Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Hati yang panas


__ADS_3

Berita tentang tuduhan bahwa aku adalah pelakor,lambat laun mereda. Namun yang kini muncul ke permukaan adalah berita tentang hubunganku dengan Tio,seorang anak muda tampan,keturunan orang kaya juga pimpinan perusahaan terkenal. Mereka mulai membandingkan status sosial kami.Berbagai komentar netizen bersliweran di jagad maya. Ada yang mengatakan kalau aku beruntung bisa seperti cinderella karena berhasil mencuri hati pangeran kaya yang tampan,ada yang berkata aku kurang cocok karena hanya tukang siomay dan miskin,ada juga yang tidak peduli dengan hubungan kami. Namun kebanyakan dari mereka, apalagi perempuan muda tidak suka dan tidak mendukung hubungan kami. Tio memang memiliki pesona yang bisa membuat perempuan klepek klepek. Para gadis mungkin terpesona dengan ketampanan serta kekayaannya. Tapi karena dia tipe cuek,dia tidak begitu peduli dengan para gadis yang diam diam menjadikan dia idola dan malah jatuh hati padaku,gadis yang biasa biasa saja. Aku dulu hanya menganggap dia sebagai teman,


karena saat itu aku menyukai Mas Zein. Tapi karena kesetiaan yang dia tunjukkan yaitu dengan selalu ada disampingku bagaimanapun keadaanku, hatikupun luluh.


Penggemar siomay yang juga menyukai tukang siomaynya. Seperti itulah mungkin gambaran hubungan kami.


"Tio mana ya?katanya mau membantuku,apa dia lembur pada hari minggu?",aku sambil melihat jam di dinding.


Ku tunggu tapi tak kunjung datang. Sampai waktu pulang tiba, tak terlihat batang hidungnya. Hari ini,alhamdulillah penjualan meningkat. Mungkin hikmah dari kejadian kemarin. Kini pelanggan 'Siomayku Sayang' bertambah,para wartawan ada yang kembali untuk membeli dan ingin merasakan lagi rasa siomay yang mereka makan kemarin. Hari ini ada menu tambahan,yaitu batagor dan siomay isi. Ku tambahkan juga menu jus untuk minumannya. Sebenarnya aku butuh bantuan hari ini dan Tio berjanji akan membantuku,tapi rupanya sampai waktu berlalu tak kunjung ada. Karena pembeli lumayan banyak,siomayku cepat habis,makanya aku pulang saat masih sore,biasanya kedai ku tutup pukul 9 malam.Ku kirim pesan padanya.


-Kamu sakit?


Dia belum membaca dan membalasnya. Aku jadi khawatir. Karena takut ada hal yang kurang baik,aku memutuskan untuk pergi ke rumahnya dengan membawa seporsi siomay,dia pasti akan menyukainya. Di perjalanan banyak pikiran yang jelek tentang Tio menghampiri,namun segera ku tepis dengan meminta perlindungan pada Yang Maha Kuasa.


Akhirnya sampailah aku di rumah Tio. Ketika akan masuk,aku mendengar suara perempuan dan laki laki sedang bercanda sambil tertawa. Suara laki laki itu pasti suara Tio,sedangkan untuk yang perempuan aku tidak tahu. Siapa perempuan yang berada di rumah Tio?selama aku mengenalnya tak pernah dia memiliki teman seorang perempuan,apalagi sampai di ajak ke rumahnya. Ku dorong pintu rumah,ternyata tidak dikunci. Ku buka pintu dengan pelan dan aku masuk dengan mengendap endap seperti maling. Ku beranikan diri untuk masuk karena rasa penasaran ingin melihat apa yang sedang Tio lakukan sampai lupa dengan janjinya untuk membantuku. Aku juga penasaran siapa wanita yang bersama dengan Tio. Ku lihat dari kejauhan,Tio sedang berada di kolam renang. Dia bersama wanita itu di pinggir kolam. Mereka tidak berenang,hanya duduk dengan kedua kaki masuk ke air. Mereka terlihat akrab,terlihat tangan wanita itu berada di pundak Tio. Wanita itu sangat cantik,merekapun bercanda sambil tertawa tawa. Pikiran jelek mulai merasuki kepalaku,apakah Tio berselingkuh di belakangku?kalau memang benar,untuk apa dia mempermainkanku?ingin ku labrak mereka,tapi ku tahan,aku tidak mau membuat keributan di rumah orang. Ku foto mereka dengan ponselku sebagai bukti saat nanti aku mempertanyakan hal ini pada Tio. Hatiku terasa panas,sepanas gunung berapi yang mengeluarkan lahar,ingin rasanya ku goncangkan rumah ini dan ku lemparkan jauh ke tengah laut. Tapi itu tidak mungkin,dan yang bisa ku lakukan adalah pergi dari tempat itu dengan perasaan marah dan jengkel pada Tio. Ku tinggalkan rumah itu dengan kesedihan dan rasa cemburu. Sepanjang jalan yang ku lakukan hanya menangis. "Tega sekali Tio padaku",gumamku dalam hati.


