Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Hantu bawah tanah


__ADS_3

Gadis itu terlihat kejang kejang lagi. Dia seperti akan berubah menjadi mayat hidup dalam film film di TV. Zein dengan berani mendekat sambil mengarahkan senter ke wajah gadis itu.


"Jarum,mana jarum,suntik aku,tolong!aku sudah tidak tahan",gadis itu sambil memohon.


Zein melihat ke sekitar gadis itu,banyak sekali bekas bekas jarum suntik,entah apa itu,tapi sepertinya gadis ini bukan hantu,melainkan orang yang sedang sakau. Dia mungkin pengguna narkoba.


Zein masih penasaran dengan wajah gadis itu,dengan teliti ia pandangi wajahnya. Setelah dilihat,ternyata gadis itu adalah Rossana. "Rossana?",Zein langsung mengenali adiknya.


"Dingin...dingin....tolong suntik aku....,ini sangat sakit rasanya",gadis itu dengan bahasa tubuh kedinginan.


"Siapa Rossana,Pak?",Pak satpam dengan polos bertanya.


"Oh,ternyata bukan zombi ya!",


"Di sini banyak bekas camilanku!!!!",


"Oh,itu sebabnya banyak barang barang kita yang hilang,rupanya orang ini yang mencurinya",para Miss berceloteh.


Zein tidak menjawab dan tidak perduli dengan obrolan asisten asistennya. Dia terlalu kaget melihat kondisi Rossana yang sangat mengenaskan. Zein sudah menyangka jika pergaulan Rossa-begitu dia memanggilnya-,sudah tidak sehat akibat perbuatan Rudi. Terlihat Rossa yang lemas. Segera Zein mengangkat adiknya keluar dari ruangan bawah tanah. Zein membaringkan Rossa di kasur ruang tamu. Benar,kondisi Rossa sudah seperti mayat hidup,yang tak punya tujuan hidup,dia merintih kesakitan,dengan tangan dipenuhi bekas suntikan,juga badan yang kurus kering tinggal tulang. Tak terasa Zein mengeluarkan air mata menyaksikan hal itu. Zein bergegas mengambil kunci dan menghidupkan mobil.


Namun ketika akan di bawa ke mobil,Rossa mengamuk. Dia menolak untuk dipegang oleh orang lain dan berbicara sendiri seperti orang gila. Terpaksa Zein mengerahkan satpam dan supirnya untuk membantunya dan membawanya ke rumah sakit.


Beberapa hari kemudian.....(sudut pandang Isna)


Suara HP bergetar terdengar jelas di telingaku. Aku sedang mengobrol di WA dengan Tio,kami janjian untuk bertemu di sebuah taman. Sebenarnya aku sedang galau dan butuh masukan dari seseorang. Untuk itu aku meminta Tio menemaniku sambil menikmati suasana taman. Lagi pula aku merasa bosan setelah di rawat,harus terus berada di ruangan dengan bau obat yang harus aku minum setiap saat.


-Ok,aku berangkat ya-


-Aku juga OTW-


Kami saling membalas WA. Taman yang ingin kami kunjungi lumayan dekat,aku hanya perlu satu kali naik angkot. Ketika sampai di sana,suasana asri begitu terasa. Ada banyak bunga juga pohon yang menghiasi taman itu. Terlihat banyak orang di sana. Ada yang sedang bersepeda,lari pagi sampai anak anak yang bermain di arena permainan anak.


Suara HP berdering,ku lihat ternyata Tio yang menelepon.


"Aku sudah sampai"

__ADS_1


"Aku juga sudah sampai dari tadi,aku sedang duduk di kursi taman,kamu masuk saja!".


"ok!".


Ku tutup HPku dan menunggu Tio sambil celingukan ke sana ke sini,mencari sosok anak tampan itu. Kamipun bertemu. Tio membawa minuman dan pizza,sedangkan aku membawa brownies kesukaanku dan siomay buatanku untuk Tio.


"Kita seperti mau piknik ya!",kami berdua sambil tertawa. Kami menikmati makanan dan minuman yang kami bawa,sambil menikmati suasana taman yang indah.


"Tio,kamu punya pacar?",aku bertanya dengan polos. Tio terlihat salah tingkah.


"Maaf ya,kalau aku begitu to the point,aku ingin tahu sejauh mana kamu punya pengalaman tentang hati dan menyukai seseorang?,aku menjelaskan.


"Aku masih jomblo,he ....he....",Tio dengan terus terang.


"Wah,aku salah orang dong!",


"Lho,bukannya bagus kalau aku belum punya pacar,jadi kamu bisa jadi pacar aku!",Tio sambil menggoda.


"Kamu bisa aja ,ha...ha....,aku sambil tertawa".


