
"Oh,iya Kak,tadi saya melihat ada anak kecil yang masuk ketika kita semua sibuk. Saya lupa mau mengusirnya karena mengantar pesanan",ujar Ani.
"Oh,ya?tapi saya tidak melihatnya,apa saya terlalu sibuk di kasir mungkin ya",Erna sambil berpikir.
"Kakak juga tidak memperhatikan ada anak kecil. Tapi sudahlah kalau memang ada anak kecil yang mengambil mungkin uang itu adalah rezekinya",aku mengakhiri perbincangan kami tentang uang yang kurang dan kembali ke tempat tadi ketika menghitung uang. Ku simpan uang yang ku dapat hari ini dan ku ucapkan alhamdulillah sebagai tanda syukurku kepada Allah.
Hari ini setelah semuanya beres kami pulang. Tidak lupa sebelumnya,kami memeriksa pintu dan tidak meninggalkan barang berharga di kedai. Entah kenapa hanya kedai ini yang kemalingan,padahal di samping dan di sebrang juga ada kedai seperti ini yang sepi ketika malam karena pemiliknya sudah pulang.
Aku dan Erna sudah sampai dirumah,kami berbincang sebentar sebelum tidur.
"Kak,kenapa uangnya bisa kurang ya?",Erna masih terlihat penasaran.
"Kakak juga tidak tahu",seketika terbayang Ani ketika memasukan uang ke dalam sakunya. Namun aku tidak mau berprasangka buruk sebelum melihat sendiri dan memiliki bukti yang kuat.
"Apa betul tadi ada anak kecil?".
"Kakak juga merasa tidak melihat anak kecil itu,tapi bisa saja kita memang lengah dan tidak menyadari hal itu",aku merebahkan diri dikasur dan menarik selimut.
"Terus apa yang harus kita lakukan?",Erna bertanya.
"Besok kita harus lebih waspada dan tidak boleh lengah,akan lebih baik jika kita memasang CCTV",jawabku.
"Ide yang bagus,lebih baik kita segera pasang CCTV,agar kita tahu siapa orang yang mengambil uang itu".
"Kamu punya teman yang bisa memasang CCTV?".
"Ada,nanti Erna telepon dan bertanya padanya tentang harganya,kalau deal mungkin besok dia bisa langsung memasangnya,tapi Erna tidak bisa membantu Kak Isna besok,Erna mau kuliah",Erna sembari memejamkan mata.
"Iya,tidak apa apa kamu kuliah saja,lagipula ada Ani. Besok minta orang itu langsung ke kedai saja. Sekarang kita tidur dulu",ajakku pada Erna.
Dan kamipun tertidur. Hari yang sibuk membuat kami merasa lelah dan cepat beristirahat.
Keesokan harinya.....
__ADS_1
Hari ini hanya ada aku dan Ani. Erna ada kuliah,jadi hari ini Erna tidak ke kedai. Saat kami merapikan kedai sebelum berjualan,terlihat banyak kecoa di dapur. Aku sangat kaget,karena selama dari awal aku berjualan disini,tidak sedikitpun kami melihat kecoa. Aku segera bertindak. Ku ambil semprotan serangga agar kecoa itu mati dan tidak muncul lagi disini.
Seseorang datang dan mengucap salam.
"Assalamu'alaikum!".
"Wa'alaikum salam",jawabku.
"Saya temannya Erna yang mau pasang CC TV".
"Oh,iya,mau dipasang sekarang,bisa?",tanyaku.
"Boleh,saya sudah membawa barang barangnya",lelaki itu mengeluarkan barang barang yang diperlukan. Dia segera memasang CCTV.
Di kedai hanya ada kami. Ani tadi meminta izin untuk pulang sebentar,ia berkata mau memberikan obat pada ibunya dulu dan aku mengizinkannya.
Setelah beberapa saat,pemasangan CCTV selesai aku hanya memasang tiga buah,satu di luar,terus untuk di tengah ruangan dan satu lagi tepat di atas laci kasir. CCTV itu bisa ku pantau dari kamera ponselku,jadi memudahkanku untuk memantau semua. Aku memberikan upah pemasangan sesuai kesepakatan,Erna tadi sudah mengirim pesan dan menyebutkan harganya. Lelaki itu pergi setelah semuanya selesai. Ani masih belum datang,aku khawatir pada ibunya,takut ada yang terjadi.
"Ibumu tidak apa apa?",tanyaku pada Ani.
