
Hari berikutnya...
@Apa Thomas Tio Wibowo selingkuh?
@Pelakornya adalah seorang tukang siomay
@Renata sampai menangis karena disakiti Tio
@Tega sekali mereka pada Renata
@Bukankah tukang siomay itu memang pacarnya?dia pernah muncul di tv
@Sebelum dengan Renata,pemilik kedai siomay itu memang sudah berhubungan dengan Tio
Komentar netizen mulai menghiasi internet. Video tentang kedatangan Renata menyebar dan menjadi perbincangan hangat. Ada yang menyalahkan Tio dan aku,ada juga yang membela. Orang hanya bisa melihat dari luar tanpa tahu yang sebenarnya. Hal ini terjadi lagi,sama seperti kejadian dengan Sofia,tapi kali ini aku dan Tio tidak boleh membiarkan kejadian ini belarut larut. Kami harus segera mengklarifikasi semua.
Tio membuat sebuah video wawancara dengan seorang wartawan kenalannya dan mengunggahnya di media sosial. Kami tinggal menunggu respon dari orang orang yang melihat video itu.
"Aku jadi lesu melihat semua komentar orang orang tentang kita,aku ingin liburan",aku sambil terduduk lesu di kursi.
"Ide bagus!kalau begitu,ayo kita liburan",Tio tanpa basa basi langsung mengajakku.
"Serius,kemana?",aku penasaran.
"Kita ke taman hiburan,kamu mau?".
"Ayo,tapi kapan?".
"Hari ini,sekarang masih jam 10,kita langsung meluncur saja",Tio langsung mengajakku ke mobilnya.
"Tapi kedainya bagaimana?".
"Tutup saja,lagipula tidak ada siapa siapa disini".
Erna hari ini sedang ada urusan,jadi tidak bisa membantuku di kedai.
Segera ku tutup kedai dan ku kunci. Tio dan aku meluncur ke taman hiburan.
Saat sampai,kami mencari tempat parkir. Setelah mobil sudah diparkirkan,kami membeli karcis terlebih dahulu dan menuju tempat masuk. Disana kami mengantri bersama orang orang.
Kamipun sudah berada di dalam taman hiburan.
"Kruuk..kruuk!",suara perutku memanggil,aku memegang perutku dengan ekspresi malu.
"Perutmu bersuara,kalau begitu kita makan dulu",Tio mengajakku ke sebuah tempat makan.
Aku makan disana dengan lahap karena belum sarapan. Tio tersenyum melihat tingkahku yang cuek.
"Alhamdulillah,kenyang. Tapi sekarang aku jadi mengantuk",aku sambil menguap.
"Apa?belum apa apa sudah mengantuk,kalau begitu aku akan mengajakmu ke tempat yang seru", Tio seraya pergi ke kasir untuk membayar makanan.
__ADS_1
Tio segera mengajakku ke tempat roller coaster. Aku sungguh tidak berani,melihat bentuknya yang meliuk liuk membuatku menciut duluan.
"Ayo kita naik ini!",Tio dengan percaya diri.
"Tapi,aku takut",aku merengek dan bermaksud untuk pergi.
"Eh,stop,ada aku,kamu tidak usah takut",Tio mengajakku antri.
Apa boleh buat,aku tidak bisa menolak. Antrian sangat panjang,jadi lumayan lama menunggu giliran. Saat tiba untuk naik ke wahana itu, jantungku berdebar kencang karena ketakutan. Kami sudah duduk dikursi dengan memakai alat pengaman. Petugas memeriksa kembali alat pengaman kami. Semua sudah dicek. Wahana itu mulai bergerak perlahan. Pelan pelan lama lama semakin cepat,menurun,menanjak,meliuk liuk,ke atas,ke bawah dan berputar putar. Aku berteriak sepanjang permainan. Jantungku serasa copot. Aku serasa mau mati. Tapi Tio malah teriak sambil tertawa.
Hanya sebentar,tapi jantungku serasa di ombang ambing kesana kemari.
"Aku menyerah dan tidak akan naik permainan ini lagi,rasanya menakutkan,serasa jantungku berhenti berdetak",aku dengan napas tersengal sengal.
"Aku sudah sering naik permainan ini,jadi sudah biasa",Tio seraya mencari permainan yang lain. Kami berjalan sebentar untuk melihat permainan yang cocok.
"Kita naik mobil saja!",aku menunjuk permainan yang ada di depanku.
"Boleh",Tio dengan semangat.
Kami menaiki mobil dan saling bertabrakan. Menyenangkan sekali.
"Tio,ayo kejar aku!",ku tantang Tio. Diapun mengejarku dan kami bertabrakan lagi. Sangat seru. Waktu bermain habis,terpaksa kami harus menyudahi permainan itu,padahal sangat menyenangkan.
