
Fang Xionan merasa perlu memposisikan dirinya sebagai bagian dari keluarga Yang, jadi dia setuju membawa dua sepupunya untuk pergi bersamanya ke pasar gelap. Yang Guiha memilih untuk menginap di rumah keluarga kelahirannya dengan bahagia, sementara Fang Xionan pergi melakukan sesuatu, tapi sebenarnya dia pergi diam-diam ke rumah Kiki.
Untuk pergi ke gunung, dia bisa melakukannya sendirian, bahkan tanpa kemampuannya. Hanya dengan mengandalkan tubuh kekuatan tubuhnya saja dia sudah bisa berjalan secepat mobil.
Namun, membawa dua sepupunya ,tidak mungkin dia berjalan secepat biasanya. Dia harus menggunakan sedikit tenaganya. Mau tidak mau, Fang Xionan harus pergi mengisi ulang tenaganya, dia tahu hanya Kiki yang bisa berfungsi sebagai charger hidup.
Karena tidak ada aktivitas di malam hari, hampir semua orang di desa tidur lebih awal di rumah masing-masing, menghemat minyak lampu. Kiki, bagaimanapun, berbeda. Meskipun dia telah mengumpulkan banyak barang dengan sistemnya ,dia tidak pernah puas. Dia akan terus panen dan menabur benih baru sebelum berbaring dengan aman.
Kiki tiba-tiba merasa ada sesuatu yang melingkari pinggangnya ketika dia akan tidur. Dia terkejut ketika membuka mata dan melihat sebuah tangan besar yang jelas berkontur seperti tangan seorang pria.
Kemudian sistem segera berbunyi dengan keras.
("Selamat, sudah menyentuh pria keberuntungan. Dapatkan selimut dengan pemanas yang bisa diisi ulang.")
Hanya dengan teriakan sistem seperti itu pada dasarnya dia sudah mengetahui siapa pelaku dibalik tangan yang tidak pernah diundang ini.
Gadis mana yang tidak terkejut ketika dia ingin tidur tiba-tiba saja dipeluk oleh pria dewasa.
Kiki merasa takut, tetapi dia tidak ingin berteriak keras karena takut akan didengar oleh tetangga dan Lin Jing di kamar sebelah. Dia memprotes Fang Xionan.
"Fang Xionan? Apa yang kau lakukan di kamarku? Keluarlah!" kata Kiki.
Fang Xionan segera melepaskan pelukannya dengan cepat. Meskipun Kiki merasa sedikit takut dan tidak nyaman, dia tidak bisa berteriak keras karena takut tetangga mendengar.
Kiki bangkit dan melihat Fang Xionan yang duduk di ranjangnya.
"Kiki, kau seharusnya tahu ini tidak ada apa-apanya, hanya pelukan saja. Aku bukan holigan. Aku hanya butuh mengisi ulang energi," kata Fang Xionan dengan suara pelan.
Dia tahu tindakannya salah, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Tubuhnya sekarang sudah mampu menerima jiwanya yang berasal dari dunia lain. Meskipun demikian tubuh ini masih membutuhkan energi untuk berinteraksi dengan dunia ini. Fang Xionan yang telah menerima identitas barunya juga merenung apakah ada perasaan lain yang tumbuh di hatinya untuk Kiki.
Jantungnya berdetak lebih cepat dan lebih kencang setiap kali dia berdekatan dengan Kiki.Ini bukan hanya masalah kenyamanan saja tapi adalah masalah perasaan.
Hanya dengan begitu Fang xionan yakin jika mereka berdua adalah jodoh yang dibuat dari surga.
Ling jin masih berada di kamar sebelah dan tapi tidak mungkin juga mendengar percakapan mereka. Jadi Fang Xionan tidak peduli,dia hanya fokus pada Kiki. Dia memegang Kiki lagi dan membiarkan gadis itu bergerak marah.
Sistem Fang Xionan terus bersukacita.
("selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan dapatkan hadiah selimut merah dengan pemanas instan")
Kiki tidak tahu apa yang dia pikirkan tapi terkejut ketika melihat sebuah selimut yang dikirimkan oleh sistem sebagai hadiah.
Ini adalah selimut merah yang memiliki pola bebek Mandarin. Meskipun Kiki tidak begitu mengerti dengan hal lain tapi dia tahu simbol yang di kirimkan melalui selimut jenis ini, ini adalah selimut pernikahan.
"Fang xionan,lepas kan,kau kurang ajar sekali" kata Kiki yang memberontak untuk melepaskan diri dari pelukan pria itu.
"Kiki, tolong jangan bergerak. Hanya sebentar lagi," kata Fang Xionan lagi.
Kiki, meskipun tidak senang, tidak lagi melawan. Dia hanya bisa pasrah dan membiarkan Fang Xionan menyelesaikan apa yang dia lakukan.
Lagi pula percuma melawan dan mari berharap agar pria ini tidak berpikir macam-macam.
Ketika Kiki tidak lagi melawan tiba-tiba, Fang xionan merasakan ada aliran energi yang berpendapat dari tubuh gadis itu.
Segera saja Fang xionan menutup matanya dan menyerap aliran energi itu menjadi energi miliknya sendiri.
Dia seperti pria kelaparan yang tidak sudah lama tidak merasakan fluktasi energi seperti ini. Jadi dia menyerapnya terus-menerus sampai energi di dalam tubuh nya penuh.
Setelah sepuluh menit, Fang Xionan melepaskan pelukannya.
"Sudah?" tanya Kiki.
"Hem, terima kasih, Kiki. Dengan cara ini, aku semakin yakin kita adalah jodoh yang sudah ditakdirkan," kata Fang Xionan sambil bersinar di malam gelap.
__ADS_1
Karena tubuhnya penuh dengan energi, ini membuat beberapa fitur asli di dalam tubuh ini berubah secara bertahap.
Matanya begitu cerah,dan kulit nya semakin tinggi dan otot otot yang membentuk perlahan-lahan.
Kiki terpana sebentar, tetapi kemudian dia berpikir bahwa mungkin aliran energi yang disebut Fang Xionan benar-benar memberinya tenaga. Dia membiarkan pikirannya melintas tentang betapa tampannya Fang Xionan, tetapi segera mengusir pemikiran itu dan menegur Fang Xionan sebagai gantinya.
"Fang Xionan, kau tidak tahu malu! Pergi dari kamarku. Bagaimana jika orang lain menemukanmu di sini?" tegas Kiki.
Fang Xionan menarik Kiki lagi ke dalam pelukannya dan membiarkan Kiki menggerakkan dirinya karena marah.
("selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan dapatkan, sekeranjang buah tropis")
Kiki tidak berdaya tapi dia ingin menangis.Di sisi lain Fang Xionan sangat bahagia.
rupanya energi yang dia dapatkan akan berbeda jika Kiki tidak mencoba untuk melawannya.
Mungkinkah ini istilah dari pepatah yang menyebutkan jika melon yang dipelintir itu sepertinya tidak manis.
Jadi kerelaan pemilik nya akan memiliki energi yang berbeda juga.
Kiki ingin mencakar Fang Xionan, tapi ketika dia berbalik, pria itu sudah menghilang. Satu-satunya penjelasan adalah jendela yang terbuka, lalu ditutup dari luar.
"Huh, katanya aku adalah power bank?" pikir Kiki. Kiki awalnya berpikir jika dia tidak akan bisa tidur malam ini tapi siapa sangka, kurang dari 5 menit dia sudah pun pergi ke dunia mimpi.
Sementara itu Fang Xionan yang sudah mengisi ulang energinya, dengan kecepatan luar biasa, tiba lagi di rumah keluarga Yang. Dua sepupunya sudah menunggunya di pintu.
Yang Ming dan Yang Zhi,dua saudara kandung.
"Xionan, dari mana saja kau?" kata Yang Ming khawatir.
"Tidak kemana-mana. Aku hanya ingin melihat-lihat. Apakah ada sesuatu yang bisa kita bawa? Tapi rupanya tidak, hahahaha." katanya beralasan.
