
"Jadi Kakak mau apa?mau ku masukan lagi ke penjara?jangan coba coba Kakak menantangku",Ani semakin mendekat ke Kakaknya.
"Oh,baiklah,tapi beri aku dua ratus ribu saja",lelaki itu tiba tiba berubah ketakutan ketika Ani membentaknya.
"Uangnya habis,pokoknya jangan minta uang lagi padaku!",Ani seraya pergi dengan segera.
"Dasar adik pelit,padahal aku mau makan bersama pacarku",lelaki itu dengan kesal.
Semua perbincangan mereka sudah ku rekam di ponselku. Ini bisa dijadikan bukti agar Ani tidak bisa berkata bohong lagi jika nanti ku bicarakan hal ini dengannya.
Aku dan Tio masih bersembunyi,kami menggaruk badan kami karena digigit nyamuk. Rupanya ditempat kami bersembunyi,bersarang nyamuk nyamuk yang besar dan garang,karena disebelahnya terdapat banyak pohon dengan sampah yang menumpuk.
Setelah lelaki itu pergi,kami bisa keluar dari persembunyian dan bernapas lega.
"Aduh,gatal sekali",Tio sambil menggaruk tangan juga kakinya.
"Aku juga tidak tahan terus berada di tempat itu,untung saja orang itu cepat pergi. Kita harus mengikutinya lagi",saranku pada Tio.
"Tidak usah,kita kembali lagi ke kedai,lebih baik kita menyewa orang lain untuk membuntuti mereka. Apalagi kamu mengenal gadis itu kan?",Tio masih menggaruk badannya.
"Iya,gadis itu adalah karyawan baru yang pernah ku ceritakan",aku seraya memandang rumah Ani.
"Oh,ya?aku jadi penasaran,tapi ayo kita ke kedai dulu,aku tidak tahan dengan nyamuk yang ada disini",Tio sembari melangkahkan kaki.
"Ok,aku juga tidak kuat".
Kami akhirnya kembali ke kedai. Saat di kedai,sambil mengoleskan minyak kayu putih agar rasa gatal ditubuh kami tidak terlalu mengganggu,kami mengobrol kembali.
"Katamu nama gadis itu Ani,kenapa aku hanya mendengar nama Sonia?",Tio merasa penasaran.
"Aku juga merasa aneh,apa dia memalsukan namanya dan berbohong padaku?",aku sembari mengoleskan minyak kayu putih di tanganku.
"Dia berkata kalau dia memiliki seorang ibu yang sakit jantung dan katanya hari ini dia akan mengantarnya berobat,apa semua itu adalah cerita bohong?lalu wanita yang menyuruh mereka menyebar kecoa di kedai itu siapa?apakah itu Renata?dia pernah berkata ketika dia kesini bahwa dia akan membuat aku menderita",aku menambahkan.
"Semua cerita ini memang membingungkanku",aku masih penuh dengan tanya.
"Kamu harus lebih berhati hati dengan orang yang bernama Ani itu,terus perhatikan gerak geriknya,jangan sampai lengah",Tio mengingatkanku.
"Iya,aku tahu itu. Padahal ku kira dia adalah gadis polos yang baik".
"Hati orang tak kan ada yang tahu,banyak faktor yang menjadi penyebab dari tiap perbuatan yang dia lakukan",ujar Tio.
"Tega sekali dia berbuat seperti itu. Aku sebenarnya ingin tahu kemana lagi dia pergi".
__ADS_1
"Nanti aku akan meminta seseorang untuk menyelidikinya lagi. Sekarang aku mau ke kantor dulu,sekretarisku sudah menelepon dan memberitahukanku kalau ada rapat penting hari ini",Tio seraya melihat dirinya di cermin,"wajahku yang tampan harus ternoda karena gigitan nyamuk".
"Tenang kamu masih orang yang paling ganteng",aku menghiburnya sedikit.
"Memang pacarmu ini tidak ada bandingannya",Tio masih narsis.
Aku hanya tersenyum merasa lucu.
"Jangan lupa bilang alhamdulillah,wajah yang ganteng itu dari Allah,jangan merasa sombong",aku mengingatkan Tio.
"Oh,iya,alhamdulillah,untung kamu mengingatkanku",Tio tersadar dan segera melangkah keluar.
"Aku pergi dulu ya cintaku,sarangheo!",Tio seraya memberikan tanda cinta dengan dua jarinya sembari berlalu pergi.
Aku hanya bisa tertawa melihat tingkahnya. Tio selalu bisa menghiburku dan berterus terang tentang perasaannya. Kadang aku jadi malu dan tak tahu harus berbuat apa karena salah tingkah.
Kembali sendiri. Aku memikirkan tentang apa yang harus ku lakukan selanjutnya pada Ani,apa aku harus memecatnya?pada awalnya aku merasa kasihan padanya,tapi jika benar apa yang dia katakan adalah kebohongan,aku tidak bisa menerimanya.
