
Kejadian ini terjadi begitu cepat. Setelah berbicara seperti itu,sebenarnya hatiku menyesal. Tapi apa boleh buat,keadaan memaksaku untuk berbuat seperti itu. Sebenarnya siapa mereka?yang ku tahu orang tua Mas Zein sudah meninggal. Tanpa banyak bicara lagi,aku segera pergi dari ruangan itu dengan penuh kesedihan.
"Isna,bisa kita bicara dulu!",Mas Zein mencoba menghalangiku,tapi tak ku pedulikan panggilan itu. Aku segera pergi ke kamar mandi. Beruntung tidak ada orang,jadi aku bisa menangis sepuasku.
"Selamat tinggal cinta pertamaku,mungkin kita tidak berjodoh!",kata kata itu semakin membuat aku sedih.
Seminggu kemudian....
Aku mencoba menghindar dari Mas Zein. Ini semua untuk kebaikan kami,walau itu sebenarnya sakit. Aku juga merasa bukan orang yang tepat untuknya. Aku merasa bukan orang yang sepadan dengannya,terlalu banyak kelebihan yang dia miliki sehingga aku tak bisa mengimbanginya. Sakit sekali rasanya,tapi dia layak untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada aku.
Aku berencana untuk berhenti bekerja di rumah Mas Zein dan kini aku sudah mulai berjualan dengan Tio,dari sore sampai malam. Alhamdulillah,setelah beberapa hari penjualan meningkat setiap harinya. Aku akan membayar hutang dari hasil jualanku. Ini saatnya aku untuk mulai mandiri.
Hari ini aku akan ke rumah Mas Zein untuk berpamitan. Sekretarisnya mengatakan kalau dia libur hari ini. Ku tekan bel di disisi kanan pintu. Rumah ini tampak sepi.
"Assalamu'alaikum!!!!",ku ucapkan salam.
Tak terdengar suara jawaban dari dalam rumah. Apa mungkin tidak ada orang di rumah?atau mungkin dia sedang keluar?biasanya para Miss akan menyambutku dengan segera.
Ku putuskan untuk datang lagi besok. Aku berbalik untuk pulang dari sana. Tiba tiba ada suara mobil,ternyata di dalamnya ada Pak Yanto dan Mba Wulan yang langsung keluar setelah mobil berhenti. Mereka terlihat tergesa gesa. Mba Wulan hanya tersenyum padaku dan langsung masuk ke rumah. Saat melihatku Pak yanto langsung berkata
"Pucuk dicinta,ulampun tiba,untung kamu ke sini Isna,ayo masuk mobil, kita berangkat,tapi tunggu Wulan dulu ya".
"Tapi Pak,saya mau pulang.Saya mau bertemu Pak Zein tapi rumahnya kosong,memangnya Pak Zein kemana ya?".
"Makanya kamu ikut dulu sama saya,nanti kamu bakal tahu".Pak Yanto langsung menuntunku masuk mobil.
"Tapi Pak...."aku sempat menolak tapi akhirnya aku masuk ke mobil.
"Wulan,ayo,jangan lama lama",Pak Yanto dengan berteriak.
Mba Wulan akhirnya keluar dengan membawa tas dan langsung masuk ke mobil di kursi depan. Sepertinya tas itu berisi baju,Mba Wulan mau kemana bawa baju?
"Mba,kok bawa tas?mau kemana?",aku bertanya dengan polos.
"Ceritanya panjang,nanti aja di rumah sakit ya!?sekalian kami juga ada pertanyaan sama kamu!",Mba Wulan menjawab penuh teka teki,membuatku merasa aneh. Apa yang akan mereka tanyakan padaku?apa aku salah?rumah sakit?aku jadi bingung.
__ADS_1
Mobil segera meluncur dengan kencang. Tujuan kami adalah rumah sakit. Mengapa harus ke rumah sakit?apa ada yang kecelakaan?siapa yang kecelakaan?atau ada yang melahirkan?tapi siapa yang melahirkan?pikiranku terus menerus mengeluarkan pertanyaan aneh.
Hanya butuh 20 menit saja untuk sampai di rumah sakit,akhirnya kamipun tiba disana. Mba Wulan segera memegang tanganku.
"Saya mau dibawa kemana,Mba?",aku seperti tahanan yang akan dibawa ke penjara.
"Pokoknya jangan banyak bertanya,ikut saja!",Mba Wulan tak menjawab keingin tahuanku.
Aku semakin bertanya tanya. Mba Wulan membawaku ke lantai 3 dengan menggunakan lift. Setelah keluar lift,aku dituntunnya menuju sebuah kamar VIP. Satu kamar untuk satu orang pasien,sangat eksklusif. Terlihat para Miss berkumpul di ruangan tersebut dengan khawatir. Di kasur ku lihat Mas Zein terbaring lemah. Aku langsung kaget.
