
Mereka tiba di Stasiun Qingchen pada sekitar pukul sepuluh pagi, dan ketika mereka turun dari kereta api, Xu Jie sudah menunggu di sana. Kiki sebelumnya telah memberi tahu kakak laki-lakinya tentang kedatangannya yang lebih awal, tetapi dia tidak menyebutkan kehadiran Fang Xionan. Ini menimbulkan kebingungan saat mereka bertemu di stasiun.
Xu Jie menatap Kiki dengan ekspresi aneh dan bertanya, "Kiki, siapa dia?" dia menunjuk Fang Xionan.
Kiki dengan malu menjawab, "Dia target yang datang bersamaku."
Di tahun ini, seseorang tidak mengatakan orang itu adalah pacar, tapi sebagai target pernikahan yang serius.Dan hubungan semacam ini juga tidak mudah di singkirkan jika dua belah pihak sudah mengakuinya.Jika anda tidak ingin di sebut dengan holiganisme.
Jadi ketika Kiki memperkenalkan Fang xionan sebagai target,maka hubungan ini sudah serius banget sebenarnya.
Karena itu lah Xu jie merasa terkejut.
Fang Xionan juga dengan sopan memperkenalkan diri, "Saya Fang Xionan, target Kiki. Senang bertemu denganmu, kakak ipar Xu Jie."
Namun, Xu Jie menyambutnya dengan dingin dan hanya mengangguk singkat.
Dia tidak marah, hanya kesal saja,adik perempuannya masih muda tapi sudah punya target yang serius.Hei ,ini... menjengkelkan sekali kan.
Suasana di antara mereka menjadi canggung, tapi mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Xu dengan nuansa yang agak tegang.
Xu jie memiliki hubungan yang tidak baik denagn ayah nya tapi Kiki dan dia masih harus menghormati nya meskipun tidak perlu lagi berbakti.Jadi rumah ayah masih rumah yang relevan untuk Kiki datangi,bukan rumah paman.
Xu jie hanya membawa sebuah sepeda jadi Fang xionan harus jalan kaki kan.
"Tidak apa apa, lagipula ada hal yang harus aku lakukan di kota"kata Fang xionan beralasan.
"Oh jika begitu, mari bertemu di depan pabrik sepatu ,tanya kan saja rumah tuan xu pada orang yang lewat "kata Xu jie dengan wajah cemberut.
Fang xionan tidak mempedulikan Xu jie,dia hanya tersenyum sedikit dan berkata "aku mengerti " dengan singkat.
Setelah itu, Kiki dan Fang xionan berpisah, Kiki naik sepeda dengan kakak nya kembali ke rumah ayah.
Tidak seperti tahun lalu,Xu Xin , sudah menunggu Kiki di rumah bersama ibu tiri tentunya.
Jadi ketika Kiki tiba dengan sepeda,dia di sambut dengan wajah tersenyum ayah di depan pintu.
"Kiki kau pulang nak"katanya dengan wajah yang sudah lebih tua jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Uban dan keriput nya lebih banyak tahun ini.Kata Xu jie,ayah sering bertengkar dengan ibu tiri sekarang karena beberapa hal.
"Ayah,ah kau terlihat tua sekarang,apa ayah sakit?"kata Kiki setengah menyindir ayahnya.
Ayah tentu tahu maksud Kiki,dia tidak mengelak sama sekali,"Ayah banyak masalah akhir akhir ini, jadi terlihat tua hahaha "
"Masalah apa yang ada hem,aku tidak di rumah sepanjang tahun, kakak juga pergi bekerja diluar, jadi apa masaalahnya?" kata Kiki yang entah kenapa cukup bahagia dengan penderitaan ayah sendiri.
Siapa suruh jadi ayah yang tidak kompeten.
"Suamiku, masuk dan bicarakan di rumah,apa kata orang orang nanti?"tegur ibu tiri dengan keras.Ayah dan anak yang tidak berguna , mereka hanya tau buat kesal setiap kali bertemu.
