Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
surat anonim


__ADS_3

"Ini semua seperti mimpi,Isna sebenarnya takut kalau pernikahan itu terjadi",aku curhat pada ayah dan ibu,ku ceritakan semua. Hari ini sengaja aku berziarah.Sejak dari kemarin aku jadi teringat dengan ayah dan ibu. Orang orang ketika menikah pasti akan bahagia jika orang tua mereka ada di sampingnya, tapi aku sedih karena orang tuaku sudah tiada. Ini semua ketentuan Allah, pasti adalah yang terbaik.


Setelah membaca do'a, aku berpamitan untuk pulang.


Sepulang dari makam banyak yang aku pikirkan, tentang hutang, Edo,kangen ayah ibu, dan pernikahanku yang gagal kemarin. Di luar juga masih ada tukang yang membongkar dekorasi pengantin, jadi kedengaran berisik. Kepalaku pusing, semua terasa berputar. Sepertinya aku sakit. Ku pegang jidatku, panas, aku merinding kedinginan, meriangkah aku?. Rasanya lelah lahir dan batin. Aku hanya ingin berbaring.


"Kakak sakit ya? ",Rina tiba tiba bertanya.


"Kakak meriang".


"Rina belikan obat ya?!",adikku yang baik menawarkan diri.


"Ya udah,belikan obat meriang di warung depan".


Rina segera bergegas pergi ke warung. Setelah beberapa waktu, Rina kembali.


"Obatnya habis kak, belum belanja lagi".


"Kalau begitu kakak ke Puskesmas aja, biar diperiksa dokter",aku sambil siap siap berangkat.


"Rina antar ya?! ",kamipun pergi ke Puskesmas bersama sama. Kebetulan Puskesmas dekat dengan rumahku. Tak lupa ku pakai masker.


Ketika menunggu antrian Isna mendengar


seseorang mengobrol dengan temannya di kursi belakang.


"Eh, kamu tahu tidak, kemarin kan ada kakek kakek meninggal pas mau nikah sama gadis muda,18 tahun".

__ADS_1


"Kok, gadis itu mau saja menikah sama kakek kakek?".Mereka sambil memakan cemilan,asyik bergosip.


"Kakek itu tetangga aku, dia orang kaya, kontrakannya di mana mana".


"Berarti ceweknya yang matre".


"Kata bibi aku cewek itu memang orang miskin, dia minta mas kawin sampai 200 juta,untung saja, si kakek meninggal sebelum mengucapkan ijab kabul, jadi gadis itu tetep miskin".


"Tidak jadi janda kaya dong ha.... ha.... ".


Telinga dan hatiku mendidih mendengar obrolan mereka, dengan seenaknya menambahkan cerita bohong pada cerita mereka, padahal mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku mengajak Rina pindah tempat duduk. Kalau terus berada di situ aku takut jadi orang gila yang siap menjambak dan menampar mulut orang orang yang senang bergosip seperti mereka. Menjadi miskin memang. melelahkan, pantas Edo bilang lelah jadi orang miskin.


Sesudah diperiksa dokter dan menebus resep, kami langsung pulang. Ketika baru saja pulang, ada seseorang mengetuk pintu.


"Assalamualaikum!! "


"Ada surat untuk Isna Khoirunnisa"


"Iya,itu saya",setelah memberikan surat orang itupun pergi.


Aku bertanya dalam hati, siapa yang mengirim surat padaku? adakah orang yang rindu? ataukah temanku di sekolah? Sofia? coba ku lihat alamat pengirimnya,ternyata tak ada. Ku buka surat itu, di dalamnya tertulis:


'Kak,Edo sudah mendapatkan uang 50 juta, kakak harus datang ke sini untuk mengambil uangnya',setelah itu tertulis sebuah alamat, aku kaget bukan kepalang, benarkah itu surat dari Edo? kalau mau kenapa dia tidak langsung saja ke rumah tanpa harus mengirim surat? aku menjadi penasaran, di surat itu tertulis sebuah alamat, aku harus ke sana. Tapi tubuhku tak bisa dipaksa lagi, aku ambruk ke lantai karena lemas. Melihat aku terjatuh Rina dan Erna membantuku untuk beristirahat di kamar. Ketika bangun aku segera meminta obat agar badanku lebih baik. Aku teringat dengan surat itu. Aku bertekad untuk mencari Edo di alamat yang diberikannya.