"Oh, kau juga jarang kemari, jadi tidak hafal dengan jalan di sini. Tapi aku akan jadi penunjuk jalannya, ayo pergi ke gunung untuk berburu, oke?" kata Yang Zhi, sepupu kedua.
"Oke, ayo pergi," kata Fang Xionan.
Gunung yang mereka tuju adalah Gunung Qingchen,ini masih gunung yang biasa di masuki oleh Fang xionan, tapi ini di sisi lainnya.
Fang Xionan tidak merasa aneh sama sekali, dia bahkan pernah masuk ke dalam Gunung Qingchen bagian dalam sendirian. Tetapi dua sepupu ini tidak pernah melakukannya, jadi mereka masih sangat khawatir, terutama ketika mereka hanya membawa sebuah senter kecil sebagai penerangan dan keranjang di punggung masing-masing.
Setengah jam kemudian, mereka sudah tiba di gunung. Karena ketakutan, tanpa sadar semua orang berjalan lebih cepat daripada biasanya.
"Sepupu, jadi gimana sekarang?" kata Yang Ming pelan.
Di gunung tidak ada orang di malam hari, jadi tidak apa-apa jika mereka berbicara lebih keras, tapi yang mereka khawatirkan adalah hewan-hewan liar yang mungkin tertarik oleh suara tersebut.
Namun Fang Xionan sudah terbiasa dan matanya bisa melihat dalam kondisi segelap apapun. Ini adalah keistimewaan tersembunyi bagi orang yang pernah hidup di hari kiamat, di mana tubuh dan beberapa Indra mereka, bisa beradaptasi dengan lingkungan yang paling ekstrem.
Dengan pendengaran, mata, dan telinga yang sensitif, Fang Xionan bisa mendengar dan memilah suara-suara asing dalam jarak setengah kilometer.
Apalagi udara malam yang benar-benar sunyi mengantarkan aroma khusus beberapa hewan liar, termasuk babi hutan yang sedang dia cari saat ini.
"Ohh, mari kita menyusuri sisi Timur,aku sudah melihat nya kemaren," katanya pada dua sepupunya yang tidak memiliki pengalaman.
Dua sepupu ini menganggukkan kepala dan hanya pasrah mengikuti langkah Fang Xionan.
Baru kemudian mereka menyadari bahwa sepupunya itu berjalan lebih cepat daripada yang mereka perkirakan. Setelah berjalan beriringan, pada dasarnya mereka tertinggal dan ngos-ngosan, sementara sepupunya itu baik-baik saja. Bahkan, dia tidak terlihat lelah sama sekali.
"Kakak, sebenarnya sepupu kita itu makan apa sih? Kenapa dia nggak capek?" keluh Yang Zhi kepada kakak laki-lakinya.
Yang ditanya hanya bisa menggelengkan kepala, tapi kemudian Fang Xionan berbicara, "Aku melihat sarang babi hutan dalam jarak 3 meter dari sini. Apa kalian ikut?"
"Ahh, benarkah ada sarang babi di sini?" tanya Yang Ming terkejut.
__ADS_1
Dia memegang senter, tapi tidak bisa melihat sejauh 3 meter seperti yang disebutkan oleh sepupunya ini. Tetapi benarkah ada sarang babi?
"Ya, ini sudah begitu malam, mungkin mereka juga sudah tidur. Aku bisa melihat jika ada yang besar, mungkin itu adalah yang paling dewasa. Tapi kupikir dagingnya agak alot. Jadi gimana kalau kita memilih yang lebih kecil saja?" kata Fang Xionan lagi.
"Aku ikut, tapi jika ini sarangnya mungkin akan ada lebih dari satu, apa kau tidak khawatir?"
"Hem, kalian tidak berpengalaman, jadi tunggu saja di sini, oke?" kata Fang Xionan dengan lesu.
"Tapi..."
"Mundurlah, lihat saja dari jauh," bisik Fang Xionan yang langsung pergi ke sarang babi yang dia sebutkan tadi.
