
Komentar para netizen kem bersliweran di video yang diunggah Tio ke internet. Ada komen yang positif juga negatif. Tapi hidup memang seperti itu,diantara yang mendukung pasti akan ada yang sebaliknya,tidak akan mungkin kita bisa membuat semua orang suka pada kita. Ku baca semua komentar orang orang itu, tapi ada komentar seseorang yang membuatku penasaran,orang itu mengatakan ingin merasakan siomay di tempatku. Dia berkata juga bahwa dia adalah seorang kritikus makanan. Dia akan datang ke kedai dan mencoba siomayku hari ini. Aku jadi penasaran dengan orang ini,makanya ku buka sosial medianya dan melihat profil tentangnya. Ketika ku buka,dia memang sangat suka berjalan jalan sambil kulineran dan memberi pendapat tentang makanan yang dimakannya. Menarik!. Suara ponsel berbunyi,segera ku angkat.
"Assalamu'alaikum!",Tio mengucap salam.
"wa'alaikum salam!",jawabku.
"Kamu dimana?".
"Aku ada di kedai sendirian".
"Erna tidak ada lagi?".
"Iya,dia masih ada perlu".
"Eh,iya,apa kamu sudah melihat komentar orang orang di internet tentang videomu?",tanyaku sambil memandang keluar jendela
"Sudah,dan begitulah para netizen,ada yang memaki ada juga yang memuji dan mendukung. Itu sudah biasa",jawab Tio.
"Kamu lihat ada komentar seseorang yang mengatakan bahwa dia ingin mencoba siomay yang ku buat?".
"Tidak,memangnya siapa?".
"Aku juga tidak tahu siapa dia. Katanya dia seorang kritukus makanan".
"Oh,ya?".
"Dia juga menuliskan kalau mau datang hari ini ke kadai".
"Dia laki laki atau perempuan?".
"Laki laki,memangnya kenapa?".
"Ti....tidak".
"Ada pembeli,sudah dulu ya!".
Sebelum Tio menjawab,ku matikan ponselku.
"Mau beli siomay atau batagor?",tanyaku pada seorang lelaki dengan baju dan masker hitam.
"Dua duanya",jawabnya.
"Tunggu sebentar ya,silahkan menunggu di sebelah sana!",aku sembari menunjuk kursi.
Dengan cepat ku siapkan siomay dan batagor. Saat sudah selesai,ku antarkan pesanan itu dan ku simpan di meja.
"Selamat menikmati!",aku seraya kembali ke tempatku tadi.
__ADS_1
Sebelum makan,lelaki itu membuka maskernya. Ku lihat wajahnya yang ganteng dengan kulit putih,persis seperti seorang idol. Aku merasa pernah melihat wajah itu,tapi dimana ya?. Aku tidak dapat mengingatnya dan kembali pada aktifitasku.
Para pembeli yang lain mulai berdatangan,ku layani satu persatu. Pembeli yang sedang duduk di kursi tiba tiba terlihat membicarakan lelaki ganteng itu. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Seorang gadis mendekatinya dan berkata,"Brandon?kamu orang itu kan?yang suka ada di sosmed?,gadis itu sambil memperhatikan wajahnya.
Lelaki itu merasa risih. Diapun mengangguk kaku. Gadis itu kemudian menjerit secara spontan dan berkata,"Boleh aku meminta tanda tanganmu?aku sangat suka melihat videomu,apalagi jika sedang makan. You are so cute!",dengan wajah yang begitu bahagia.
"Boleh",lelaki itu sambil mengambil pena dan kertas yang diberikan gadis itu.
Aku bertanya tanya dalam hati,siapa lelaki itu?,apa dia selebritis?tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya di tv. Tapi memang aku merasa tidak asing ketika melihatnya.
Setelah gadis tadi akan pergi,segera ku panggil perlahan.
"Boleh aku tahu,siapa dia?",dengan suara berbisik ku bertanya.
"Dia adalah seorang selebritis di dunia maya,sosial medianya banyak diikuti orang orang karena dia sering mengulas tentang makanan",gadis itu menjelaskan.
"Apa dia seorang kritikus makanan?".
"Iya,dia suka memberikan pendapat tentang makanan yang sudah dia makan".
Berarti dia adalah kritikus itu. Kudekati lelaki itu sambil berkata,"boleh minta tanda tangannya juga?",ku sodorkan pulpen dan kertas.
"Boleh".
"Boleh saya bertanya?".
"Apa kamu orang yang mengatakan dalam komentar di internet bahwa kamu ingin memakan siomayku?",tanyaku.
"Iya,saya sangat penasaran sekali,makanya saya ingin mengulas tentang siomay ini,karena orang orang bilang siomay di sini enak dan setelah ku coba,ternyata rumor itu bukan hoax,siomay ini memang enak".
