Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Rayuan siomay


__ADS_3

"Apa kamu mengenal Aki Somad?"


"Siomaynya kamu yang membuat?enak tidak?",Tio hanya memikirkan siomay.


"Iya,jawab dulu pertanyaanku!",aku mulai kesal.


"Tapi harus pakai ikan tenggiri ya biar lebih mantap!",Tio sambil mengacungkan jempol.


"Tio,aku bertanya sekali lagi,apa kamu mengenal Aki Somad?kalau kamu tidak menjawab maka siomay yang enak tidak akan ku buatkan",aku dengan suara tegas dan lantang.


"Iya,aku kenal Aki itu",dengan cepat Tio menjawab.


Di pikirannya hanya ada siomay,anak yang aneh. Ketika tak ada kata siomay dia seperti prince charming yang sok jual mahal,tapi ketika ada kata siomay dia berubah menjadi anjing yang menjulurkan lidah karena ingin diberi makanan.


Ku ambil napas panjang dan kembali bertanya.


"Apa kamu yang sering mengantar Aki ke sekolah ini?"


"Iya,memangnya kenapa?sudah seminggu Aki itu tidak menghubungiku,dia langganan ojek ku yang selalu memberikan tip siomay yang sangat nikmat,rasa dari siomay itu tak akan pernah ku lupa dan akan terus menempel di lidahku,aku sengaja pindah ke sekolah ini karena ingin terus merasakan siomaynya yang enak itu "


"Apa kamu tidak tahu kalau Aki Somad sudah meninggal?"


"Apa?ya...h siomaynya bagaimana dong?",Tio terlihat kecewa.


"Dasar kamu anak siomay!bukannya bersedih untuk Aki malah untuk siomaynya",aku berkata dengan kesal.


"Sia sia dong aku pindah ke sini,aku juga kenapa bisa dirayu oleh kata kata siomaymu",Tio dengan ketus.


"Siapa suruh kamu tergoda,dasar anak siomay,anak siomay,ckck!",aku terus saja kesal.


"Ya sudah,aku tidak akan tergoda dengan rayuan siomaymu yang belum tentu enak",Tio mencoba pergi.


"Eits,mau kemana kamu?aku belum selesai",aku sambil memegang kerah baju belakangnya.


"Lepaskan,aku mau ke kelas!",Tio berubah,


dia seolah memiliki dua kepribadian.


Melihat dia seperti itu aku jadi takut, ku lepaskan tanganku dari kerahnya secara spontan,prince charming yang sombong dan sok jual mahal seperti masuk lagi ke tubuh anak tinggi berparas ganteng ini. Aku hanya bisa terdiam seperti dihipnotis ketika dia pergi dan berlalu.


Setelah sadar,aku ingat kalau alamat Aki Somad belum ku ketahui,tapi tekadku sudah bulat,aku harus mendapatkannya. Waktu semakin mepet,aku juga belum mencoba membuat siomay lagi karena lupa dengan takaran juga bahan bahan yang menjadi bahan campuran yang lainnya. Kalau harus pilih makanan yang lain,aku merasa tidak enak pada almarhum Aki karena kebaikannya yang masih saja memikirkanku bahkan saat ajal menjelang.


Di kelas ku coba mendekati Tio lagi,tapi dia menghindar. Aku coba dengan rayuan siomay,tapi tak mempan juga. Akhirnya ku berikan selembar kertas berisi perjanjian antara aku dan dia. Di dalamnya ada 1 hal yang ku tuliskan. Jika Tio mau membantuku maka dia akan mendapatkan siomay gratis setiap hari selama sebulan. Agar dia percaya tak lupa ku sertakan matrai 10 ribu. Memang dirasa berlebihan,tapi apa salahnya dicoba.


"Apa ini?,wow,pakai matrai pula,ha...ha...dasar kamu gadis yang aneh,demi mengetahui hal tentang kakek kakek,kamu rela bertindak begini?,sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui sih"?",Tio penasaran.

__ADS_1


"Aku ingin tahu alamat Aki Somad,ini mengenai hidup dan mati",aku harus sedramatis mungkin agar dia mau memberitahu.


"Kalau mengenai hidup dan mati,berarti aku juga harus mendapatkan hal yang lebih dari sekedar siomay",Tio mencoba ingin mendapatkan lebih.


"Terus kamu mau apa?",aku sambil deg degan.


"Soal itu nanti aku pikirkan dulu"


"Jadi kamu setuju dengan perjanjian ini?"


