Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Anak laki laki


__ADS_3

Aku duduk sambil memegang Aki Somad. Tangannya masih terasa hangat.Darah yang bercucuran,membuat air mataku semakin deras. Semua orang yang masih ada di sekolah juga masyarakat sekitar keluar berhamburan, ingin melihat apa yang terjadi. Mas Zein menyaksikan aku menangis tersedu. Sofiapun keluar dan ikut menangis.


Tiba tiba tangan Aki bergerak,matanya mulai terbuka. Mulutnya seperti mengeluarkan suara,namun tak terdengar. Ku dekatkan telingaku


"Neng,resepnya......"Aki Somad dengan napas yang sesak.


"Iya,apa Ki",sembari air mataku tak berhenti mengalir.


"Resepnya ada di...dilemari,ambil ke rumah Aki",Aki dengan seluruh kekuatan mengucapkan tiap kata.


Resep apa?siomay?Ya Allah,Aki masih saja ingat kalau aku memang butuh resep itu.


"Iya,Ki,nanti saya ambil",aku dengan terus menangis.


Kata kata itu adalah kata yang terakhir yang Aki ucapkan padaku. Aki mengucap kata 'Allah' sebelum kemudian memejamkan mata. Pecahlah tangisan yang lebih dahsyat lagi,semua orang yang menyaksikanpun ikut menangis.


Setelah beberapa saat tibalah mobil ambulan. Polisi juga hadir di sana untuk menyelidiki kejadian tabrak lari ini. Aku masih dengan tangisanku dan rasa kaget dengan kejadian yang begitu cepat ini. Di pikiranku mulai bermunculan ingatan ingatan tentang Aki Somad,bagaimana dia selalu membantu aku bahkan sampai saat terakhir. Meninggalnya Aki Somad menjadikan aku teringat pada kejadian meninggalnya ayah dan ibu. Itu semakin membuatku sedih. Sofia yang dari tadi terus di sampingku,menenangkanku.


"Aki Somad adalah orang yang baik,pasti dia akan ditempatkan di tempat yang terbaik"


"Aamiin,Aki memang orang yang sangat baik,seandainya saat itu aku langsung berteriak agar dia menghindar pasti akan selamat",aku masih belum menerima sepenuhnya kejadian ini.


"Jangan berandai andai,ini memang sudah ketentuan Allah,kematian tidak akan bisa kita cegah,dimajukan atau dimundurkan,segala hal sudah ada yang mengatur,yaitu Allah,kita harus percaya bahwa segala hal baik atau buruk adalah memang ketentuan Allah,yang harus kita lakukan sebagai makhluk-Nya adalah bersabar dan bertawakal serta menerima semua ketentuan Allah yang telah Allah tuliskan untuk kita",Mas Zein tiba tiba berada di belakang kami dan langsung memberikan penjelasan.


Aku sadar yang Mas Zein katakan memang benar. Akupun beristigfar di dalam hati.


*


*


*

__ADS_1


Esok harinya.....


Meninggalnya Aki Somad membuat aku merasa lesu. Untuk menghiburku Mas Zein mengajak kami para Asisten Rumah Tangganya untuk pergi makan ke restoran. Sebenarnya Mas Zein ada meeting dengan seseorang,makanya dia menelepon sekretarisnya.


Aku jadi penasaran,siapa sekretarisnya?apa dia cantik?mungkinkah sekretarisnya itu yang mengirim WA waktu itu?.


Tibalah kami di restoran. Tempat yang nyaman dengan konsep semi terbuka dengan banyak taman.


"Kalian silahkan pesan makanan di area sebelah sini,saya mau meeting sebentar dengan seseorang,pesan apa saja yang kalian mau",Mas Zein dengan stelan jas yang cocok sekali di badannya yang tegap dan tinggi,membuatnya terlihat lebih tampan. Aku serasa ingin berteriak dan bilang "oppaa...sarangheo!",sayangnya itu hanya ada dalam lamunanku. Aku sepertinya akan menjadi fans garis keras.


Bibirku menyimpulkan senyum setelah memikirkan itu.


"Isna!Isna?!",Miss Valencia memanggilku,memang dia adalah ART,namun dia ingin di panggil Miss supaya cocok dengan namanya,katanya.Aku menurut saja,memang dia cantik,putih seperti orang Cina,jadi pantas jika ku panggil begitu.


"Iya,Miss",aku tersadar dari lamunanku.


"Kamu baru pertama kali ke sini?seneng


"He....he...iya Miss",dia tak tahu kalau yang membuatku senyum adalah ketampanan majikan kami. Dengan melihat Mas Zein aku dapat melupakan sejenak beban bebanku.


Tiba tiba seseorang menghampiri kami. Mas Zein segera memperkenalkan orang itu.


"Perkenalkan ini Zaidan,sekretaris sekaligus sahabat saya",


"Senang bertemu dengan kalian semua",Zaidan dengan senyumnya yang manis.


