
Kata yang diingat oleh Tio adalah kata 'siomayku sayang' seperti yang dikatakan oleh Alex. Setelah aku meneriakan kata itu, dia jadi penasaran dan ingin tahu lebih banyak.
"Sebenarnya apa itu siomayku sayang?",Tio bertanya padaku.
"Kenapa hanya kata itu yang kamu ingat?",aku balik bertanya.
"Kenapa kamu malah balik bertanya?",Tio sedikit kesal.
"Aku tidak bisa menjelaskan secara lebih rinci,aku ingin langsung membawamu ke sana. Ayo kita ke siomayku sayang!".
"Apa kamu bisa dipercaya?",Tio meragukanku.
"Apa wajahku ini wajah penipu?",aku dengan nada kesal.
"Kalau kamu menipuku,aku tak akan segan segan untuk melaporkanmu pada polisi",Tio terdengar mengancam.
Walau Tio terkesan tidak percaya,akhirnya dia mau untuk ku ajak ke kedaiku. Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Benar benar keadaan yang berbeda dengan Tio sebelum hilang ingatan. Biasanya dia akan cerewet dan banyak bercerita tentang apa yang dia alami. Akupun merasa canggung. Sesekali ku beri petunjuk arah jalan mana yang harus kami ambil.
Tibalah kami di tempat yang kami tuju,Siomayku sayang. Tio dan aku keluar dari mobil. Tio berhenti sejenak dan menatap kedaiku ketika kami berada di depan pintu masuk. Ketika kami masuk terlihat ada tulisan Siomayku sayang di papan tulis yang berisi menu yang bisa di pesan.
"Apakah ini yang namanya siomayku sayang?",Tio sambil menatap daftar menu di papan tulis.
"Iya,inilah tempat yang bernama Siomayku sayang".
"Kenapa aku bisa mengingat tempat jelek seperti ini?",Tio asal bicara.
"Apa?jelek?kamu memang terlalu jujur,setidaknya hargailah aku sebagai pemilik kedai ini",aku tidak terima kedaiku dikatakan jelek,walau memang terlihat sangat sederhana,sesuai budget yang ada.
"Oh,kamu pemiliknya"?",Tio sambil melihat lihat.
"Sebenarnya aku lebih tepatnya menyewa,he...he...",aku dengan senyum yang dipaksakan. Semakin dia banyak bertanya semakin aku malu padanya,kami memang berbeda status. Kami seperti berkenalan dari nol. Mengapa kamu harus lupa?padahal kita adalah teman sekelas bahkan sebangku. Padahal kita sudah berpacaran dan kamu sudah melamarku.
__ADS_1
"Lalu apakah kita berteman dan karena itu aku sering kesini?",Tio sambil duduk di kursi.
"Kita adalah teman sebangku dan kita adalah pasangan kekasih",aku berbicara dengan serius.
"Pasangan kekasih?ha....ha......kamu lucu,jangan karena kamu adalah penggemarku,kamu jadi halu",Tio sambil tertawa.
Siapa yang bilang kalau aku adalah penggemarnya?.
"Aku tidak bercanda,dulu kamu juga melamarku",aku tanpa tersenyum.
"Ha....ha....kamu makin lucu sampai aku mengeluarkan air mata ha.....ha....'",Tio dengan terpingkal pingkal.
"Sudah,cukup,jangan berbicara lagi,kamu hanya membuat aku terus tertawa!aku bersekolah di Amerika dan Renata adalah tunanganku,jadi jangan banyak menghayal",Tio sambil memegang perutnya.
Kekasih yang tak dianggap. Seperti inikah rasanya?. Aku merasa sedih sekaligus jengkel karena tanggapan Tio yang begitu mengiris hatiku. Kami sudah seperti langit dan bumi. Kalau kami tidak dipersatukan oleh siomay mungkin Tio tak akan menyukaiku. Mengingat kata siomay,seketika aku teringat untuk menyiapkannya,sambil berharap semoga Tio bisa mengingat semuanya setelah memakan makanan itu.
"Oh,iya ada yang harus ku lakukan,kamu tunggu ya!",aku segera ke dapur dan mempersiapkan siomay yang akan ku berikan pada Tio.
"Aku tidak punya banyak waktu,aku ada janji malam ini dengan Renata",Tio sambil melihat jam yang ada di tangannya.
"Ya,sudah,jangan lama lama!".
"Katanya kamu ingin tahu tentang kata kata siomayku sayang,mengapa buru buru pergi?",aku sambil menunggu siomay yang berada di panci.
