Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Dua pilihan


__ADS_3

Seseorang,tolong selamatkan aku!!!!!aku terus tenggelam dan tak bisa bernapas. Ku gerak gerakkan tangan dan kakiku,mencoba mencapai permukaan tapi aku semakin tenggelam. Kenapa pertolongan belum datang?apa mereka tidak menyadari kalau aku tenggelam. 'Tolong!!!tolong!!!',ku menjerit dalam hati dan tak bisa berbuat apa apa. Aku semakin lemah karena tak bisa bernapas. Akhirnya.....aku menyerah. Tiba tiba,terlihat seseorang menggapaiku dan membawa aku ke atas. Siapa yang sudah menyelamatkanku?


Di daratan setelah beberapa saat.....(Versi penulis)


"Uhuk ..uhuk!!!",Isna terbangunkan oleh rasa sesak di dadanya sehingga memuntahkan air yang tak sengaja dia minum.


Dia melihat wajah wajah khawatir sedang menatapnya.


"Isna,kamu baik baik saja?", Zein segera mendekat setelah tahu Isna siuman.


"Tentu saja dia tidak baik baik saja,kenapa Pak Zein tidak menjaga Isna dengan baik?",Suara seseorang yang tak asing di telinga Isna, terdengar kesal pada Mas Zein. Siapa dia?


"Aku minta maaf Isna,tidak bisa menjagamu dengan baik",Zein segera meminta maaf.


"Kalau saya tidak segera menolongnya,mungkin dia sudah tenggelam ke dasar laut,Kenapa Pak Zein tidak menyadari kalau Isna tenggelam?",lelaki itu terus mengungkapkan kekesalannya.


"Kamu siapa?datang ke sini tanpa permisi dan memarahi kakakku?",Rossana membela kakaknya.


"Aku pacarnya Isna!",dengan percaya diri lelaki itu memperkenalkan diri.


"Pacarnya Isna?memangnya Isna sudah punya pacar?",Miss Vera terlihat kaget.


"Tio,jangan kepedean,aku belum punya pacar!",segera Isna meluruskan perkataan Tio.


"Kamu bukannya mau jadi pacar aku?",Tio seolah sengaja hilang ingatan tentang kejadian itu.


"Tio,terimakasih karena sudah menolong Isna,dan silahkan pergi dari sini karena Isna akan saya jaga dengan baik",Zein mengusir Tio dengan cara halus.


"Saya tidak percaya Pak Zein,jadi saya yang akan merawat Isna!",Tio bersikeras dengan keinginannya.


"Sekali lagi saya persilahkan kamu pergi!",Mas Zein dengan tegas.


"Tidak,saya akan menjaga Isna di sini!",Tio sangat keras kepala kali ini.


Kedua lelaki itu berhadap hadapan,saling memperlihatkan kemauan yang kuat untuk berada di samping Isna dan merawatnya.


"Kalau begitu akan saya panggilkan petugas keamanan supaya mengantarkanmu keluar",Zein segera memanggil petugas keamanan.


"Silahkan saja!", Tio menantang sambil duduk mengangkat kaki.


"Kalian berdua sudah buta ya?buat apa kalian bertengkar demi pembantu ini?",Rossana ikut kesal melihat tingkah kedua orang itu.


Setelah mendengar perkataan Rossana, Miss Vera sengaja menjatuhkan botol minum kosong yang ia pegang.


"Bang!!!"


"Otokotokotokotok!aku sampai kaget,suara apa itu??",Rossana kaget mendengar suara botol itu.

__ADS_1


Miss Vera melotot ketika Rossana melihatnya.


"Hey,kenapa kamu memelototiku?berani beraninya kamu!",Rossana tersulut emosi.


"Oh,mata saya mengantuk jadi saya melotot?",Miss Vera berbohong sambil terus membelalakan matanya,ternyata dia tidak berani pada Rossana,adik majikannya.


"Kamu juga siapa?berani bilang begitu?",Tio bertanya pada Rossana.


"Kamu mau tahu aku adalah wanita tercantik,terkeren juga aku adalah majikan mereka ha....ha....",Rossana memperkenalkan dirinya.


"Kamu istrinya Pak Zein?baguslah!",Tio berspekulasi sendiri.


"Istri????aku.....",belum selesai Rossana bercerita,Mas Zein datang dengan dua orang petugas.


"Pak,ini orangnya tolong antarkan ke luar hotel ini!"Mas Zein sambil menunjuk Tio.


Ketika mereka melihat itu adalahTio,merekapun tidak berani.


"Oh,maaf Tuan Muda,saya kira siapa,kalau begitu,kami pergi dulu",dengan senyum senyum kedua petugas itu segera kabur,takut pada Tio.


"Kalian lihat sendiri,sayalah pemilik hotel ini,jadi maaf saya tidak bisa diusir dari sini,saya akan menyediakan kamar khusus untuk Isna. Pelayan!!!tolong antarkan gadis ini ke kamar 202 dan tolong panggilkan dokter untuknya,segera!!",Tio terlihat puas,karena merasa sudah menang dari Zein. Tio seperti tidak akan melepaskan Isna begitu saja kali ini.


Rossana terlihat mulai tertarik denganTio. Seorang pemuda yang tampan dan kaya ada di depannya.


