Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Ungkapan hati


__ADS_3

Untuk pertama kalinya,aku merasa tidak bahagia saat bertemu dengan Mas Zein. Setelah mendengar pengakuan dari Sofia,aku merasa harus menjaga jarak dengannya. Hari ini aku mulai kembali bekerja di rumahnya,setelah lama libur karena kejadian penculikan.Mas Zein datang dan terlihat akan menghampiriku,tapi aku menghindar,aku segera pergi ke ruangan lain untuk beres beres. Ku pikir sudah terbebas,ternyata Mas Zein mengikutiku dari belakang. Aku segera pergi ke dapur menuju tempat yang kini ramai,karena para Miss sedang memasak.


"Isna!!",Mas Zein memanggilku.


Tadinya aku ingin berlari dan langsung kabur,tapi setelah mendengar panggilan darinya,aku tidak bisa menolak. Ya Allah,sihir apakah ini?.


"I...iya,Pak,ada apa?",aku berbasa basi.


"jangan kamu menghindar dari Mas,Isna!",Mas Zein seperti sudah tahu kalau aku menghindarinya.


"Tidak kok,Isna cuma mau ke dapur,haus,soalnya dari tadi belum minum",aku mengarang cerita.


"Mas tahu kamu menghindar sejak kamu bertemu Sofia di kantor polisi,sebenarnya ada apa?".


"Tidak ada apa apa,mungkin itu cuma perasaan Mas Zein saja".Aku berbohong.


"Mas tahu kamu berbohong,katakan apa yang kamu bicarakan dengan Sofia?",Mas Zein memaksa.


"Mas Zein,kenapa tidak bilang kalau Sofia adalah tunangan Mas?",Akhirnya ku keluarkan unek unek.


"Oh,rupanya Sofia sudah memberitahumu dan karena itu kamu menghindar?",Mas Zein malah balik bertanya lagi.


"Jawab dulu pertanyaan saya Mas Zein!",aku dengan memaksa juga.


"Kami memang sudah bertunangan dari kecil dan orang tua kami melakukan itu dengan semena mena tanpa tahu perasaan kami yang sebenarnya",Mas Zein menjelaskan.


"Sofia sangat suka pada Mas,tapi dia bilang Mas Zein tidak memerdulikannya,justru ia merasa iri pada saya karena semua perhatian Mas Zein pada saya,itulah yang menyebabkan Sofia melakukan kejahatan",

__ADS_1


sebenarnya aku senang diperhatikan oleh Mas Zein,tapi apalah daya,jika sudah bertunangan walau belum menikah membuat pintu kesempatan untukku semakin menyempit.


"Tapi saya hanya menganggapnya adik,tidak lebih",


"Kenapa Mas tidak memperlakukan dia sama seperti Mas memperlakukan saya,bukannya saya juga seperti adik bagi Mas?",aku meminta penjelasan. Kata kata adik itu cukup membuatku tak bisa melangkah,terlalu banyak jurang pemisah diantara kami dan akulah yang merasa kurang sempurna.


"Tidak bisa Isna,dia tidak sama sepertimu",Mas Zein mulai lebih terbuka. Ingin sekali aku mendengar pengakuan kalau dia memberikan perhatian karena menyukaiku. Tapi tidak mungkin.


"Iya,saya adalah orang yang banyak kekurangan sehingga Mas Zein merasa kasihan?",aku mulai merasa rendah diri.


"Tidak,bukan karena itu,Mas memberikan perhatian lebih karena Mas jatuh cinta pada pandangan pertama padamu Isna",akhirnya Mas Zein mengungkapkan kata kata keramat itu. Tapi di telingaku itu seperti sambaran petir yang mengagetkan dan hal yang tidak mungkin untuk terjadi.


"Apa Mas,coba ulangi?",aku pura pura tidak mendengar saking tidak percaya.


"Aku jatuh cinta padamu Isna!",Mas Zein dengan tersenyum.


-Dalam pikiran Mas Zein......-


"Isna,kamu kenapa?",Aku mulai panik. Dia mengeluarkan darah dari hidungnya. Apa karena dia kelelahan saat kembali bekerja?atau kondisi fisiknya masih belum stabil setelah kejadian penculikan itu?. Orang orang di rumah ikut panik,mereka segera memindahkan tubuh Isna ke kursi.Ku coba menenangkan diri,agar dapat berpikir dengan jernih. Akupun segera membawa Isna ke rumah sakit dengan di temani Wulan,salah satu asisten rumahku. Beruntung setelah diperiksa itu hanya mimisan biasa. Tapi Isna masih belum siuman,dia masih pingsan. Setelah 2 jam berlalu akhirnya Isna terbangun.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar",aku berbicara sendiri.