"eh, Kiki, Ajie, Ayo masuk,di luar dingin"kata ayahnya seolah-olah baru ingat jika dia anak sebenarnya belum masuk ke rumah.
Tahun lalu, ketika Kiki pulang, kamar lamanya sudah dihuni oleh orang lain tapi kali ini kamar itu sudah dia rapikan dan dia langsung masuk ke sana di bawah tatapan mata tidak senang dari ibu tiri. Pasti ayahnya yang bau sudah memiliki sedikit pemikiran ,sehingga dia sudah melakukan beberapa tindakan pencegahan lebih awal
Kiki tidak lama tinggal di kamar itu,dia segera keluar dan melihat kakaknya yang hendak pergi. Dengan lembut, ia bertanya, "Kakak, mau ke mana? Tidak mau makan siang dulu?"
Sebelumnya, sudah disebutkan bahwa ibu tiri sengaja memasak daging untuk menyambut kedatangan Kiki yang hanya pulang setahun sekali. Meskipun keramahtamahan ini semata-mata kepura-puraan, tetapi tetap lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Namun, Xu Jie berkata, "Tidak masalah, nanti aku harus langsung ke pabrik. Kalau cepat, aku bisa makan di kantin."
Ayah merasa sedih mendengar jawaban tersebut. Setelah mereka berpisah, masalah ini sampai ke surat kabar, dan hubungan mereka tampaknya terputus begitu saja.
Alasan memasak daging bukan hanya untuk Kiki,tetapi juga untuk meredakan hubungan antara ayah dan anak. Namun, putranya menolak untuk duduk bersama di meja makan.
Ayah mencoba lagi, "Xu Jie, duduklah sebentar, makan di sini. Tidak akan terlambat kembali ke pabrik setelah makan," katanya beralasan.
Tapi putranya hanya menggelengkan kepala dan berkata, "Simpan saja daging untuk istri dan Putri tersayangmu."
__ADS_1
"Xu jie, kau...!"
Ada suara patah hati di sana kan.Kiki ingin tertawa, tapi dia merasa takut akan dosa. Jadi, dia menahannya dan membiarkan kakak laki-lakinya keluar dari rumah dengan melambaikan tangan.
Oh, sekarang ingat, mereka akan menghabiskan waktu di desa, tempat kakek dan nenek Kiki dari sebelah ibu tinggal.
Ibu sebenarnya gadis yang sangat hebat. Dia berasal dari desa yang keras, namun dia berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Nyatanya, dia berhasil mendapatkan pekerjaan di kota, dan setelah bertahun-tahun, pekerjaan itu menjadi pekerjaan resminya.
Ada juga paman pertama yang menjadi tentara, tetapi sudah bertahun-tahun tidak pulang. Dia telah menikah dan tinggal di kamp bersama anak dan istrinya.
Paman kecil, yang juga sudah menikah, memiliki tiga putri tanpa satu putra pun. Paman kecil ini masih tinggal di desa untuk menjaga lansia. Paman pertama sering mengirimkan uang dan beberapa tiket sebagai tunjangan berbakti.
Jadi, kehidupan nenek dan kakek tetap baik di desa, dan ini juga menjadi alasan mereka untuk tidak serakah terhadap pekerjaan ibu Kiki yang sudah meninggal.
Dulu, ayah Kiki berjanji bahwa saat Kiki dewasa, pekerjaan itu akan diserahkan padanya. Namun, sebelum Kiki dewasa, dia dikirim ke Tim Pemuda Pendidikan.
Paman tidak tahu, tapi sudah terlambat untuk marah karena Kiki sudah pergi ke desa saat itu.
Paman kecil sempat marah dan mengobrak-abrik rumah ayah. Kiki tidak tahu hal itu, tetapi Xu Jiming yang sering pergi ke desa mengabari hal ini kepadanya.
