Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
41


__ADS_3

Kata orang, kemalangan dan keuntungan selalu berdampingan. Itulah yang terjadi kepada Kiki hari ini.


Setelah semua orang pergi dari rumahnya, dia mulai meminta sistem mengeluarkan segala yang dia dapatkan untuk dikualifikasi. Tanpa sadar, dia telah berinteraksi dengan pria itu berkali-kali, tanpa bisa dihitung.


Jadi, setumpuk barang-barang yang familiar di mata Kiki benar-benar membuat dirinya tercengang.


"Semua barang yang didapatkan dari menyentuh pria keberuntungan adalah barang-barang dunia modern, sistem? Bisakah kau mengatakan kenapa?"


Kiki ingin bertanya kepada sistem kenapa ada pengaturan seperti itu, tapi sistem bukanlah sistem yang bisa menjawab apa yang ingin dia tanyakan.


Jadi, tidak ada jawaban di sana.


Karena tidak ada jawaban, jadi Kiki membuka sebungkus coklat yang sudah dia kenal. Coklat dengan taburan kacang.


"Hmm, masih seenak yang aku ingat," kata Kiki dalam hati.


Selain dari coklat kacang, dia juga menemukan beberapa makanan ringan seperti keripik kentang, keripik pedas,biskuit coklat dan permen karet.


Black forest dengan taburan keju parut yang bikin Kiki gila.


"Sepotong lagi ,ini yang terakhir"kata Kiki.


Ini sudah setengah black forest tapi Kiki harus menyimpan nya untuk lain kali.


Selain kosmetik dengan merk tertentu,ada juga sepaket besar pembalut wanita.


Kiki baru empat belas tapi ulang tahun nya akan datang tidak lama lagi.Jadi dia mungkin akan kedatangan tamu nya tidak lama lagi.Jadi hadiah ini sangat cocok.


Sama seperti Kiki, Fang xionan juga sedang merenung tentang fenomena aneh nya.


Ibunya Yang guiha tidak banyak bicara tapi kakak iparnya yang berisik sepanjang malam.


"ku pikir dia akan berubah,tapi tidak lama dia kembali jadi iblis.Ibu bilang apa tentang mahar? keluarga kita miskin,apa kita benar-benar punya uang?apa ibu seperti bibi bibi desa yang lain, yang mengincar rumah gadis itu?hah ibu mertua,adik ipar sudah begitu perilaku nya sejak kecil.Kiki hanya akan menderita dengan dia"kata Kakak ipar di ruang tengah.


"Istri ku,diam lah "


"Aku tahu ,kau tidak puas dengan aku kan? tapi aku juga tidak puas? keluarga miskin.macam apa yang menawarkan mahar seperti orang kota.Dulu mahar mu hanya 200rp aja dengan sepuluh kg gandum.Apa kau ingat?"


Mahar yang di katakan ibu mertua begitu tinggi.Jika itu terjadi, bukan kah mereka akan kembali berhutang.Hutang lama belum di bayar tapi sekarang akan membahas tentang hutang yang baru.


Lagipula kenapa gadis itu bisa mendapatkan mahar yang bagus, toh reputasinya juga sudah hancur.Menikah tanpa perjamuan juga tidak apa apa kan.


Buang buang uang saja.


"Menantu perempuan? apakah kau sudah habis?"Kata Yang guiha menatap menantu perempuan satu satu nya.


"ibu mertua,aku bicara untuk kebaikan bersama, menikah saja tapi jangan sampai berhutang.Apa aku salah?"


"Aku tidak meremehkan mahar putra ku ketika menikah dengan mu.Saat itu orang tua mu ingin menjual mu pada pria gunung seharga 100 Rp.Putra ku suka jadi aku menggandakan uang nya dan menambahkan beberapa biji bijian lagi" kata Yang guiha dengan kejam mengungkit kisah lama.


"Ibu, sudah lah"


"Ada apa? Setelah mendapatkan istri,kau akan membuang ibu mu?"tegur Yang guiha psa Putra tertuanya itu.


"200 itu adalah uang yang kau minta aku simpan,jika ada seribu aku juga akan mengirimkan itu sebagai mahar.Tapi tahun itu, semua orang kesulitan untuk makan apalagi untuk menikah.Tapi istri mu ini meremehkan 200rupiah seperti kita yang memaksa dia menikahimu.Heh ingat,tahun itu ada begitu banyak keluarga yang menikah kan putri mereka hanya dengan sepuluh kilogram ubi jalar.Jika tau kelakuan mu seperti ini, lebih baik aku pilih mereka yang mungkin tau berterima kasih"


Kakak ipar tidak lagi bersuara,dia sepertinya sedang menangis.


