
"Tok tok tok!!!!",suara pintu diketuk oleh Sofia.
"Mas,keluar!!!!jangan bersembunyi terus di tempat ini!!!",Sofia berteriak dengan suara yang lantang.
Para wartawan langsung merekam kejadian itu,mereka terlihat kelaparan karena berita yang bagus belum mereka dapatkan dan kejadian ini akan menghilangkan rasa lapar itu. Semua kamera terlihat sudah siap mengabadikan tiap momen yang akan terjadi.
"Maa...s!!!!!keluar!!!",Sofia terlihat marah karena tidak di tanggapi,dia pun menendang pintu kedai.
Aku dan orang orang di dalam terlihat tegang,kami saling memandangi satu sama lain.
"Apa yang harus kita lakukan?",aku bertanya pada yang lain.
"Kita harus menghadapi mereka,agar semua jelas",Tio memberi tanggapan.
"Iya,kita akhiri semua berita bohong tentang kita",Mas Zein sambil memandangku.
Akhirnya kami sepakat untuk membuka pintu. Sofia langsung masuk dengan wajah sedih dan terlihat berkaca kaca.
"Mas,tega sekali kamu berbuat seperti ini pada istrimu. Aku menantimu di rumah,tapi rupanya kamu berada di sini bersama perempuan itu,keterlaluan!",Sofia sambil menangis. Dia sangat berbakat seperti artis papan atas dan berekting playing victim,seolah olah dia adalah korban yang di dholimi dan dianiaya.
Para wartawan makin bersemangat,bahkan ada yang menyiarkan acara spesial secara live. Ini seperti acara reality show tentang kehidupan rumah tangga Mas Zein dan melibatkan diriku.
"Kami sudah siap menyambut para wartawan,silahkan masuk semuanya ke ruangan ini,kami akan mengadakan konfrensi pers saat ini untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi",Mas Zein tidak menanggapi Sofia dan memilih untuk menyambut dan mempersilahkan para wartawan untuk masuk.
"Mas,kenapa masih saja tidak memperdulikanku,aku di sini Mas,tolong lihat aku!",Sofia menangis bombai sambil memegang tangan Mas Zein.
"Sofia,duduklah!saya sudah mempersiapkan kursi untukmu!",Mas Zein sambil melepaskan pegangan Sofia.
__ADS_1
"Tidak!aku tidak mau duduk!aku ingin kamu menghilangkan perasaanmu pada wanita itu,mengapa kamu tidak bisa mencintaiku seperti kamu mencintai Isna!apa yang kurang dariku!",Sofia makin terbawa perasaan.
"Sofia,tolong duduk di kursi ini!",Mas Zein memperlakukan Sofia dengan dingin. Sofia masih tak terima,dia menangis sambil duduk di lantai,seolah ingin dirinya diraih dan dipedulikan oleh suaminya. Dengan cepat Mas Zein memapah Sofia ke kursi yang sudah kami persiapkan.
"Duduklah dan jangan melakukan apapun!",Mas Zein berkata pada istrinya.
Semua telah kami persiapkan. Kursi sudah tertata rapi,apa yang akan kami sampaikan pada wartawan sudah kami rancang dan makanan untuk di santap oleh para wartawan yaitu siomay,sudah tersedia. Semua ini kami rencanakan setelah Mas Zein menyelamatkanku tadi pagi dari terkaman para ibu yang jengkel karena mengira aku adalah pelakor yang harus dibasmi.
2 jam sebelumnya.....
"Ternyata Mas Zein yang telah menyelamatkan saya",aku dengan nada kecewa.
"Apa kamu kecewa karena yang menyelamatkanmu adalah saya?",Mas Zein terlihat sedih.
"Oh,ti....tidak,saya senang karena akhirnya ada orang yang menyelamatkan saya dari ibu ibu yang kejam itu".
Tiba tiba Tio datang sambil berlari ke arahku.
"Aku tidak apa apa,kok kamu bisa tahu tentang ibu ibu itu?",aku penasaran.
"Oh,Pak Zein yang meneleponku,kita harus segera menyelesaikan masalah ini,kalau tidak hidupmu dan Pak Zein tidak akan tenang",Tio menjelaskan.
"Betul,usahaku juga akan bangkrut jika kita tidak segera menyelesaikan ini,sudah seminggu aku tidak bisa berjualan dan hampir dikroyok masal oleh para emak emak",aku dengan nada sedih.
Setelah itu,kami bertiga merencanakan untuk mengadakan konfrensi pers untuk menjelaskan tiap kesalahpahaman yang diakibatkan oleh Sofia. Kami juga akan menghidangkan siomay kepada para wartawan agar bisa merasakan siomay yang dijual di kedai 'Siomayku Sayang' sebagai promosi,untuk menyelesaikan masalah penjualan yang kurang bagus. Jika mereka menyukai siomay yang kuhidangkan,mereka bisa menjadi pelanggan baru,bahkan bisa saja mereka membuat artikel tentang siomayku ini. Aku dibantu oleh para adikku yang ku minta datang untuk membantuku. Kami menata kursi dan mempersiapkan segala hal agar acara bisa berlangsung sesuai dengan rencana yang telah kami buat.
