Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
100


__ADS_3

Fang Xionan merasa tidak bisa beristirahat di kamarnya karena suara pertengkaran kakaknya masih terdengar begitu jelas. Meskipun mereka telah berpisah, tempat tinggal mereka masih sangat dekat, bahkan dapur baru yang dibangun oleh Yang Guiha bersebelahan dengan dapur mereka. Suara pertengkaran itu tidak bisa dihindari.


Bahkan kakak iparnya tidak bersembunyi dalam ekspresi ketidakpuasannya terhadap suaminya. Dengan gemuruh, ia berteriak, "Aku menikah dengan pria bodoh, pria yang tidak memiliki akal pikiran dan hati nurani. Bagaimana kau bisa membiarkan kami hidup seperti ini? Putra kami butuh susu dan pakaian. Tapi apa yang bisa kau lakukan?"


Ia merasa frustasi, "Aku hanya ingin kau meminta adik laki-lakimu untuk mencari pekerjaan di kota. Kalau tidak, minta dia mengirimkan susu atau makanan untuk mengisi tubuh putra kami yang sekarang kurus. Mereka memasak daging setiap hari, dan kita makan apa? Nenek seperti apa yang tidak memberikan cucunya semangkuk sup?" tambahnya dengan nada arogan.


Tidak jelas apa yang dijawab oleh kakak laki-lakinya, tetapi Fang Xionan memutuskan untuk tidak ikut campur sama sekali. Baginya, seorang pria yang tidak bisa mengendalikan istri sendiri adalah hal yang memalukan.


Tidak lama kemudian, Yang Guiha pulang, tetapi pertengkaran tetap berlanjut di sebelah. Namun, Yang Guiha tidak peduli dengan masalah menantu perempuannya. Mereka sudah berpisah, dan satu-satunya anak laki-laki mereka yang tidak bisa mengajar istri sendiri adalah sumber masalah ini.


Yang Guiha bersyukur dia tidak mengikuti putra pertamanya. Kalau tidak, dia mungkin akan merasa tertekan dan stres terus-menerus.


Namun, tiba-tiba, Yang Guiha memanggil dengan suara lantang, "Fang Jisu? Ayo makan siang, ibu lapar. Oh, buatkan ibu susu dulu, ibu haus."


Tentu saja berbicara keras dengan jarak seperti itu, hal ini ditujukan untuk memprovokasi orang sebelah.


Fang Xionan tersenyum geli, berpikir tentang bagaimana dulu ,susu itu hanya diberikan kepada cucu laki-laki. Meskipun demikian , tentunya menantu perempuan yang tidak tahu diri juga diam-diam meminumnya karena dia memiliki akses ke gudang makanan.


Namun, Fang Jisu, yang jelas anak perempuan satu-satunya,tidak pernah meminumnya .Hanya setelah perpisahan terjadi, dia merasa kan masih nya susu.Dan itu adalah hal yang melegakan bagi mereka.


"Fang Jisu, apa kau mendengarnya? Mereka minum susu, makan daging, makan ikan. Tapi di rumah ini, yang kita miliki hanyalah sayuran liar dan ubi jalar. Hanya itu yang bisa kau berikan padaku dan anakmu? Suami yang tidak berguna!" teriak tetangga sebelah, dengan sindiran yang jelas ditujukan kepada Yang Guiha.


Pertengkaran ini adalah seperti pukul anak sindir menantu, tetapi dalam drama ini, peran berbalik, dan justru pukul suami sindir mertua. Meskipun begitu, Yang Guiha tidak membiarkan kata-kata itu mempengaruhi dirinya. Ia fokus pada semangkuk sup daging dan dua roti kukus yang Fang Xionan dan Fang Jisu bawa.


Ini memang sudah waktunya makan siang.


Fang Jisu yang tidak bisa menahan diri bertanya, "Ibu, kakak tertua, dia... Hem, tidak kah ibu kasihan?"


Yang Guiha menjawab tanpa ragu, dengan satu gigitan yang harum dari sup daging."Kakakmu tidak akan pernah belajar. Sudah kukatakan, kirim dia ke rumahnya lagi. Jika perlu, carilah istri yang baru yang memiliki akhlak lebih baik. Tapi dia bersikeras untuk mempertahankan istri yang tidak tahu diri itu, jadi dia harus menghadapi resikonya."


Yang Guiha duduk di meja makan, menikmati sepotong roti panas dan sop daging yang harum, sementara matanya memandang putranya, Fang Xionan. putra kedua yang sudah pergi sekitar satu minggu ini sedang menyandarkan tubuhnya di depan pintu kamar. Dengan lembut, Yang guiha bertanya, "Apakah kau sudah makan?"


Fang Xionan adalah seorang pria yang tak pernah melupakan waktu makan, bahkan jika dia sudah makan sebelumnya ketika berada di kota. Prinsipnya adalah untuk tidak menyia-nyiakan makanan. Dia langsung duduk di meja makan, memberi kesempatan adik perempuannya, untuk membawakan satu mangkuk dan sepasang sumpit lagi.