Banyak sekali permainan yang bisa dipilih,kami menaiki perahu yang diombang ambing,ayunan yang berputar,nonton film 4 dimensi dan masih banyak lagi. Berkat hiburan ini,aku bisa melupakan hal hal yang membebani hatiku. kami menikmati saat yang bahagia.
"Kamu mau es krim!",tanya Tio.
"Aku mau!",aku dengan ekspresi bahagia
"Terimakasih Tio,aku senang sekali. Sesekali kita memang butuh hiburan agar tidak jenuh dengan keseharian kita",aku sembari menjilati es krim.
"Sama sama,aku juga senang. Aku mempunyai mimpi,jika nanti kita menikah dan punya anak,aku ingin kita kesini bersama anak anak kita dan bersenang senang",Tio dengan mata yang berbinar.
"Iya,pasti akan menyenangkan".
Pikiran kami terbang melayang ke masa depan sambil menikmati es krim dingin yang nikmat.
Suara adzan membangunkan lamunan kami.
"Sudah asar,kita shalat dulu",Tio mengajakku ke masjid terdekat.
Kami melaksanakan kewajiban kami sebagai hamba Allah. Boleh bersenang senang tapi jangan sampai lupa kewajiban kita kepada Allah.
Setelah beberapa jam berlalu,taman hiburan akan ditutup. Kami segera pergi keluar dari area taman hiburan. Momen ini tak akan aku lupakan dan akan menjadi salah satu kenangan yang terindah. Aku sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama.
"Kita pulang,sudah malam",ujarku.
"Ok!".
Tio mengambil mobilnya yang ada di tempat parkir dan aku menunggu. Tiba tiba Tio berlari ke arahku.
__ADS_1
"Isna,mobilku hilang,sudah ku cari ke mana mana tapi tidak ada.
Kami panik. Aku ikut mencari di tempat tadi Tio parkir. Bulak balik kami mencari tapi nihil.
"Bagaimana ini?",Tio kebingungan.
"CCTV,kita bisa minta petugas di sini memperlihatkannya",ucapku pada Tio.
"Oh,iya,betul!".
Kami segera ke kantor petugas di taman hiburan itu dan mengatakan tentang kejadian kehilangan ini dan mereka bersedia memperlihatkan rekaman CCTV. Setelah kami melihatnya ternyata Alex yang sudah mengambil mobil Tio.
"Ini pasti perintah ayah,aku harus menelepon Alex",Tio seraya mengambil ponselnya.
"Tuuut...tuuut!",ponsel Tio memanggil.
"Halo,ada apa Tuan?".
"Kenapa kamu mengambil mobilku?,apa atas perintah ayah?".
"Maaf Tuan,saya terpaksa,Tuan muda juga harus waspada,Tuan besar akan mencoba menyerang perusahaan Tuan.Jadi berhati hatilah",
"Ok,terimakasih untuk informasinya".
Tio menutup ponselnya.
"Apa ayshmu yang meminta mengambil mobilmu?",tanyaku.
"Iya,itu memang mobil yang diberikan ayah. Mobilku ada di bengkel,makanya ku pakai mobil itu".
"Karena kita sudah tahu siapa yang melakukan ini,sebaiknya kita cepat pulang".
"Tapi,kita naik apa?",Tio kebingungan.
"Tenang,aku sudah memesan taksi online".
"Oh,baguslah. Maaf ya aku jadi tidak enak".
"Tidak apa apa,mulai dari sekarang susah dan senang akan kita hadapi bersama".
Ponselku berbunyi,rupanya dari supir taksi online yang ingin memberitahukan kalau dia sudah ada di depan,kami kemudian berjalan sebentar dan akhirnya menemukan taksi itu. Kami pulang ke rumah Bibi. Diperjalanan kami masih mengobrol.
"Isna,kira kira tanggal berapa kita akan menikah?",Tio memulai percakapan.
"Kalau tentang itu,bagaimana kalau kita bertanya dulu pada Bibi selaku orang tuaku".
"Ok,itu ide yang bagus".
"Karena sudah malam,bagaimana kalau kamu menginap di rumah Bibi?".
"Memangnya tidak apa apa?".
__ADS_1
"Ya tentu tidak apa apa,kalau kita tidur berdua sekamar,baru tidak boleh karena kita belum sah. Anak anak muda zaman sekarang sudah tidak memiliki batasan,padahal baru pacaran,tapi aku ingin kita tidak seperti itu. Walau sudah dilamar, tapi kamu belum mengucap akad pernikahan,berarti masih dilarang".
"Iya,betul dan aku juga seperti yang ku katakan akan menjaga kesucian kita masing masing sampai waktu Allah mengizinkan".