Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
5 Tahun kemudian.....


__ADS_3

"Mana tukang siomaynya?lama sekali",sipir wanita yang akan segera pulang berkata sambil melihat jam tangannya.


"Maaf,tadi saya kesiangan buat adonannya,jadi telat",aku sambil membawa pesanan siomay.


"Lain kali jangan telat lagi ya,soalnya siomaynya untuk acara syukuran sore ini,jadi harus tepat waktu",sipir itu sambil mengambil pesanannya.


"Ini uangnya,saya pulang dulu ya!",sipir itu segera pergi.


Hai,perkenalkan lagi, namaku Isna,kini umurku 23 tahun. Aku adalah tukang siomay yang terpenjara,tepatnya tukang siomay yang dihukum di penjara karena dituduh melakukan pembunuhan. Aku dikenai hukuman 15 tahun dan baru 5 tahun ku jalani hukumanku. Hukuman yang sebenarnya bukan kesalahanku. Karena kurangnya bukti yang meringankanku,akhirnya aku jadi tersangka. Ku lanjutkan kembali membuat dan menjual siomay di penjara,untung bukan sabu sabu yang ku jual,makanya pimpinan penjara mengizinkanku untuk kembali merajut asa dari membuat siomay. Tanpa siomay,mungkin hidupku sepi. Kematian Rossana membuat hidupku berubah 180 derajat. Kehidupan di penjara menempa aku untuk jadi lebih kuat.


Seseorang tiba tiba berlari ke arahku.


"Isna,ada kabar gembira untukmu!",wanita yang sekamar denganku sambil berteriak.


"Ada apa?sampai lari lari seperti itu",aku sambil membereskan pesanan siomayku.


"Kasusmu akan dibuka kembali,karena ada bukti baru yang akan membuatmu bebas",dia menjelaskan.


"Kata siapa?hoax mungkin",aku masih santai dengan siomayku.


"Aku mendengarnya langsung dari Pak Kepala,mana mungkin dia berbohong".


"Siapa yang meminta kasusku di buka kembali?",aku penasaran.


"Aku juga tidak tahu,cuma itu yang ku dengar".


"Ok,terimakasih infonya",aku menyelesaikan pekerjaanku.


"Kamu santai sekali,memangnya kamu tidak mau bebas?".


"Aku sudah mencari bukti yang kuat itu,tapi tidak ada seorangpun yang menyaksikan kejadian itu,makanya aku menyerah,jika sekarang ada yang memiliki bukti yang kuat,aku ingin tahu dari mana dia dapatkan itu?".


"Lebih baik kamu datang ke kantor Pak Kepala agar semua jelas",dia memberi saran.


"Ok!",jawabanku singkat.


Segera ku temui Pak Kepala. Ku ketuk pintu kantornya.

__ADS_1


"Masuk!",terdengar suara dari dalam mengizinkan.


Akupun masuk.


"Ada apa,Isna?", Pak Kepala bertanya.


"Saya mendengar kalau kasus saya di buka kembali dan katanya ada bukti yang bisa membuat saya bebas?",aku langsung bertanya.


"Iya,kasusmu akan dibuka kembali dan nanti akan dibahas di pengadilan",Pak Kepala menjelaskan.


"Saya baru tahu kalau kasus saya dibuka lagi,siapa yang mengajukannya,Pak,boleh tahu?",aku penasaran.


"Pengacaramu,nanti dia akan datang ke sini dan membicarakan hal ini lebih lanjut",tegas Pak Kepala.


Setelah semua yang ingin ku ketahui sudah terjawab,aku segera pamit dan kembali ke sel. Aku tidak tahu siapa yang meminta pengacara mengajukan untuk membuka kasusku,kalaupun bertanya pada Pak kepala dia tidak akan tahu,yang pasti mengetahui adalah pengacaraku. Apakah Tio yang memintanya?bukankah sekarang dia di Amerika?sebelum berangkat dia pamit padaku dan mengatakan kalau kepergiannya adalah hasil negosiasi dengan keluarganya untuk tidak menggangguku lagi. Ayahnya ingin Tio berkuliah di Amerika,dan kali ini Tio patuh demi aku. Sudah hampir kurang lebih 5 tahun kami tidak bertemu dan bertegur sapa. Mas Zein? pasti tidak mungkin,dia adalah saksi tunggal yang menyaksikan pertemuan kami,dan kesaksiannyalah yang membuat aku di penjara?. Bahkan aku dengar dia sudah menikah dengan Sofia dan memiliki seorang anak. Tidak mungkin dia akan membebaskanku dan memihakku seperti dulu.Terus siapa?. Pada awalnya aku merasa ini semua tidak adil dan tidak bisa menerima kenyataan,tapi lambat laun ku jalani dan sekarang aku sudah terbiasa dan menerima segalanya. Mungkin ini sudah nasibku untuk menghabiskan semua masa mudaku di penjara. Ketika mendengar kabar ada bukti baru,aku sebenarnya senang walau tidak terlalu berharap.


Beberapa bulan kemudian.....


Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa aku bebas,ternyata saat itu ada dua orang pasangan muda yang sedang berpacaran di sana. Saat aku dan Rossana bertemu mereka merekam semua. Ini semua berkat Tio,yang terus memerintahkan para bawahannya untuk mencari bukti.Sebenarnya bukti itu harus didapatkan dengan susah payah,karena pasangan yang rupanya telah menikah itu meminta bayaran yang tinggi untuk video yang mereka rekam. Beruntung Tio memiliki uang yang banyak,jadi dia membelinya. Tio sebenarnya tidak pernah memberitahu aku tentang ini,aku mengetahuinya dari pengacara yang dimintanya untuk menemaniku. Kembali hutangku bertambah. Hutangku yang dulu pada Mas Zein belum sepenuhnya lunas,sekarang ditambah hutang budi pada Tio. Apakah aku bisa membalas semua itu?setelah keluar dari penjara,aku bertekad untuk bekerja keras dan melunasi semuanya.


Pintu keluar rutan di buka. Ku lihat mobil hitam mewah terparkir di depan bangunan ini. Keluarlah orang orang yang ada di dalamnya. Mereka adalah adik adikku dan terakhir Tio. Dia kini sudah sangat berbeda dengan yang dulu. kini rambutnya di warnai pirang,persis seperti orang bule dengan wajah asia. Dia begitu tampan di umurnya yang ke 23 tahun. Namun itu semua tidak akan menyilaukanku. Salah satu penghalang yang sulit untuk dirobohkan antara kami adalah harta dan yang pasti orang tuanya,kejadian itu masih tetap membekas dan tersimpan jauh di lubuk hatiku.


"Kalian sudah datang!apa kabar kalian semua?Rina,Ridho dan Erna!",ku peluk adik adikku dengan penuh bahagia. Keluarlah air mata bahagia yang lama ku nanti.


"Tio,terimakasih untuk semua,aku berhutang budi padamu,banyak sekali yang harus aku bayar",aku sambil tersenyum,ini adalah pertemuan ketiga kami setelah 5 tahun perpisahan. Pertemuan ke 1 dan ke 2 ketika dia berkunjung ke penjara dan di pengadilan.


"Makanya kamu harus bayar,tidak usah bayar dengan uang,cukup jadikan aku pacarmu,semua lunas!",Tio bercanda tapi serius.


Adik adikku hanya tersenyum.


"Memangnya kamu mau pacar mantan napi seperti aku?",aku mengetes ketulusannya.


"Tidak apa apa,yang penting setia dan tidak mencuri hati lelaki lain",Tio terus menjawab.


"Sudah bercandanya,aku mau pulang,mau mengantarkan kami tidak?",ku alihkan pada yang lain.


"Siapa yang bercanda",Tio berbicara pelan dengan rasa kesal.

__ADS_1


"Mau mengantarkan kami tidak?",ku tanya Tio yang sedikit bengong.


"Oh,tentu saja!",Tio segera masuk ke mobil.


Diikuti aku dan adik adikku.


"Kita ke rumahku dulu ya,ada yang ketinggalan",Tio sambil menyalakan mesin mobil.


Mobil melaju menuju rumah Tio.


"Kamu tinggal sendiri?",aku sengaja bertanya,takut bertemu orang tuanya.


"Iya,aku punya rumah sendiri dan terpisah dari orang tuaku,jadi kalau aku sudah punya istri tinggal ku bawa ke sini",Tio sambil senyum padaku.


"Oh",aku hanya mengangguk tanda mengerti.


"Kak Tio,hebat ya,masih muda sudah punya rumah sendiri",adikku Ridho memuji.


"Alhamdulillah".


Tio memang banyak berubah setelah 5 tahun berlalu.


"Akhirnya kita sampai!!",Tio menghentikan mobilnya.


"Ayo,masuk sebentar!",Tio mengajak kami.


"Tidak usah,kami menunggu di sini saja!",aku menolak.


"Ok,aku cuma sebentar ya!",Tio sambil berlari ke dalam rumah. Mobil ini tidak masuk ke dalam dan diparkir di jalan,aku takut ada yang komplain,mudah mudahan Tio benar hanya sebentar.


Tiba tiba dari arah rumah sebelah, ada bola yang masuk ke bawah mobil yang kami tumpangi. Seorang anak kecil berumur 2 tahun berlari sambil mencari bolanya. Mungkin anak itu pemiliknya,makanya aku segera keluar dan mencoba mengambil bola itu. Setelah ku ambil ku berikan pada anak itu.


"De,ini bolanya,hati hati jangan main di sini,mamanya mana?",ku tanya anak itu,dia hanya tersenyum. Dari dalam terdengar seseorang memanggilnya.


"De!!!Dede Fathan,kamu di mana?",seorang lelaki memanggil anak itu.


Anak itu langsung berlari ke arah lelaki itu. Pasti dia ayahnya. Aku akan memberitahu ayahnya agar tidak membiarkan anak itu main di luar. Saat ku tengokan kepala dan ingin berkata,ku lihat wajah ayah anak itu,ternyata.......Mas Zein.

__ADS_1


__ADS_2