Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
47


__ADS_3

Setelah berkeliling beberapa waktu, Kiki merasa kecewa. Namun, tiba-tiba dia melihat seorang pria muda berusia sekitar 20-an tahun yang sedang berjongkok di tanah, di sekitar beberapa obat-obatan. Wajahnya tertutup oleh topi jerami, sehingga sulit untuk melihat wajah aslinya.


Kiki mendekat dan bertanya, "Hai, sepertinya kamu memiliki bahan obat-obatan. Tapi, apakah kamu juga memiliki soda api?"


Pria itu menarik topi jeraminya lebih rendah, mungkin untuk menutupi identitasnya. Dia memang menjual obat-obatan di sini dan beberapa barang yang biasanya ditemukan di rumah sakit, tetapi soda api adalah hal yang jarang diminta orang.


Kiki sebenarnya tidak berharap banyak dari pria ini, namun kemudian dia terkejut mendengar pria itu berkata, "Aku punya, tapi tidak di sini. Apakah kamu ingin membeli dalam jumlah besar?"


Kiki sangat bahagia mendengar itu dan berkata, "Aku membutuhkannya dalam jumlah besar, tapi tidak sekarang. Sekarang aku hanya ingin membeli sekitar 1 kilogram dulu."


Pria itu mengiyakan, "Tunggu sebentar."


Dia menepuk ujung jari dan seseorang datang menggantikan posisinya di stan penjualan sementara dia pergi dengan cepat, entah ke mana. Namun, sekitar 10 menit kemudian, dia kembali membawa barang yang diinginkan oleh Kiki dan menyebutkan harganya yang tidak perlu ditawar lagi.


Baru lima langkah menjauh dari lokasi tersebut, tiba-tiba terdengar suara lolongan anjing yang merengek dengan nada yang agak aneh. Semua orang segera berlari menjauh dari lokasi begitu mendengar lolongan anjing itu.


Semua orang tahu bahwa lolongan anjing adalah isyarat bahwa kelompok Ban Merah telah datang untuk menggeledah pasar gelap.


Kiki, yang belum pernah mengalami fenomena seperti ini sebelumnya, juga ikut-ikutan berlari bersama orang lain tanpa arah yang jelas.


Kiki merasa bingung, "Aduh, harus lari ke mana ini?" pikirnya saat dia berlari dengan cepat.


Tiba-tiba, dia merasa tubuhnya terangkat, dan dia menyadari bahwa seseorang sedang memeluknya dan membawanya berlari ke arah yang berbeda.


Kiki refleks ingin menjerit, tetapi sebelum dia bisa melakukannya,Sistim yang menjerit duluan.


("Slamat sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan sepaket Oreo")


"Fang xionan??"


Segera Fang Xionan berbicara dengan tegas, "Diam, jangan berisik."


Kiki segera menutup mulutnya dan membiarkan dirinya dipikul seperti sebuah beban di punggung Fang Xionan. Mereka berlari lebih cepat, terkadang melompati tembok dan berlari zigzag, semuanya untuk menghindari pengejaran kelompok Ban Merah.


Pelarian semacam ini memacu adrenalin, tetapi juga membuat Kiki merasa lega, karena sistem terus-menerus memberikan pengumuman hadiah setiap kali mereka menyentuh lebih dari 2 menit. Pada menit ketiga, sistem kembali berteriak memberikan selamat dan sebagainya.


Kiki tidak menghitung berapa kali sistem memberikan hadiah selama pelarian ini. Hanya ketika mereka berhasil keluar dari area pasar gelap, Fang Xionan akhirnya melepaskan Kiki ke tanah.


Begitu Kiki merasa selamat, dia ingin mengucapkan terima kasih, tetapi wajah Fang Xionan terlihat marah, dan nafasnya naik turun dengan cepat, menunjukkan betapa kesalnya dia.


"Aku sudah mengatakan padamu untuk menyerahkan masalah soda api padaku. Mengapa kau datang ke pasar gelap ini? Ini tidak aman untuk gadis kecil seperti kau," ucap Fang Xionan dengan nada tegas.


"Maaf ya, kita bukan pasangan, dan aku juga punya kebutuhan yang tidak perlu aku beri tahu padamu. Jadi, urus saja urusanmu sendiri," jawab Kiki yang menahan rasa malu di hati nya.


Mendengar jawaban Kiki, Fang Xionan mendesah dengan kesal, meskipun dia tidak bisa membantah.


"Oke, kalau begitu, kau sudah mendapatkan apa yang kau cari. Jadi, apakah urusanmu sudah selesai?" tanya Fang Xionan.


