
Satu minggu kemudian.....
Lomba memakan siomay akan diadakan hari ini. Semua telah diatur oleh Rendi,seorang mantan pelayan restoran yang begitu ingin jadi karyawan di kedaiku. Sepertinya bukan hanya sekedar itu tujuannya,dia juga terlihat menyukai adikku Erna. Tapi Erna terlihat cuek dan belum menyadari hal itu.
Hadiah kulkas,mesin cuci juga tv sudah berada dan dipajang di kedai. Aku sempat kaget dengan hadiah untuk juara 1 sampai 3 itu,karena harganya lumayan mahal jika aku yang menyediakannya sendiri,untung saja Rendi mau menanggung hadiah untuk lomba ini sesuai dengan yang dia katakan sebelumnya. Aku jadi curiga sepertinya Rendi bukan sembarang pelayan biasa. Apa dia juragan toko elektronik?bisa saja,tapi buat apa dia bekerja di kedaiku jika sudah punya usaha sendiri ha...ha...,lamunan yang lucu menggelitikku,di sela persiapan perlombaan aku tersenyum sendiri. Tio memperhatikanku dari tadi.
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri?",Tio merasa aneh dengan tingkahku. Aku segera tersadar dan berhenti tersenyum.
"Tidak aku hanya ingin senyum saja",seraya ku lemparkan pandangan pada antrian orang yang sudah mengular ingin membeli siomay. Hari ini kami membagi tugas menjadi 2 kelompok,satu fokus pada jualan dan yang lain pada perlombaan. Momen ini adalah salah satu promosi untuk orang orang agar semakin mengenal Siomayku sayang. Ku kerahkan semua keluargaku,Erna,Edo,Ridho,Bibi juga Rina spesial datang hari ini semua untuk menyaksikan peristiwa langka yang tidak setiap hari kami saksikan juga mereka dengan keinginan sendiri bersedia membantuku untuk menyukseskan acara ini.
Mas Zein,Tio dan aku nanti yang akan menjadi jurinya di tambah dengan orang orang yang dibawa Mas Zein yang sengaja dilibatkan untuk membantu ketika acara perlombaan.Sedangkan Erna,Ridho dan Edo membantuku melayani pembeli. Bibi dan Rina ku minta untuk duduk saja dan menyaksikan acara ini. Lomba ini ditujukan untuk orang dewasa,dengan peraturan siapa yang paling banyak memakan siomay dalam waktu tertentu maka dia yang akan membawa hadiah hadiah yang sudah tersedia. Peserta di batasi hanya untuk 50 orang. Dari 50 orang itu akan di lihat siapa yang sanggup menghabiskan siomay sebanyak banyaknya dan yang tidak kuat akan gugur di tengah jalan.
"Kak,kita kekurangan siomay,masih ada tidak?",Erna bertanya.
"sudah Kakak persiapkan,semua ada di freezer,dikeluarkan saja dulu,terus didiamkan,setelah beberapa saat baru dimasukan ke panci untuk dihangatkan",jawabku.
"Ok,Erna ambil dulu",Erna seraya pergi mengambil siomay.
Orang orang terlihat begitu antusias,selain karena bisa makan siomay gratis para peserta juga bisa membawa hadiah yang menarik.
Acarapun dimulai tepat pada pukul 9 pagi. Rendi menjadi pembawa acara yang akan memandu acara ini sampai selesai. Setelah acara dibuka ada sedikit hiburan untuk menarik perhatian orang orang agar semakin banyak orang menghadiri acara ini.
__ADS_1
"Sebelum kita ke acara inti kita akan menyaksikan tarian dari anak anak lucu yang akan menarikan tari siomay,selamat menyaksikan!",Tio mengajak penonton bertepuk tangan menyambut para penari.
Anak anak kecil itu dengan luwes menarikan tari siomay,mereka di latih oleh Randi. Entah bagaimana Randi memiliki ide untuk melatih tari siomay ini. Dia sungguh memiliki tekad yang kuat untuk bisa menjadi bagian dari kedai siomayku sayang. Acara dilanjutkan dengan sambutan sambutan dan sampailah pada acara inti.
Di tengah acara tiba tiba listrik padam,padahal di tempat sebelah lampu menyala.
"Kok mati lampu sih,padahal lagi seru serunya nih!",
"Aduh,mati lampu lagi,buat orang penasaran saja",komentar para penonton.