Sesampainya di rumah,Bibi terlihat belum pulang dari pengajian.Ku buka siomay yang tadinya akan ku berikan pada Tio lalu ku makan dengan lahap. Sambil ku bayangkan kejadian tadi,ku masukan satu persatu dan ku kunyah dengan kunyahan penuh kekesalan. Ku buka ponsel dengan mulut penuh siomay, ku lihat pesanku yang tadi ku kirim,apakah di balas atau tidak. Ternyata masih saja belum dibaca. Kemarahanku makin memuncak seiring dengan kunyahan

__ADS_1


pada mulutku yang semakin kuat,mencabik cabik siomay itu sampai lembut dan tertelan masuk ke kerongkongan. Kenapa dia belum membaca pesan dariku?sesibuk itukah dia berduaan dengan wanita itu?ini semua bisa membuatku gila.


Hari sudah malam. Aku tidak bisa tidur,bayangan Tio dan wanita itu terus berputar di kepalaku. Ingin curhat pada Bibi tapi pasti Bibi sudah tidur. Aku perlu mengeluarkan unek unek. Ingin menulis,tapi aku tidak punya buku diary,ku cari buku kosong di tumpukkan buku buku dan hanya bisa menemukan buku kumpulan hutangku yang sempat ku lupakan. Ku coba menulis di sana.


(dear buku hutang,aku.....


Sampai di situ tak ku lanjutkan karena kata katanya yang ku rasa kurang enak.


Lalu tanpa berpikir panjang lagi ku ambil air wudhu dan ku shalat. Aku menyadari ternyata tidak ada tempat mengadu terbaik selain mengadu pada-Nya. Diakhir do'a,aku mengadu dan menangis serta menceritakan semua yang terjadi dan apa yang ku rasakan. Disaat itu pula aku meminta petunjuk dan kekuatan,agar aku tahu apa yang harus aku lakukan.


Keesokan harinya masih belum ada kabar dari Tio. Pesan darikupun tak kunjung dia baca dan balas. Hatiku sudah merasa sedih mendayu dayu. Mungkinkah dia akan memilih perempuan itu. Memang dia lebih cantik dari segi fisik. Tapi akan semudah itukah Tio menyerah padaku?.


"Isna!!,mau siomay dong!",Tio dengan santai.


"Habis!",ku jawab dengan ketus.


"Lho,kok sudah habis?masa sih?",Tio sambil mencari cari. Aku masih marah dan hanya menatapnya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Ini masih ada?",Tio melihat banyak siomay yang ada di panci kukus.


"Kalau buat kamu habis,aku sedang marah sama kamu,jadi jangan ganggu",aku berterus terang.


"Marah?padaku?kenapa?",Tio bertanya tanya pada dirinya dan mengingat-ingat kesalahannya.


"Oh,yang waktu itu ketika aku janji mau datang,aku tidak datang ya?!maaf saat itu aku sibuk,jadi belum sempat memberitahu",Tio dengan polos dan wajah tanpa dosa.


"Kamu sesibuk apa sampai lupa kalau sudah janji mau membantuku?",aku mulai bertanya.


"Saat itu ada tamu penting,jadi aku lupa untuk mengirim pesan padamu",Tio terus menjelaskan,namun malah membuat aku tambah jengkel.


"Berarti tamu itu lebih penting daripada aku?",aku dengan nada kesal.


"I..iy....oh,ti...ti...dak,tentu saja kamu yang lebih penting,tapi orang itu mau mengadakan acara penting di hotelku,makanya aku segera menemuinya. Isna,kamu biasanya tidak begini?kamu cemburu ya?",Tio menjawab dengan gelagapan.


Segera ku buka ponselku dan ku kirimkan foto yang ku ambil di rumahnya.

__ADS_1


"Buka pesan dariku,aku mengirimkan sesuatu,tolong jelaskan itu!",aku dengan serius dan sedikit berkaca kaca.


__ADS_2