Sejak saat itu, Kiki selalu menjaga hubungan dengan keluarga di pihak ibu dengan mengirimkan beberapa barang dari desa untuk nenek dan kakek. Tujuannya adalah untuk menggantikan tugas ibu sebagai cucu yang baik.
Sekarang, tujuan Kiki adalah menghabiskan waktu di desa.
Segera rumah itu hanya ada 3 orang saja, Kiki melihat wajah malu ayahnya tapi dia tidak peduli sama sekali.
"Ayah, aku lapar"kata Kiki dengan santai.
Baru kemudian Xu Xin,sadar ,dia buru buru berkata,"oh ayah lupa,kau pasti lapar dan lelah nakn,ayo makan setelah itu istirahatlah di kamarmu"
"Baik...
"Tidak,mari tunggu Xu Lin pulang,dia pergi sebentar,apa salahnya menunggu sedikit lagi"potong ibu tiri dengan kesal.
"Oh begitu kah?ah ayah maaf , aku lapar jadi aku pergi makan di rumah Paman aja ya,aku tidak tahu kapan , putri mu itu pulang, perut ku sudah tidak bisa menahan nya lagi "kata Kiki dengan wajah cemberut.
Xu xin merasa malu,ini juga akan jadi buah bibir di pabrik. Putri kandung hanya pulang 1 tahun sekali sebenarnya tidak diizinkan makan dan terpaksa makan di rumah paman pada hari pertama dia kembali.
"Kiki, jangan dengar omongan ibu tirimu ini Ayo makan bersama Ayah sudah lama sekali Ayah tidak makan bersama putri ayah yang cantik"kata nya.
Kiki tidak bisa melangkah mendengarnya dan Entah kenapa dia merasa ingin muntah.
Hei sejak kapan aku jadi cantik di mata Ayah yang bau ini? apa dia sedang salah makan obat?
Xu xin mengerti apa yang disebut kata di adalah sesuatu yang tidak pernah dia katakan sejak istrinya meninggal dunia. dia juga merasa tidak nyaman menyebutkannya tapi sebenarnya itulah yang dia sadari sejak beberapa bulan terakhir ini.
Putri tiri yang sudah dia pegang sebagai intan permata sebenarnya lebih jelek dari batu kali.Dia hanya tahu membuat malu keluarga.
Hanya beberapa minggu bekerja di pabrik ,namanya sudah begitu populer sebagai pekerja paling malas. Untunglah dia mendapatkan pasangan yang cocok dengan imbalan pekerjaannya itu.
Tapi itu juga menjadi bahan utama pertengkaran antara suami istri.
Pekerjaan itu didapatkan dengan menjual Putra tertuanya .Tapi sekarang diserahkan kepada orang yang tidak dikenali sebagai mahar.
Xu xin yang sudah menyesal berpikir akan mengembalikan pekerjaan itu Xu jie, dan terserah dia untuk diberikan pada siapa pekerjaan itu nantinya.
Tapi kemudian dia kalah dalam pertengkaran dan akhirnya menyerah dengan tuntutan sang istri membiarkan pekerjaan itu menjadi mahar.
Belum lagi Putri tiri meminta beberapa barang tambahan seperti tempat tidur dan selimut pernikahan juga radio? ckckck dia juga meminta dibuatkan acara perjamuan agar tidak memberikan wajah untuknya di rumah suami.
Seorang anak tiri meminta hal yang sedemikian rupa kepada ayah tirinya, sementara anak kandung sendiri menandatangani kesepakatan agar dia melepaskan diri dari tuntutan mahar ketika dia dirinya kelak akan menikah.
Apakah Putri tiri semacam ini yang layak dibangga-banggakan dan apakah dia bisa menggantungkan masa tua nya kepada putri tiri yang memiliki sifat buruk?
