
"Siapa mereka,Mba?",salah seorang pelanggan yang masih ada di kedai bertanya.
"Mereka adalah orang kaya yang benci orang miskin".
"Bukankah lelaki berswiter hitam tadi adalah Thomas Tio Wibowo?berarti tadi yang dipanggil ibu dan ayah adalah orang tuanya,mereka adalah orang kaya",seseorang rupanya ada yang mengenali Tio dan orang tuanya.
"Memangnya kenapa mereka mengusir Mba?",seorang pemuda bertanya.
"Saya juga tidak tahu",aku tidak tahu harus menjawab apa.
Dalam pikiran orang orang yang menyaksikan kejadian tadi,mungkin akan timbul banyak pertanyaan dan tidak bisa ku jawab satu persatu. Akhirnya mereka pergi dan meninggalkan kedai. Sebelum mereka pergi,ku beritahukan bahwa besok kami akan berpindah tempat,tapi entah kemana.
"Kak,apa yang harus kita lakukan?",Erna bertanya,dia terlihat kebingungan.
"Sepertinya kita harus mencari tempat baru",aku sambil membereskan piring kotor.
"Bagaimana kalau kita tutup lebih awal,agar nanti kita punya waktu untuk mencari tempat baru?",Erna memberi ide.
"Lebih baik besok saja kita mencari informasi tentang tempat baru,sekalian kita juga istirahat di rumah,kita libur jualan dulu!"
Aku harus pindah tempat segera karena diusir paksa. Apakah ini adalah jawaban kedua dari Allah bahwa Tio memang bukan jodohku?baru saja kami akan dekat,tiba tiba harus dipisahkan lagi oleh kejadian ini.
Tiba tiba ada pembeli. Erna pergi untuk melayani pembeli tersebut. Mungkin ini hari terakhir dan orang itu adalah pembeli terakhir kami di sini.
Setelah selesai dengan pembeli itu,Erna kembali membantuku membereskan semua barang untuk dibawa pulang.
"Sudah kita diusir,mereka juga tidak memberi uang untuk menyewa mobil,dasar orang jahat,padahal Kak Tio sangat baik,mengapa orang tuanya jahat sekali",Erna terus mengoceh.
"Mereka tidak suka pada kita karena kita orang miskin",aku menjawab pertanyaan Erna.
"Tapi mengapa bisa sebenci itu,seakan akan mereka punya dendam pada kita?",Erna merasa aneh.
"Kakak juga tidak tahu",aku menjawab lemas.
Betul sekali apa yang Erna katakan, mengapa orang tua Tio begitu benci padaku,apa karena tidak ingin anaknya memiliki hubungan dengan orang miskin sepertiku?atau ini ada hubungannya dengan Aki Somad?.
"Terus kita pindahan pakai mobil siapa?",Erna masih terlihat bingung.
__ADS_1
"Kakak akan menelepon teman Kakak sekarang",segera ku buka ponselku dan menelepon seseorang. Kamipun sepakat tentang harga dan waktu penjemputan. Akhirnya satu masalah terselesaikan dan kami segera menyelesaikan hal yang lain,yaitu membereskan barang barang yang perlu di bawa.
Saat semua hal beres,saatnya untuk menghitung pendapatan kami hari ini.
Ketika menghitung uang,ku lihat ada kertas yang dilipat lipat. Lalu ku buka kertas itu,ternyata selebaran tentang lomba. Batas pendaftarannya adalah besok,sedangkan lomba akan diadakan lusa.
"Erna,coba lihat ini!",aku
sambil memperlihatkan selebaran itu. Erna mendekat dan membaca selebaran itu.
"Lombanya hari Rabu,berarti lusa akan diadakan lomba untuk memilih siomay terenak,hadiahnya adalah sebuah bangunan untuk berjualan yang berada di tempat strategis",Erna dengan mata berbinar.
"Iya,kita bisa ikut,semoga saja kita jadi pemenangnya",aku dan Erna merasa memiliki harapan. Kami melompat lompat kegirangan.
"Besok kita daftar,sekalian persiapan untuk lomba",aku dengan semangat.
Tak lupa ku tulis pengumuman di kertas untuk memberitahukan pada para pelanggan bahwa Siomayku sayang pindah. Ku tambahkan nomor teleponku,lalu ku tempel di depan kedai.
Mobil untuk mengangkut barang barang yang ada di kedai sudah datang. Saat semua barang sudah berada di mobil,aku dan Erna duduk di kursi depan dekat supir. Kami meluncur menuju rumah Bibi.
Sampailah kami di depan rumah Bibi. Tapi terlihat banyak orang di sana.