"Boleh aku bertanya?",


"Bayarlah,satu pertanyaan 100 ribu!",Tio masih saja bercanda,mungkin moodnya sedang bagus.


"Aduh,mahal banget,tidak jadi deh",aku pura pura.


"Eh,gratis,aku cuma bercanda",Tio mulai serius.


"Temannya temanku ingin pendapat dariku,tapi aku kurang ahli dalam masalah percintaan,makanya aku bertanya sama kamu. Begini,ada seseorang yang suka dengan temanku,kita panggil saja A suka B,begitu pula B juga suka dengan A,tapi sahabat B,kita sebut saja C, adalah tunangan A dan sama seperti B,diapun menyukai A sampai sampai dia berani melukai B, karena tidak suka A dekat dengan B,di sisi lain A mengungkapkan cintanya pada B,apa yang harus dilakukan B?sedangkan B merasa dilema memilih antara sahabat dan orang yang dia sukai,menurutmu bagaimana?",aku menjelaskan dengan panjang lebar. Aku tidak ingin Tio tahu kalau itu adalah ceritaku,karena ini berhubungan dengan Mas Zein.


"Tunggu dulu,aku berpikir dulu,soalnya ini seperti pertanyaan matematika,ada A,B dan C,rumus segitiga sepertinya yang dipakai",Tio sambil terlihat berpikir.


"Ha...ha....kamu hari ini lucu sekali sih!",Aku tertawa bebas.


"Kalau menurutku.....dengarkan kata hati B,kalau B suka dengan A,tidak usah memikirkan C,apalagi C sudah berani menyakiti B,berarti C bukan sahabat yang baik,itu menurutku".Tio sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

__ADS_1


"Eits,jangan terlalu dekat",seketika aku kaget dan menghindar.


"Sebenarnya,siapa sih temannya temanmu itu?apa jangan jangan itu .....kamu?",Tio mulai penasaran.


"Ya....itu temannya temanku",mataku menghindar.


"Siapa namanya?",Tio benar benar tak bisa dibohongi.


"Ah,sudah,buat apa memikirkan orang lain mending kita makan siomay ini yu,ini sengaja ku buat untukmu,ini hari pertama aku membuat siomay sesuai perjanjian kita,pasti enak!!",segera ku alihkan pada siomay. Tanpa perlu ada jeda,mata Tio langsung berubah menjadi siomay,


'berhasil!!!!!dasar anak siomay!',hatiku bergumam.


"Awas ya kalau sampai tidak enak!",Tio mengingatkan.


"Pasti enak dong!",aku tahu rasa tak pernah bohong,seperti kecap bengong yang di TV itu. Tio tipe orang yang tidak bisa berbohong kalau masalah siomay,itu sudah ku buktikan. Benar benar hatinya tulus diberikan pada siomay,wk wk. Untung bukan pada tukang siomaynya.


Tio mulai memakan siomay yang ku buat dan betul walaupun ia seperti ingin berbohong tapi dia tidak bisa kalau sudah berhubungan dengan siomay.


"enak kan?!",aku bertanya pada Tio.


"Siomay ini......sio....may...ini....ttttttiii........enak",Tio memang tak bisa berbohong. "Yess!!berarti sisa 29 hari ya,hari pertama lulus!!!!",aku begitu kegirangan.


"Ih,mulutku kenapa tidak bisa kompromi sih!",dia terlihat kesal karena sudah mengatakan yang sebenarnya.


"Eh,tentang usaha itu,kira kira bagaimana menurutmu?",aku mulai mendiskusikan tentang usaha yang ingin kami rintis.


"Kalau menurutku,sepertinya prospek ke depannya akan bagus,asal resep yang diberikan Aki tidak dirubah,maka rasa akan menjadi unggulan dari toko kita".


"Kita buka stand atau gerobak saja dulu,kalau sudah bagus penjualan baru kita menyewa tempat,kapan yah kita bisa jualan?".


"Kalau menurutku lebih cepat lebih baik,modal sudah ada,kalau masalah gerobak nanti aku yang urus,kalau seminggu lagi bagaimana?kita jualan dari sore sampai malam saja,pagi kan sekolah,apalagi sebentar lagi ujian,pasti ada pengayaan,kita coba coba saja dulu,itung itung tes pasar".


"Ok,aku setuju!".


Hari menjelang sore,itu hari libur jadi aku tidak bekerja. Aku senang sekali,Tio membuat aku bersemangat untuk mendekat ke pangkuan Mas Zein,tapi harus tetap ku curhatkan pada yang tahu segalanya,aku harus shalat istiharoh,agar diberi petunjuk yang terbaik,jalan mana yang baik untukku dan Mas Zein.

__ADS_1


__ADS_2