Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Hari terburuk


__ADS_3

"Berikan resep itu?",dengan mata melotot orang itu terus memaksa.


"Tidak akan!",aku kembali menolak.


Paaaakkk!!pukulan mengenai pipiku. Darah langsung keluar dari mulutku. Tak terasa air mata keluar dari sudut mataku. Tamparan ini mengingatkanku pada Edo,dan kini orang lain yang melakukannya. Orang ini begitu kejam.Apa yang harus ku lakukan?aku tidak ingin mati di sini.


"Baiklah,kalau kamu masih keras kepala tidak ingin memberikan resep rahasia itu,saya akan memaksa kamu agar memberikan resep rahasia itu",Orang itu terus memaksa.


"Pengawal,lelang keperawanannya dan berikan pada yang memberikan tawaran paling tinggi. Kalau sudah melakukan transaksi dan beres,lemparkan uang itu ke wajahnya!",Orang itu berkata merasa puas.


"Tidak,tolong,tolong!!!!",mulutku seketika di bungkam. Aku dibawa pergi dari ruangan itu.


"Saya mau di bawa ke mana?tolong jangan lakukan itu,tolong.....tolong.....!!!!",aku berteriak meminta pertolongan pada siapapun yang mendengar jeritanku. Lalu aku di dudukkan di sebuah meja makan.


Ketika ku berteriak meminta tolong,seseorang menjejali mulutku dengan makanan.


"Hey,sudah!jangan berteriak,berisik!!!!",seorang koki judes memarahiku.


Aku hanya bisa menangis. Tak ada selera sedikitpun untuk makan. Tapi koki itu kembali menjejaliku dengan makanan. Aku sampai terbatuk batuk.


Setelah mereka selesai dengan makanan itu,tiba tiba mereka membawaku ke kamar mandi dan mengguyurku. Aku dimandikan oleh dua ibu ibu gendut. Setelah selesai,mereka mencoba membuka bajuku,tapi aku menolak,ku selimuti diriku dengan handuk agar tidak dingin.Kemudian,orang orang itu membawaku ke sebuah ruangan dengan kaca rias yang dikelilingi lampu. Datanglah seorang wanita yang mulai menempelkan berbagai riasan di wajahku. Tega sekali orang itu berniat untuk menjualku. Aku harus melarikan diri,harus,kalau tidak hancurlah hidupku.


Akupun selesai dirias. kemudian mereka membawaku keruangan selanjutnya yang dipenuhi dengan baju baju yang cantik. Mereka menyuruhku mencoba tiap pakaian yang ada di situ. Sampai aku merasa bosan dan kecapean karena harus berganti pakaian. Mereka mencoba memakaikan baju dengan aurat yang terbuka. Akupun berontak dan menolak tapi mereka tetap memaksakan. Mereka membuka kerudungku dan merobek baju yang ku pakai serta membukanya dengan paksa. "Tidak,aku tidak mau memakai baju ini!",aku terus berontak,tapi aku kalah karena mereka bertiga,sedangkan aku sendiri.


Akhirnya baju pilihan mereka menempel di badanku. Aku menangis.


"Kalian jahat!!!!",aku sambil berteriak dan menangis. Tapi orang orang itu tak perduli padaku. Aku merasa hancur,kerudungku sebagai pelindung aurat mereka lemparkan tanpa rasa hormat. Setelah tiap pemaksaan itu,aku merasa putus asa. Rambutku yang terurai mereka tata dengan rapi dan sekali lagi,aku hanya bisa menangis. Hancurlah sudah apa yang aku perjuangkan.


Aku hanya diam seperti patung. Namun akhirnya aku berpikir kalau aku tidak boleh menyerah,kemudian akupun mulai memikirkan cara untuk melarikan diri.


Aku kembali dibawa ke sebuah ruangan yang penuh hiruk pikuk. Disana begitu ramai dengan orang orang,mereka berpakaian cantik dan bagus seperti orang orang yang sedang berpesta. Aku diminta untuk duduk di salah satu kursi di ruangan itu. Sepertinya aku akan dijual pada lelaki hidung belang,mengingat itu,aku mulai panik dan mencoba untuk berdiri,tapi seseorang di belakangku menahan pundakku dan menekan tubuhku untuk kembali duduk.


"Kamu nanti akan kami bawa ke depan,dan ketika seseorang di depan sana bertanya,maka kamu harus menjawab iya",orang itu memberikan arahan.

__ADS_1


"Apa yang akan kalian lakukan padaku?",aku bertanya penuh ketakutan.


"Turuti saja apa kata kami",Orang itu berkata seperti robot.


Hatiku merasa tidak tenang. Aku terus berpikir untuk dapat melarikan diri dari tempat ini,tapi di sini terlalu banyak pengawal yang berjaga jaga memperhatikan tiap gerak gerikku.