"Ayo kita cari tahu ke dalam!",aku dan Erna turun dari mobil.
"Ada apa,Bi?",aku bertanya pada Bibi yang seperti sedang bersedih sambil duduk di kursi.
"Tadi ada maling,uang Bibi dan perhiasan yang disimpan dilemari hilang,coba kamu lihat lemari di kamarmu apa ada uang yang hilang,sepertinya di sana juga acak acakan".
Aku segera pergi ke kamarku. Benar saja,di kamarku juga acak acakan,terlihat baju yang berserakan di lantai. Ku cari dompet tempat menyimpan hasil usahaku,dan ternyata semuanya hilang.
"Semua hilang,Erna!!",aku berkata pada Erna dengan bersedih.
"Apa yang hilang,Kak?",Erna terlihat panik.
"Uang hasil jualan Kakak,tadinya itu mau Kakak gunakan untuk menyewa tempat baru,tapi semuanya hilang",aku sangat bersedih sampai berkaca kaca.
Erna segera memelukku.
__ADS_1
"Yang sabar ya Kak,semoga Allah mengganti uang yang hilang itu dengan rezeki yang lebih banyak lagi",Erna menenangkanku.
"Kita harus ikut lomba itu,Ya Allah semoga kami menjadi pemenangnya",Erna menguatkan aku.
"Aamiin,semoga Allah mengabulkan do'a kita. Kita harus berusaha semaksimal mungkin".
Kami menangis berdua dan saling menguatkan.
Keesokan harinya....
Kami segera pergi ke tempat pendaftaran dan mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba yang akan diadakan besok. Lomba akan dihadiri oleh Pak Gubernur, karena acara ini dilaksanakan dengan tujuan merayakan ulang tahun kota kami. Segala hal seperti alat dan bahan untuk memasak akan dipersiapkan oleh pihak panitia. Yang kami siapkan sebagai peserta adalah strategi kami untuk membuat siomay kami terasa lezat dengan tampilan yang menarik.
Aku dan Erna berencana mengubah bentuk siomay menjadi bentuk ikan agar menarik dalam tampilannya. Untuk itu kami akan membawa cetakan berbentuk ikan.
Saat perlombaan...
Lomba akan berlangsung jam 8 pagi. Aku dan Erna tidak boleh terlambat. Biasanya kalau lewat jalan ini tidak akan macet. Tapi karena ada acara perlombaan ini keadaan jalanpun menjadi padat merayap. Sesekali ku lihat jam di ponselku,15 menit menuju jam 8. Aku dan Erna sudah gelisah.
"Jalanannya macet sekali",aku berkata pada Erna.
"Iya,kira kira kita bisa tepat waktu tidak ya?",Erna mulai terlihat ragu untuk sampai tepat waktu.
"Mudah mudahan saja",aku berharap.
Kami duduk dengan perasaan tidak tenang,lima menit lagi acara akan segera di mulai. Saat mobil sampai di tempat,kami segera berlari ke tempat acara.
"Ayo,semangat!",aku menyemangati diriku juga Erna.
"Iya,semangaaat!",Erna sambil berlari.
Kami terlambat 5 menit. Acara sudah berlangsung. Kami meminta maaf pada panitia karena sedikit terlambat. Langsung saja kami duduk untuk mendengarkan sambutan sambutan. Tibalah pada acara inti,yaitu lomba memasak siomay terenak. Ada sekitar 100 peserta yang ikut dari berbagai daerah. Walapun ini adalah perayaan ulang tahun kotaku,tapi untuk asal peserta tidak dibatasi.
Lomba akan berlangsung selama 2 jam. Peluit tanda lomba dimulai pun ditiup. Aku dan Erna malaksanakan tugas masing masing. Aku yang membuat adonan dan Erna mengukus sayuran juga telur. Kompor yang satunya kami gunakan untuk memasak bumbu. Suasana terasa tegang selama dua jam. Begitu pula dengan hati kami. Terbayang dalam pikiranku kedai Siomayku sayang juga kejadian pengusiran itu. Ini adalah kesempatan yang kami miliki untuk melanjutkan usaha berjualan siomay dan mudah mudahan saja Allah menjadikan kami pemenangnya.
Keringat mulai bercucuran di wajahku. Cuaca yang panas makin menambah panas persaingan ini. Akhirnya waktu dua jam telah berlalu. Sajian siomay masing masing peserta telah terhidang di meja juri. Saatnya juri mencicipi dan memberikan penilaian.
Setelah beberapa saat tibalah saat pengumuman pemenang.
__ADS_1
"Pemenangnya adalah......"