Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Harapan baru


__ADS_3

Aku hanya diam,tak bisa berkata kata. Lalu Mas Zein berkata.


"Kami baru pindah di rumah ini 2 hari yang lalu. Anda pemilik rumah ini?",dia sambil menunjuk rumah Tio.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala,mulutku terasa kaku untuk berbicara. Terlihat anak kecil itu berlari masuk ke halaman rumahnya.


"Oh,maaf!",dia sambil berlari mengejar anaknya.


Apa ini mimpi?aku melihatnya berlari mengejar anak kecil yang kemungkinan adalah anaknya. Apa dia berpura pura tidak mengenaliku?mengapa dia berbicara seolah tidak mengenalku?apa dia benar benar lupa padaku?.


"Isna,ayo kita berangkat!Isna!",Tio memanggilku.


"Oh,iya!",aku tersadar.


"Kenapa kamu di luar?kamu menungguku ya,sabar aku sebentar kok!",Tio menggodaku sambil menghidupkan mobilnya.


"Tadi ada anak kecil yang dibantu kakak mengambil bola",Erna menjelaskan.


"Memangnya di rumah itu ada orang?",Tio sambil fokus berkendara.


"Kamu memangnya tidak tahu kalau di sana sudah ada yang menempati?",aku heran.


"Tidak,yang aku tahu rumah itu sudah lama ingin dijual dan tidak ada orang yang tinggal di rumah itu,alias kosong. Kalau sudah ada berarti sudah ada yang membeli,tadi kamu lihat orangnya?",Tio dengan santai.


"Iya",ku jawab singkat,aku tak akan memberitahu Tio siapa tetangganya.


Sampailah kami di rumah Bibi. Bibi menyambutku dengan bahagia,walau sedang sakit,dia memaksakan diri untuk berdiri. Ku minta Bibi untuk segera duduk dan berbaring,takut sakitnya tambah parah.


"Bi,jangan banyak bergerak,nanti tambah sakit!",Rina dan aku mengingatkan.


Kami mengobrol tentang banyak hal,tertawa sampai menangis karena terlalu bahagia. Tak terasa malam semakin larut, kami semua sudah cape dan mengantuk. Tiopun pulang dan aku beristirahat dikamar bersama adikku Erna dan Rina. Kami berbincang sebentar,tapi akhirnya adik adikku tertidur. Sebelum tidur,aku mengingat tiap perjalanan hidup yang ku alami,dari mulai menjadi anak yatim piatu hingga tahanan penjara,tak terasa ku alami semuanya dengan penuh ketegaran. Aku sadar ini semua adalah karena kuasa Allah,setiap orang tidak akan diberi cobaan yang tidak bisa ditanggungnya. Aku mendapat tiap cobaan itu karena Allah tahu,aku bisa menjalaninya. Di sudut hatiku yang paling dalam ,aku sungguh bahagia,karena akhirnya kebenaran bisa terungkap.Mas Zein mungkin akan berhenti membenciku. Walaupun ketika di pengadilan dari pihaknya diwakilkan pada orang lain,pasti dia sudah tahu apa yang terjadi. Aku berharap dia bisa berbahagia,walaupun kami tidak bersama.


Keesokan harinya........


"Bi,Isna mau mencari kontrakan dulu sebentar,Bibi sama Erna saja ya!",sambil ku meminta izin pada Erna.

__ADS_1


"Iya,Kak!",Erna setuju.


"Hati hati di jalan!",Bibi berpesan.


"Ridho sama Erna kemana?",aku sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"Ridho,mau melamar kerja ke pabrik katanya,kalau Rina sedang di sekolah",Erna menjelaskan.


"Lebih baik Ridho membantu kakak jualan siomay,nanti beritahu Ridho ya,kakak berangkat dulu!",aku pun segera berjalan keluar rumah.


"Assalamu'alaikum!!!",aku berpamitan.


"Wa'alaikum salam!",Erna dan Bibi menjawab salamku.


Setelah mencari kesana kemari, dengan bantuan beberapa teman juga mencari di sosial media,akhirnya aku dapat menemukan tempat yang strategis untuk berjualan. Letaknya di depan kantor yang besar,jadi aku bisa mendapatkan pelanggan dari kantor itu,juga tukang siomay di daerah itu tidak banyak,jadi kesempatan untukku membuka usaha siomay cukup menjanjikan di sana. Semoga segalanya berjalan lancar.


Segala persiapan ku lakukan.


-Toko untuk tempat berjualan sudah ada dan sudah ku rapikan,berarti beres,


-Untuk sayuran sudah ku beli tadi pagi,ada kol,kentang juga pare,


-tak lupa telur yang juga sudah ku beli dari warung di dekat rumah bibi.


-Alat memasak sudah siap


-Ada menu minuman,berupa jus,kopi atau teh semua sudah tersedia.