Pada awalnya, Yang Guiha ingin memuji putra keduanya, tetapi kebisingan dari sebelah meja mengurangi semangatnya. Alih-alih memuji, dia berkata dengan nada kejijikan, "Xionan, ingatlah apa yang terjadi pada kakak laki-lakimu. Jika kau mencari calon menantu perempuan, carilah wanita yang baik, atau paling tidak, wanita yang bisa menghargai dan tahu berterima kasih."


Fang Xionan mengangguk dan menjawab, "Aku mengerti, dan Kiki cocok menjadi calon menantu masa depan."


Yang Guiha tersenyum sinis dan bertanya, "Apa yang ada pada gadis Kiki itu? Sudah berapa lama kau tidak mengatakannya? Dia memang gadis yang baik, dan semua wanita di desa ini menganggapnya sebagai calon menantu. Tapi bukankah kau tidak merasa sama?" kata nya.


"Dari Kiki yang memiliki talenta dan prinsip yang kuat ,kau lebih memilih Lin xuni wanita jahat dan kotor itu?hah dosa apa yang aku lakukan di kehidupan sebelumnya mendapatkan dua anak yang bodoh ini?"tambahnya lagi yang jelas merasakan kekecewaan yang teramat sangat.

__ADS_1


Beberapa bulan terakhir, Fang Xionan telah bekerja di kota dalam tim transportasi, tetapi tetap ada gosip di desa yang tidak bisa ditutupi. Fang Xionan sudah terpesona oleh Lin Xuni.


Lin Xuni memiliki reputasi buruk di desa, dan tidak jelas bagaimana dia mendapatkan pekerjaan di tim transportasi. Yang Guiha sebenarnya tidak ingin campur tangan dalam urusan gadis itu, tetapi gosip menyebut bahwa putra keduanya memiliki hubungan yang tidak wajar dengan gadis itu.


Yang Guiha bertanya, dan Fang Xionan menjawab bahwa hubungan mereka adalah hubungan kerja, tidak lebih dari itu.


Namun, sebagai seorang wanita tua yang telah melalui banyak pengalaman, Yang Guiha tahu bahwa pertemanan antara pria dan wanita seringkali tidak semudah itu.


Ini membuat Yang Guiha merasa cemas. Apa yang terjadi dengan dua putranya? Salah satunya menikah dengan wanita egois yang tidak tahu berterima kasih, dan yang lainnya tertarik pada wanita yang tidak pantas.


Dia merenung,apa yang mungkin salah dalam dirinya sebagai seorang ibu.


Fang Xionan meletakkan sumpitnya dan menatap ibunya yang sudah tua dengan penuh kasih sayang.Meskipun baru satu tahun berada di desa ini,dia merasa begitu kuatnya ikatan antara mereka.


Terkadang, dia hampir lupa bahwa dia bukanlah penduduk asli di desa ini pada tahun 70-an.


Fang Xionan berkata dengan tulus, "Kedekatanku dengan Lin Xuni hanyalah rumor, ibu. Aku bisa meyakinkanmu bahwa Kiki adalah calon menantu perempuan yang tepat.Tidak ada gadis yang lebih cocok daripada dia untuk menjadi istriku."


Fang jisu mendengar kata-kata itu dan tentu saja berharap dia akan mendapatkan kakak ipar yang baik di masa depan tapi dia cukup optimis dengan kakak laki-lakinya ini.


Fang jisu agak canggung dan terkesan malu namun begitu dia masih berbisik dan berkata"Aku senang jika Kakak Kiki menjadi ipar di rumah ini tapi apakah dia mau?"


Yang guiha mencibir lagi dan berkata, "sudah dua kali ditolak tapi kau menyerah begitu saja kan. ibu yakin perasaan mu masih belum stabil"


Fang Xionan tertawa dan menjawab, "Memang benar, ibu. Aku dulu mungkin menyerah, tapi sekarang aku yakin bahwa Kiki adalah wanita yang ingin aku jadikan istri. Aku akan terus berusaha."


Yang guiha masih saja tidak percaya,dia menyelipkan pertanyaan lagi, "Tapi, xionan, apakah ini bukan bohong kepada ibu? Dulu, kau telah berkata bahwa kau akan menyerah. Sekarang, kau berkata sebaliknya."


Fang Xionan merenung sejenak, mengenang masa lalu. Dia akhirnya menjawab dengan tulus, "Dulu aku mungkin tidak mengerti perasaanku sendiri dengan baik. Sekarang, aku ingin mengenalinya dengan lebih dalam,ibu"


  Dia menambahkan kata kata yang hanya bisa dibicarakan di dalam hati, "aku ingin tahu apakah yang aku rasakan hanyalah kebutuhan saja atau cinta"


Selama dia bekerja di tim transportasi, Fang Xionan juga memiliki interaksi dengan Lin Xuni yang menimbulkan rumor itu . Lin Xuni memiliki aura yang terasa aneh, dulu saat mereka pertama kali bertemu, aura itu tampak jahat.


 Namun, setelah beberapa waktu di kota, aura Lin Xuni menjadi lebih mirip dengan Kiki, meskipun tidak sekuatnya. Fang Xionan tidak bermaksud untuk mendekati Lin Xuni , tetapi dia ingin memahami lebih dalam tentang perubahan ini, mengapa Lin Xuni dapat mengubah energi negatif menjadi positif.


