
Pagi harinya,ku coba bertanya pada seorang wartawan pelanggan siomayku yang sering datang ke kedai ini. Beruntung hari ini dia datang,makanya segera ku dekati dia dan bertanya lebih jauh. Ketika dia selesai memakan siomay,langsung saja ku berikan beberapa pertanyaan.
"Apa Mba tahu seorang selebritas media sosial bernama Brandon?",tanyaku.
"Brandon?",dia terlihat mengingat nama itu.
"Tahu tidak?", ku terus mendesak,bisa saja orang bernama Brandon itu hanya seseorang yang tidak terkenal dan ingin sensasi semata agar meraup popularitas.
"Oh,iya,Si Brandon itu suka membagikan video tentang makanan dan memberikan informasi tentang makanan itu,bagaimana rasanya,suasana tempat makanan dijual dan lain sebagainya. Tapi kata orang orang dia suka meminta bayaran yang besar pada restoran atau kedai yang dia review makanannya",jawab wartawan cantik itu.
"Kemarin dia kesini dan membuat vlog,saya kira vlog itu bersifat positif ternyata dia menjelek jelekan kedai ini. Apa yang harus saya lakukan,Mba?",aku jadi khawatir.
"Kata orang orang juga,dia suka memeras",Si Mba dengan berbisik.
"Apa dia ingin memerasku juga?",aku kaget.
"Ssst,jangan terlalu keras bicaranya",dia seraya memegang tanganku.
"Terus apa yang harus ku lakukan?".
"Kalau dia meminta bayaran yang tinggi,kamu sanggupi saja,dan laporkan diam diam pada polisi,kirim semua bukti yang membuat dia bisa dihukum,katanya dia suka meresahkan para pemilik restoran,tapi mereka tidak bisa berkutik,karena dia memiliki pengikut yang fanatik dan banyak",wartawan itu menjelaskan.
"Aku jadi takut,bagaimana kalau kedaiku bangkrut,Mba?",aku mulai panik.
"Tenang,hadapi dengan santai. Kalau dia menghubungi beritahu saya".
"Ok",seraya ku anggukan kepalaku.
Ponselku bergetar,ada pesan yang masuk.
ku buka segera.
"Bagaimana videonya?kamu suka?"
Rupanya pesan dari Brandon. Lekas ku beritahu pada wartawan itu,bahwa aku dapat pesan dari Brandon.
"Mba,ada pesan dari orang itu",sembari ku perlihatkan ponselku.
"Kamu ikuti saja alur pembicaraannya".
Aku mengangguk dan membalas pesannya.
"Iya,aku sudah melihat videonya,kenapa kamu membuang siomay itu?".
"Karena siomaymu tidak enak,tidak berduit. Biasanya aku mendapat bayaran dolar,tapi kamu hanya memberiku satu porsi siomay,ha.....ha.....".
Isi pesannya membuatku jengkel. Kalau memang ingin uang kenapa tidak bilang dari awal. ku balas lagi pesannya.
"Terus kamu mau apa menghubungiku?".
"Tentu untuk minta bayaran yang sepadan,aku akan memberikan review yang bagus,jika kamu mau membayarku sebesar lima juta,bagaimana?kalau tidak mau,reviewku tentang makanan itu tidak akan ku hapus dan citra kedaimu akan hancur".
__ADS_1
"Ok,akan ku berikan,tapi aku ingin memberikan uang ini secara langsung dan tidak ditransfer lewat Bank,kamu setuju?".
"Oh,bagus,baiklah kita bisa bertemu didepan sekolah yang ada di dekat kedaimu,kamu tahu kan?kita bertemu jam 5 sore".
"Ok,aku tunggu,nanti ku beri pesan jika sudah ada disana".
Segera ku screenshoot pesannya untuk bukti,dia ternyata memang ingin memerasku dari awal.
"Mba,bagaimana?",sambil ku perlihatkan percakapan kami di ponsel.
"Bagus,sekarang kita harus bergerak cepat,aku punya nomor polisi,kamu hubungi saja nomor ini",wartawan itu memberikanku sebuah nomor.
"Terimakasih,Mba,saya akan menghubungi nomor ini".
"Aku boleh ikut meliput kan?ini adalah berita bagus dan laporanku akan menjadi yang pertama",wartawan itu sambil tersenyum bahagia.
"Tentu saja,mari kita tangkap penjahat itu",aku dengan semangat.
Saat itu juga,ku hubungi nomor polisi yang sudah diberikan wartawan itu. Ku katakan bahwa ada seseorang yang ingin memerasku. ku kirimkan foto hasil screenshoot juga identitas Brandon. Polisi itu akan datang ke kedai dan merancang penangkapan sebelum dia datang dan melakukan transaksi denganku.
"Alhamdulillah,sudah saya hubungi polisi itu dan dia akan segera datang",seraya ku simpan ponselku di saku.
"Bagus,aku juga harus siap siap,aku pulang dulu ya,mau mengambil peralatanku dulu di rumah",wartawan itu pamit sembari pergi.
"Ok",ku jawab dengan semangat.