"Kalau saya tahu Pak Zein punya teman yang ganteng seperti ini,saya mungkin akan melamar kerja ke kantor Pak Zein dari dulu",Miss Valencia mulai bertingkah centil.


"Saya juga pindah ke kantor aja ya,Pak!",Mba Wulan ikut ikutan.


Yang lainnya juga ikut merengek ingin pindah bekerja di kantor.

__ADS_1


"Sudah,kalau kalian semua pindah ke kantor,rumah saya siapa yang mengurus?",Mas Zein sedikit bercanda.


"Saya Tuan!!!",dengan spontan aku mengangkat tangan. Semua mata memandangku. Setelah sadar aku hanya bisa tersenyum malu karena hanya aku yang mengangkat tangan.


Siangpun segera berlalu,berganti menjadi sore yang penuh keceriaan. Hari itu kami sangat senang.Jalan jalan memang begitu ampuh sebagai healing,walaupun hanya ke restoran tapi itu membuat kami bisa mendapatkan suasana baru yang fresh.


Malampun tiba. Aku melihat Mas Zein berbincang dengan seseorang. Dari kejauhan dapat ku lihat orang itu sangat mirip dengan seseorang,tapi siapa ya?oh,iya dia persis seperti Aki Somad. Kok bisa?Aki bilang kan tidak punya keturunan dan hanya punya satu anak angkat?mengapa bisa mirip ya?mungkin aku yang salah melihat karena jarak kami lumayan jauh. Semua hal itu mengingatkanku pada pesan terakhir Aki Somad yang memintaku untuk mengambil resep rahasia siomay yang tersimpan di lemarinya. Mungkin besok akan ku ambil ke rumahnya karena bazar akan berlangsung 4 hari lagi,sedangkan aku belum mempersiapkan secara matang segala keperluan untuk acara bazar tersebut.


Aku berencana pergi sendiri ke rumah Aki Somad siang ini. Dikelas seperti biasa pasti alat tulisku selalu ada yang hilang entah ke mana,mungkinkah tikus yang membawanya?dan aku tahu pasti siapa tikusnya. Kini segala hal ku bawa enjoy saja,kalau hilang ya sudah,ku ganti dengan yang baru,makanya di lokerku sudah seperti gudang untuk berdagang alat sekolah,supaya jika hilang aku bisa menggantinya dengan mudah.


"Lama kelamaan jika tak ku ladeni, mereka akan bosan sendiri",pikirku dalam hati.


Karena kesal tak ku anggap,Yolan yang dari tadi memperhatikanku mulai muak dan merasa marah .


"Hai gadis miskin,pergi kamu dari sini",Yolan sambil mendorong dadaku dan aku terjatuh dari kursi.


"Yolan,hentikan!!! aku bukan musuhmu,aku teman sekelasmu!",


"Cuih,tak sudi aku memiliki teman seperti mu,ayo kita berkelahi di sini!",Yolan mengajak berduel.


"Cuih,siapa yang mau berduel denganmu?",Tak sengaja ku meludah karena terbawa suasana,aku sebenarnya tidak menantangnya,bahkan dalam hati nyaliku menciut.


"Oh,sudah jagoan rupanya",Yolan semakin tertantang,dia melipat lengan bajunya yang pendek menjadi semakin pendek.


"Awas,di sana ada kecoa",sengaja ku alihkan sebagai cara untuk kabur.


"Mana?!",Geng YoVii and the NuNo menjerit.Gadis pasti akan takut kecoa.


Disaat mereka menjerit,aku lari terbirit birit. Aku sebenarnya tidak bisa berkelahi dan tidak mau berkelahi. Aku takut terluka jiwa dan raga.


"Hey,mau kabur ke mana kamu?",Yolan mengejarku keluar kelas.Aku berlari sekuat yang aku bisa,tapi karena kecapean akhirnya aku tertangkap. Biasanya aku dibantu Sofia,tapi hari ini dia tidak hadir karena sakit.

__ADS_1


Kerudungku ditarik dari belakang,hampir saja terlepas,kalau saja tak ku pegang mungkin kerudung segi empat berwarna putih itu tak akan bisa menutupi auratku. Ku hentikan langkahku. Dengan kemarahan tingkat tinggi,Yolan mencoba menamparku. Aku pasrah dan memejamkan mata tanda kesiapan menerima segala apapun yang akan terjadi. Namun lama ku pejamkan mata,tamparan itu tak pernah sampai,ku buka segera mataku. Ternyata ada seseorang yang menahan tangan Yolan. Seorang anak laki laki dengan seragam putih abu abu. Hidungnya yang mancung dan kulitnya yang putih,serta badannya yang tinggi atletis membuat teman teman satu geng Yolan terpana,begitu pula dengan Yolan. Lama dia terpaku tanpa berbicara dan hanya memandang orang yang menahan tangannya.


__ADS_2