Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Dag dig dug duerrr


__ADS_3

Beberapa hari ini aku kurang fokus. Konsentrasiku buyar saat mengingat atau melihat Mas Zein. Apakah aku sebucin itu?oh,tidak,aku harus bisa mengendalikan diri. Tapi wajah ganteng itu....membuat aku tidak bisa berpaling. Saat upacara pengibaran bendera berlangsung aku terus saja melihat Mas Zein,dan saat mata kami saling berpandangan,aku segera melihat ke arah lain. Jantungku berdegup kencang seolah di kejar hantu.


Para siswi terus mengagumi ketampanannya,apalagi sekarang dia lebih sering datang ke sekolah,apa karena ingin melihat aku.Aku mulai kegeeran. Salahnya kenapa mengungkapkan rasa suka padaku,pada gadis biasa yang tidak punya kelebihan apa apa. Pipiku memerah dan aku senyum senyum sendiri seperti orang gila. Jika terus begini aku bisa jadi gila beneran.


Aku tersenyum ketika mengingat Mas Zein tapi ketika melihat bangku kosong Sofia,aku jadi sedih. Terbayang kebersamaan kami. Dia pasti sangat menyukai Mas Zein sampai tega menyakiti sahabatnya. Aku ingin ke toilet dulu,sekalian cuci muka biar waras. Ketika di dalam toilet,terdengar suara dari luar.


"Eh,kamu lihat berita tidak?",seseorang terdengar sedang mengobrol.


"Memangnya ada berita apa?",yang satu menanggapi.


"Katanya Sofia akan di hukum maksimal 15 tahun,kasihan ya!".


"Ini semua gara gara bergaul dengan Isna,Sofia yang polos jadi liar seperti itu,katanya Sofia bersikap seperti itu karena Isna merebut tunangannya".


"Wah,yang betul,memangnya siapa tunangan Sofia?lelaki itu buta kali ya,kok bisa lebih memilih Isna dari pada Sofia,kalau aku sudah jelas lah pilih Sofia yang cantik,kaya,pintar dan tentunya punya sekolah ini".


"Iya ya,bodoh sekali lelaki itu".


Perbincangan mereka pun berakhir dan tak terdengar lagi setelah mereka keluar dari toilet. Apa yang aku dengar membuat aku makin sedih. Memang benar apa yang mereka katakan,apalah diriku ini. Apa yang akan terjadi jika semua orang tahu kalau lelaki itu adalah kepala sekolah mereka?aku tidak ingin membayangkan,pasti Mas Zein akan jadi bahan gunjingan penggosip seperti mereka.


Dan aku akan dibully satu sekolah karena sudah menjadi pelakor yang tidak pantas bersanding dengan lelaki sesempurna Mas Zein. Kembali langkahku jadi semakin berat. Tadinya aku akan mengikuti saran Tio yang mengatakan untuk mengikuti kata hatiku. Tapi rupanya sangat sulit. Sebenarnya ingin meraih Mas Zein tapi,saat ku lihat diriku di cermin, aku merasa menjadi gadis buruk rupa.


Setelah selesai di toilet,ku cuci muka sambil melihat wajahku yang lusuh tak menarik sedikitpun. Aku menarik napas dan keluar dari ruangan itu. Tiba tiba ada seseorang yang memanggilku.


"Isna!",ketua kelasku memanggil.

__ADS_1


"Ada apa?",aku langsung bertanya.


"Kamu dipanggil ke kantor Kepala Sekolah".


"Memangnya ada apa?",aku merasa aneh.


Ketua kelasku hanya mengangkat pundak,tanda tak tahu. Aku segera menuju ke ruang guru dan kemudian ke kantor kepala sekolah. Terlihat semua guru menatapku,sambil sebagian ada yang berbisik seperti membicarakanku. Apalagi Bu Yanti,wajahnya memandang tajam,ketus tanpa senyum,melewati tempat itu seperti berjalan di batu panas,sungguh mengerikan. Ku lanjutkan berjalan menuju kantor kepala sekolah dengan keringat di wajahku. Sebenarnya hatiku dag dig dug duerrr,rasanya nano nano. Apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Mas Zein?apa dia ingin bertanya bagaimana perasaanku?atau ingin bertanya tentang siomayku?atau mungkin dia merindukanku jadi ingin bertemu langsung?waduh,pikiranku sudah kacau.


Ku ketuk pintu. Terdengar suara dari dalam ruangan,"silahkan masuk!".


Terlihat sudah ada 5 orang di ruangan itu,termasuk Mas Zein,2 wanita dan 2 laki laki yang sudah berumur. Mereka terlihat seperti orang tua Mas Zein.Selain Mas Zein,wajah yang ku kenali adalah wajah ayah Sofia. Apa maksudnya ini semua?.