"Seharusnya sudah. Aku akan pulang sekarang. Sepedaku ada di sudut sana, jadi kau tidak usah repot-repot," kata Kiki dengan pelan.


Fang Xionan tahu bahwa Kiki tidak ingin diikuti olehnya, tetapi dia juga khawatir jika Kiki ditangkap oleh polisi hanya karena pergi ke pasar gelap.

__ADS_1


Untungnya, tidak ada yang terjadi.


"Kali ini, aku ingin mentraktirmu makan di restoran milik negara. Itu sebagai penggantian atas makananmu yang kumakan kemarin," ucap Fang Xionan.


"Tidak usah, aku..."


"Aku memaksamu, oke. Ayo, ambil sepedamu," potongnya dengan cepat.


Kiki tidak ingin memperpanjang masalah, jadi dia pergi ke satu sudut dan pura-pura mengambil sepedanya.


Namun ketika kiki melakukannya, Fang Xionan merasakan fluktuasi energi besar yang dikeluarkan oleh Kiki dari sudut tersebut dan energi itu menghilang secepat dia datang.


Fang Xionan merasa fluktuasi energi tadi memberikannya kenyamanan yang sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan saat dia hanya berdiri di samping Kiki. Tapi Fang xionan harus menghargai privasi Kiki , karena itu dia tidak akan pernah bertanya.


Jadi mengajaknya makan di restoran milik negara adalah sebuah kompensasi untuk Kiki. Ketika Kiki keluar dari gang, dia sudah menarik sepedanya lagi, sementara Fang Xionan memilih berjalan kaki. Meskipun berjalan, kecepatannya setara dengan Kiki yang bersepeda.


Beberapa langkah keluar dari gang, ada keributan di jalan umum dan beberapa orang berbisik-bisik.


Yang membuat Kiki penasaran adalah suara berisik yang berasal dari pusat perhatian.


"Bertahanlah, bibi! Tolong bantu! Apakah di sini ada dokter?" teriak seseorang.


Fang Xionan juga merasa situasinya semakin aneh. Berbeda dengan Kiki yang penasaran dengan sumber suara, dia merasakan fluktuasi energi jahat di udara.


Keduanya bergerak ke depan setelah menitipkan sepeda kepada seseorang.


Setelah itu mereka masuk dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Gadis cantik itu terus-menerus meminta bantuan, namun sebenarnya dia adalah pelaku kejadian ini. Itu adalah Lin Xuni.


Dari matanya, Fang Xionan bisa melihat energi murni mengalir masuk ke dalam Lin Xuni. Dia tidak melepaskan tangannya dan terus-menerus menyerap usia wanita gemuk itu, yang membuatnya semakin gemetar di lantai.


"Lin Xuni? Apa yang dia lakukan di sini?" gumam Kiki.


Fang Xionan tidak bergerak dari tempatnya karena dia pikir itu bukan urusannya. Dia bukan pria yang memiliki hati baik dan ingin menjadi pahlawan di mata semua orang. Selain itu, orang-orang melihat gadis cantik itu sebagai orang yang mencoba membantu.


Fang Xionan tidak memiliki bukti bahwa Lin Xuni berniat sebaliknya.


"Bibi apa yang terjadi?"tanya Kiki pada seorang bibi desa.


"Wanita gemuk itu awalnya baik-baik saja. Tapi tidak tahu apa yang terjadi kemudian dia jatuh. Tidak ada yang ingin membantunya, tapi gadis cantik ini luar biasa, dia tetap bertahan dan meminta bantuan dengan keras. Tapi, siapa yang ingin membantu seseorang di situasi seperti ini? Kau bisa dengan mudah dituduh dan dibawa ke kantor polisi untuk bermalam," jelasnya.


"Jadi, tidak ada yang mau membantu?" tanya Kiki dengan heran.


"Tidak apa-apa, sebentar lagi polisi juga akan datang," sambungnya.


Tidak lama setelah bibi itu bicara, dua polisi datang bersama seorang dokter dari rumah sakit.


Segera dokter membawa wanita sakit itu dengan tandu, sementara polisi meminta Lin Xuni memberikan laporan mengenai kejadian tersebut.


Lin Xuni menangis dan terus-menerus menyentuh tubuh wanita tua gemuk itu, baik di kaki, kepala, atau menggenggam tangannya dengan sengaja.

__ADS_1


"Sungguh tindakan yang terpuji, jika saja aku tidak tahu," kata Fang Xionan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kiki.


