Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Tunangan pacarku


__ADS_3

"Nona,tolong antri",aku pun membalasnya dengan tatapan tajam.


"Tapi aku di sini bukan untuk membeli makanan murahan ini!",dia mengambil siomay dan membuangnya.


"Nona,itu siomay punyaku,kenapa kamu membuangnya?",seorang pelanggan merasa tidak rela siomaynya diambil dan dibuang.


"Tenang saja,nona ini akan membayar 5 kali lipat siomay yang dia buang",aku sok tahu.


"Enak saja,untuk apa aku membayar 5 kali lipat?",perempuan itu menolak.


"Kalau kamu tidak bisa membayarnya,berarti kamu lebih murah dibanding siomay murahan ini,cuma 5 kali lipat saja tidak mampu",aku menantang perempuan ini.


"Apa kamu bilang?",perempuan itu terlihat marah.


"Kalau begitu buktikanlah kalau kamu memang mampu",aku sambil melayani pelanggan.


Wanita itu terlihat menahan amarahnya. Sambil mengambil dompet dari tasnya,dia mengeluarkan sebuah cek.


"Isi berapapun yang kamu mau!lagipula aku adalah orang kaya,aku tidak akan rugi walaupun kamu meminta berapa banyakpun",wanita itu


dengan congkak.


"Wah,betulkah?serius?asyik,akhirnya aku kaya",gadis itu merasa senang.


"Boleh ku pinjam pulpen!",gadis itu sambil mengambil pulpen di mejaku.


"Tentu saja!",aku sambil mengangguk.


Wanita itu masih berdiri dengan sombongnya. Dia seolah menjadi orang yang paling hebat,dengan tangan dipinggangnya dia tersenyum,merasa menang. Padahal kalau dipikir pikir,dia dibodohi oleh kesombongannya sendiri karena harus membayar mahal makanan yang harganya tak seberapa.


Menyaksikan hal itu,orang lain yang sudah membeli siomay berbondong bondong mendekati wanita itu,mereka ingin seperti gadis itu,bisa mendapatkan uang banyak dari sebuah siomay.


"Nona,saya juga mau,Nona boleh membuang semua siomay saya!",seorang pria menawarkan diri.


"Saya juga mau!".


"Saya juga!".


"Lihatlah,betapa tidak berharganya makanan yang kamu jual,mereka rela membuangnya hanya demi uang",wanita itu merasa senang.


Aku juga sebenarnya kesal karena siomay yang ku buat dengan sepenuh hati malah ingin ditukar dan dibuang hanya demi uang yang belum tentu wanita itu mau memberikannya. Tapi terserahlah,yang penting mereka sudah membayar,mau diapakan siomay yang mereka beli itu terserah mereka.

__ADS_1


Orang orang mulai mengerumuni wanita itu.


"Apa apaan ini?jangan pegang pegang tubuhku!",wanita itu terlihat panik. Para bodyguard akhirnya mulai melaksanakan tugas,mereka melindungi tuannya.


"Perhatian perhatian!silahkan yang ingin bertransaksi dengan nona ini supaya keluar dari tempat ini,agar pembeli yang baru datang bisa masuk ke sini,terimakasih!",ku umumkan dengan pengeras suara,agar mereka bisa mendengar perkataanku.


Orang orang yang mengerumuni wanita itu mulai menggiringnya keluar. Dia marah marah karena terdesak keluar. Tak lama kemudian, wanita itupun pergi karena tidak ingin meladeni orang orang yang menginginkan uangnya. Aku tertawa dalam hati karena akhirnya wanita itu pergi. Tenyata di dunia ini ada wanita aneh seperti itu,bahkan kami tidak saling mengenal,apalagi dia mengaku sebagai tunangan pacarku,lucu bukan?tapi bisa saja orang tuanya memang sudah merencanakan semua ini,apalagi Tio dalam keadaan hilang ingatan. Dia akan mudah dipengaruhi bisikan bisikan yang membawanya pada cerita rekaan orang tuanya.


Malampun tiba,sebentar lagi waktuku untuk pulang. Para pembeli sudah tidak ada lagi. Aku bersiap siap pulang dengan membereskan barang barang dan segalanya terlebih dahulu. Tiba tiba Mas Zein masuk.


"Masih ada siomay?",Mas Zein sambil menatapku


"Masih",aku sambil melihat siomay di kompor.


"Mas Zein,lembur?",aku bertanya sambil mempersiapkan pesanannya


"Iya,perut saya sudah keroncongan,makanya saya mampir ke sini",Mas Zein langsung duduk di kursi.


Ku berikan pesanan siomay yang sudah siap ke mejanya. Dia langsung menyantapnya dengan lahap. Aku jadi teringat Tio ketika memakan siomay,aku jadi rindu padanya.


"Isna,jangan melamun!",Mas Zein mengingatkanku.


"Oh,ya?!Mungkin akibat benturan setelah kecelakaan itu ya?!"Mas Zein sambil menyantap siomay yang sudah dipotong potongnya.