Tidak, jadi sebelum anak-anak memiliki hati yang dingin ,maka dia lebih baik menjalin hubungan dengan anak-anak lagi.
Syukur mereka masih menganggapnya sebagai ayah kandung.
__ADS_1
Kiki tidak tahu dengan apa yang dipikirkan oleh ayahnya ini yang jelas dia seperti ditarik oleh sesuatu yang tidak kasat mata dan membiarkan dirinya duduk di meja makan.
Oh lihat wajah ibu tiri yang tidak bagus. tapi wajah itu sebenarnya membangkitkan semangat selera makan Kiki.
Kiki sebenarnya sudah bosan dengan daging tapi hari ini dia begitu berselera dan menghabiskan dua mangkuk tambahan. yang pada akhirnya membuat perutnya penuh dan bulat.
",Ayah,aku..aku sudah kenyang"kata kiki melihat Xu xin ingin meletakkan sepotong daging lagi di dalam mangkoknya.
"benarkah kau sudah kenyang? jangan khawatir tentang kakakmu itu, masih ada beberapa potong lagi di dapur"kata ayah yang mengira Kiki berpura-pura karena takut Xu Lin tidak akan kebagian daging.
"Yang di dapur itu untuk nanti malam, apa kau pikir harga daging itu murah hingga kita bisa makan daging setiap hari?"tegur ibu tiri yang mendengar kata suaminya itu.
Putri tersayangnya belum makan dan Putri tiri ini benar-benar menghabiskan semua hidangan. Emangnya dia adalah reinkarnasi dari hantu lapar sampai makan sebanyak itu.
Ckckck dasar gadis kampung yang tidak tahu diri.
"Oh bibi jangan khawatir, jangan simpan daging itu untukku malam ini aku akan makan di rumah paman oh tidak aku bisa makan di restoran milik negara"kata Kiki dengan wajah serius.
"ya di desa kau pasti jarang makan daging, jadi daging ini sangat harum menurutmu begitu?Tapi kenapa harus berpura-pura ingin makan di restoran milik negara? dipikir mudah mencari uang?" kata nya dengan mendengus.
Kiki tersenyum sinis mendengarnya, dia pikir masakannya itu luar biasa? hehehe,masakan ibu tiri biasa-biasa aja, masih tidak ada bandingannya dengan makanan yang ada di dalam laci sistemnya. Ibu tiri terlalu memandang rendah dirinya kan.
"Kiki jangan ambil hati kata-kata ibu mu, dia memiliki mulut pisau hati tahu hehehe"kata ayah ingin meredakan sedikit ketegangan.
" Tidak apa-apa,aku mengerti .oh iya ayah ,aku sudah makan dan biarkan aku istirahat dulu"Kata Kiki yang tidak peduli dengan pertengkaran suami istri ini.
Ayah menganggukkan kepala dan Kiki langsung masuk ke dalam kamarnya.Wow dia benar-benar ingin membenamkan dirinya pada bantal begitu capek ditambah dengan perut yang kenyang.
Ah inilah surga yang sebenarnya.
Terlepas dari apa yang terjadi sebenarnya, Xu Lin tidak kembali sampai sore.Ayah Kiki yang sudah lama menyimpan rasa kesal kepada istri dan anak tirinya ini, bertengkar hebat di kamar sebelah karena itu.
Jadi Xu Lin yang baru kembali tidak kurang kena omelan dari Xu xin.Kau tau, alasan dia tidak pulang itu, karena Xu Lin menghabiskan sejumlah uang di koperasi pemasukan dan pengadaan untuk membeli pernak-pernik pernikahannya. Dan dia juga menghabiskan sedikit uang untuk makan di restoran milik negara.
Hei bukankah barang-barang untuk pernikahan sudah dibeli sebelumnya dan barang apa lagi yang ingin dia miliki lagi.
Setiap sen yang dihabiskan di sana, sebenarnya adalah milik Xu xin sendiri.