-Ada brosur dan pamflet untuk disebarkan. Nanti ku minta Ridho untuk membantu. Berarti besok sudah bisa berjualan. Apakah akan ada promo untuk penjualanku besok? untuk pembelian 20 orang pertama,akan mendapatkan setengah harga. Alhamdulillah Toko 'Siomayku Sayang' akan segera di buka!.


\* \* \*


"Bismillaahirrohmaanirrohiim!!",ku ucapkan sebelum berjualan. Aku bangun dari jam 3 pagi,dibantu Erna,Rina dan Ridho ku siapkan segalanya. Alhamdulillah mereka adalah adik adik yang sangat baik.


Tepat pukul 8 pagi,segala persiapan telah beres. Kami siap membuka pintu. Semua sosial media kami di dunia maya ku kerahkan juga. Kami menjadi tim. Aku bersama Erna di dalam,di luar ada Rhido. Rhina harus bersekolah,makanya dia tidak membantu di toko.

__ADS_1


Dalam hitungan ke 3,para pelanggan pertamaku antri untuk memesan siomay. Yang sudah memesan langsung duduk di kursi yang telah di sediakan. WiFi juga ku pasang untuk memuaskan pelanggan. Hari ini kami sibuk. Melelahkan namun mengasyikan.


(Saya pesan 5 porsi,campur,tolong di antar ke kantor depan ya!),seseorang memesan melalui pesan WA,ku minta Ridho untuk mengantarkan pesanan.


"Aku juga mau dong!6 porsi,untuk aku dan teman temanku!",Tio terlihat datang dan ikut mengantri.


"6 orang siapa saja?",aku kira Tio tidak memiliki teman.


"Kamu tidak akan kenal,mereka teman teman kuliahku,nanti ku kenalkan,biar jadi langganan tetap!",Tio sambil menunjukkan jempolnya.


"Ok,terimakasih,Tio!",ku balas dengan jempol dan senyuman.


Melihat keramaian ini membuat hatiku bahagia. Ini semua ku lakukan untuk adik adik dan Bibi.


Haripun mulai sore,para pelanggan tak jua reda,malah tambah membludak,kami kelabakan. Tio pun sigap dan bersedia membantu. Aku teringat ketika kami berjualan di sekolah ketika ada bazar,kalau segalanya berjalan lancar,mungkin seperti inilah rasanya.


Saat malam tiba,mulai ada penurunan pembeli. Kami menggunakan kesempatan itu untuk sholat,makan dan beristirahat sebentar. Kami bergantian melakukan itu. Kalau terus seperti ini,aku membutuhkan pekerja tambahan. Kini giliranku untuk beristirahat. ku serahkan pada Erna. Aku melaksanakan shalat isya terlebih dahulu,baru makan. Ku lakukan dengan cepat,agar yang lain bisa beristirahat juga walau sebentar.


"Kak,siomaynya sedikit lagi,bagaimana?",Erna bertanya padaku.


"Kalau habis berarti kita tutup",ku jawab sambil siap siap makan nasi kotak yang dibeli Ridho.


"Ok",Erna segera pergi ke depan lagi dan mulai merapikan hal hal yang bisa dirapikan.


"Kak,Brosur dan pamflet tadi sudah saya sebar dan saya berikan pada orang yang lewat di depan toko kita!",Ridho memberikan laporan.


"Ok,kerja bagus!",ku beri jempol untyk adikku. Rina juga kembali ke toko setelah pukang sekolah,dia membantu membereskan piring piring yang kotor yang terdapat di meja.


Makananku habis tak tersisa,aku lupa sarapan tadi pagi dan baru ingat ketika malam karena perutku terasa sakit. Aku segera bergantian dengan Erna.


"Kak,ada yang pesan dua porsi,sepertinya mereka suami istri,nanti tolong di antar ke meja mereka,tidak ada request apapun,campur!Ini siomay terakhir,semua habis",Erna berpesan sebelum istirahat.


"Ok,alhamdulillah!",segera ku siapkan pesanan untuk pembeli terakhir. Ku siapkan dengan penuh rasa bahagia,di hari pertama penjualan terlihat bagus,kalau terus sepertu ini,semua hutangku pasti akan segera terbayar,terutama pada Mas Zein. Setelah siap,segera ku antarkan. Ku lihat apa ada pasangan yang kira kira seperti suami istri di sana. Ternyata mereka duduk di belakang. Segera ku hampiri.


"Ini pesanannya!",aku sambil tersenyum. Setelah melihat wajah mereka,tiba tiba aku menjatuhkan piring yang tadi ku bawa,sepertinya pecah dan siomaynya berantakan.

__ADS_1


"So.....So...fia!",ku sebut nama itu setelah bertahun tahun tak ku panggil.


__ADS_2