Yang Ming dan saudara nya, Yang Zhi, hanya bisa mengangguk dan mengarahkan senter ke dalam sarang yang disebutkan. Benar saja, di sana ada sekelompok babi hutan yang ukurannya tidak kecil sama sekali.
Segera, dua saudara ini berkeringat dingin. Satu ekor sapi hutan saja bisa membunuh seorang pria dewasa, apalagi jika ini adalah sekelompok babi hutan.
Mereka melihat ukuran taring babi-babi itu, meskipun mereka tertidur, bahaya ada di sini.
Yang Ming ingin segera meminta Fang Xionan untuk merubah pikiran sepupunya itu, tetapi Fang Xionan sudah menjauh dan tiba di lokasi.
Suara dari ranting yang dia injak membangunkan sekelompok babi hutan itu dengan cepat. Suara berisik dan memekakkan telinga terdengar di sana.
Ngik...ngok...ngok..ngikkkk....
Fang Xionan, yang bukan orang biasa, memilih dua babi dari kelompok tersebut.
Dengan kemampuan airnya, dia membentuk sepuluh jarum yang langsung dilemparkan ke kepala babi-babi tersebut.
Hanya dalam hitungan detik, dua babi besar yang ditargetkan tadi tumbang tanpa banyak perlawanan.
"Ohh, apa yang terjadi? Kenapa babi itu?" tanya Yang Ming terkejut.
Karena Mereka berdiri agak jauh dan situasinya gelap mereka tidak melihat Fang xionan menyerang dengan kemampuan air tapi mereka hanya melihat Jika tiba-tiba saja dua babi gemuk terjatuh ke tanah dan tidak bergerak lagi.
sementara itu babi lain juga terkejut dan langsung menyerang Fang xionan yang mereka anggap musuh .
Menghadapi babi liar seperti itu, Fang xionan tidak takut sama sekali .Lagi pula mereka bukan monster yang biasa dia hadapi di hari kiamat.
Ini hanyalah babi besar dengan taring yang menakutkan.
Hanya dengan tinju dan sepakan kaki, babi-babi liar itu hanya tergeletak di tanah dalam kondisi pingsan
Setelah merasa yakin tidak ada yang berbahaya baru kemudian dia memanggil dua sepupu yang datang mendekat dalam kondisi tercengang.
"Sepupu, Hanya dua yang mati yang lainnya pingsan. Ayo cepat pergi dari sini jangan sampai yang lainnya bangun"
"Yang Ming menatap beberapa ekor babi pingsan itu dengan air liur yang menetes.Dia terkejut melihat begitu banyak babi yang berbaring melalui cahaya senter.
Kemudian dia berkata ingin membawa pulang semuanya atau menjualnya sekaligus .Tapi Fang xionan menolak dan berkata ini adalah babi liar dan biarkan mereka berkembang biak secara alami.
Awalnya Yang Ming masih ingin berbicara tapi kemudian dia sadar.
Dengan kemampuan yang dimiliki, bukan tidak mungkin mereka akan datang lagi dan mencari sarang lain besok.
Yang Ming menatap babi-babi itu dengan mata berair, tetapi tidak bisa berkata-kata.
Pada akhirnya, Fang Xionan mengambil babi yang paling gemuk untuk dibawa ke pasar gelap di tempat yang biasa.
Dua saudara ini membuat tandu sederhana untuk memikul babi besar lainnya. Mereka begitu kewalahan membawanya, tetapi cukup terpana dengan Fang Xionan. Satu ekor babi besar dipikulnya sendirian.
Meskipun begitu Fang Xionan masih berusaha untuk membantu mereka meringankan tandu, tetapi beratnya masih terasa.
Ketika mendekati tengah malam, ketiga orang dengan dua ekor babi besar telah tiba di lokasi yang dituju.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya dua saudara melihat sepupu mereka beraksi, ketika uang diserahkan, mereka hampir ingin pingsan di tempat.
Ini adalah uang dan tiket, bukan kertas.