Tiba tiba ponselku berbunyi. Ku angkat segera.
"Assalamu'alaikum!",Erna mengucap salam.
"Wa'alaikum salam!ada apa,Erna?",tanyaku pada Erna.
"Kak,dua hari lagi kan ulang tahun Bibi,Erna mau membelikan Bibi hadiah,apa Kak Isna mau menemaniku berbelanja?".
"Sekarang,Erna tunggu di Mall yang waktu itu kita kunjungi ya!".
"Ok,Kakak langsung berangkat sekarang".
"Ok,Erna tunggu ya!",Erna seraya mengakhiri perbincangan kami.
Aku lekas mengambil tas dan mengunci kedai lalu pergi ke tempat yang sudah kami sepakati.
Saat di tempat itu aku segera menghubungi Erna lagi untuk menanyakan keberadaannya. Akhirnya Erna dan aku bisa bertemu. Kami pergi ke toko baju.
"Kita beli baju dan tas untuk Bibi,bagaimana?",tanya Erna.
"Boleh,lagipula Bibi jarang terlihat pakai baju dan tas yang baru",jawabku.
"Kalau yang ini bagaimana?",Erna seraya mengambil baju itu.
"Bagus,tapi yang ini juga bagus!".
__ADS_1
"Oh,kita ambil dua saja ya?".
"Ok".
Erna mengambil dua baju yang sudah kami pilih.
"Bukannya kamu kuliah?",aku ingat kalau Erna berkuliah hari ini.
"Iya,tapi para dosen ada rapat,jadi kami dipulangkan hari ini".
"Oh,begitu".
Ketika kami berjalan menuju kasir. Ku lihat diluar toko ada wajah Ani dengan penampilan yang jauh berbeda. Ani yang ku lihat saat ini berpenampilan bak seorang selebritis. Dengan make up yang tebal juga baju dan tas yang terlihat mahal,dia berjalan dengan teman temannya menuju sebuah restoran.
"Erna,lihat!apa kamu mengenal orang itu?",aku sembari menunjuk Ani yang berada diluar toko.
"Itu kan Ani,tapi penampilannya berbeda",Erna terlihat kaget dengan penampilan Ani."Kita ikuti yuk!",ajakku pada Erna.
"Tapi baju Bibi bagaimana?",Erna seraya melihat baju yang dia bawa di tangannya.
"Itu nanti saja,sekarang ada sesuatu yang lebih penting!",ku gantungkan lagi baju itu di tempat tadi dan ku tarik tangan Erna menuju restoran tempat Ani berada.
Kami masuk ke restoran sambil menutupi wajah kami dengan kerudung supaya tidak dikenali oleh Ani. Kami duduk dekat tempat duduk tempat Ani berada.
"Sonia,katanya kamu kerja di kedai siomay ya?",salah satu teman Ani bertanya.
"Dari mana kamu tahu kalau aku bekerja disana?",Ani balas bertanya.
"Aku melihatmu saat mengantar pesanan".
"Santai,itu adalah salah satu pekerjaanku,aku diminta seseorang untuk bekerja disana untuk membuat kedai itu bangkrut",Ani alias Sonia seraya meminum kopi yang ada di depannya.
Aku dan Erna saling menatap ketika Ani berbicara seperti itu.
"Buat apa kamu cape cape bekerja disana?".
"Kamu tahu,bayaranku mahal jadi aku mau menuruti perintah orang yang membayarku".
"Aku mau juga dong dapat uang yang banyak".
"Maaf ya,pekerjaan ini hanya cocok untukku Sonia sang artis bertalenta tinggi",Ani menyombongkan diri dan kembali berkata,"Kamu tahu aku menyebarkan kecoa di kedai itu dan para pembeli disana langsung menjerit,aku menahan tawa saat melakukan itu. Sebenarnya itu menyenangkan,makanya aku mau melakukan pekerjaan itu. Wajah pemilik kedai itu langsung pucat pasi saat tahu pembelinya kabur".
"Apa kamu tidak kasihan pada pemilik kedai itu?".
__ADS_1
"Buat apa aku kasihan,lebih baik aku memikirkan baju dan tas mahal yang akan ku beli dengan bayaran dari pekerjaan itu",Ani dengan wajah tanpa dosa.
Aku dan Erna serasa ingin meledak. Kami tidak tahan untuk mengeluarkan kemarahan kami. Tanpa berbasa basi aku segera menarik Erna dan muncul di hadapan Ani alias Sonia itu. Rupanya apa yang dia ceritakan semuanya bohong. Tentang ibunya yang sakit jantung,namanya juga tujuan dia bekerja di kedai. Tanpa rasa kasihan ku ucapkan padanya,"Ani,kamu dipecat!".