Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Aku yang cantik


__ADS_3

Hari ini Tio tidak sekolah,padahal aku mau memberitahunya kalau aku mau kami libur jualan selama tiga hari. Ku lihat ponselku berkali kali,tapi tak ada pesan apapun.


Jam tambahan untuk membahas soal soal ujian telah habis,waktunya pulang sekolah. Kembali ku lihat ponselku,Tio tak sedikitpun memberiku kabar. Apa dia sakit?tak ada pemberitahuan apapun tentang keadaannya. Hari ini aku sangat bersemangat,karena aku akan menjaga Mas Zein di rumah sakit. Aku ingin memberi kesan yang baik hari ini,aku ingin berubah menjadi lebih baik. Untuk menambah rasa percaya diriku di hadapan Mas Zein,aku ingin sedikit 'touch up' di wajahku. Karena sedang bokek,aku punya ide untuk meniru video make up di you tube dan semua sudah ku persiapkan. Make up sederhana saja,ala ala korea yang akan ku coba biar terlihat polos tapi cantik. Ku lakukan semua sendiri,sambil senyum senyum ku pandangi diriku. Kebucinan Mas Zein takkan ku sia siakan. Untuk itu hari ini aku ingin terlihat cantik dihadapan Mas Zein.Setelah di make up aku langsung mengganti baju dengan baju yang menurutku cocok. Semua sudah beres. Sebelum berangkat ke rumah sakit,ku kirim pesan lewat WA ke nomor Tio.


(Tio,kamu kenapa tadi tidak sekolah?)


Baru centang dua dan belum terbaca. Tak lama langsung berwarna biru. Lalu Tio mulai mengetik balasan.


(Aku sedang ada perlu)


Tio membalasku.


(Oh,kalau begitu aku juga ingin memberitahumu kalau 3 hari ini kita libur aja ya,aku ada perlu)


(Memangnya ada apa?)


(Ada yang mesti aku urus)


(Kamu sakit?)


(Tidak)


(Siomayku bagaimana dong?)


(Oh,iya,siomaynya juga libur 3 hari ya he...he...😄)


(Ya.....h,jangan dong!😩)


(😅)


Ku akhiri segera percakapan kami di WA,nanti dia tanya tanya terus,aku pusing jawabnya harus bagaimana.


Aku segera meluncur ke rumah sakit.Tapi ada yang aneh, hari ini setiap orang melihatku,mereka tersenyum,apa mereka terpesona padaku?wk wk,rupanya aku berbakat untuk menjadi seorang penata rias. Aduh,hidungku yang pesek serasa mendadak menjadi hidung yang mancung karena terus mengembang.


Setelah sampai di rumah sakit,segera aku menuju ruangan Mas Zein di lantai tiga. Orang orang terus tersenyum. Akupun membalas senyuman mereka. Hari ini semua orang tampak ceria. Aku masuk ke ruangan Mas Zein,tapi dia masih tertidur.

__ADS_1


Ku pandangi Mas Zein yang sedang tidur lelap. Semalam dia hanya mengigau sekali,saat itu aku langsung menghampirinya dan mengatakan kalau aku ada di sini menemaninya. Mas Zein membuat aku tersanjung dengan sikapnya yang seperti ini,kalau aku tidak menahan rasa suka ini mungkin aku sudah gila,merelakan seorang lelaki ganteng seperti dia pasti akan membuatku menyesal di masa depan. Beruntung dia sendiri yang mau,kalau posisinya dibalik mungkin aku yang menderita.


"Mas Zein,sudah bangun?",aku segera menyapa Mas Zein yang terlihat membuka mata.


"Astagfirullohal 'adzim!!!!",Mas Zein setengah berteriak, langsung menunduk sambil menutup muka.


"Hus pergi dari sini,ini bukan tempatmu!"Mas Zein sambil memencet tombol untuk memanggil suster.


"Ma...Ma....Mas....Mas Ze...in,ini saya",aku sambil menunjuk wajahku sendiri. Aku kebingungan. Apa di belakangku ada hantu?hiih,aku bergidik.


Dua susterpun segera datang. Ketika melihatku mereka pun terlihat kaget. Ku jelaskan lagi kalau itu aku.


"Suster,ini saya yang kemarin malam jaga di sini!!!",dengan melotot aku menjelaskan.


"Ih,bukan,yang kemarin wajahnya tidak begini",mereka tidak percaya.


"Kamu kakanya Sincan ya",suster yang satunya bertanya polos.


Suster itu tega sekali.Aku jadi ingin teriak.


"Sus,tolong di usir aja!saya jadi takut",Mas Zein masih menunduk dan menutup muka.