"Eh, apa yang kau tahu? Saat ini, semua tindakan ini tampak baik. Kupikir sebentar lagi dia juga akan mendapatkan penghargaan karena menyelamatkan orang. Lin Xuni adalah wanita yang beruntung," bantah Kiki.


Lin Xuni tanpa sadar menoleh ke arah Fang Xionan dan Kiki.


Deg...


"Fang xionan?apa yang dia lakukan di sini?"pikir Lin xuni di dalam hati.


Awalnya dia berencana untuk terus menyedot usia wanita gemuk itu. Tapi kehadiran Fang Xionan membuatnya takut dan dia melepaskan jarinya dari tubuh wanita gemuk itu.


Matanya berkeringat dingin dan rasa takut mulai menjalar di hatinya.


"Fang Xionan mengetahui ini?" pikir Lin Xuni.


Nyatanya, Fang Xionan berbisik melalui angin dan pesannya sampai langsung ke gendang telinga Lin Xuni.


"Jangan berani, lepaskan dia sekarang juga," bisik Fang Xionan.


Wajah Lin Xuni memucat. Mendengar bisikan Fang Xionan dan melihat tatapan matanya yang seperti bisa membunuh hanya dengan pandangan, membuatnya ketakutan.


Meskipun demikian, Lin xuni segera mengikuti langkah kaki polisi dengan alasan akan membuat laporan.


Fang xionan tidak akan melakukan apapun walaupun, Lin xuni berniat untuk membunuh orang. Ini adalah masa damai dan dia tidak perlu mengekspos kesalahan orang lain. Toh sudah ada para polisi yang ditugaskan untuk itu.


Berpikir seperti itu Fang xionan pergi bersama Kiki dan sepedanya ke restoran milik negara.


Setelah tidak lagi memandang dua orang itu baru kemudian, Lin xuni merasa bisa menarik nafas lagi.


"Oh Padahal aku bisa saja mengambil nyawanya untuk 2 hari tapi aku cukup serakah dan sekarang aku harus membayarnya dengan Fang xionan? Tapi kenapa bisa dia bisa tahu ya?"pikirnya lagi di dalam hati.


Awalnya, Lin Xuni, dengan kekuatannya, berniat untuk mengisi poin-poin di saldo rekeningnya. Ini adalah rencana yang bagus, terutama setelah dia bertemu dengan wanita gemuk ini, yang dikenalnya sebagai Bibi Wanwan.


Dalam kehidupan sebelumnya, Lin Xuni tidak puas dengan pernikahannya dengan Kian. Jadi, dia mencari cara untuk kabur dan pergi ke kota. Di sana, dia pertama kali bertemu dengan Bibi Wanwan. Dengan janji-janji manis dari Bibi Wanwan, Lin Xuni harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk dapat kabur. Dia bahkan harus mencuri simpanan keluarga Kian untuk menutupi biayanya.


Hasilnya, dia berhasil kabur dari Desa Qingyuan, tetapi sebenarnya dia tidak benar-benar kabur. Alih-alih pergi ke kota besar,dia dijual lagi oleh Bibi Wanwan yang tidak memiliki rasa malu.


 Hidup Lin Xuni mulai hancur dari sini. Dia dijual kepada beberapa pria hidung belang selama beberapa tahun sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dan memulai bisnisnya sendiri.


Karena dia terlambat untuk meraih keberuntungan di tahun 70-an, dia tidak menjadi kaya seperti yang diharapkannya. Modalnya juga habis untuk membayar rumah sakit karena perlakuannya oleh pria hidung belang benar-benar tidak manusiawi sudah meninggalkan penyakit tertentu pada dirinya.


Penyakit ini adalah salah satu alasan dari meninggal nya Lin xuni


Ketika dia melihat Bibi Wanwan lagi, hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menyedot usia wanita itu habis, tanpa terkecuali. Itulah sebabnya dia tidak melepaskan tangannya, meskipun wanita tua itu hampir roboh di depan matanya.


"Ini lah yang seharusnya dia dapatkan dengan perilakunya yang tidak benar.Seharusnya dia ku sedot sampai mati.Tapi karena Fang xionan , bibi wanwan beruntung"gumam Lin xuni.


Tapi keberuntungan bibi wanwan hanya sampai seperti itu,di sepanjang jalan , Lin xuni terus menerus memompa usianya .


Ketika mereka tiba di rumah sakit, sudah ada lima puluh tahun usia nya yang tersedot dan di ubah menjadi mata uang untuk Lin xuni.

__ADS_1


__ADS_2