
Acara perlombaan kali ini berlangsung dengan meriah. Juara 1-3 sudah didapatkan. Mereka berhak untuk mendapatkan hadiah yang sangat diinginkan oleh semua peserta.
"Kita panggilkan juara 1 sampai 3 untuk maju ke depan karena akan diberikan hadiah secara simbolis",keringat terlihat mengucur di dahi Randi. Para pemenangpun maju ke depan dengan kondisi kekenyangan,ada yang sampai harus dipapah oleh keluarganya.
Pemberian hadiah secara simbolis diberikan oleh juri termasuk aku sebagai pemilik kedai.
"Beri tepuk tangan untuk semua pemenang juga peserta yang sudah berpartisipasi dalam acara ini",tepuk tangan Rendi diikuti oleh tepuk tangan orang orang yang hadir di acara itu.
Para pemenang begitu bahagia mendapatkan hadiah. Mereka langsung mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama keluarga mereka. Acara diakhiri dengan berfoto bersama seluruh peserta yang ikut dalam acara perlombaan memakan siomay.
"Terimakasih sekali lagi untuk kita semua. Siomayku sayang adalah tempat yang tepat untuk kamu memakan makanan yang enak,siomay dengan variannya juga batagor pasti akan menggugah seleramu dan membuat kamu ingin kembali kesini. Jangan khawatir Siomay dan batagor di tempat kami dibuat dengan bahan bahan berkualitas serta higienis. Dengan ditemani siomay juga batagor yang enak ditempat yang nyaman,kenapa nyaman?karena kedai kami bersih dan selalu diperhatikan kebersihannya. Jangan lupa untuk kembali kesini ya!",kata kata Rendi menjadi penutup acara kami. Dia menyisipkan iklan di kalimat terakhir. Sangat bagus dan aku suka.
Tanpa diduga acara ini diliput oleh berbagai media. Semoga saja bisa membuat kedai Siomayku sayang bisa dipenuhi pembeli lagi.
Setelah acara selesai,semua orang bubar dan pulang ke rumah masing masing,tersisa sampah sampah juga keadaan kedai yang tidak karuan,tapi kami yang masih merasakan euporia kebahagiaan karena telah sukses mengadakan acara,tak memikirkan hal itu. Aku,Erna,Ridho dan Edo langsung memberesakan sampah,tak ketinggalan Tio dan Mas Zein ikut merapikan dan membersihkan kedai. Setelah semua selesai dan rapi,kami langsung beristirahat sambil berbincang tentang acara yang telah berlangsung.
"Alhamdulillah semuanya lancar,setelah ini kita lihat perkembangan ke depannya,apakah mereka akan kembali kesini atau tidak",ujarku pada yang lain.
"Terimakasih untuk Rendi yang sudah menanggung hadiah serta berperan besar untuk mengatur acara ini, dan oleh karena itu kamu berhak untuk saya angkat menjadi karyawan saya,selamat!",tepuk tangan meriah seketika menggema diantara kami.
"Juga untuk kalian semua,terimakasih sudah mau hadir dan membantu terlaksananya acara ini,tanpa kehadiran kalian saya tidak tahu apa yang akan terjadi,jadi terimakasih banyak sekali lagi,terimakasih!",seraya ku anggukan kepalaku.
"Sama sama,Bibi juga merasa senang acara ini telah terlaksana dengan baik,semoga ke depannya kedai siomayku sayang menjadi lebih baik lagi",ucap Bibi penuh do'a dan kami semua mengaminkan.
Tiba tiba seorang kakek dengan penampilan sederhana dengan wajah yang sudah penuh keriput terlihat mendekati kedai. Dia kemudian masuk dan bertanya,"apakah masih ada siomaynya?",dengan tersenyum orang itu bertanya. Lelaki berumur sekitar 60 tahunan lebih itu berdiri mematung. Segera ku persilahkan masuk dan duduk di kursi.
"Boleh masuk,Kek. Silahkan duduk!".
"Mau pesan berapa porsi,Kek?mau dimakan di tempat atau dibungkus?",tanyaku.
"satu porsi saja,makan disini",jawab kakek itu.
Lekas ku tanyakan pada Erna tentang ketersediaan siomay.
"Apa masih ada siomay di panci?",tanyaku dengan berbisik.
"Ada satu porsi lagi",jawab Erna.
__ADS_1
"Ya sudah ini kita berikan saja pada kakek ini sebagai sedekah!",sambil ku dekatkan mulutku ke telinga Erna dengan suara yang sangat pelan.
"Ok!",Erna segera menyiapkan piring dan memasukan siomay serta memberinya bumbu kacang. Setelah siap,ku hidangkan dan ku simpan di meja tempat duduk kakek itu.
"Silahkan dimakan,Kek!",seraya ku anggukan kepalaku mempersilahkan.
"Iya,terimakasih!",kakek itu menjawab dengan senyuman.
