
Tiba-tiba saja Fang Xionan merasakan rasa sakit yang menusuk di benaknya, dan informasi mulai mengalir masuk ke pikirannya dengan cepat. Dari memori yang tiba-tiba datang itu, dia mengetahui bahwa gadis dengan lingkaran cahaya tersebut adalah gadis dari Tim pemuda pendidikan bernama Xi Ximei atau lebih dikenal sebagai Kiki.
"jadi dia Kiki, gadis yang menyebabkan kematian Fang Xionan yang asli?" batin Fang Xionan tidak percaya dengan kebetulan ini.
Dia tidak pernah mengharapkan bahwa gadis yang sekarang ada di hadapannya adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian tubuh aslinya. Dalam surat perjanjian yang sudah ditandatangani di kantor polisi, Fang Xionan sebenarnya tidak diizinkan mendekati gadis ini dalam jarak 100 meter.
"Selain itu, fluktuasi energi tadi bukan berasal darinya," pikir Fang Xionan yang langsung memutuskan untuk tidak mendekat.
Karena tidak menemukan apa pun yang ia cari di gunung, Fang Xionan turun dengan cepat.
Sementara itu, Kiki tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan fluktuasi energi. Tapi sebenarnya, fluktuasi tadi muncul karena dia melakukan check-in di gunung.
Sudah hampir 10 hari sejak insiden melibatkan kantor polisi, dan selama itu Kiki telah berhasil mengumpulkan banyak poin. Hari ini, dia memutuskan untuk mencoba keberuntungannya dengan berbelanja menggunakan poin yang telah dia kumpulkan di gunung.
Sarang burung pagar atau ayam hutan lengkap dengan telur nya sekarang sudah ada di laci sistem.
Di bandingkan dengan kelinci dia lebih suka dengan ayam hutan ini.Meski pun agak keras tapi masih ayam.
"Lumayan lah dapat ayam hutan gemuk dan telur untuk lima poin"
Masih ada simbol check in lagi, dengan begitu Kiki masih mencoba nasib.
simbol cek point yang paling dekat adalah sarang ular yang paling dihindari. karena tidak ingin mubazir jadi Kiki berjalan lebih jauh ke dalam gunung .
hari masih sore dan dia masih memiliki cukup waktu . ketika berjalan jika melihat kayu atau ranting yang patah dia akan mengambil dan menyimpannya pada laci sistem. ini cukup mudah sehingga dia tidak perlu membawanya pada keranjang.
"Oh itu dia,ada sungai "
Sebuah simbol check in didapatnya pada sebuah sungai yang berada di kedalaman gunung.
"aku sudah lama sekali tidak makan ikan ,apa check in di sungai akan mendapatkan ikan?"pikir Kiki
("terdeteksi lokasi check in di sungai dengan 3 poin, apakah tuan rumah setuju?")
"3 poin ya? Hem aku pasti tidak akan selalu bisa masuk ke dalam gunung ini jadi, oke check in"
("selamat tuan rumah sudah check in di area sungai di gunung, dapatkan 10 kilo lobster")
Meskipun hanya 10 kilo lobster tapi Kiki masih bahagia.Harganya cuman 3 poin, yang dianggap masih murah.
Kiki tidak berani masuk lebih jauh ke dalam gunung tapi dia berhasil check in beberapa kali dan menghabiskan setengah dari poin yang sudah dikumpulkan sebelum ini.
("selamat tuan rumah karena berhasil check in di tebing, dapatkan sepuluh kg jamur tiram putih ")
("Selamat tuan rumah karena check in di sarang kelinci, dapatkan 10 kg lobak")
tepat Kiki ingin keluar dari gunung terdalam, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kata-kata dari sistem.
("terdeteksi lokasi check in, sarang babi, biaya 10 poin")
"eh 10 poin artinya barang yang didapatkan pasti bagus tapi Apakah ini babi besar dengan 300 atau 400 kg?"katanya.
Kiki jadi ingat ketika dia pertama kali masuk ke lokasi check in dengan sarang kelinci tiba-tiba saja kelinci itu jatuh dan menabrak kakinya.
sekarang dia mendapatkan sarang babi Apakah babi juga akan datang dan menabraknya?
"is sistem a jika ada babi bisakah babinya pingsan duluan atau diikat atau gimana lah gitu?"
("Bisa, semua barang Jika disimpan ke dalam laci sistem masih akan hidup ketika keluar")
__ADS_1
"seperti ayam hutan tadi?"