"Oh,kamu pemilik hotel ini?siapa namamu?",Rossana sambil tersenyum.


Para pelayan segera akan membawa Isna ke kamar yang disebutkan Tio.


"Berhenti! saya juga akan menemani Isna ke kamar itu",Zein selalu setia menemani Isna.


"Pak,istrinya jangan ditinggal,kasihan!",Tio sambil menunjuk Rossana.


"Dia adikku!",Zein dengan tatapan tajam pada Tio.


"Oh,saya kira istrinya",Tio sambil pergi dan segera mengikuti rombongan yang mengantarkan Isna.


Sebelum mengantar Isna,Zein meminta para Miss juga Rossana untuk beristirahat di kamar masing masing.


Rossana pun kembali ke kamarnya. Dia merasa iri dengan Isna karena mendapatkan begitu banyak perhatian dari orang orang. Dia merasa marah karena kakaknya juga ikut memberikan perhatian. Sebenarnya Rossanalah yang telah membocorkan pelampung Isna. Dia ingin Isna menderita tapi malah membuat Isna dibanjiri banyak perhatian. Kali ini dia gagal menyingkirkan Isna,untuk itu dia membuat sebuah rencana baru.


Di kamar Isna....


Dokter selesai memeriksa Isna.


"Bagaimana Dok keadaan Isna?",Tio dan Zein bertanya pada dokter.


"Dia baik baik saja,hanya perlu beristirahat!",Dokter sambil segera pergi.

__ADS_1


Setelah dokter pergi,kedua orang itu masing masing duduk di sisi kanan dan kiri Isna.


"Pak Zein,Isna kita biarkan dulu beristirahat,bagaimana kalau bapak dulu yang pergi duluan?!",Tio mengusir Zein.


"Baiklah,saya juga ingin beristirahat dulu,tolong jaga Isna!Isna saya pergi dulu!"Mas Zein berpamitan untuk pergi ke kamarnya.


Isna hanya mengangguk sambil sedikit tersenyum.


Setelah Zein pergi mereka melanjutkan perbincangan.


"Tio,kata orang orang kamu akan ke Amerika?ku kira kamu sudah ada di sana",dengan keadaan masih lemah,Isna bertanya pada Tio.


"Nanti setelah urusanku di sini selesai,aku akan ke Amerika,kamu setuju kalau aku pergi ke sana?apa kamu akan merindukanku?",Tio bertanya seolah olah ingin mengetahui perasaan Isna.


"Kalau kamu mau, tidak akan ada yang melarangmu,termasuk aku".


"Tapi sebenarnya aku ingin kamu melarangku dan berkata akan merindukanku".


"Sudahlah Tio,kita kan berteman,lebih baik berteman daripada ada hubungan khusus diantara kita".


"Maafkan aku Isna atas kejadian itu!mungkin kamu masih kesal padaku karena kejadian itu".


"Aku sudah memaafkanmu,tapi tidak dengan orang tuamu,mereka telah membuat apa yang ku jaga selama ini hancur",Isna dengan sedikit berkaca kaca.


"Kalau begitu maafkanlah kedua orang tuaku!!",Tio memaksa.


"Tidak,aku butuh waktu untuk melakukan itu,sekarang aku ingin beristirahat dulu,bisakah kamu keluar!",Isna mulai merasa lelah.


"Apakah ada aku dihatimu,Isna?",Tio kembali bertanya.


"Aku yakin kamu sudah tahu jawabannya,sekarang tolong tinggalkan tempat ini dan terimakasih sudah menolongku tadi!".


"Baiklah,aku akan pergi,tapi ada satu hal yang harus kamu tahu,aku akan menunggu perasaanmu berubah dan mengarah kepadaku,aku akan menunggu!!",Tio sambil berlalu.


Isna mulai galau kembali. Setelah dia mengira kalau Tio pergi ke luar negri,dia mulai menyingkirkan perasaannya pada Tio sedikit demi sedikit. Tapi setelah melihat Tio dan mendengar dia berkata seperti itu,membuat Isna berada di dua pilihan yang sulit. Walaupun Isna tidak memaafkan orang tua Tio,tapi Isna sebenarnya memiliki perasaan khusus pada Tio.


Tiba tiba pintu kamar Isna terbuka. Rossana rupanya yang masuk dan tidak mengetuk pintu dahulu.


"Kamu enak sekali,bisa mendapatkan kamar khusus,padahal kamu hanya seorang pembantu",Rossana sambil melihat sekeliling kamar.


"Ada perlu apa nona ke sini?",Isna sengaja memanggilnya Nona karena menganggap dia masih majikannya.


"Kamu begitu beruntung karena banyak yang membantumu dan memberi perhatian padamu,tapi itu hanya sebentar saja".


"Saya hanya seorang pembantu yang tidak berharga,Nona,mereka melakukan itu karena kasihan pada saya",Isna mencoba merendahkan diri.


"Baguslah kalau ternyata kamu menyadari",Rossana sambil tersenyum dan pergi dari kamar Isna.

__ADS_1


Isna tak mengerti,untuk apa Rossana datang ke kamarnya hanya untuk mengatakan itu. Dia tidak menyadari bahwa Rossana memiliki rencana untuknya.


__ADS_2