Terjadi tiga tahun kekeringan , dimana rumput pun tidak bisa tumbuh apalagi ubi jalar.


Banyak orang yang mati kelaparan,ada juga yang naik ke gunung untuk mengikis kulit kayu.Pada akhirnya ada orang yang makan tanah di kuil lama.

__ADS_1


Tapi ada juga yang menjual putri mereka dengan imbalan makanan.


Kakak ipar beruntung , karena di sukai oleh putra Yang guiha. Jadi dia masih mendapatkan mahar sebesar itu dengan tambahan makanan.Tapi orang tua bahkan tidak mengadakan perjamuan sama sekali.


Inilah yang membuat dia berwajah masam sepanjang hari.


"Xionan juga meminta aku menyimpan uang, sekarang ada jalan untuk menghabiskan nya,lalu kenapa tidak?Kau memberi mahar sesuai dengan uang mu sendiri.Dan xionan juga membayar mahar dengan uang nya sendiri.Jadi di mana salah nya?" kata Yang guiha sampai menggebrak meja.


"Ibu ,jangan katakan adik laki-laki punya simpanan ?"


"Kenapa tidak?dia juga tahu suatu hari akan memberi mahar untuk istri nya .Jadi dia menyimpan semua nya pada ibu.Jangan berpikir kau serakah dengan uang adik laki laki mu,kan!"


"Tidak ibu,aku tidak percaya saja " kata kakak tertua lagi dengan malu.


Sebenarnya dia ingin berkata,hemat uang untuk putra mereka pergi ke sekolah, mereka juga perlu menabung untuk mahar nya juga di masa depan.Tapi semuanya di telan saja di dalam perut, takut ibu marah lagi.


"Menantu,aku tahu kau tidak jahat tapi hati hati dengan mulut mu.Adapun masalah xionan menikah atau tidak, jangan pernah di bicarakan lagi.Kiki tidak mau ,dia bilang hubungan ini tidak mungkin"


"Eh gadis itu menolak? tapi kenapa?"


Segera kesalahan kakak ipar di lupakan dan sekarang mereka membicarakan tentang penolakan Kiki.


Fang xionan mendengar itu semua dari kamarnya.


Dia diam bukan karena tidak ingin ikut campur tapi masih mencerna keganjilan tadi.


"Apakah dia istimewa?atau aku memiliki reaksi seperti itu pada setiap gadis?"


"Sejauh ini,aku tidak pernah berinteraksi dengan gadis gadis,dia yang pertama.Tapi ..ahh gimana jika aku cari tahu dulu.Apakah reaksi ini hanya pada gadis itu atau semua gadis.Ah pemilik tubuh ini adalah orang jahat yang berpikir tentang urusan bawah, ckckck gawat jika tebakan ku benar "


Jadi Fang xionan pergi lagi siang itu.


Bedanya dia tidak saja membawa sekotak kelinci dan bangkai ular tapi juga merubah penampilan sebagai pria tua.


"Gadis,kekek pusing, bisakah aku menarik kakek untuk duduk di sana?"sapanya pada seorang wanita.


Tahun ini , perilaku orang orang bisa di katakan lumayan.Beberapa masih memiliki hati nurani,jadi dia di bantu dengan sekedar menarik tangan atau pura pura jatuh .


Ini semua adalah sentuhan yang tidak di sengaja, tapi tidak satupun yang bisa memberikan dia energi seperti yang di barikan oleh Kiki.


"Tidak ada..


"Tidak ada juga...


"Mungkin karena usianya kali?"pikir Fang xionan.Lalu targetnya berubah menjadi gadis seusia Kiki.Tapi dia kecewa lagi.


"Tidak ada, benar benar tidak ada ,jadi hanya dia saja"


Namun begitu Fang xionan bisa lega, jika semua wanita bisa menghasilkan energi, maka Fang xionan pasti akan menjadi bajingan seumur hidup.


Yang di sukai oleh Fang xionan adalah kekuatan dan kedua adalah makanan.Wanita dan gelar kehormatan,dia tidak perduli sama sekali.


Jadi sebelum sore,dia pulang dengan sekaleng susu bubuk sari gandum dan gula merah.


Dia pulang setelah memastikan jika Kiki adalah gadis istimewa baginya.


"Bagus juga andai ibu bisa menjadi kan dia istri ku,ini seperti rumah yang ada charger, tinggal cash kapan kehabisan baterai"pikir nya.


Ketika pulang,itu sudah gelap.Tapi orang orang baru saj kembali dari ladang.


"Xionan, kau pergi lagi?" kata Yang guiha .