("Ya")
"Oke kalau gitu check in!"
Slap....
Tiba-tiba saja seekor babi jantan besar sudah berada di dalam laci sistem. laci sistem saat ini terlihat kecil tapi mampu menyimpan babi sebesar itu namun begitu, Kiki tidak bisa melihat sebesar apa babi itu sebenarnya.
Dengan beberapa batang kayu bakar di dalam keranjang kecilnya, Kiki turun dari gunung. Setelah insiden di kantor polisi, pandangan warga desa terhadap Kiki berubah. Mereka tidak lagi melihatnya sebagai gadis yang ramah, malah memandangnya sebagai sosok yang kurang pantas menjadi calon menantu idaman.
Tapi Kiki sama sekali tidak peduli dengan pandangan mereka. Baginya, hidup ini adalah haknya sendiri dan dia akan menjalankannya sesuai keinginannya.
Tiba di kaki gunung, Kiki secara kebetulan bertemu dengan Lin Xuni yang sedang bersama Ling Jin mencari sesuatu di gunung.
"Kiki, apa kabar?" Lin Xuni mencoba menyapa dengan ramah.
Kiki memberikan senyuman tipis, "Hai, aku baik"
Lin Xuni tampak tergagap-gagap sejenak, seolah-olah tidak tahu bagaimana harus melanjutkan percakapan.
Ling Jin, yang berdiri di samping Lin Xuni, melihat situasi ini dan mencoba meredakan suasana, "Haha, sepertinya kita semua sedang mencari sesuatu di gunung ini, ya?"
Kiki mengangguk, "Ya, sepertinya begitu.Aku sudah selesai, jadi aku pulang dulu"
"Sombong,ini mungkin waktunya, mall masa depan, Ayo ambil usia nya sekarang "kata Lin xuni dalam hati.
Kiki adalah orang yang paling beruntung di kehidupan sebelumnya dan saat ini dia ingin menyerap keberuntungan itu dengan mencuri usianya melalui mall masa depan.
Tiba-tiba saja Lin Xuni menangis dan meraih tangan Kiki dengan penuh penyesalan, "Kiki, maafkan aku atas kejadian kemarin. Aku benar-benar menyesal."
Tapi Lin Xuni tidak melepaskan genggamannya dan malah semakin menangis, "Aku tahu aku salah besar. Aku berharap kita bisa kembali seperti dulu."
Sebenarnya mall masa depan berkata
" ditolak... penjualan usia ditolak.. penjualan usia ditolak..."
"Kenapa tidak bisa sih, keberuntungan apa yang dia punya?"pikir Lin xuni.
Lin xuni tidak percaya jika dia tidak bisa mengambil usia dari Kiki jadi dia harus berpegang teguh dan tidak melepaskan Kiki dengan mudah.
"Kiki waktu itu aku hanya berpikir berdasarkan reputasimu akan hancur tetapi aku tidak bermaksud untuk memperparah keadaan...Kiki.. jangan marah aku hanya berpikir untuk kebaikanmu"katanya dengan nada sedih.
"Ya tapi lepaskan dulu "kata Kiki lagi.
mall masa depan kepunyaan lin Xuni, bener-bener tidak efektif jika berhadapan dengan Kiki .Namun begitu tangan Kiki masih memerah , sangking kerasnya, Lin xuni memegang tangan Kiki.
Melihat adegan yang tidak bagus,Ling Jin juga ikut mendekat, "Kiki, mungkin ini adalah kesempatan baik untuk kalian berdamai. Kita adalah bagian dari tim pemuda pendidikan, kan?"
Kiki melihat Lin Xuni yang menangis dengan isak tangis. Dia merasa sedikit iba, tapi tau Lin xuni bukan orang yang bisa di ajak untuk berteman.
Tiba-tiba saja ,mall masa depan memberikan peringatan keras.
("perhatian-perhatian mall kelebihan beban, hitungan mundur untuk kartu yang akan kadaluarsa...10..9..8..7...")
Lin xuni terkejut mendengar informasi ini dan dia melepaskan tangan yang menggenggam Kiki itu dengan cepat.
Tapi hatinya masih tidak puas dan merasa takut jika mall masa depan ini hilang.
__ADS_1
("memperbarui kartu memerlukan dana 100 poin Apakah tuan rumah menginginkannya')
"Hah 100 poin? poinku tidak begitu banyak tapi jika aku mengabaikannya aku takut..!"
