
Rumah ini memang minimalis,tapi terlihat mewah dan elegan. Kami berdua hanya bisa ternganga dengan hal itu.
"Kok,bisa beda jauh seperti ini ya?seperti bumi dan langit",Tio sambil sedikit diam dan tertawa kecil.
"Luar biasa,mengagumkan",aku dengan terkagum kagum.
Dengan perlahan kami menyusuri rumah,melihat ke sekeliling ruangan yang sangat beda jauh dengan penampilan di luar.
"Padahal hanya beda luar dan dalam,tapi kita seperti tersihir,kenapa Aki Somad tidak menyamakan saja antara luar dan dalam?"
"Mungkin dia tidak ingin terlihat mencolok dan ingin tetap rendah hati",aku sambil menebak.
"Pantas saja Aki tak pernah memintaku menjemput dari rumah ini,dia memintaku untuk menjemputnya di depan jalan yang tadi"
"Aki memang orang yang luar biasa",aku tak henti mengaguminya.
"Ya sudah,ayo kita cari"
"Cari apa?",Tio penasaran.
"Oh,iya aku belum cerita,sebelum meninggal Aki memintaku mencari sesuatu di lemarinya"
"Mencari uang?apa kamu mendapat warisan dari Aki?",Tio tambah penasaran.
"Bukan,kamu berpikir terlalu berlebihan",aku menghentikan khayalan Tio.
"Lalu apa dong?"
"Sudah jangan banyak bertanya,kamu cukup duduk manis,biar aku yang mencari",aku tidak ingin Tio tahu tentang resep itu jika ku beritahu,secara tidak langsung aku memberitahukannya kalau aku belum bisa membuat Siomay.
"Aku haus dan lapar,apa boleh aku meminta makanan dan minuman di sini?",Tio sambil mencari sebuah ruangan yang ada makanan dan minumannya.
Aku tak begitu mendengar kalimat yang diucapkan Tio karena terlalu fokus mencari resep itu. Ku cari di tiap lemari di tiap ruangan,tapi tetap belum ku temukan.
"Kira kira di lemari mana ya?",gumamku dalam hati.
Tio berlari ke arahku sambil memegang pundakku.
__ADS_1
"Kamu kenapa?",aku bertanya karena aneh melihat ekspresi Tio.
"A...a...aku mau ke toilet",Tio terlihat menahan sesuatu.
"Kalau mau ke toilet kenapa berlari ke sini?",aku bertanya dengan cuek sambil melanjutkan pencarianku.
"Aku sudah mencari tapi belum ketemu",genggaman tangannya makin kuat ke pundakku.
"Aaw",aku meringis kesakitan.
Tiba tiba terdengar suara motor berhenti di halaman depan rumah ini. Karena kaget Tio menarik atribut sekolahku sampai terlepas dan terjatuh. Karena kami panik,kami saling memandang dan memberi kode untuk bersembunyi.
"Kita harus bersembunyi",aku berbicara tanpa suara.
"Tapi dimana?",Tio sambil memperlihatkan ekspresi bertanya.
Kami berdua berada di kamar depan,di sana hanya ada kasur dan lemari. Ruangannya pun tak terlalu besar. Aku bingung kalau harus bersembunyi. Kalau di bawah kasur,aku merasa trauma dengan kejadian penagih hutang ketika di penginapan. Jika mengingat itu aku merasa takut.
Karena aku terlihat lama berpikir Tio langsung memegang tanganku dan menarikku ke lemari. Setelah berada di lemari segera ku tarik tanganku dengan ekspresi melotot. Tio hanya memperlihatkan ekspresi seolah bertanya
Di luar...
"Untung kita makan dulu di warteg,kalau tidak bisa kelaparan",salah seorang lelaki berjas hitam berkacamata hitam memulai percakapan.
"Benar juga,perutku sudah keroncongan dari tadi,lagi pula yang kita cari sepertinya tidak ada,kita sudah mencari di mana mana tapi tetap tidak ada",teman yang satunya yang juga berpenampilan sama menanggapi pernyataan temannya.
Mereka berdua melangkah menuju ke pintu. Melihat pintu terbuka sedikit,mereka merasa heran,padahal tadi ketika mereka tinggalkan pintu itu tertutup rapat. Mereka berdua saling berpandangan,tanda menyadari ada orang yang sudah masuk ke rumah tersebut tanpa sepengetahuan mereka.
