Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Hujan itu ......


__ADS_3

Biasanya Tio yang selalu menghampiriku. Kini aku yang harus berusaha menghampirinya. Biasanya dia selalu ada di saat ku butuhkan,tapi kini dia menghilang seperti tersesat dan belum menemukan jalan pulang. Ingatannya yang hilang masih belum kembali. Terlihat dari sikap dingin yang dia perlihatkan. Hujan pun turun,mengguyur tubuhku. Air hujan ini turun begitu deras,bersamaan dengan air mata yang menetes dipipiku. Aku terduduk sambil tertunduk,mengingat kejadian yang ku alami.


Beberapa saat sebelumnya....


"Bawa wanita ini keluar!",wanita itu menyuruh seorang pengawalnya yang kemudian membawaku dengan paksa. Piring kecil yang berisikan siomay yang ku bawa untuk Tio terjatuh dan pecah.


"Lepaskan!aku bisa jalan sendiri!",ku lepaskan pegangan pengawal itu dan berjalan sendiri. Mereka membawaku keluar hotel. Di taman di antara bunga bunga yang bermekaran,di sana kami berhenti.


"Tio adalah pacarku",aku dengan penuh keyakinan.


"Ada yang harus kamu tahu,kami sudah bertunangan saat kami masih bayi,jika sekarang kamu mengaku sebagai pacarnya,berarti kamu adalah perebut pacar orang",wanita itu sambil menatapku.


"Tapi dia menyukaiku",aku masih keras kepala.


"Kalau begitu,mari kita buktikan apakah dia akan mengenali dan masih menyukaimu atau tidak",wanita itu terlihat percaya diri.


Tiba tiba Tio terlihat seperti mencari seseorang dan menuju ke tempat kami berada. Wanita itu segera melambaikan tangannya pada Tio dan itu membuatnya datang mendekati tempat ini.


"Kamu ternyata ada di sini,aku mencarimu kemana mana",Tio berbicara pada tunangannya.


"Sayang,wanita ini mengaku mengenalmu,bahkan katanya dia adalah pacarmu,betul tidak?",wanita itu sambil tersenyum.


"Kamu siapa?aku tidak mengenalmu,pacarku sekaligus tunanganku adalah Renata Prayoga,kami akan segera menikah",Tio sambil menatap wanita yang dipanggilnya Renata. Wanita itu merasa senang,mungkin dia seperti berada di awan diperlakukan seperti itu oleh Tio.

__ADS_1


"Rena,sudah jangan pedulikan wanita ini,Tante Ralin sudah menunggu kita,ayo kita masuk",Tio hanya memerdulikan Rena dan tidak denganku. Itu membuat hatiku hancur. Merekapun pergi menuju ruangan tempat diadakannya pernikahan.


Baru beberapa hari saja, Tio benar benar sudah berubah 360 derajat. Kami seperti tidak pernah saling mengenal. Begitu keraskah benturan itu sehingga dia menghilangkan aku dalam pikirannya?haruskah ku benturkan lagi kepalanya agar dia ingat?kejadian seperti itu sering ku lihat di film juga di sinetron. Katanya orang yang hilang ingatan harus dibenturkan lagi agar ingatannya kembali.


"Tio,siomayku sayang!",ku teriakan kata itu sebagai cara untuk membenturkan kembali ingatannya. Dia akhirnya terdiam,langkahnya tertahan oleh kata kataku. Diapun menghampiriku.


"Namamu Isna kan?",tiba tiba Tio bertanya.


"Iya,namaku Isna,kamu sudah ingat?",aku merasa senang bukan kepalang,mungkinkah ide 'membenturkan' itu berhasil?. Tio meraih tanganku,kemudian dia mengambil pulpen dari saku jasnya dan menuliskan sesuatu.


"Ini adalah tanda tanganku,kamu salah satu penggemarku bukan?!jadi jangan bersedih karena aku sudah memberimu tanda tangan ini",Tio tersenyum dan pergi setelah menuliskan tanda tangannya di lengan bajuku. Aku hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus mengeluarkan ekspresi apa,tertawa ataukah menangis.Lucu tapi begitu sakit menghantam hatiku,sampaiku sulit berkata kata. Tio telah pergi dan aku ditinggal sendiri.