Dengan segera Mas Zein dan Tio membantu untuk menyelesaikan masalah. Rupanya ada pemadaman untuk sebagian pengguna listrik dan kedaiku terkena pemadaman. Tio dan Mas Zein meminjam genset yang dimiliki oleh warung sebelah. Setelah itu listrik pun menyala. Kami melanjutkan acara.
"Tibalah saatnya kita pada acara inti dari acara hari ini,yaitu lomba makan siomay. Para peserta diharapkan bersiap siap untuk mengikuti acara ini",Rendi memandu acara dengan penuh semangat.
"Semuanya keluar!",Tio juga Mas Zein meminta orang orang untuk menyelamatkan diri dan keluar dari dalam kedai. Akhirnya lomba di hentikan sejenak. Lomba makan siomay sebenarnya diadakan di luar kedai,sedangkan di dalam khusus untuk orang yang ingin membeli siomay. Setelah beberapa menit,lombapun berjalan tanpa ada pengeras suara. Rendi terlihat berbicara dengan suara yang keras,agar para penonton dapat mendengar dengan jelas.
"Kita mulai acara makan siomay,mari kita hitung bersama. Satu ......dua.......tiga!",Rendi memberi aba aba. Para peserta memakan siomay dengan lahap,sepertinya mereka sengaja tidak sarapan agar perut mereka dapat memuat siomay yang banyak. Para penonton memberikan semangat pada para peserta. Sorak sorai orang orang yang mendukung para peserta sampai terdengar begitu keras. Setelah beberapa saat,mulailah berguguran satu persatu. Mereka sudah tidak tahan dengan siomay yang begitu banyak memasuki perut mereka.
"Ayo,semangat!ayo!",suara para penonton menyemangati terdengar begitu jelas.
"Seandainya aku yang ikut acara ini,mungkin sudah ku habiskan beratus ratus siomay,aku sebenarnya ingin ikut,tapi kamu melarangku",Tio dengan cemberut.
__ADS_1
"Kamu tidak usah mengikuti lomba,aku tahu kamu pasti akan memakan siomay itu dengan cepat. Tapi aku merasa kamu tepat untuk menjadi juri untuk membantuku memilih pemenang",aku seraya tersenyum.
Tio hanya terdiam dan tidak menjawab. Dia terlihat ingin menyantap siomay itu.
"Tenang untukmu sudah ku persiapkan spesial",ujarku pada Tio.
Para penoton semakin banyak,karena keterbatasan tempat,mereka akhirnya saling dorong dan mengakibatkan sebagian penonton tertimpa. Aku sangat khawatir dan meminta Rendi untuk menertibkan para penonton demi keselamatan mereka.
"Dimohon untuk tidak saling mendorong agar tidak terjadi kecelakaan,untuk penonton yang disebelah sana,bisa bergabung disebelah sini",Rendi membimbing penonton ke tempat yang aman.
Begitu ramainya acara sampai tak terasa keringat mengucur di jidatku,padahal pekerjaanku hanya duduk dan melihat para peserta.
Lama kelamaan jumlah peserta semakin menyusut,hingga di dapatkanlah lima orang yang bertahan. Dengan usaha yang maksimal mereka mencoba memasukan siomay ke dalam perut mereka. Ada yang mendorongnya dengan minum,ada juga yang memakannya dengan perlahan.
"Ayo semangat!".
"Kamu pasti bisa!".
Suara penonton yang menyemangati peserta membawa suasana menjadi semakin menegangkan. Satu orang terlihat menyerah dan sudah angkat tangan tidak akan melanjutkan perlombaan. Tersisa 4 peserta. Mereka masih berusaha walau semua terlihat sudah kekenyangan.
"Siapakah yang akan mendapatkan hadiah kulkas,mesin cuci juga tv yang ada disini?kita terus saksikan keempat peserta yang masih berjuang memperebutkan posisi juara",Rendi berkata di sela sela perlombaan.
__ADS_1
Seorang peserta terlihat menyerah dan tersisa 3 orang lagi. Dari situ mulai berangsur angsur didapatkan pemenang secara berturut turut dari juara satu sampai juara tiga.
Orang orang bersorak sorai ketika mengetahui peserta terakhir adalah juara satu. Orang terdekatnya melompat kegirangan ketika mengetahui dia adalah peserta terakhir yang tersisa.