Karena itu Fang xionan tidak pernah peduli tentang rumor yang berkembang akibat kedekatan mereka. Dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelidiki ini tapi sampai sekarang tidak pernah mendapatkan jawaban positif.


Namun ada satu hal yang membuat Fang xionan menjadi yakin.lin xuni memiliki aura yang dibutuhkan oleh Fang xionan sama yang dimiliki oleh Kiki namun, Lin xuni tidak pernah mampu Fang xionan merasakan minat untuk memeluknya seperti yang dirasakannya pada Kiki.


Selama berbulan-bulan itu dia berusaha untuk tidak bertemu dengan Kiki . Tapi dalam kurun waktu tersebut dia mulai merasakan apa itu rindu apa itu kangen.

__ADS_1


jadi dalam satu bulan kebelakangan ini dia mulai mengamati gigi dari jauh pada saat itulah dia sadar ada reaksi yang tidak wajar di dalam hatinya di mana Dia merasakan jantungnya berdebar lebih kencang setiap kali melihat kiki.


Bahkan secara tidak sadar dia mulai merasakan Kiki adalah miliknya yang tidak boleh dimiliki oleh orang lain dan ini dirasakan ketika Fang Yan bertindak terlalu dekat dengan Kiki.


Bukankah itu adalah sebuah perasaan cemburu yang legendaris.


Fang Xionan kembali ditanya oleh adik perempuannya tentang penolakan Kiki. Kali ini, dia memiliki jawaban yang mantap. "Kiki bisa menolakku berkali-kali, tapi aku akan terus mengejarnya. Ibu, mulai saat ini, anggap saja dia sebagai calon menantu di rumah ini. Jisu, kakak sarankan kau mendekatinya karena dia adalah kakak ipar masa depanmu."


Meskipun Yang Guiha tidak yakin apakah putranya serius atau bercanda, dia merasa ada harapan dalam kata-kata tersebut. Baginya, air yang lembut juga bisa membelah batu karang. Mungkin jika Fang Xionan bersikeras dan tidak pernah menyerah, Kiki akan menjadi bagian dari keluarga Fang di masa depan.


Yang Guiha akhirnya berkata, " itu yang kau janjikan, bukan sesuatu yang ibu paksakan. ibu hanya ingin melihat kalian bahagia."


Fang Xionan dengan mantap menjawab, "Ya, ibu, aku janji."


Suasana yang tadinya tegang akibat kebisingan tetangga sebelah kini berubah menjadi penuh tawa dan harapan tentang kedatangan calon menantu baru di rumah Fang.


Sejak hari di mana Fang xionan berkata seperti itu, Yang guiha kerap kali mengirim beberapa barang ke rumah Kiki.


Entah itu permen atau sekaki kain.


Fang xionan juga sama setiap kali dia pulang dari tim transportasi dia pasti akan mampir dulu ke rumah Kiki terlepas kiki suka atau tidak dia hanya akan memeluknya sebentar dan mengatakan Aku merindukanmu.


Hanya sebatas itu dan dia pergi setelahnya.


Fang jisu juga aktif untuk bertamu ke rumah Kiki dan mengatakan dia ingin belajar sesuatu dengan Kiki .Padahal itu hanya sebuah alasan untuk mengenal lebih dalam karakter calon kakak ipar.


Kiki memang kesal awalnya tapi, waktu melakukan pekerjaannya di mana rasa kesal itu menjadi sebuah kebiasaan yang aneh.


Kiki melakukan beberapa penolakan yang lembut dan terkadang juga kasar dengan perawatan keluarga ini namun seiring berjalannya waktu dan ketika dia lengah pada dasarnya rasa kesal itu berubah menjadi sesuatu yang aneh.


Ini mirip dengan istilah di mana waktu menyembuhkan segalanya tapi dalam hal ini waktu membuat Kiki merasakan , Fang xionan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dia hindari meskipun dia mau.


Dan ketika waktu berlalu tanpa sadar, tahun baru Imlek di tahun 1976 sudah tiba lagi.Di mana , semua pemuda pendidikan yang tersebar di beberapa desa ,akan diizinkan untuk kembali ke rumah kelahiran masing-masing.


Kali ini di musim dingin di tahun yang berbeda, para pemuda pendidikan dari Desa Qingyuan kembali dengan wajah tersenyum. Kebahagiaan itu terpancar karena mereka bisa pulang dengan segenggam uang rupiah yang tidak bisa mereka habiskan dalam satu tahun ini.


Dalam satu tahun ini ,kehidupan mereka di pedesaan benar-benar nyaman dengan segala sesuatunya yang tidak lagi kekurangan dalam hal pakaian sekaligus makanan.


Berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya Di mana tim pemuda pendidikan hanya ingin pulang untuk memiliki berkah dari keluarga atau yang lebih akrab di sebut sebagai meminta uang.


Tahun ini Kiki juga akan pergi tapi bukan ke qingchen tapi ke ibukota Beijing.

__ADS_1


__ADS_2