
Lebih dari 2 jam lamanya, Kiki dan para pelaku menjalani proses interogasi yang penuh tegang. Awalnya, keluarga pelaku berusaha menyalahkan Kiki atas kejadian ini. Bahkan ibu dari salah seorang pelaku yang pingsan, dengan mata berlinang . Mengungkapkan bahwa putranya telah memiliki keterbatasan mental sejak lama dan tidak mungkin melakukan tindakan tersebut tanpa dorongan dari Kian.
Dalam keputusasaannya, ia memohon pengertian dari pihak polisi, meratap bahwa anaknya tidak memiliki kecerdasan yang normal.
Kepala desa, yang juga hadir dalam sesi interogasi ini, mendukung pernyataan keluarga pelaku.
Aura Kian segera berubah drastis. Pemuda yang pernah menjadi pemuda kelas dia alias preman, sekarang sedang menangis seperti anak kecil
Dia merasa menyesal telah merencanakan segala ini, dengan asumsi bahwa Kiki bisa dengan mudah dikuasai. Namun, nyatanya Kiki jauh lebih bertekad daripada yang dia duga.
Tiba-tiba saja empat pelaku lain ikut mengubah arah pembicaraan. Dalam proses pelaporan kepada pihak polisi, mereka menuliskan bahwa mereka dipaksa oleh Kian untuk terlibat dalam tindakan tersebut.
Alasan ini diperkuat oleh pengakuan Kiki yang menyebut bahwa saat kejadian yang lain tidak begitu aktif, justru Kian adalah orang yang memimpin tindakan tersebut. Jelas Kiki berbohong untuk melindungi yang lain tapi dia enggan melepaskan pelaku selain Kian begitu saja.
Pada akhirnya, pada hari yang sama, pihak polisi memberikan keputusan. Kian akan mendapatkan tuntutan sebagai penjahat hooligan, sementara empat pelaku lainnya hanya akan dikenai denda sekitar 500 Rp dan menjalani penahanan selama dua minggu. Mereka juga diwajibkan membayar kompensasi 500 Rp kepada Kiki atas kerugian mental yang dialaminya.
Pelaku yang pingsan dibiarkan tanpa hukuman, tetapi diharapkan untuk mencari perawatan dengan dana sendiri.Selain itu semua pelaku, kecuali Kian, harus menjaga jarak minimal 20 meter dari Kiki setelah mereka dibebaskan.
"kalian harus menandatangi surat kesepakatan ini, jika suatu hari ada kejadian seperti gigi jatuh pingsan atau dipukul orang atau rumahnya kemalingan. Dia berhak menuduh kalian melakukan itu.Apa kalian setuju?"
Nada tegas dari kepolisian membuat 4 orang ini tergagap dan menganggukan kepalanya secara langsung.
Mereka tidak menunggu lama dan langsung menandatangani surat kesepakatan.
Dengan begitu kasus ditutup dan Kiki kembali ke rumahnya lagi.
Karena memiliki sepeda Kiki tiba lebih awal dari orang lain.
Tapi di sini Kiki mulai merasakan aura tidak nyaman yang tersebar di desa.
Setelah kembali ke desa Qingyuan, Kiki mulai mendengar berbagai komentar dari warga desa tentang kejadian malam sebelumnya.
"Kiki sepertinya tidak punya perasaan ya, menuntut pelaku dan membawa mereka ke polisi ckckck."
"Kiki itu egois, mendorong pelaku untuk dihukum tanpa memikirkan keluarga mereka."
" Tapi Kian kali ini memang benar-benar menendang pelat besi, kasihan pada Kiki."
" ya Kiki pasti akan kesulitan menemukan rumah suami di masa depan setelah insiden ini."
"Hei siapa sih yang mau menerima Kiki sebagai menantu? Dia terlalu ganas dan pemarah, sampai mengambil pisau sebagai ancaman. Menantu seperti itu adalah bencana, bencana kan"
Ketika Kiki melewati beberapa kelompok warga yang berbincang, dia merasakan bahwa beberapa dari mereka memandang ke arahnya.