Setelah selesai dengan kakek tadi,ku lanjutkan berbincang bersama yang lain. Erna telah menyiapkan pula siomay yang sengaja ku sisakan untuk kami. Aku tidak mau orang orang memakan siomay,sedangkan keluargaku tidak,jadi sengaja ku sisihkan sebagian untuk kami nikmati.
"Sekarang sebagai rasa terimakasih saya untuk kalian semua,saya telah mempersiapkan siomay spesial untuk kita,mari kita makan siomay ini!", ku ambil satu piring siomay yang sudah terhidang lengkap dengan bumbu kacangnya.
Yang lain mengikuti. Kami menikmati siomay yang ku buat dengan tanganku sendiri. Jarang sekali kami bisa berkumpul seperti ini dan aku sangat senang sekali melihat suasana ini.
Kakek yang tadi telah selesai memakan siomay. Ku lihat dia sedang datang ke arahku. Dengan menyodorkan uang kakek itupun berterimakasih,tapi ku tolak karena aku memang ingin memberikan siomay itu dengan percuma.
"Tidak usah,Kek,itu memang sengaja saya berikan untuk kakek".
"Kalau begitu saya ucapkan terimakasih!",ucap kakek itu.
"Sama sama,Kek. Kalau mau siomay boleh datang lagi kesini ya!".
Kami pulang dengan rasa bahagia. Aku senang hari ini segalanya berjalan lancar. Semoga hari esok akan lebih baik lagi. Do'aku hari ini.
\* \* \*
Pagi datang.
Perjalananku ke kedai terasa lebih menyenangkan dan membuatku bersemangat. Erna dan yang lain kembali pada aktivitas utama mereka,jadi hari ini hanya akan ada aku,Tio dan Rendi. Tio dan Rendi kini berstatus sebagai karyawanku. Tio yang tiba tiba bangkrut meminta pekerjaan padaku sebelum dia mendapatkan pekerjaan yang layak. Pernikahan kamipun entah akan diundur atau tidak.
Saat tiba di kedai,hanya aku sendiri yang baru datang. Dari luar datang kakek yang kemarin ku beri seporsi siomay. Dia masuk dan mengucap salam,"Assalamu'alaikum!",dengan senyuman dia masuk ke kedaiku.
"Wa'alaikum salam!",jawabku.
"Bisa kita duduk sebentar disini,Nak!",kakek itu seraya duduk di kursi.
"Iya,Kek. Ada apa?mau pesan siomay?",tanyaku dengan penasaran.
__ADS_1
"Iya",jawab kakek itu.
"Tapi Kek,saya belum mempersiapkan siomaynya,bisa kakek menunggu sebentar,saya akan menghangatkan siomay dulu",aku segera berdiri.
"Tapi ini bukan untuk hari ini,saya memesan siomay untuk besok",sanggah kakek.
Mendengar itu,skupun kembali duduk.
"Berapa porsi,Kek?untuk jam berapa dan dikirim ke mana?",tanyaku bertubi tubi.
"Saya ingin memesan 500 porsi siomay untuk acara dirumah saya. Tolong kirim pada jam 2 siang. Ini alamatnya",kakek itu dengan menyodorkan uang dan kertas bertuliskan alamat yang dituju.
Aku terdiam untuk beberapa saat,merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Nak,ini uangnya dan alamat rumah saya!",kakek itu berkata lagi.
"Oh,i..iya Kek!",aku tersadar.
"Jangan lupa besok jam 2 ya!",kakek itu dengan tersenyum sambil melangkah keluar.
"I..iya,Kek. Terimakasih banyak untuk pesanannya dan pembayarannya,insyaallah akan saya kirim tepat waktu",sembari ku antarkan kakek itu keluar.
Diapun pergi menggunakan mobil hitam. Tak ku sangka penampilan yang sederhana ternyata bisa menipu. ku kira dia seorang kakek miskin yang tak punya apa apa,rupanya itu semua salah. Mobil hitam itupun segera pergi dan berlalu.
Aku kembali masuk ke kedai dan duduk di kursi seraya melihat alamat yang tertulis di kertas. Alamat ini terdapat di perumahan elit kalau tidak salah. Setelah melihat alamat juga uang yang tergeletak di meja aku mengucapkan alhamdulillah,terimakasih Ya Allah atas rezeki yang telah diberikan.
Tio dan Rendi datang. Mereka masuk ke kedai dan aneh ketika melihat uang yang tergeletak di meja.
"Pagi pagi sudah ada uang,darimana kamu dapat uang sebanyak ini?",Tio melihat uang itu dari dekat.
"Ini uang atau mainan?",Rendi ikut berkomentar.
"Ini uang hasil aku menjaga lilin semalam,kalian mau?kita bagi bertiga?",aku dengan santai.
"Wah,Mba yang serius dong?kalau hasil begituan saya tidak mau?",Rendi sambil menggeleng.
"Ah,kamu jangan bercanda!",Tio penasaran.
__ADS_1
"Kalau kalian tidak mau,ya sudah ini semua buat aku saja",aku sambil nyengir.
Dalam hati aku tertawa. Mereka begitu serius menanggapi apa yang ku bicarakan.