"Mba Wulan kok tidak bilang kalau Pak Zein sakit?",aku langsung protes.
"Karena kamu sudah tahu ,sekarang saatnya kamu harus bertanggung jawab",Mba Wulan membawaku ke dekat Mas Zein.
"Tanggung jawab apa?",aku masih belum mengerti.
"Isna....Isna....jangan pergi.....Isna ....Isna....!!",suara Mas Zein mengagetkanku.
Aku tambah kebingungan. Akhirnya para Miss membawaku ke luar ruangan.
"Kamu sudah lihat bagaimana keadaan Pak Zein. Badannya panas. Dia sudah mengigau selama 3 hari 3 malam dan tak berhenti menyebut namamu. Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua?",mata para Miss tertuju padaku.
"Saya ....saya juga tidak tahu mengapa bisa seperti ini",aku tidak menyangka,sebesar itukah cinta Mas Zein padaku,aku jadi tersanjung serasa ingin terbang ke angkasa.
"Apa kalian memiliki hubungan spesial?",salah seorang Miss menyelidiki.
"Tidak...saya tidak punya hubungan spesial dengan Pak Zein",memang tak ada hubungan antara kami,hati kami terpaut tanpa kejelasan.
"Pak Zein sebenarnya.....",akhirnya ku ceritakan semua yang terjadi,dan para Miss hanya tertawa kegirangan.
"Makanya Isna,jangan sok jual mahal,bilang saja kalau kamu suka,tidak usah memikirkan apa yang orang katakan,pokoknya,maju tetus!!!!", Miss Vera penuh semangat.
"Tapi saya merasa tidak serasi jika disandingkan dengan Pak Zein",rasa rendah diriku masih menguasai,aku tidak ingin tamak,menginginkan seseorang yang lebih,sedangkan diriku hanya penuh kekurangan.
"Apanya yang tidak serasi?",Miss Valencia bertanya.
__ADS_1
"Saya gadis miskin yang kurang cantik dan kurang pintar",aku sambil nyengir.
"Oh,kalau masalah itu,serahkan pada kami,kami adalah ahli merubah orang menjadi seseorang yang luar biasa"Miss Valencia bersemangat.
"Kalau begitu,tolong bantu saya agar jadi wanita yang pantas untuk Pak Zein!",aku sambil menunduk.
"Asssiaap!!!",para Miss menjawab kompak.
"Sekarang Pak Zein adalah tanggung jawabmu,tolong rawat sampai sembuh,karena kalau kami yang merawat,luka dalam hatinya tidak akan sembuh,sedangkan kalau kamu yang merawatnya,mudah mudahan Pak Zein akan sembuh lahir dan batin seperti sedia kala,menjadi orang yang bahagia",Miss Valencia memintaku merawat Mas Zein.
"Baiklah,saya akan merawat dan menjaganya,tapi barang barang yang saya butuhkan belum saya ambil".
"Santai,di rumah Pak Zein masih ada barang barangmu kan?",Miss Tuti bertanya.
Aku hanya mengangguk.
"Nanti kami yang urus dan minta Pak Yanto untuk mengantarkannya ke sini",para Miss dengan tersenyum.
"Terimakasih sebelumnya untuk semuanya!!!".
"Sama sama,kamipun berterimakasih,jaga Pak Zein baik baik ya,kami pulang dulu!",para Miss berpamitan.
Tinggallah aku dan Mas Zein berdua di ruangan ini.
"Isna...Isna....!!!",kembali Mas Zein mengigau.
"Mas Zein,ini Isna,Mas Zein kenapa?",ku jawab panggilan Mas Zein.
Mas Zein membuka mata,dia melihatku sambil menangis.
"Maafkan Mas Isna,jangan lagi menghindar dari Mas!",matanya sambil berkaca kaca.
"Mas Zein tidak salah,apa yang perlu saya maafkan,sekarang Mas Zein makan ya,habis itu minum obat dan istirahat. Kalau Mas Zein melakukan itu,saya akan ada terus di sini",akhirnya aku menjaganya lagi.
Mas Zein menjawab dengan mengangguk.
__ADS_1
Segera ku ambil makanan yang ada di meja dan mulai menyuapinya. Aku seperti memiliki anak kecil yang akan merengek jika ditinggalkan. Mas Zein, kamu sungguh membuatku kagum akan keteguhanmu. Menyukai orang sepertiku adalah bukan hal yang mudah. Kamu akan diejek saat orang mengetahui kalau kamu menyukai orang sepertiku. Terimakasih sudah mau menyukaiku. Aku sangat senang sekali hari ini.