"Iya,bahkan saya juga tidak diingatnya",aku dengan wajah lemas.


"Sabar,seiring berjalannya waktu,pasti dia akan baik baik saja dan akan mengingatmu kembali",Mas Zein menenangkanku.


"Saya harus siap siap untuk hari minggu",aku segera bangun dari kelesuanku.


Aku teringat kalau besok adalah hari minggu,aku harus membuat pesanan Tantenya Tio sebanyak 1.500 porsi. Aku butuh bantuan seseorang,mungkin aku akan menelepon Erna dan Rina juga Ridho untuk membantuku.


"Memangnya ada apa?",Mas Zein penasaran


"Besok adalah pernikahan Bibinya Tio,Tante Ralin",aku sambil beres beres.


"Ralin?wanita cantik dengan rambut panjang?",Mas Zein bertanya seolah memastikan.


"Iya,Mas Zein kenal?",aku kaget Mas Zein kenal pada Tante Ralin.


"Tentu saja,dia kakak kelasku ketika kami di SMA,dia salah satu primadona di sekolah",Mas Zein tersenyum saat mengenang masa lalu.

__ADS_1


"Oh,pantas saja,dia memang cantik. Saya juga diundang ke pernikahannya,saya berharap bisa bertemu Tio di sana",aku sambil mengelap tiap meja.


"Kita berangkat bareng saja,saya juga diundang ke pernikahannya,bagaimana?".


"Oh,bagus sekali,saya bisa ikut ke mobil Mas Zein ya!",aku sambil nyengir.


"Siip",sambil jempol diangkat.


"Mas,bagaimana kabar Sofia?",aku teringat sahabatku,walaupun banyak perbuatannya yang tidak ku sukai,tapi dulu kami pernah saling percaya dan menjaga.


"Sekarang,dia sudah bersama keluarganya sambil melakukan pengobatan untuk depresinya".


"Semoga kalian berdua diberikan jalan yang terbaik",aku hanya bisa berdo'a untuk mereka.


\* \* \*



Keesokan harinya,kedaiku tak ku buka karena aku sibuk mempersiapkan pesanan untuk tante Ralin. Kami sudah membuatnya dari kemarin sore dan sepertinya sebentar lagi akan beres. Semoga bisa selesai pada waktunya. Padahal tadinya aku mau ke salon dulu untuk perawatan,tapi ternyata waktuku tidak cukup.


"Erna,nanti kamu ikut Kakak ya,kita naik mobil Mas Zein!",aku mengingatkan adikku.


"Iya,Erna juga belum mempersiapkan baju" .


Setelah selesai mencetak siomay siomay itu,kamipun segera mempersiapkan diri. Aku memakai baju gamis pink dengan kerudung yang senada. Erna dan aku memakai baju dan kerudung yang sama. Setelah Mas Zein menjemput,kamipun segera meluncur ke hotel tempat pernikahan berlangsung.


Suasana pernikahan yang indah,dipenuhi bunga bunga yang bermekaran di mana mana. Para tamu undangan sudah berdatangan,namun acara belum dimulai. Ku arahkan pandanganku ke berbagai arah. aku mencari Tio. Mungkinkah dia akan hadir di acara ini?semoga saja,aku sudah rindu dengannya,walau hanya melihat saja sudah cukup bagiku.


Akhirnya acarapun di mulai. Orang tua Tio juga keluarga mempelai dari kedua belah pihak telah hadir. Hatiku mulai berdebar,bukan karena ada rasa suka tapi rasa takut pada orang tua Tio. Tio pun terlihat hadir,namun dia menggandeng seseorang. Wanita yang kemarin datang ke kedaiku. Hatiku rasanya tak rela melihat dia dengan yang lain. Seharusnya yang disampingnya adalah aku. Orang tua Tio sungguh cerdik,disaat anaknya lupa padaku,mereka dengan cepat mengganti posisiku. Apakah Tio benar benar lupa padaku?aku sungguh penasaran dengan pertanyaan itu. Dengan modal nekad,ku bawa sepiring kecil siomay untuk ku berikan padanya.


"Tio!ini aku Isna,kamu ingat tidak?",aku mencoba membuatnya teringat padaku.


Namun Tio hanya memandangku datar,seperti tak pernah mengenalku. Wanita di sampingnya menarikku.


"Apa yang kamu lakukan di sini?",wanita itu terlihat marah.


"Saya diundang oleh Tante Ralin,terus kamu siapa?",aku pura pura lupa.


"Kita kan sudah berkenalan kemarin,jangan pura pura lupa,aku kan tunangannya Tio,kamu jangan coba coba mengganggu tunanganku!",wanita itu sambil menatapku.


"Dia adalah pacarku,jangan kamu coba coba merebutnya dariku!",aku tidak ingin mengalah. Akan ku perjuangkan Tio.

__ADS_1


__ADS_2