"Karena aku akan makan siomay setiap hari selama sebulan,aku setuju. Tapi jika siomay yang kamu buat tidak enak, aku ingin kamu menggantinya dengan cara mengabulkan apapun yang aku inginkan"


"Kamu enak sekali,menang banyak,aku dapat apa dong?",aku tidak setuju.


"Kamu dapat alamat Aki Somad,kamu tidak mau?",Tio sok jual mahal.


"Ya sudah aku setuju,asalkan jangan meminta hal hal yang dilarang dalam agama"


"Baik,deal",Tio terlihat puas.


"Setelah pulang sekolah,antarkan aku ke rumah Aki Somad!"


"Ok Boss!!!",Tio dengan tersenyum.


Percakapan kami berakhir dengan datangnya guru.


"Bagaimana kalau naik motorku saja?!",Tio menawarkan diri.


"Boleh,tapi jangan sampai terlihat teman teman,apalagi Yolan,aku tidak mau jadi masalah"


"Memang kenapa kalau Yolan tahu?",Tio dengan polos.


"Kamu tidak tahu kalau sikapnya padamu begitu lembek,pasti dia suka sama kamu,tiap kali kita mengobrol,mata Yolan selalu mengawasi seperti CCTV,ih,serem!",aku sambil bergidik.


"Buat apa kamu takut sama nenek lampir itu?"


"Kamu itu anak baru,kamu tidak akan tahu apa yang dia lakukan padaku"


"Sekarang kamu tidak usah takut,kan ada aku",Tio dengan percaya diri.


"Gadis gadis di kelas akan histeris kalau tahu kamu bicara begitu padaku"


"Kenapa mereka histeris?"


"Ih,kamu cerewet,banyak nanya,aku tunggu di depan jalan sana!",aku sambil berlalu.

__ADS_1


"Ya sudah",Tio sambil menghidupkan motor.


Kami segera menuju rumah Aki Somad. Ini adalah pertama kalinya aku di bonceng teman laki laki,biasanya aku malas kalau harus berhubungan dengan laki laki,kecuali Mas Zein.


Sampailah kami di tempat yang dituju. Aku segera turun dari motor.


"Yang mana rumahnya?"


"Aku tidak tahu"


"Lho,bukannya kamu sering antar jemput Aki?"


"Iya,tapi Aki Somad sering memintaku menjemput dari sini"


"Kita bertanya saja pada orang di sekitar sini"


Setelah memperhatikan sekeliling daerah itu,akhirnya ada seorang ibu yang lewat di situ.


"Bu,boleh saya bertanya?"


"Iya,Neng ada apa?"


"Apa ibu tahu rumahnya Aki Somad tukang siomay?"


"Tukang siomay?bos siomay?",ibu itu malah balik bertanya.


"Yang saya tahu Aki Somad itu tukang siomay yang baru saja meninggal karena tertabrak mobil",aku menjelaskan.


"Oh,iya itu bos Somad,dia memang tukang siomay,tapi dia punya banyak karyawan tukang siomay,memangnya kenapa Neng?"


"Boleh kami tahu dimana rumahnya?"


"Boleh,anak saya bisa mengantarkan kalian ke sana",ibu itu sambil memanggil anaknya. Kamipun segera diantarkan ke rumah Aki.


Tak lupa ku ucapkan terimakasih pada anak itu setelah kami sampai.


Rumah yang ada di depan kami itu terlihat sederhana,berdindingkan papan kayu yang tidak di cat sama sekali,terlihat dari luar rumah itu tidak begitu menarik. Orang orang tidak akan menyangka kalau itu adalah rumah seorang bos siomay seperti kata ibu yang barusan kami tanya. Apa benar Aki adalah seorang bos siomay?aku tak pernah tahu karena Aki tak pernah bercerita. Aki merupakan sosok sederhana yang selalu rendah diri dan peduli dengan orang orang di sekelilingnya.


"Terus kamu mau apa?kan Aki Somad sudah tidak ada,buat apa kamu datang ke sini?"


"Pokoknya kamu tidak usah banyak bertanya,yang penting nanti siomay enak akan menghiasi hari hari kamu selama sebulan",aku tidak ingin banyak menjelaskan. Ku coba membuka pintu,dan ternyata tidak dikunci.


"Pintunya tidak dikunci?",aku bertanya pada diri sendiri.


"Kamu mau masuk?nanti orang orang akan mengira kalau kita itu maling"

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir ku tarik Tio masuk ke dalam. Sangat kontras antara penampilan luar dan dalam. Jika tadi di luar rumah ini begitu kurang menarik,tapi setelah masuk ke dalam rumah ini begitu luar biasa. Kesan minimalis yang tertata dengan apik,diselingi dengan perabotan perabotan yang terlihat mahal.


__ADS_2