Mata-mata itu penuh dengan campuran perasaan, dari sinis hingga simpati, seolah mereka ingin melihat bagaimana Kiki menangis.
Tapi mereka terkejut karena Kiki tidak saja menangis tapi masih bisa menampilkan sapaan ramahnya pada mereka yang sedang membicarakan dia terang-terangan.
" Seharusnya memberikan peluang untuk perbaikan. Tapi Kiki terlalu keras."
"Saya kira Kian dan kelompoknya memang sudah lama berbuat ulah."
" Tapi sekarang ini kan zamannya penyelesaian damai. Harusnya bisa diselesaikan tanpa melibatkan polisi."
"Saya melihat Kiki sangat berani, tidak semua orang bisa melakukan seperti itu."
Lin xuni, yang sedang berada di ladang, tiba-tiba melihat Kiki lewat dengan sepedanya. karena dianggap sebagai saksi mata, Lin xuni ditarik oleh beberapa bibi untuk memberikan kesaksian terkait kejadian malam sebelumnya.
Alih-alih memberikan keterangan netral atau membantu Kiki, Lin xuni justru menambahkan bahan bakar pada situasi yang sudah memanas.
Dia merasa sangat senang mendengar tanggapan para bibi yang sepertinya menyudutkan Kiki dengan keras, menyebutnya bodoh dan egois. Lin xuni merasa kepuasan dalam melihat Kiki dikritik oleh orang lain.
Tapi ketika dia melihat Kiki kembali ke desa, perasaannya justru berubah. Daripada merasa senang, Lin xuni tiba-tiba merasa emosi dan kebenciannya terhadap Kiki semakin dalam. Dia merasa bingung mengapa ini berbeda.
__ADS_1
"Dalam kehidupan sebelumnya, Kian tidak ditangkap dan kami menikah," pikir Lin xuni dalam hatinya, "tidak ada kejadian pemerkosaan seperti ini. Apakah ini karena efek reinkarnasi, yang mengubah semuanya?"
Dia merenungkan situasi ini dengan penuh kebingungan. Lalu, dia melanjutkan dengan ekspresi cemas, "Seharusnya Kiki dipaksa menikah dengan Kian, bukan dibawa ke kantor polisi. Ada apa ini? Mengapa semuanya berjalan begitu aneh?"
Ling jin juga melihat Kiki pulang dan dia tidak bisa membantu hanya bisa mendesah.
"Hah walaupun sepertinya Kiki itu sombong tapi dia masih begitu muda. tapi aku salut bagaimana caranya dia bisa mempertahankan diri dan berani melaporkan hal ini ke kantor polisi"katanya.
Fang Yan sama sekali tidak bicara tapi dia memandang dari kejauhan.
jika ini adalah gadis yang lain Mereka mungkin memilih untuk menikah atau bunuh diri dan itu sudah banyak kejadian.
ketika pemuda pendidikan dikirim ke pedesaan mereka tidak dipandang sebagai pekerja ladang. tapi adalah orang-orang yang berpotensi menjadi menantu di rumah.
Ada banyak kasus dan kejadian yang hampir mirip tapi semuanya menjurus ke arah pemaksaan para wanita pemuda pendidikan untuk menikah dengan pria petani yang berkaki lumpur .
Tapi Kiki jelas berbeda.
"Dia hebat, jika kau yang mengalami itu mungkin kau akan bunuh diri, ini satu lawan enam kan"kata Fang Yan tersenyum.
Ling jin dan Lin xuni yang mendengar itu memandang ke arah Fang Yan.Ling jin berpikir sebentar namun setelahnya dia setuju.
Tapi Lin xuni merasa semakin lama, Fang Yan pemikirannya akan selalu fokus kepada Kiki.
Ini tidak bisa di biarkan sama sekali.