__ADS_1


Kisah putranya ini benar-benar menjadi buah bibir di desa kali ini .Namun begitu Yang guiha sama sekali tidak malu. Kabar terburuknya adalah dia mendapatkan menantu perempuan di rumah.


Namun yang terpenting di sini adalah Kiki sendiri yang menolak pernikahan itu tanpa mengkhawatirkan reputasi.


"Ibu , Kakak ipar,ambil ini "katanya dengan mata kecil.


Barang yang di bawa, sebenarnya di gulung dan di bawa di dalam pakaian.Ketik di bawa keluar,mata kakak ipar melebar.


"Susu?"


"Xionan, tiap kali hanya uang tapi kenapa kali ini ,kau bawa pulang barang?" kata Yang guiha cemas.


"Tidak apa apa, keponakan tidak pernah minum susu"kata Fang xionan yang langsung pergi ke kamarnya.


Sebenarnya dia melakukan ini untuk menutup mulut kakak ipar. Fang xionan selalu menitipkan uang pada ibunya.Uang dimaksudkan agar makanan mereka lebih kaya dan agar dia bisa makan lebih banyak.


Tetapi siapa yang menduga jika sebenarnya wanita tua itu begitu pelit dan menyimpan segalanya di dalam lemari.


Itulah kenapa Fang xionan kerap menghabiskan sejumlah uang di restoran milik negara, setiap kali dia pergi ke kota.


Tapi untuk menunjukkan terima kasihnya pada pemilik tubuh ,dia masih membayarkan sejumlah uang tersebut kepada ibunya.


Mendengar bisikan-bisikan tadi siang, baru kemudian dia menyadari kegunaan uang yang disimpan oleh Yang guiha. Itu semua akan digunakan untuk dia menikah dengan istri.


Agar kakak ipar tidak berpikir macam-macam, Fang xionan membeli sekaleng susu bubuk ini untuk membungkam mulutnya.


Jangan pernah bilang lagi, jika dia tidak tahu bagaimana caranya menghasilkan uang oke.


Jadi mulai hari ini, Fang xionan berniat untuk membawa uang lebih sedikit tapi dengan barang barang yang berat di pundak nya jika dia pergi ke pasar gelap.


Ibu enggan menghabiskan uang tapi jika semua nya di ubah pada barang , tidak mungkin dia bisa menolaknya.


"Xionan,kau.. Kiki lupa kan saja Oke,dia berbeda dengan kita.Jadi lupakan saja"kata Yang guiha pelan ketika mereka makan malam.


Keponakan dan adik perempuannya , berdecak beberapa kali ketika minum semangkuk susu.Adik perempuan sangat pendiam, tapi keponakan nya tidak.


Dia memuji paman dan merayu nya untuk makanan lain di masa depan.


"Permen kelinci putih besar,Batu punya dua kemaren, tapi dia menolak untuk memberikan satu pada kami.Paman, aku belum pernah makan permen itu. besok-besok kalau ada uang Paman belikan untuk aku ya"


Selagi anak itu mengoceh, tiba-tiba saja Yang guiha berbicara tentang penolakan Kiki.


Fang xionan juga sudah dengar tapi dia tidak mungkin menemukan gadis yang seperti Kiki di masa depan.


Jadi dia berkata dengan serius kepada ibunya.


"gandakan uangnya lagi jika perlu,pergi tanya langsung apa yang dia mau"


"Xionan,dia bilang masih kecil jadi...


" Tunangan dulu tidak apa-apa. Aku bisa datang ke rumahnya tanpa sembunyi-sembunyi jika kami tunangan. Dia tinggal sendiri dan tidak ada laki-laki di sana" kata Fang xionan serius.


Fang xionan adalah manusia dengan kemampuan air. Tapi saat ini daya serangnya hanyalah dua kali saja. Itulah sebabnya kenapa ketika dia mengambil ikan di sungai itu rata-rata hanyalah dua ekor.


Fang xionan benci dan takut dengan kelemahan ini. Sekarang dia memiliki jalan lain untuk menjadi lebih kuat. Jika gadis itu adalah persyaratan untuk menjadi kuat ,maka menikah dengannya adalah sebuah hal yang wajib dilakukan.


Sementara itu kakak ipar tidak lagi berisik ketika dia mendengar keinginan dari adik iparnya itu. Toh yang punya uang adalah dia.


Yang guiha sendiri juga tidak tahu harus bicara seperti apa lagi dengan putranya ini. Sudah dibilang gadis itu menolak. Tapi putranya masih tetap keras kepala untuk mengirim dia pergi ke sana.


Ahh sejak kapan putraku jadi keras kepala seperti sekarang?

__ADS_1


__ADS_2