Hatiku jadi deg degan,ada ada saja tingkah orang orang belakangan ini. Melakukan berbagai hal untuk mendapatkan uang bagaimanapun caranya,salah atau tidak tak dipedulikan. Kita sebagai anak muda tidak boleh mengabaikan hal seperti ini. Dapatkan uang secara halal,maka hidup akan berkah.
Polisi itu sudah datang ke kedai,mereka datang berdua dan berbaur dengan pembeli yang lain dan duduk di kursi yang kosong. Dengan cepat ku hampiri kedua polisi itu.
"Iya,kamu yang mengirim laporan tentang Brandon bukan?",Polisi itu kembali bertanya.
"Iya,kami akan melakukan transaksi jam 5 sore di depan sekolah yang ada di dekat sini".
"Ok,kalau begitu tinggal satu jam lagi,kita harus merancang skenario penangkapan agar dia tidak curiga. Sebenarnya orang ini sudah lama kami incar,namun karena bukti yang kurang kami sulit untuk menangkapnya".
"Jadi sekarang bagaimana?",tanyaku penasaran.
"Kamu sudah menyiapkan uang yang dia minta?".
"Sudah ada,tapi saya harus mengambil dari ATM terlebih dahulu".
"Kamu ambil uang itu dulu, setelah itu kedai ini harus tutup lebih awal supaya kita leluasa dalam menangkapnya".
"Iya,setengah jam lagi saya tutup kedai ini,Pak",ujarku.
"Jika sudah waktunya,kamu melakukan transaksi dan kami akan menangkapnya di TKP secara langsung".
Aku hanya mengangguk,ku lihat ada pembeli. Ku layani mereka terlebih dahulu sembari ku siapkan juga siomay untuk kedua polisi itu,untuk promosi supaya para polisi itu nanti datang lagi untuk membeli siomayku,lebih bagus jika dia berbicara pada temannya yang lain tentang kelezatan yang mereka rasakan dari siomayku ini.
"Ini Pak,sebelum kita bergerak menangkap penjahat,ada baiknya makan siomay ini dulu,silahkan dicoba",seraya ku simpan dua piring siomay di atas meja.
__ADS_1
"Oh,terimakasih", mereka terlihat senang.
Ku tinggalkan mereka berdua dan kembali ke dapur. Ku telepon Tio.
"Assalamu'alaikum,sayang!",Tio terdengar ceria.
"Wa'alaikum salam!",jawabku.
"Ada apa sayang?".
"Bisa datang kesini sekarang?".
"Memangnya ada apa?".
"Aku mau mengambil uang di ATM,tolong antar aku,bisa?".
"Bisa dong,apa sih yang tidak untuk calon istriku".
"Ya sudah,sekarang ya kesini ku tunggu!".
Ku balas biasa biasa saja,tapi Tio penuh dengan cinta. Ku tunggu Tio untuk mengantarku,bisa saja ku minta para polisi itu,tapi aku merasa Tio yang harus menemaniku.
Akhirnya Tio datang dan ku jelaskan semua ceritanya. Tio mengantarku ke Bank dan sesuai dengan yang Brandon mau ku ambil 5 juta. Setelah itu,kami kembali ke kedai dan disana ternyata sudah ada si Mba wartawan yang membantuku tadi juga teman kameramennya.
"Sekitar 10 menitan lagi jam akan menunjukan pukul 5 sore,sebaiknya kita sudah standby di TKP",Polisi itu berkata.
"Iya,Pak,kita berangkat sekarang",wartawan itu dengan semangat.
Kami semua segera bersiap di TKP dan aku menunggu di depan sekolah. Terlihat suasana sekolah yang sepi karena hari ini hari minggu. Ku berdiri di sana sembari melihat jam di ponselku. Sedangkan yang lain bersembunyi di tempat lain agar tidak ketahuan. Seketika ponselku berdering. Telepon itu dari Brandon.
"Hallo,kamu sudah ada di depan sekolah?".
"Iya,aku sudah ada di sini".
"Ok,aku segera ke sana".
Tidak lama kemudian Brandon datang.
"Mana uang itu?",dia sambil meminta dengan tangannya.
"Tapi aku ingin kamu menghapus terlebih dahulu video itu!",sengaja ku ajak mengobrol agar kami bisa lama berada di sana.
"Ok,tentu saja,tapi setelah kamu memberikan uang itu".
"Tapi kamu harus janji dan jangan melakukan ini pada orang lain".
"Ok ok,cepat berikan uang itu!".
Tanpa basa basi ku berikan uang itu. Dan kedua Polisi itu datang.
"Jangan bergerak!",Polisi sembari menodongkan senjata.
__ADS_1
"Rupanya kamu lapor polisi,sudah ku duga,pantas saja kamu begitu mudah memberikan uang ini,tapi aku tidak akan mudah kalian tangkap".
Brandon melarikan diri dengan cepat. Polisi tak mau kalah,mereka segera mengejar Brandon. Aku dan Tio juga dua wartawan yang mengikuti kami ikut lari mengejar. Kami berlari kesana kemari,dan akhhirnya Brandonpun bisa di tangkap. Dia segera muncul di tv karena diberitakan secara langsung oleh wartawan itu. Kasuspun dapat diselesaikan.