Hatiku sakit saat Mas Zein berkata begitu. Apa boleh buat,dengan wajah kesal ku tinggalkan ruangan itu. Aku merasa riasanku sudah bagus. Aku berniat untuk ke kamar mandi.


"Aduh,sakit!!!!Alex tolong dong di usap kakiku,sakit!!!!",suara yang tak asing terdengar ditelingaku.


Terlihat perawat laki laki mendorong kasur pasien. Pasien itu berisik sekali. Dia teriak karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan. Ku perhatikan pasien itu,seperti orang yang ku kenal. Seperti.....seperti.....oh,Tio,kenapa dia ada di sini?.Aku langsung


menghampirinya.


"Alex!!!tolong ada hantu!!!!usir hantu itu!!ale....x!!!",dia berteriak lebih kencang.


"Ini aku Isna!!",kurasa suaraku sudah sangat keras,tapi Tio makin histeris dan terus berteriak. Aku kesal ku jitak kepalanya. Tiba tiba dia langsung pingsan. Aku kaget. Aku panik dan bermaksud mengikutinya ke kamar pasien. Kamarnya tepat di depan kamar Mas Zein. Ketika akan masuk ke ruangan tempat Tio di rawat,Alex dan perawat mencegahku. Terpaksa aku diam di luar dengan pikiran yang kacau. Ku coba berpikir lebih rilex. Hal pertama yang ku lakukan adalah pergi ke kamar mandi dan membersihkan riasanku. Saat melihat kaca,akupun kaget. Maskara dan bedak yang ku pakai ternyata luntur,pantas saja Mas Zein dan Tio ketakutan melihatku. Segera ku bersihkan sisa sisa riasan itu.


Ketika berada di depan kamar Mas Zein dan Tio,aku bingung harus masuk ke mana dulu. Di kaca pintu ku lihat ke dalam dua kamar itu. Di kamar Tio masih ada dokter yang memeriksa,sedangkan di kamar Mas Zein kosong,jadi ku putuskan untuk memasuki kamar Mas Zein terlebih dahulu.

__ADS_1


Kali ini Mas Zein tersenyum padaku. Aku cemberut karena kesal. Tega teganya Mas Zein tak mengenaliku,pake ngusir lagi.


"Isna,maaf ya,tadi kamu terlihat asing,jadi saya tidak mengenalimu",Mas Zein nyengir sambil garuk garuk kepala.


Aku hanya cemberut tak menjawab.


"Isna,siapa yang memberitahumu kalau saya di sini?",Mas Zein dengan suara lemah.


Mas Zein coba bertanya lagi.


Suasana hening,karena aku masih kesal.


"Aduh,sakit!",Mas Zein sambil memegang dada.


"Mas Zein, sakit apa?",spontan aku bertanya,tanpa berpikir kalau aku kan sedang marah.


"Sakitnya tuh disini. Kamu tidak jawab pertanyaan saya,makanya saki......t sekali",Mas Zein mencoba menggoda Isna.


Aku yang panik tiba tiba kembali datar.


"Sudahlah Isna,maafkan Mas Zeinmu ya",Mas Zein mengeluarkan jurusnya.


Akupun tersenyum setelah mendengar kata 'Mas Zeinmu'. Aku merasa senang dia menyebutkan kata itu.


"Jangan diulangi lagi ya,lain kali lihat dulu,jangan langsung tutup muka",aku mengingatkan.


"Iya,yang tadi itu memang salah Mas Zeinmu",dia dengan senyuman manisnya.


"Isna itu memang sudah cantik,jadi tidak usah ditambah make up yang aneh aneh",Mas Zein berbicara dengan hati hati,takut aku cemberut lagi.


Aku hanya tersenyum,hatiku berdebar lebih kencang ketika dia berkata begitu.


"Kamu diberi tahu Pak Yanto kalau saya ada di sini?",Mas Zein melanjutkan pertanyaannya yang belum ku jawab.


"Saya kebetulan di rumah Mas Zein saat ada Pak Yanto sama Mba Wulan,terus dibawa ke sini".

__ADS_1


"Maaf ya,saya jadi merepotkan kamu",Mas Zein dengan tersipu,mungkin dia tersipu karena cintanya yang dalam diketahui olehku he..he...(Isna kegeeran banget ya).


Aku merasa lucu pada diriku sendiri. Bisa bisanya aku bertingkah seperti hari ini. Apakah ini semua karena cinta?cinta memang memabukkan dan membuat kita lupa daratan. seakan dunia milik berdua. Tapi semoga cinta ini adalah cinta yang membawa kami pada hidup yang lebih baik lagi. Membawa kami pada cinta-Nya Sang Maha Cinta,Allah SWT.


__ADS_2