Kini badanku sudah mendingan. Aku segera bersiap untuk pergi ke alamat yang ada di surat. Aku berpamitan pada Erna dan Rina untuk pergi ke rumah Bibi. Aku berbohong agar adik adikku tidak khawatir.


Setelah lama mencari dan bertanya pada orang orang, akupun berhasil menemukan alamat yang ku cari. ternyata sebuah penginapan.Akupun masuk dan mencoba bertanya dengan menyebutkan nama Edo, rupanya orang itu mengetahui dan memberitahukan nomor sebuah kamar. Tanpa berpikir panjang akupun segera mencari kamar itu.

__ADS_1


Akhirnya kamar itu dapat ku temukan, ku ketuk pintu tapi kamarnya terbuka dan tidak ditutup. Aku segera masuk ke dalam. Tiba tiba setelah aku masuk pintu langsung tertutup dan di kunci dari luar, ada seseorang yang sengaja mengunci dan menjebakku.Aku panik.


"Tolong!!! tolong!!! keluarkan saya dari sini",ku pukul pintu sampai tanganku sakit. Ku terus meminta tolong tapi tak ada seorangpun yang menolong. Badanku lemas dan belum sehat betul, akhirnya aku berbaring karena kelelahan.


5 jam kemudian......


Setelah beristirahat beberapa saat, aku segera mencari jalan keluar.Ku lihat ada jendela, ku buka, ternyata mengerikan melihat ke bawah, ini ada di tingkat 3. Rasanya tak berani kalau harus turun ke bawah, apalagi ini sudah malam. Tapi aku harus mencoba karena di sini begitu menakutkan. Aku takut menjadi korban penjualan orang. Aku ingat Edo menyuruhku untuk menjual diri, apakah ini memang perbuatan Edo?.


Ketika aku mulai memberanikan diri, ada langkah kaki dan suara kunci di buka dari luar. Aku segera bersembunyi di bawah kasur. Suara langkah kaki semakin jelas, terlihat orang itu mencariku.


"Tidak ada orang bos,bagaimana?"


"Cari terus!tamunya akan segera datang",orang itu mencariku ke berbagai tempat yang bisa dijadikan tempat sembunyi. Aku semakin ketakutan dan rupanya orang itupun menyadari kalau aku ada di bawah kasur.


"Ketemu!!! di sini kamu rupanya",orang itu berusaha menarik kakiku, aku menjerit.


"Tolong!!! tolong!!! lepaskan! ",ku tendang tangan yang akan menggapai ku.Aku segera keluar dari bawah kasur dan berlari,ku lihat pintu terbuka,aku segera berlari menuju pintu. Tapi rupanya sudah ada orang di sana dan berhasil menangkapku. Aku menjerit dan berusaha melepaskan diri.Tubuhku lemas dan semakin lemas, terlalu banyak energi yang ku keluarkan.


"Tenang saja manis, kami justru akan melayanimu dengan baik ..ha.... ha.... ",suara tertawa orang itu menggelegar,seketika akupun tak ingat dan pingsan.


Beberapa saat kemudian...........


"Tolong!!!! ",tak sengaja aku menjerit.Aku tersadar. Tiba tiba aku sudah berada di kasur,bajuku sudah di ganti, dan mana kerudungku?ku cari cari tidak ada, akhirnya aku tarik gorden dan ku jadikan kerudung. Wow, kerudung model baru. Kalau ada Yovi and the Nuno geng pasti mereka akan tertawa tak henti henti sambil membullyku.


Seketika ada suara pintu terbuka, dengan spontan ku bersembunyi di balik selimut. Seseorang masuk ke kamar ini. Aku menyesal bersembunyi di bawah selimut. Kenapa aku tak sembunyi di bawah kasur tadi,pikirku dalam hati. Orang itu mulai mendekat dan duduk di kasur. Hening seketika. Lalu orang itu mulai berbicara. "Apa nama kamu Rosana? ",aku menggelengkan kepala.


"Apa kamu kenal dengan orang yang bernama Rudi? ",ku gelengkan kepalaku lagi. Aku seperti mengenal suara orang ini, siapakah dia? ku buka selimut dan ku lihat secara langsung. Ternyata dia..........

__ADS_1


__ADS_2