Hujan tiba tiba datang. Aku menangis sambil terduduk. Apalagi yang harus ku lakukan agar Tio bisa mengenalku?haruskah ku hilangkan dia dari hatiku seperti hilangnya ingatan Tio tentang aku?tapi menghilangkan perasaan yang kita miliki untuk seseorang bukanlah perkara yang mudah dan tidak seperti membalikan telapak tangan. Butuh waktu yang lama untuk membuangnya bahkan bisa membuat kita sakit lahir dan batin jika tidak bisa mengendalikannya. Apa yang harus ku lakukan?ku tundukan kepalaku sambil merasakan dingin karena air hujan telah membasahi sekujur tubuhku. Yang hangat saat itu hanyalah air mataku yang keluar tanpa terasa. Cukup lama aku terdiam di sana. Seperti sudah putus asa,rasanya malas untuk melangkah dan berjalan.


"Tio,kamu sudah ingat siapa aku?",air mataku bertambah deras,tak sia sia aku mengharapkan keajaiban yang akhirnya terjadi.


"Maaf,aku belum ingat siapa kamu. Tapi aku ingin bertanya tentang arti siomayku sayang. Tapi sebelumnya,ayo kita naik ke mobilku",Tio mengajakku ke mobilnya.


Dengan badan yang basah,aku mulai merasakan kedinginan. Sekujur tubuhku bergetar menahan dingin yang begitu menusuk. Akhirnya Tio memarkirkan mobilnya diparkiran hotelnya di lantai bawah. Dia segera membawaku ke dalam kamar hotel dan meminta pekerjanya membawa baju ganti juga selimut yang tebal. Tak lupa dia meminta untuk dikirimkan makanan ke ruanganku.


Setelah aku berganti pakaian. Aku baringkan tubuhku di kasur dan menyelimuti diriku dengan selimut tebal tadi.Tio pergi setelah mengantarku dan meminta seseorang untuk membantuku mengganti pakaian.


Aku kembali memiliki harapan. Setelah tadi hampir saja padam. Tio mungkin tidak ingat,tapi ingatan itu pasti bisa ada lagi jika terus ku ingatkan. Terbukti dia masih ingat dengan siomayku sayang setelah dia memakan siomay,makanan kesukaannya. Pasti dalam hatinya masih ada keinginan untuk mencari ingatannya yang hilang setelah ku sebutkan kata kata itu.

__ADS_1


Tiba tiba suara ponselku yang ada di dalam tas berbunyi. Tasku basah,untung ponselku hanya basah sedikit karena berada di bagian bawah. Rupanya Erna menelepon,pasti dia khawatir karena tiba tiba aku menghilang. Terlihat sudah ada 20 panggilan tak terjawab. Saat di taman tadi mungkin suara ponselku tidak terdengar karena hujan yang begitu deras. Segera ku angkat ponselku yang terus saja berdering.


"Erna,maaf kakak tadi tidak bilang sebelum pergi. Kakak baik baik saja. Kamu pulang duluan saja,Kakak masih ada perlu",aku berbohong agar Erna tidak khawatir. Ernapun mengiyakan. Setelah itu dia menutup teleponnya.


Kembali suasana hening. Aku sendirian di kamar hotel itu. Tio belum terlihat datang. Dia berkata ingin tahu lebih jauh tentang siomayku sayang. Aku mulai mengantuk,daripada bosen melamun mending aku beristirahat dan tidur siang. Akhirnya akupun tertidur,setelah lama tidak tidur siang karena bekerja membanting tulang untuk kehidupanku.


Tio sudah mengingatku,kami bercanda dan tertawa bersama. Sungguh bahagianya saat itu, tapi hatiku masih terasa berat,padahal kami bersama. Dan ternyata aku bermimpi. Ku buka mataku dan tiba tiba tangan seseorang menyentuh pipiku. Ku


singkirkan tangan itu secara reflek.


"Kamu sudah bangun?",Tio rupanya yang mencoba memegang pipiku.


"Apa yang kamu lakukan?",aku tidak terima dengan perlakuan Tio.


Terasa ada cairan di mulutku. Segera ku singkirkan dari mulutku.


"I...iya,itu yang mau aku bersihkan",Tio sambil tersenyum. Terlihat ada tissu di tangannya.


"Buat apa kamu membersihkannya?",aku sebenarnya malu,makanya aku marah.


"Maaf,hotel ini harus selalu bersih,juga bantal bantal yang ada di sini,jadi untuk menghindari kotor,aku coba membersihkannya",Tio dengan begitu polos.


"Oh,jadi ini karena takut sarung bantalmu kotor dan bau ya,ok,sekarang aku buka dan bawa sarung ini,nanti aku cuci di rumah",aku segera membuka sarung bantal dan pergi ke kamar mandi. Segera ku cuci mukaku. Aduh,aku jadi malu,mau disimpan di mana muka ku.

__ADS_1


__ADS_2