"Ini di mana?",Isna belum sadar kalau ia berada di rumah sakit.


"Kamu di rumah sakit,tadi kamu mimisan dan pingsan,jadi Mas bawa ke sini,sekarang apa yang kamu rasakan?",aku menjelaskan dengan rasa khawatir.


"Masih agak pusing",Isna sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Ya sudah,hari ini kamu istirahat di sini,biar saya yang menjaga kamu",Wulan menawarkan diri untuk menjaga Isna. Sebenarnya ingin sekali aku sendiri yang menjaganya,tapi aku tidak ingin orang tahu kalau di antara kami ada sesuatu untuk saat ini.


Aku kembali ke rumah. Saat tiba di rumah para Asistenku menjerit ketakutan. Mereka seperti melihat hantu.


"Tolo....ng ada hantu!!!!",salah seorang berteriak. Aku dengan cepat memasuki rumah sambil meminta satpam dan supirku menemaniku.


"Ada apa?",aku langsung bertanya.


"Tadi seperti ada seorang wanita yang berlari ke arah ruangan bawah tanah,dia memakai baju putih,dengan muka berwarna putih seperti memakai bedak,badannya kurus kering",Valencia menjelaskan.


"Mungkinkah itu hantu,Boss?kalau betul,serem banget,iiih,ngeri!!!!",Pak Yanto supirku ikut berkomentar.


"Bagaimana kalau kita ke bawah saja,untuk memastikan semuanya",aku memberikan ide. Memang di rumah ini banyak cerita cerita yang berhubungan dengan hal mistis,tapi semenjak di pakai untuk pengajian 1 bulan sekali. Rumah ini sudah menghilang sisi keangkerannya. Aku jadi penasaran,apa benar di ruang bawah tanah masih tersisa cerita itu?


"Tapi ,Pak,saya tidak berani,takut!!!",satpam rumah itu sambil bergidik.


"Kan kita ke bawahnya sama sama,ayo ikut semua!",aku mengajak yang lain.


Sambil menahan rasa takut,orang orang di rumahku terpaksa ikut ke ruang bawah tanah. Aku sudah lama tidak ke ruangan ini.Ruangan bawah tanah sudah lama tidak di pasangi lampu,jadi gelap. Makanya kami membawa senter dan ada yang memakai HP untuk penerangan. Terlihat banyak sarang laba laba yang terlihat di sudut sudut atap dan tembok.


Sekelebat terlihat seperti ada seseorang yang berlari. Melihat hal itu menjeritlah semua orang,tapi ku minta mereka untuk tenang dan tidak panik. Rupanya terdengar suara mengeong. Kamipun merasa lega. Aku merasa seperti memasuki rumah hantu,berdebar di setiap langkah karena takut ada hantu yang tiba tiba muncul di hadapan kami. Semakin dalam kami memasuki ruangan,tiba tiba kami menemukan sesosok gadis,wajahnya seperti memakai bedak dengan badan kurus kering,persis seperti yang dikatakan Miss Valencia. Para wanita menjerit,ada yang ingin pergi keluar menuju ke ruangan atas,tapi aku cegah. Sebenarnya aku curiga,karena sudah lama banyak laporan dari asisten asistenku yang mengeluhkan tentang kehilangan makanan,alat alat kecantikkan,juga kadang baju dan alat alat makan. Setelah kami perhatikan,terlihat ruangan itu begitu berantakan dengan sisa sisa makanan ,tempat makan juga bau busuk yang tak tertahankan. Kami semua berpegangan tangan sambil komat kamit berdzikir,takut hantu itu memang yang sedang kami lihat.


"Allohu akbar!!!,Pak,kita udah aja yu,saya udah kencing di celana nih!",pak satpam ketakutan.


"Saya juga,Pak!!!",yang lainnya ikut ikutan.


"Sabar,kita lihat dulu siapa orang yang sudah tinggal di tempat ini?",aku sambil mendekati gadis tadi.

__ADS_1


Gadis itu terlihat lemas,dia seperti kejang kejang,nampak seperti zombi. Mungkinkah ada zombi yang tinggal di rumahku?Ku dekati dan semakin ku lihat lebih detil,ternyata dia adalah.......


__ADS_2