"Isna kan?silahkan duduk",wanita seumuran ibuku mempersilahkanku duduk.Aku hanya mengangguk dan langsung duduk di sofa. Suasana hening. Mas Zein tak berani menatap atau berbicara kepadaku. Tanpa berbasa basi wanita itupun berbicara.


"Perkenalkan,kami adalah orang tua Sofia,kamu pasti mengenalnya karena kalian bersahabat. Kami ingin meminta maaf atas perbuatan anak kami,Sofia,pada kamu Isna,karena sudah mencoba mencelakakan kamu. Dan kamipun ingin meminta bantuan darimu,boleh?",Wanita itu terlihat bijaksana.


"Tolong jauhi Zein,dia adalah tunangan Sofia,sudah lama kami orang tua menjodohkan dan mengharapkan mereka untuk bisa bersatu,Sofia berbuat jahat padamu karena dia sangat suka dengan Zein dari dulu,bahkan dari kecil. Saya mohon kamu untuk tidak mengganggu hubungan mereka agar kami terutama Sofia merasa tenang,bisa kamu lakukan itu?",wanita itu meminta dengan sopan,dia mengusir aku dari kehidupan Mas Zein secara halus. Aku menjadi bingung dan tidak bisa langsung menjawab. Reaksi Mas zein setelah mendengar itu,seolah ingin membela tapi tidak bisa.


"Sa...saya.....",belum sempat aku menjawab,Mas Zein menyela pembicaraanku.


"Bu,ini semua bukan salah Isna,tapi saya yang salah. Saya tidak bisa menjadi pasangan dalam hidupnya dan hanya bisa menjadi kakak baginya",Mas Zein membelaku.


"Kamu tidak usah berbicara,biarkan kami yang memutuskan,kami lebih tahu apa yang terbaik untukmu anakku",wanita yang kemungkinan ibu Mas Zein ikut berbicara.


"Tapi Bu,saya sudah sering mengatakan kalau saya tidak cinta pada Sofia",Mas Zein berterus terang.

__ADS_1


"Tapi cinta akan tumbuh dengan sendirinya ketika kalian nanti menikah",wanita itu bersikukuh.


"Sudahlah Zein,ikuti saja apa kata orang tuamu ini",lelaki paruh baya itu menasehati Mas Zein.


"Tapi,Yah,menikah dan menyukai seseorang itu tidak boleh dipaksakan dan saya ingin memiliki pasangan pilihan saya sendiri".


"Apa maksudmu gadis ini?",ayah Sofia menunjukku.


Aku merasa terombang ambing di peperangan dan hanya bisa menyaksikan tanpa ingin terlibat.


Mas Zein belum menjawab.


"Apa gadis seperti ini pilihanmu?apa yang akan kamu dapatkan dari dia?dia hanya anak yatim piatu yang tak memiliki apa apa",seseorang yang dipanggil ayah oleh Mas Zein menyerangku.


"Iya,saya menyukai Isna,karena dia tulus,pekerja keras dan tidak seperti kalian yang mengukur segalanya dengan harta",Mas Zein jadi lebih berani.


"Untuk apa itu semua?yang kamu butuhkan adalah uang yang menjamin masa depan cerah untukmu dan anak anakmu kelak",perbincangan mereka semakin memanas.


"Uang bukan segalanya,Ibu!",Mas Zein dengan wajah sedih.


"Tapi segala hal butuh uang,dan dengan Sofia kamu akan mendapatkan banyak keuntungan,dia muda,cantik dan pintar,serta harta kekayaan yang melimpah,jadi Sofia sangat cocok untuk keluarga kita,saling mengisi dan melengkapi",ayah Mas Zein tak ingin kalah.


"Tapi Yah...bagaimana dengan hati saya yang terpaksa?",Mas Zein seperti ingin menangis.


"Sudah,itu sudah jadi keputusan kami,kalau kamu dan gadis ini tidak mau menyerah,maka semua fasilitas yang ayah berikan akan ayah ambil",Ayah Mas Zein berbicara sambil berlalu,diikuti oleh yang lainnya pergi dari ruangan itu. Terlihat para guru penasaran dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Aku masih berada di ruangan itu,dengan wajah sedih ku lihat Mas Zein berurai air mata.


"Mas Zein,ikutilah apa kata orang tuamu,mereka menginginkan yang terbaik untuk Mas,dan mungkin bukan saya pilihan yang terbaik untuk Mas,saya memiliki banyak kekurangan dan tidak pantas untuk bersanding dengan Mas Zein,pilihlah Sofia,dia adalah pilihan orang tuamu yang mungkin akan membuat hidupmu lebih berkah,karena ridho Alloh ada dalam rido orang tua dan bencinya Alloh ada dalam bencinya orang tua",ku ucapkan tiap kata sambil menangis,mungkin inilah petunjuk dari Alloh untuk kami agar kami tidak melanjutkan lagi hubungan yang bahkan belum terjalin ini.


__ADS_2