"Alhamdulillah,tolong beritahukan orang orang agar mau memakan siomay ini".
"Tentu saja,makanan ini adalah salah satu favorit saya",dia dengan tersenyum.
Aku sangat senang karena ini bisa membuat kedaiku lebih di kenal orang. Dia membuka ponselnya dan membuat vlog disini.
"Kapan videonya bisa ku lihat di internet?",tanyaku.
"Nanti malam,setelah diedit baru aku kirimkan dan diupload di internet".
"Ok,terimakasih banyak",sambil ku berikan siomay yang sudah ku persiapkan dari tadi.
"Oh,terimakasih,jadi merepotkan".
"Tidak apa apa,maaf tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih,hanya siomay ini saja".
Diapun berterimakasih. Setelah dia selesai dengan siomay dan vlognya,dia pamit undur diri. Nanti malam akan ku lihat sosial medianya dan akan ku bagikan sebagai cara untuk mengiklankan kedai Siomayku sayang ini.
__ADS_1
Siang berlalu menuju ke sore. Aku masih sibuk dengan pembeli siomay. Mereka mulai bertambah dan bertambah. Pelanggan wartawan yang sering membeli ke kedai yang dulu,sekarang sudah tahu kalau aku pindah ke sini,makanya mereka sering ke sini.
Ketia malam tiba,aku pulang sendiri dengan memesan ojeg online. Saat tiba di rumah,Bibi menyambutku.
"Isna,minum dulu,pasti kamu cape!",Bibi sembari memberikan segelas air hangat.
"Terimakasih,Bi,sudah diambilkan air,padahal Isna bisa ambil sendiri Bibi tidak usah repot repot",sambil ku ambil gelas yang diberikan Bibi dan meminumnya.
"Sama sama,tidak apa apa,kamu kan cape baru pulang kerja",Bibi menemaniku duduk di kursi.
"Bagaimana tentang pernikahanmu?mau tanggal berapa?",tanya Bibi.
"Kalau menurut Bibi bagusnya tanggal berapa?".
"Tanggal berapapun bagus,yang penting kalian sudah siap".
"Isna inginnya secepatnya,biar tidak menyebabkan fitnah, Isna juga ingin menikah di KUA saja tanpa perlu acara pernikahan yang membutuhkan banyak biaya".
"Masalah itu Bibi serahkan padamu,kamu lebih tahu apa yang kamu inginkan".
"Nanti Isna bicarakan lagi dengan Tio,sekarang Isna mau istirahat dulu,Bi".
"Iya,Bibi juga sudah mengantuk",Bibi seraya pergi ke kamar.
Akupun pergi ke kamar. Ku rebahkan tubuhku dikasur empuk yang hangat. Malam ini aku tidur sendiri karena Erna kini sudah masuk asrama,dia masuk kuliah tahun ini. Mungkin dia bisa membantu jika tidak ada kelas.
Ketika ku buka ponsel,aku teringat dengan tuan kritikus makanan,katanya video tentang kedai Siomayku sayang bisa dilihat sekarang. Aku sangat bersemangat untuk mrlihatnya. Langsung saja ku lihat media sosialnya dan ternyata sudah ada video terbaru. segera ku klik videonya.
(Dalam video)"Hi guys,bertemu lagi dengan Brandon. Kita mau ke kedai ini, namanya 'Siomayku sayang',aneh banget ya namanya. Coba kita pesan siomaynya . Tara siomaynya sudah ada,kita coba. Mmm tidak enak,lebih baik kita muntahkan saja". Video belum selesai ku lihat,tapi aku malah jadi kesal. Si kritikus ini telah berbohong,katanya siomayku enak,tapi dia malah memuntahkannya. Sebenarnya apa yang dia inginkan?menghancurkan kedaiku?
Tiba tiba ponselku bergetar,pesan masuk sepertinya. Ku buka dan ku lihat,ternyata dari si kritikus pembohong.
"Apa kamu sudah melihat videonya?"
Dia sudah menipuku,akan ku tipu juga dia.
"Belum,memangnya kenapa?"
"Coba kamu lihat dulu!".
Dia memintaku segera melihat videonya hanya untuk menghinaku?apa sih yang sebenarnya orang ini inginkan?.
"Aku sedang sibuk membuat siomay,jadi belum sempat he...he...".
"Kamu harus melihatnya segera,setiap video yang ku unggah akan berpengaruh pada pelangganmu,kalau kamu ada masalah hubungi aku".
Dasar bocah nakal!apa dia benar benar ingin membuatku bangkrut?apa dosaku padanya jika memang dia ingin menghancurkan reputasi Siomayku sayang?
__ADS_1