"Aku ingin ke kamar mandi!",aku berpura pura untuk mencari celah,agar bisa kabur.


"Tidak boleh!",penjaga itu melarangku.


"Kalau dilarang,aku akan buang air kecil di sini,kamu mau?",ku ancam dia agar mengizinkanku.


Dengan terpaksa dia segera membawaku keluar dari ruangan itu.


Saat menuju ke kamar mandi,ketika berada di keramaian,aku segera berlari tak tentu arah. Orang orang melihatku aneh. Tak ku pedulikan pandangan mereka,aku berlari dan terus berlari,tiba tiba aku terjebak,di depan dan belakang ada penjaga yang ingin segera menangkapku. Aku segera masuk ke ruangan yang ada di sampingku. Rupanya di sana sedang di adakan sebuah pesta ulang Tahun. karena takut ditangkap,aku bersembunyi di bawah meja. Cukup lama aku ada di sana. Setelah ku rasa aman,aku segera keluar dan menyaksikan orang yang berulang tahun akan segera meniup lilin. Orang orang riuh gembira menyanyikan lagu ulang tahun. Ku perhatikan orang itu sangat mirip dengan Tio,ku kucek mataku agar lebih jelas dan ternyata benar. Mengapa Tio ada di gedung ini?.


"Potong kuenya!potong kuenya!",Orang orang meminta agar kue ulang tahun segera di potong. Ku lihat sosok lelaki yang tadi mengancamku berada di sampingnya. Tio memberikan potongan pertamanya pada orang itu.


"Potongan pertama saya berikan untuk ayah saya",suara Tio terdengar keras karena memakai pengeras suara.


Akupun kaget. Benarkah orang itu adalah ayahnya Tio,orang yang akan menjualku pada lelaki hidung belang dan menghancurkan apa yang aku jaga? Apakah Tio sengaja selama ini mendekatiku untuk mengambil resep ini?kalau benar sungguh aku kecewa.


Terlihat beberapa pengawal menyadari keberadaanku. Aku tidak tahu harus kemana,yang ku tahu hanyalah melarikan diri. Aku terus maju ke depan tanpa sengaja aku menabrak Tio.


"Isna,ternyata kamu datang?",Tio merasa asing karena melihatku tanpa kerudung,namun dia tetap senang setelah melihatku.


"Tolong aku Tio!",aku meminta pertolongannya.


"Kemanakah kerudungmu ,Isna?",Tio bertanya dan tak memerdulikan perkataanku.


Aku hanya bisa menangis.


"Oh,iya aku ada sesuatu untukmu!",Tio berbicara menggunakan mik dan mencoba menghiburku.

__ADS_1


Para pengawal yang ingin menangkapku berhenti sejenak karena ada Tio disampingku.


"Isna,ini adalah hari ketiga setelah pernyataan cintaku di rumah sakit waktu itu,sebelum kamu menjawab pertanyaanku,aku akan memperkenalkan kamu dengan orang tuaku", Tio sambil memintaku menghadap kedua orang tuanya. Aku bersembunyi di belakang Tio karena ketakutan.


"Kenapa kamu bersikap begitu?tidak usah takut,mereka adalah orang tuaku yang sangat baik",Tio mencoba menuntunku mendekati kedua orang tuanya. Tapi aku terlalu takut,aku memegang baju Tio,sambil memandangnya dan menggelengkan kepala,sembari memperlihatkan ekspresi ketakutan.


"Isna,ada apa denganmu?tidak biasanya kamu seperti ini",Tio sambil berbisik.


"Aku tidak bisa",aku mengungkapkan penolakanku sambil menggelengkan kepala.


"Tidak bisa apa?",Tio bertanya.


"Aku tidak ingin mendekati orang tuamu,tolong jangan paksa aku!",aku sambil berteriak.


Para tamu aneh melihat tingkahku.


"Memangnya kenapa dengan orang tuaku?",Tio terus bertanya sambil berbisik.


"Tio,bawa gadis aneh ini keluar,dia akan menghancurkan pestamu!",ayah Tio berkata kepada Tio.


"Tapi yah,dia gadis yang Tio sukai",Tio membelaku.


"Biarkan pengawal yang mengusirnya dari sini!",ayah Tio sambil menyuruh para pengawal untuk membawaku.


"Tidak,jangan bawa aku!Tio, ayahmu akan menjualku kepada lelaki hidung belang",aku sambil berteriak.


Suasana terasa hening. Para tamu mulai bergosip.Tio kaget mendengar perkataanku. "Isna,apa yang kamu katakan?",Tio terlihat marah.


"Mereka memaksaku untuk berpenampilan seperti ini,dan ayahmu berkata akan melelang keperawananku pada lelaki hidung belang!",ku coba menjelaskan pada Tio.


Tiba tiba......


Paaaak!!!kembali tamparan mendarat di pipiku.

__ADS_1


__ADS_2