"Oh,tidak apa apa,tadi saya sekalian memasak sebentar,ibu mau makan sayur katanya,jadi saya masak dulu,maaf saya perginya terlalu lama",jawab Ani.
"Tidak apa apa,pembeli juga masih sedikit,jadi masih bisa saya kerjakan sendiri".
Hari terus berlanjut,pembelipun terus bertambah. Tiba tiba seorang pembeli menjerit.
"Kecoa!!",pembeli itu sembari menunjuk hewan kecil itu.
Yang lain ikut menjerit dan berlari. Aku kaget,karena jeritan itu. Tadi hewan itu sudah ku cari di setiap sudut,bahkan ku semprot dengan pembunuh serangga sampai tidak terlihat,tapi sekarang muncul lagi,mereka terlihat mulai mabok karena obat serangga yang masih ada di udara.
Aku merasa ada orang yang dengan sengaja menyebarkan hewan ini disini. Tapi siapa?.
"Mba,kedainya dibersihkan biar tidak ada kecoa!jorok sekali kedai ini,saya jadi malas membeli makanan ditempat ini",seorang pembeli mengeluh.
__ADS_1
"Iya,jorok sekali,lebih baik kita jangan membeli makanan disini yuk",seorang yang lain mengajak yang lain untuk pergi.
"Maaf ya,tadi sudah saya semprot,tapi ternyata kecoanya muncul lagi",aku panik dan kebingungan.
Semua pembeli yang melihat itu langsung keluar dan dalam sekejap "Siomayku sayang" sepi dari pembeli.
"Sebenarnya dari mana kecoa kecoa ini,sudah saya semprot berkali kali,tapi hewan itu muncul lagi",aku berbicara sendiri.
"Saya juga merasa aneh,kenapa tiba tiba banyak kecoa disini",Ani ikut berkomentar.
Kedaiku bisa bangkrut kalau masalah ini tidak diselesaikan dengan cepat. Ku periksa sekeliling ruangan, mungkin saja kecoa kecoa itu masih bersembunyi. Ku bersihkan bagian bawah kompor dan mengeluarkan semua barang yang ada disana. Betapa kagetnya aku,ternyata ada plastik yang ketika ku buka isinya adalah kecoa. Siapa yang dengan sengaja membawa kecoa kecoa ini?apakah seorang pembeli yang sengaja membawa ini ke sini?atau bisa saja pedagang lain di sekitar sini yang tidak ingin tersaingi oleh kedai kami?aku sungguh bingung. Sekarang aku harus memulai semua dari nol,citra bersih yang berusaha ku bangun runtuh karena kecoa kecoa ini.
Sampai malam tiba,siomay masih penuh di panci. Tidak ada orang yang datang lagi setelah kejadian itu. Aku dan Ani hanya diam dengan wajah sedih.
"Sebaiknya kita pulang,saya akan memikirkan solusi untuk menyelesaikan hal ini di rumah",aku dengan wajah murung.
"Baik,Kak. Ibu saya juga sudah menelepon dari tadi,kasihan sendirian di rumah".
Kami pulang ke rumah masing masing. Wajahku yang penuh kesedihan tak bisa disembunyikan. Erna merasa aneh ketika melihatku murung.
"Ada apa,Kak?",Erna bertanya.
"Tadi di kedai muncul banyak kecoa,padahal sudah di semprot ternyata ada lagi,saat itu banyak pembeli,mereka jadi kabur dan tidak jadi beli siomay kita",aku dengan wajah penuh kesedihan.
"Kecoa?kok bisa ada sih?padahal ketika Erna dan Kak Isna dari awal sampai sebelum Erna masuk kuliah,kita tidak pernah menemukan satupun hewan itu",Erna dengan rasa tidak percaya.
"Kak Isna juga merasa aneh,ketika membereskan barang di bawah kompor Kakak menemukan plastik berisi kecoa,sepertinya ada yang sengaja membawa hewan itu".
"Kira kira siapa Kak?coba Kak Isna lihat rekaman CCTV bisa saja ada petunjuk".
"Oh,iya,betul sekali,Kakak lupa",aku segera membuka ponselku dan melihat rekaman CCTV yang ada di kedai. Ternyata orang itulah yang menyebabkan semua ini terjadi,mangapa dia tega melakukan ini.
"Kak,rupanya dia yang telah membawa kecoa ke dalam kedai,apa dia ingin usaha kita bangkrut?",Erna geram.
__ADS_1