Siomayku Sayang

Siomayku Sayang
Ulang tahun Tio (versi penulis)


__ADS_3

Sebuah pesta yang sangat meriah sedang dipersiapkan. Semua untuk anak tunggal pemilik perusahaan terkenal di negeri ini,Thomas Tio Wibowo. Untuk pertama kali Tio menginginkan sebuah pesta untuk ulang tahunnya,biasanya dia tak pernah mau berhubungan dengan hal seperti ini,bahkan terkesan tidak suka. Namun karena ini semua demi Isna,maka dia jalani persiapan menuju pestanya dengan penuh suka cita. Semua undangan sudah disebar,dari mulai kolega dari ibu dan ayahnya juga saudara saudaranya mendapatkan undangan itu. Tak ketinggalan juga teman temannya di sekolah. Setelah mendapatkan undangan tersebut,banyak dari para murid membicarakan Tio,seketika Tio menjadi selebritis dadakan yang terkenal di sekolahnya. Berbondong bondong para murid perempuan kini mengelu-elukan Tio,yang ternyata adalah pewaris harta kekayaan yang melimpah.


"Alex,hari ini aku sudah izin untuk tidak bersekolah,kata dokter aku harus istirahat penuh jika aku ingin ikut pesta. Aku titipkan undangan untuk teman teman dan Isna,sebenarnya aku sudah mengirim pesan lewat WA dan mencoba menelepon Isna,tapi HPnya tidak aktif,makanya jangan sampai surat undangan ini tidak sampai pada Isna,harus sampai ke tangannya,ok!",Tio berpesan pada Alex. Sebagai tokoh utama perempuan dalam pestanya,Tio harus memastikan kehadiran Isna.


"Ok,Bos!!!",Alex sambil mengacungkan jempol.


Ketika di sekolah,Alex mencari Isna dan ternyata ia izin,terpaksa ketika pulang Alex pergi ke rumah bibinya. Isna juga tidak ada di sana ,Bibinya berkata kalau Isna pergi ke pesantren adiknya. Alex terus menelusuri keberadaan Isna karena sudah diamanatkan untuk menyampaikannya. Tapi setelah Alex ke pesantren itu,Isna juga tidak ada. Untuk itu Alex menitipkan surat itu pada Bibinya dan mewanti wanti Bibinya untuk menyampaikannya pada Isna.


Hari ini Isna tidak bersekolah karena harus pergi ke pesantren tempat ketiga adiknya menuntut ilmu,Bibi Isna tidak bisa mewakili Isna karena sedang ada keperluan yang lain. Pada sore hari Isna langsung berjualan siomay. Dan tidak pergi ke rumah Bibinya. HPnya juga lupa dia bawa dan tertinggal di rumah Zein dan belum diisi daya sehingga tidak aktif. Undangan itupun masih di rumah Bibinya dan belum sampai ke tangan Isna.


Di sebuah rumah mewah.....


"Pak,ini hasil penyelidikan yang diminta minggu kemarin",seorang lelaki berjas rapi menyodorkan sebuah berkas.


"Gadis ini bernama Isna,dia bersekolah di....oh,ini nama sekolah anak saya,apa dia berteman dengan anak saya?",Seorang lelaki pemilik rumah mewah itu bertanya.


"Iya,Tuan,dan kami mendapatkan informasi kalau ....",lelaki itu seperti takut melanjutkan ceritanya.


"Kalau apa?katakan saja!".


"Kalau Tuan muda menyukai gadis itu",dengan rasa takut lelaki berjas menjawab.


"Gadis ini orang kaya?",Tuan itu bertanya lagi.


"Bukan,dahulunya dia seorang pemulung,tapi kini dia menjadi tukang siomay",Lelaki berjas menjelaskan.


"Ha...ha.....pemulung yang berganti profesi menjadi tukang siomay?menarik juga",Tuan itu tertawa merasa lucu.


"Apakah gadis ini juga menyukai anakku?",Tuan penasaran.


"Sepertinya gadis ini tidak begitu menyukai Tuan muda,informasi itu saya dapatkan dari Alex".

__ADS_1


"Tukang siomay yang sombong,masa anakku yang tampan masih terlihat kurang",Tuan itu terlihat kesal.


"Dan menurut penyelidikan kami,dia adalah cucu dari Direktur Somad dan kemungkinan dialah yang mengambil resep siomay pada hari itu".


"Wow,mengesankan,rupanya kakek tua itu masih memiliki cucu,berarti dia anak sahabatku,aku tidak bisa membiarkan gadis ini lolos begitu saja. Aku punya ide yang cemerlang untuknya agar dia mau memberikan resep rahasia siomay milik kakek tua itu ha....ha....",Tuan itu tertawa sambil mengangguk.


Di tempat "tukang siomay"....


"Mba,siomaynya satu porsi!",seorang gadis memesan siomay.