Mereka mengambil pistol dan berada pada posisi siaga. Salah satu dari mereka memberikan kode untuk memasuki rumah itu. Tiap ruangan tak luput dari pemeriksaan mereka. Tiap lemari mereka buka,tak lupa juga di bawah kasur serta di balik jendela. Tapi tak ada orang yang bisa mereka temukan.
Di dalam lemari......
Suasana terasa mencekam,hanya ada suara langkah kaki yang datang menuju kamar depan. Tercium bau tak sedap di dalam lemari. Terlihat Tio yang hanya senyum senyum dari tadi tanda malu sambil menutup hidung. Aku tak habis pikir,bagaimana bisa dia buang air kecil di lemari. Mungkin karena tidak tahan ditambah rasa kaget yang menyebabkan ia reflek langsung BAK di sini.
Aku hanya bisa menutup hidung serta ingin muntah. Lemari yang kami tempati begitu sempit,dengan di tambah bau kencing itu sepertinya kami tak akan bertahan. Perutku terasa mual. Aku sengaja menghindar dan menjauh dari Tio. Kepalaku begitu pening mencium aroma yang tidak mengenakkan tersebut. Tanpa sengaja ku tekan sesuatu dan.....
Di luar lemari....
__ADS_1
Mulai tercium aroma yang tidak sedap. Dua orang berpakaian serba hitam itu menutup hidungnya. Mereka terlihat bersemangat karena mulai mencium aroma manusia dari dalam lemari. Salah seorang dari mereka maju perlahan untuk membuka lemari dan satu orang lagi bersiaga menodongkan senjata. Mereka mulai berhitung dengan jari,memberi aba aba untuk membuka lemari. Ketika jari menunjukkan angka 3,dengan cepat pintu dibuka. Tapi tidak ada seorangpun di sana. Hanya ada sehelai kain atribut sekolah yang mereka temukan di depan lemari.
"Ternyata orangnya sudah pergi dari sini",satu dari mereka berkata.
"Kenapa bisa bau air kencing di sini?apa kucing yang sudah kencing di sini?",orang kedua bertanya.
"Tapi ini bukan bau kencing kucing,ini bau kencing orang. Tadi ketika kita periksa tempat ini tidak ada hal seperti ini,tapi setelah kita pergi dengan cepat ada bau ini,kita laporkan saja pada bos!",
"Ok,aku yang akan menelepon bos",orang itu mengajukan diri.
Di tempat yang lain.....
Suara Hp berdering melantunkan lagu era 90an. Segera seorang lelaki yang duduk di kursi direktur itu mengangkat Hpnya.
"Bagaimana?sudah ketemu?",lelaki berumur 35 tahunan itu dipenuhi rasa penasaran.
"Cari lagi sampai dapat,saya tidak mau tahu,kalian harus mendapatkan resep peninggalan Kakek tua itu",lelaki itu dengan sombongnya.
"Ada orang lain selain kalian?bawa atribut sekolah itu kemari",lelaki itu terlihat begitu berambisi ingin mendapatkan apa yang dicarinya.
Masih di rumah Aki.....
"Alhamdulillah,akhirnya aku bisa bernapas lega",aku sambil menarik napas.
"Ini di mana?untung sisi lain dari lemari itu terbuka dan kita bisa menyelamatkan diri"
"Ini semua gara gara kamu,aku sampai takut mati di lemari karena kehabisan oksigen segar",aku kesal pada Tio.
"Iya aku minta maaf,tadi ketika di dapur aku minum terlalu banyak jadi mau pipis deh",Tio malu malu sambil pasang wajah imut.
"Tio,kamu itu ganteng tapi kegantenganmu itu runtuh hanya karena bau ini"
"Ternyata kamu mengakui kalau aku ganteng,aku memang ganteng,kamu orang keseribu yang bilang begitu",Tio dengan percaya diri.
Aku berpura pura ingin muntah dan Tio hanya pasang wajah kesal.
Seketika kami memandangi ruangan ini yang begitu luar biasa,lebih dari ruangan sebelumnya. Ruangan itu seperti ruangan Vip sebuah hotel mewah,terlihat luas,ada beberapa ruangan di dalamnya. Ada kamar,dapur, ruang menonton dan kamar mandi,seperti apartemen tersembunyi. Di sudut kamar terlihat ada sebuah brankas. Aku bertanya pada diriku,apakah di sana tempat di simpannya resep itu?apakah begitu seberharganya resep itu sampai disimpan dalam sebuah brankas?terus bagaimana cara membukanya?
__ADS_1