"Oke,perbarui"
("kartu diperbarui, peringatan pertama, harap patuhi pengaturan jauhi objek yang tidak relevan")
"Objek yang tidak relevan? apa itu?"
Selagi lingzuni jatuh dalam pembicaraannya dengan mall, Ling jin masih mencoba Kiki untuk berdamai.
" Lingling , sampai kapanpun kita masih berteman .Tapi saat ini aku sudah begitu kelelahan jadi aku pulang dulu oke" kata Kiki pada Ling jin.
Sementara itu Lin xuni masih memamerkan wajah tercengang dan keterkejutannya ketika mendapatkan informasi dari mall masa depan.
Dia bahkan tidak sadar ketika Kiki sudah pergi menjauh bersama keranjang yang sudah penuh dengan kayu bakar.
Ling jin menepuk pundak nya , dengan itu Lin xuni tersadar.
"Kiki itu baik tapi dia mungkin memerlukan sedikit waktu untuk memahami niat kita" Ling jin segera menariknya untuk kembali pergi mencari sesuatu yang bisa dimakan di gunung.
Saat ini adalah musim semi dan kebanyakan yang tumbuh adalah bunga dan beberapa jenis buah liar.
Ling jin dan Lin xuni bergegas memetik apa yang bisa mereka temukan di gunung.
Sementara itu, tidak lama kemudian,kiki tiba di rumah dengan keranjang penuh kayu bakar, Kiki meletakkannya di gudang kayu sebelum pergi mandi.
Setelah mandi, dia duduk di meja dan bersiap untuk menghitung semua barang yang berhasil dia kumpulkan selama ini.
Sudah banyak dari persediaan yang lalu, habis dalam 10 hari terakhir. Setengah dari paket bumbu sudah terpakai, tetapi dia masih memiliki susu kaleng Sari Gandum, beberapa kantong permen, dan beberapa genggam beras. Selain itu, ada setengah kg tepung dan beberapa kilogram ubi jalar.
"Di gunung ada jamur, lobster, ayam hutan, kelinci ,telur dan babi hutan juga. Semua ini menghabiskan 22 poin," gumam Kiki, mengingat perjalanan mencari makanan yang telah dia lakukan.
Tabungannya masih ada sekitar 10.600 poin. Kiki sadar bahwa dia harus mengatur pengeluarannya dengan bijak.
Dia merasa perlu pergi ke kota untuk melakukan check-in di Bank Negara, karena semakin bagus lokasi check-in, semakin besar poin yang bisa dia dapatkan.
Jika check in di Bank negara dia pasti akan mendapatkan uang murni. Jadi menghabiskan poin di Bank negara bukanlah sesuatu yang mubazir.
"Tidak mungkin terus-terusan pergi ke kota. Aku harus merencanakan perjalanan ke sana setidaknya sekali sebulan dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin," berpikirnya serius.
Setelah merenungkan harta yang dimilikinya, Kiki memutuskan untuk langsung mempersiapkan makan malamnya. Kiki mengambil ayam hutan dari keranjang, lalu dengan cekatan memotongnya dengan pisau dapur.
Setelah menguliti ayam hutan itu, membuang bulu dan kulitnya, dia memotong daging ayam menjadi potongan-potongan yang pas. Karena daging ayam cukup banyak, dia memutuskan untuk menyimpan setengahnya ke dalam laci sistem.
Setelah cukup lama merebus dan memastikan semua bumbu meresap sempurna, Kiki merasa puas. Daging ayam yang telah dimasak di tutup rapat agar tidak bada aroma yang tercium sampai keluar.
Di tahun 70 ini, seseorang yang hidup dalam kemewahan bisa dikatakan sebagai kapitalis dan akan ditangkap dan jika ada yang melaporkan.
Bisa makan daging sekali-sekali itu wajar tapi jika terus-menerus maka itu akan memberikan masalah untuk diri sendiri.
Jadi kiki menyimpan setengah dari sup ke dalam laci sistem yang akan terus segar.
"Apel,hei aku lupa jika aku punya apel"segera sekeranjang apel diletakkan di atas meja.
Pohon apel yang ditanamnya kemarin benar-benar berbuah dan sekarang pohonnya juga sudah layu .Tapi Kiki sudah memanen Semua apel dan menyimpannya dalam laci sistem dan itu tidak akan pernah rusak.
Hanya saja pohon apel ini tidak akan berbuah lagi. Tapi tidak apa-apa selagi masih ada benih maka pohon apel akan selalu ada.
__ADS_1