"Ok,pakai sayuran?",Isna bertanya lebih detail.


"Iya,pakai sambal juga ya!".


"Ok!!".


"Mba,lelaki ganteng yang biasa jualan sama Mba kok tidak ada?",gadis itu bertanya tentang Tio.


"Oh,tolong sampaikan salam dari Nisa,itu nama saya",gadis itu sambil senyum malu malu.


"Oh,i....i...ya,nanti saya sampaikan",Isna sembari memberikan plastik berisi siomay pesanan gadis itu.


"Terimakasih ya,Mba!",gadis itu sambil memberikan uang 10 ribu.


"Iya,sama sama",Isna dengan tersenyum.


Isna terlambat melihat ketampanan Tio karena hatinya terhalang oleh Zein. Tapi kini sedikit demi sedikit,ketampanan Tio mulai terlihat olehnya dan itu kadang membuat hatinya berdebar seperti yang dia rasakan pada Zein. Tapi Isna tak ingin tamak,dia harus memilih satu diantara kedua orang itu. Atau bisa saja bukan kedua duanya jika Allah menakdirkan jodoh yang lain.


Ketika menunggu pelanggan,tiba tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Dengan cepat dua orang laki laki menempelkan kain ke wajah Isna dan membuat Isna tak sadarkan diri. Isna dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa oleh mobil tersebut ke suatu tempat.


Di acara pesta.....

__ADS_1


Berkali kali Tio melihat jam tangannya yang mewah. Ponsel yang dibawanyapun tak luput dari pemeriksaannya. Rupanya Isna tidak mengirim pesan dan masih belum bisa dihubungi. Tio gundah gulana,karena tamu utama yang harus hadir adalah Isna. Dia bulak balik pergi memeriksa ke tiap ruangan gedung dan mengerahkan orang orangnya untuk menemukan Isna. Tapi Isna tak kunjung datang.


"Alex,sudah kamu berikan undangan itu langsung pada Isna?",Tio bertanya.


"Sebenarnya Isna sudah saya cari kemana mana dan tidak ketemu,makanya saya titipkan di Bibinya dan sudah saya wanti wanti untuk disampaikan",Alex menjelaskan.


"Ya...h kamu bukannya langsung diberikan pada Isna,jangan dititipkan pada orang lain!",Tio terlihat sedikit kesal.


"Maaf Tuan,nanti saya cek lagi ke Bibinya Isna",Alex sambil segera pergi.


Tio makin tidak karuan,terlihat dia begitu gelisah. Acara akan segera dimulai 5 menit lagi,tapi Isna belum diketahui keberadaannya. Akhirnya acarapun dimulai tanpa keberadaan Isna.


Di tempat lain,di sebuah gudang....


"Saya di mana?",Isna bertanya setelah dia sadar. Terlihat ada seorang lelaki paruh baya,seumuran ayahnya berdiri di hadapannya.


"Tenang kamu tidak akan saya celakai,selama kamu bisa menuruti apa yang saya inginkan",Lelaki itu mulai menceritakan tujuannya.


"Apa yang anda inginkan?tolong jangan bunuh saya!saya hanya orang miskin yang tidak punya apa apa",Isna memohon.


"Memang kamu orang miskin yang tidak memiliki apa apa,tapi ada sesuatu yang kamu miliki yang sangat saya inginkan!", lelaki itu menunjuk Isna. Sambil menyilangkan tangannya didadanya,Isna ketakutan orang itu berbuat tidak senonoh.


"Bukan,bukan itu yang saya inginkan,istri saya masih cantik dan saya bisa membeli 1000 gadis sepertimu. Saya menginginkan resep siomay dari Pak Somad yang kamu ambil",Orang itu mengatakan keinginannya.


"Oh,rupanya yang waktu itu ke rumah Aki adalah anda?",Isna kembali bertanya.


"Bukan,itu orang suruhan saya,buat apa saya cape cape datang ke rumah pak tua itu, saya menyuruh mereka mengambil resep siomay itu,tapi rupanya kamu yang telah mendahului kami,jadi berikan resep siomay itu sekarang!",Orang itu seperti pelawak yang kejam,dia santai tapi diam diam menghanyutkan orang di sungai.


"Maaf,itu resep siomay kepunyaan kakek saya,dan tidak bisa diberikan pada sembarangan orang",Isna menolak.


"Ok,kalau begitu,aku akan menyiksamu dengan siksaan yang kejam,tapi bukan dengan kesengsaraan melainkan dengan kemewahan",Orang itu berkata dengan kata kata yang tidak dimengerti oleh Isna. Menyiksa orang dengan kemewahan???Isna menganggap orang itu salah bicara. Dalam pikiran Isna,seharusnya orang itu berkata bahwa dia akan menyiksanya dengan kesengsaraan bukan dengan kemewahan. Isna berpikir,sungguh apes dia terjebak dengan orang seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2