"Kakak yan,ini untuk mu"Kata Xuni lembut dengan mata ke bawah.
Dia menyerah kan kotak makan siang yang dia beli di mall masa depan.Agar tidak mencolok,dia membeli beberapa potong babi rebus.
Fang Yan tidak bodoh dan bisa menerka pemikiran gadis ini. Makanan adalah barang yang berharga di era ini dan jarang orang ingin membagikannya dengan orang lain.
"Tidak usah, Kau terlalu kurus dan makanlah lebih banyak"katanya lagi dengan menarik cangkul di bahunya. dia tidak bicara setelah itu tapi langsung turun ke tanah dan fokus dengan cm nya.
Lin xuni begitu kesal, kenapa begitu sulit untuk mendekati Fang Yan.Dia sudah berbelanja banyak di mall masa depan.
demi menjaga kecantikannya yang tetap follow meskipun bekerja di ladang dia membeli begitu banyak hal seperti tabir Surya ,lotion pemutih juga beberapa produk lainnya agar dia tetap cantik dan kulit tetap bersinar.
Barang-barang di mall memiliki harga dan itu tidak murah.
Lihatlah bagaimana caranya dia bekerja keras untuk mendapatkan poin untuk dibelanjakan di mall masa depan.
Seperti tadi pagi ,ketika para bibi menariknya untuk berbicara. Dia menyempatkan diri menarik satu atau dua hari kehidupan mereka.
Tapi semakin banyak usia yang dia tarik, Lin xuni selalu berpikir jika itu tidak cukup sama sekali.
Sementara itu Kiki tidak tahu,dia membuat marah pahlawan wanita.Saat ini Kiki sudah masuk ke dalam rumah nya dan pergi membersihkan diri dan istirahat.
Dia tidak berencana untuk libur sore hari.
("Selamat Tuan rumah, Anda mendapatkan peta akumulasi di pedesaan secara gratis sebagai kompensasi kejadian tidak terduga, apakah peta di buka?')
Kiki yang baru saja selesai mandi mendapatkan kabar itu dari sistem. Dia sedikit terkejut jika kejadian ini mendapatkan kompensasi dari sistem juga.
Mungkin kejadian ini adalah pemicu kematian dan dia berhasil menghindarinya. jadi dia mendapatkan hadiah untuk itu.
"Oke, karena ini gratis maka aku akan menandatangani kontrak"
(" selamat sudah mendapatkan peta akumulasi di pedesaan, sebagai hadiah pembukaan peta tuan rumah mendapatkan tanah ladang seukuran 100 meter persegi")
Segera sebidang tanah dengan ukuran 100 M2 tergeletak begitu saja di antara laci.
"bisakah tanah itu ditanami?"
__ADS_1
("tanah ladang bisa ditanami apa saja dan akan matang satu minggu setelah ditanam.Dan itu tidak terbatas dengan jenis. namun produk harus diambil karena akan terjadi pembusukan pada hari setelahnya")
" maksudmu, aku menabur hari ini dan akan bisa dipetik besok, jika aku terlambat memanen maka semuanya akan busuk?"
Tidak ada jawaban dari sistem, jadi Kiki harus mencari tahu bagaimana cara kerjanya.
Dia harus menanam sesuatu tapi masalahnya Kiki tidak memiliki benih di tangan. Jadi ladang itu harus menunggu sampai Kiki memiliki benih.
Kiki tidak bisa istirahat, dia segera membuat makan siang untuk dirinya sendiri.
Sekarang Kiki ingin memasak segenggam beras di panci.Dia memiliki minyak juga bumbu tapi tidak ada apapun selain itu.
Karena masih ada banyak waktu sebelum jam 02.00, Kiki memutuskan untuk pergi ke gunung untuk mencari sesuatu.
Oh saat ini dirinya masih memiliki tabungan tapi hanya 15 poin saja. Mari coba keberuntungan untuk pergi ke gunung.