Kembali ke acara.....
__ADS_1
Semua wartawan sudah duduk dan siap dengan alat alat tempur mereka. Kami bertiga,aku Mas Zein dan Tio duduk di depan untuk menjadi pembicara. Tak lupa Sofia kami tempatkan dikursi paling depan sebagai penonton yang akan menyaksikan pertunjukan kami. Iya ini memang seolah olah sebuah pertunjukkan,kisah nyata kehidupan seorang anak manusia.
"Tok tok tok!tes tes!",Mas Zein sambil mengetuk mik.
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh!",Mas Zein mengucap salam.Terdengar riuh suara jawaban setelahnya.
"Saya Zein,suami dari Nyonya Sofia,saya ingin menjelaskan tentang masalah yang terjadi antara kami. Saya tegaskan bahwa tidak ada hubungan yang spesial diantara saya dan Isna",Mas Zein sambil melihatku.
"Hubungan kami hanyalah hubungan antara seorang kepala sekolah yang bangga kepada muridnya di SMA dulu yang kini merintis usaha secara mandiri berjualan siomay. Dia bukanlah pelakor dan bahkan kini dia sudah memiliki seorang tambatan hati,saudara Thomas Tio Wibowo adalah orang yang beruntung mendapatkan hatinya",Mas Zein menunjuk Tio. Terdengar para wartawan mulai bergosip. Mereka tahu bahwa Tio adalah anak dari salah seorang konglomerat dan merupakan pimpinan dari suatu perusahaan terkenal.
"Jadi untuk tiap berita yang menyudutkan saudara Isna,saya berkata bahwa itu semua adalah bohong,jadi saya harap berita tentang saya juga rumah tangga saya untuk tidak diselidiki terus dan dihentikan karena sudah mengganggu kehidupan kami semua dengan semua hal jelek yang ditimbulkan. Bagi orang yang telah melanggar privasi kami dan menyebarkan berita bohong,ke depannya saya tidak akan segan segan untuk melaporkannya ke polisi dan membawanya ke ranah hukum. Untuk itu,tolong untuk tidak menyebarkan cerita hoax ",Mas Zein menjelaskan dengan panjang lebar.
Seorang wartawan mengacungkan tangan ingin bertanya.
"Apa hal tentang Nona Isna yang pernah di penjara adalah cerita bohong?".
Mas Zein seperti takut dan tidak enak padaku untuk berkata yang sebenarnya. Namun segera ku jawab.
"Iya,saya pernah dipenjara,tapi alhamdulillah saya bebas karena dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan,silahkan wartawan bisa mengecek ke pengadilan setempat untuk kebenarannya".
"Dia memang pembunuh!dia telah membunuh adik Mas Zein!kamu jangan menyangkal Isna,dasar pembunuh!",Sofia berdiri sambil menunjuk.
Sofia sudah dibutakan hatinya,sehingga tidak bisa berfikir jernih,apa dia tidak ingat kalau dia juga melakukan percobaan pembunuhan padaku. Tapi sudahlah,jika terus ku ladeni tak akan ada akhirnya,orang pun akan menilai sendiri.
"Sofia duduklah!!",Mas Zein dengan tegas berbicara pada istrinya.
"Dan satu hal lagi yang belum saya beritahukan. Kami sedang dalam proses perceraian,dan itu sudah terjadi jauh jauh hari sebelum saya dan Isna bertemu kembali di kedai ini!alasan perceraian kami karena sudah tidak ada lagi kecocokan diantara kami".
__ADS_1
"Tidak Mas,saya tidak ingin bercerai,jangan talak saya!saya tidak ingin bercerai!",Sofia berteriak seperti orang yang kerasukan setan,dia menjatuhkan semua yang ada di meja dan mulai tertawa sendiri. Para wartawan terdengar mengetik keyboard mereka dan memberitakan tentang hal ini dalam tulisannya. Akhirnya Mas Zein membawa Sofia pergi dari ruangan itu karena kondisi Sofia yang sudah terlihat stres berat. Saya dan Tio melanjutkan agenda acara kami,yaitu makan makan. Aku meminta tolong pada Erna dan Ridho untuk memberikan siomay pada wartawan.
"Ini sebagai sambutan kami untuk para wartawan yang sudah singgah di kedai saya,'Siomayku Sayang'.Kami meramu siomay ini dengan bahan yang berkualitas dan dengan rasa yang insyaalloh tidak akan mengecewakan. Semoga para wartawan di sini bisa kembali lagi karena ketagihan siomay ini dan menjadi pelanggan tetap kami bahkan mungkin ada yang ikhlas menuliskan tentang kelebihan siomay ini dalam artikelnya. Terimakasih!", ku akhiri acara tersebut dengan mengucap salam.