"Ini bukan saat yang tepat,Renata lebih penting dari itu",Tio terlihat menunggu.
Deg,hatiku sakit,benar benar sakit. Disaat aku sudah memberikan hatiku pada seseorang,dia malah hilang ingatan dan mengingat wanita yang lain. Rasanya menyesakkan.
"Kapan kamu mengenal Renata?",aku bertanya dengan hati yang sedih.
"Kami sudah dijodohkan dari kecil,makanya kami sudah kenal dari kecil".
__ADS_1
Berarti benar,kalau aku perebut pacar orang. Tapi aku tidak tahu kalau Tio sudah bertunangan dengan seseorang. Hatiku terus bertambah sedih.
Harum ikan memenuhi ruangan. Siomay dipanci,sudah siap untuk diambil. Tio tak sedikit pun bereaksi dengan aroma ikan yang dulu sangat dia sukai. Ku masukan siomay beserta bumbunya ke tempat makan yang biasa Tio bawa, agar dia bisa ingat kembali masa masa ketika perasaannya masih tertuju padaku.
"Bawalah ke rumah, makanlah dan coba ingat ingat semua kenangan yang sudah kita jalani",aku sambil memberikan tempat makan berisi siomay tersebut.
"Aku tidak mau!",Tio menolak.
"Terus buat apa kamu menunggu kalau akhirnya kamu menolak?",aku dengan wajah marah.
"Aku tidak suka makanan seperti ini",Tio pergi keluar.
Aku tidak ingin menyerah begitu saja. Dia harus memakan siomay ini. Ku ikuti dia dan ku simpan siomay itu di bagian belakang mobil.
"Makan siomay ini,jika tidak kamu akan menyesal karena melewatkan makanan yang paling kamu sukai",aku sambil menutup pintu mobil.
Tio tak menjawab sedikitpun. Dia terus mengendarai mobil dan pergi berlalu.
Aku masuk ke kedai dengan rasa sedih dan lemas. Ku duduki kursi yang tadi Tio duduki. Mungkinkah ini jawaban dari Allah untuk tiap shalat istikhoroh yang sering ku lakukan?apakah dia memang bukan jodohku karena lambat laun Tio mulai menjauh?aku hanya bisa pasrah,kalau memang dia bukan jodohku,semoga hati ini bisa ikhlas menerima tiap takdir yang sudah dituliskan.
Dengan hati yang tak tentu,ku buka ponselku dan teringat kalau kami sudah pernah diberitakan di internet,mungkin aku bisa memberikan bukti tentang hubungan kami agar Tio bisa percaya dan ingat kembali kejadian itu. Ku buka internet tentang kejadian dengan Sofia,tapi rupanya hasilnya nihil. Tak ada sedikitpun rekam jejak tentang kami. Apa keluarga Tio sudah menghapusnya?aku tidak boleh menyerah. Akan ku coba mencari data Tio disekolah. Besok aku harus ke sekolah untuk meminta data Tio ketika kami sekolah bersama.
Keesokan harinya 'Siomayku sayang' kembali buka. Banyak pembeli yang bertanya tentang penyebab tutupnya kedai kemarin. Alhamdulillah ada saja pelanggan yang setia menunggu dan membeli siomayku ini. Tiba tiba mobil hitam terparkir di depan kedai. Keluarlah seseorang dari sana.
"Mba, beli siomaynya 2 porsi",orang itu terlihat buru buru. Sepertinya dia adalah supir dan bukan pemilik sebenarnya dari mobil yang dia bawa.
"Boleh,tunggu sebentar ya!",segera ku persiapkan siomay,bumbu juga plastik mika untuk tempatnya. Ku perhatikan terus sepertinya aku tahu mobil ini.
"Pak,tolong beritahu majikan bapak untuk datang kesini saja,biar lebih enak rasanya jika makan di sini",aku tahu di mobil itu ada Tio dan aku ingat kalau itu adalah mobilnya. Mungkin Tio sudah memakan siomay yang kemarin ku beri dan sekarang dia ingin merasakan kembali makanan lezat yang kemarin dia makan. Berarti aku berhasil membuat dia kembali ke sini.
"Oh,siomay ini untuk saya,Mba. Perut saya lapar jadi beli siomay ini",orang itu berbicara dengan mata yang tak fokus,artinya dia berbohong.
__ADS_1
Sejak kapan Tio punya supir?biasanya dia mengemudikan mobilnya sendiri. Mungkin dia malu untuk membeli siomay sendiri setelah dia menolak kemarin.
.