"di gunung ada begitu banyak sayuran liar aku bisa memetik dan menanamnya di ladang sistem, ini rencana yang bagus"pikir Kiki.
Betapa sulitnya kiki untuk menabung 15 poin ini dan dia merasa akan membelanjakannya jika memang perlu.
Jadi dia pergi ke kaki gunung untuk menemukan sesuatu untuk ditanam di ladang sistem.
Jika menemukan ranting patah atau kayu kering maka dia akan menyimpannya di laci dan berencana untuk mengeluarkannya jika sudah tiba di rumah.
Ini adalah kegunaan laci, di mana dia bisa menyimpan apapun dan sebanyak apapun.
Saat berjalan mendaki, Kiki dengan keranjang kecil di punggung nya,tiba di area yang lebih tinggi di gunung. Dia memperhatikan tanah di sekitarnya dengan cermat, mencari tanda-tanda bibit sayuran yang bisa ditemukan di daerah ini.
Tiba-tiba, matanya menemukan beberapa bibit yang dikelilingi oleh dedaunan rimbun.
Kiki membungkuk dan dengan hati-hati menggali tanah di sekitar bibit-bibit itu. Dia menemukan beberapa akar yang kuat dan sehat. Bibit-bibit ini adalah sayuran seperti dandelion, daun bawang liar, dan akar ginseng liar. Kiki senang menemukannya karena ini adalah sumber makanan alami yang kaya akan nutrisi.
"Wow ini bagus, ginseng liar, Meskipun tidak sebenarnya ribu ratusan tahun tapi ini masih bisa menambah rasa di dalam sup dan menambah khasiatnya juga. Apakah aku bisa menanam ginseng berusia 1000 tahun dengan bibit ini?"pikirnya bersemangat.
Dia juga memanen semua bibit bawang putih dan daun bawang liar. Kiki merencana menanam ini dan mencoba menyimpannya pada laci sistem.
Setelah ini dia tidak akan kekurangan sayuran sama sekali dan tidak perlu bolak-balik ke gunung untuk mencari sayuran liar.
Selain bibit sayuran, Kiki juga memperhatikan adanya anakan pohon kecil di sekitar area tersebut. Ini adalah tumbuhan yang selalu bisa ditemukan di gunung pada musim semi.
Ada anakan anggur hitam dan kesemek, siapa sangka dia juga menemukan anakan apel.
Mungkin ada seseorang yang makan apel dan membuang biji nya di sini.Karena apel itu jarang dan mahal, orang tidak kenal dengan sosok nya.
Tapi Kiki adalah gadis yang pernah hidup di era 21,jadi dia sedikit akrab dengan ini.
Ambil dan simpan dulu di laci.
Setelah berhasil mengumpulkan beberapa bibit sayuran dan anakan pohon, Kiki merasa puas dengan perjalanannya. Dia memutuskan untuk kembali ke desa dengan hati yang bahagia.
Tiba di rumah , itu sudah jam 12.00 lewat, sebagian sayuran liar yang dia temukan dimasak langsung dengan do tumis bersama kecap.
beberapa langsung ditanami di ladang sistem.
Ladang ini tidak perlu lagi dicangkul dia hanya perlu menekan bibit di atas tanah yang lembut. apapun yang terjadi benih pasti akan berhasil hidup dan bisa dipanen besok.
Hanya ada beberapa bibit daun bawang dan bayam juga kangkung. Dendalion juga disebut dengan dompet gembala juga enak dibuat pangsit. ini juga ditanami di sini.
Oh ada juga anakan pohon apel, sebagai uji coba dia menanamnya satu batang terlebih dahulu ditambah lagi ladang tidak begitu besar.
Kiki hanya sendirian dan dengan satu pohon apel saja mungkin dia tidak akan pernah bisa menghabiskan nya.
Setelah semuanya selesai dia menepuk tangan dan meninggalkan.
__ADS_1
Hehehe jika ini berhasil besok dia pasti bisa makan apel.