat melakukan tindakan,aku tak ingat lagi, Mas Zein seperti mengajak Rudi ke luar ruangan.


Beberapa saat kemudian....

__ADS_1


Ku buka mataku, walau terasa berat. Ditanganku sudah terpasang infusan. Ku lihat seseorang tertidur di samping kasurku. Mas Zein dengan setia menemaniku.


__ADS_2