Xu Lin mengertakan giginya dan berkata, "Kiki akan menikah di desa dan tidak memerlukan mahar tapi aku berbeda. Aku menikah di kota dan harus memiliki mahar agar dihormati di rumah mertua.Ayah bukankah kau tahu itu?"
"Kenapa Kiki menikah tidak memerlukan mahar?ayahnya masih hidup. jika kau saja,Anak tiri mendapatkan mahar ,lalu kenapa anak kandungku tidak?" kata Xu xin yang marah.
"suamiku, apa maksudmu? bukankah Kiki sudah menandatangani kesepakatan , jika kita tidak perlu menyiapkan mahar untuk dia menikah di masa depan?"
"apa artinya sehelai kertas hah? dia adalah putriku sendiri ,darah dagingku dan dia memiliki hak atas harta yang aku hasilkan, jika aku katakan Kiki memiliki mahar, itu artinya dia akan memiliki mahar. ,Dan mahar yang dia miliki harus dua kali lipat dari mahar yang dimiliki oleh putrimu ini"
"apa katamu dua kali lipat ? Aku bekerja di pabrik untuk mengumpulkan dana dan sekarang kau meminta aku menyimpannya untuk membuatkan putrimu itu mahar? enak bener?" kata ibu tiri dengan nada sarkasme.
Dipikir gampang apa bekerja di pabrik dan mendapatkan uang.Eh mana bisa uang yang begitu susah payah didapatkan diberikan kepada orang lain.
Tidak mungkin
"Hah hahaha selama ini aku bodoh dan benar-benar dibodohi dengan wajahmu itu. Apa kau lupa ,kenapa kau bisa mendapatkan pekerjaan di pabrik? memberikan mahar untuk putrimu ,uang dari hasil kerja kerasmu di pabrik .Tapi sebagai pemilik asli dari pekerjaan itu, Kiki berhak mendapatkan nya juga bahkan lebih baik lagi " kata ayah kiki yang tidak kalah sengitnya. Dulu dia tidak akan pernah bertengkar seperti ini Tapi demi masa tuanya dia harus berpihak kepada anak-anak sendiri.
Jika dikatakan dirinya egois maka biarkanlah.
"Ayah... huhuhu ayah, apa kau tidak sayang padaku lagi? Ayah.. dulu dulu kau katakan aku adalah putrimu yang paling kau sayang, tapi... tapi kenapa sekarang yang berbeda? Kenapa?". kata Xu Lin dengan sedih.
Sulit untuk membuat Ayah tirinya ini memberikan dia kasih sayang yang setara. Tapi kenapa semua yang sudah dia lakukan sekarang menjadi sia-sia? Kenapa? Apakah itu hanya karena mahar?
Huhuhu gadis mana yang menikah tanpa memiliki mahar ?
"Hah tanyakan itu pada dirimu sendiri kenapa itu terjadi. Putri kandungku tidak akan pernah memberikan aku malu. meskipun dia dibuang ke desa tapi dia masih menjaga harga diri dan martabatnya tapi kau... apa yang sudah kau lakukan?"
Kiki yang berada di kamar sebelah tentu saja mendengarnya bukan saja Kiki tapi tetangga lain juga mendengarnya karena rumah mereka adalah rumah tabung yang mirip flat di era modern. namun tingkat peredam suara di rumah semacam ini sangat tidak bagus sehingga pertengkaran itu bisa didengar oleh semua tetangga.
Oh Kiki bisa dikatakan pemicu pertengkaran itu tapi sebenarnya dia masih bisa tertidur dengan nyaman dengan headset di kupingnya.
__ADS_1
Menyentuh pria keberuntungan, sebenarnya memberikan dia sebuah telepon seluler ,hanya saja tidak ada sinyal di sini,namun begitu untuk memutar lagu masih oke lah.
Kira-kira lagu apa yang sedang didengar oleh Kiki saat ini.