Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
32


__ADS_3

Malam tiba di pedesaan, membawa suasana sepi dan gelap. Tidak ada listrik yang tersedia di pedesaan pada tahun 70-an ini. Bahkan jika ada, cakupannya hanya mencapai kota-kota besar karena harganya yang mahal.


Besok adalah hari di mana orang-orang dapat pergi ke kota untuk mengurus berbagai urusan. Kepala desa akan membuka beberapa surat pengantar sekaligus.


Kali ini, Kiki juga berencana pergi ke kota. Tabungan poinnya sudah cukup banyak, dan dia sangat ingin berbelanja. Namun, bukan hanya itu, Kiki juga berencana untuk mengunjungi pasar gelap, tempat di mana dia bisa mendapatkan beberapa rupiah.


"babi hutan terlalu besar untuk aku konsumsi sendiri. lebih baik mengubahnya menjadi uang.Ohh ada juga buah-buahan yang cukup banyak dilaci sistem,hei ini semua adalah uang"


Oleh karena itu, Kiki memutuskan untuk menjualnya di pasar gelap besok. Dia tahu bahwa persediaan uang dan barang-barang di desa tidaklah melimpah, namun dia memiliki cukup banyak buah dan ubi jalar berkat lahan yang diberikan oleh sistem.


Sambil merenung, Kiki memutuskan bahwa besok dia akan menjual babi hutan dan buah-buahan terlebih dahulu. Jika usahanya berhasil, dia berencana untuk melakukan check-in lagi di gunung untuk mendapatkan babi lain.


Setelah memilah-milah semua rencananya, Kiki perlahan-lahan pergi tidur. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa sebenarnya Fang Yan hampir setiap malam berdiri di dekat rumahnya, menatap ke arahnya.


Fang Yan tetap berdiri di sana selama dua jam, sebelum akhirnya ia pergi. Namun, Kiki sama sekali tidak menyadari kehadirannya atau pengamatannya yang terus-menerus.


Keesokan harinya, Kiki sudah bersiap-siap untuk pergi ke kota kabupaten. Beruntung baginya, dia memiliki sepeda sehingga tidak perlu menunggu gerobak sapi. Selain itu, penggunaan gerobak sapi juga akan memerlukan uang dan Kiki saat ini enggan mengeluarkan uangnya untuk hal tersebut.


Hari masih gelap ketika Kiki melewati pintu gerbang desa. Namun, dia tidak menyangka bahwa di pintu gerbang sudah berdiri sosok yang begitu akrab.


"Fang Yan? Kamu ada apa di sini?" Kiki terkejut ketika dihentikan oleh Fang Yan.


"Aku tahu kamu akan pergi ke kota, jadi aku menunggumu di sini," kata pria itu.


Kiki menggelengkan kepalanya, "Sepedaku mungkin tidak cocok bagimu. Lebih baik kamu menunggu gerobak sapi jika ingin pergi ke kota."


"Aku tidak tahu mengapa kamu mencoba menghindar. Tapi jangan khawatir, aku tidak akan merepotkanmu," kata Fang Yan dengan tegas.


Fang Yan benar-benar tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Kiki. Dia langsung mengambil alih sepeda, membuat Kiki tercengang.


"Hei..."


"Maaf, jika tidak seperti ini, kamu pasti akan menolakku," kata Fang Yan yang sudah duduk di atas sepeda, meninggalkan Kiki yang kini hanya bisa turun dari sepeda dengan ringan.


"Ayo, jika tidak ingin terlambat!" Fang Yan berkata seolah menawarkan tumpangan.


"Ini... ini pemaksaan, tahu!"


"Ya ya, kalau begitu laporkan saja aku ke kantor polisi, tidak apa-apa," kata Fang Yan dengan nada santai, bahkan tertawa.


"Tidak usah, aku akan pergi kapan-kapan," kata Kiki langsung menolak. Meskipun sebenarnya dia sedikit enggan karena sudah lama tidak pergi ke kota, dan poin dalam sistemnya sudah menumpuk.


Pada saat ini, masih tahun 74 dan dalam tiga tahun lagi, dunia akan mengalami perubahan besar. Universitas akan dibuka kembali dan pada tahun 80, ekonomi reformasi dan keterbukaan akan dimulai, di mana semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pengusaha sukses.


Kiki bermimpi menjadi salah satu dari mereka yang meraih kesuksesan pada tahun itu. Tapi dia sadar,untuk itu dia harus menyimpan banyak uang sebagai modal awal.

__ADS_1


Hari ini jika dia tidak pergi, dia akan kehilangan banyak peluang, terutama jika dia tidak pergi ke bank daerah. Jika Fang Yan ada di sana, dia lebih suka menolak tumpangan dan memutuskan untuk pergi sendiri besok, setidaknya dia masih memiliki sepedanya dan tidak perlu menunggu gerobak sapi.


Melihat Kiki menolak tawarannya untuk pergi bersamanya, Fang Yan tampak kecewa.


"Lalu, kenapa kamu enggan untuk berteman denganku? Apakah aku pernah membuatmu tidak nyaman sebelumnya?" tanyanya.


Kiki bingung tentang bagaimana harus menjawab. Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia katakan, terutama mengenai perasaannya terhadap Fang Yan.


Setelah berpikir sejenak, Kiki menjawab dengan ragu, "Tidak, sebenarnya... aku hanya khawatir bahwa reputasiku akan terganggu jika aku terlalu dekat denganmu. Aku takut orang-orang akan mengaitkanku denganmu dan merugikan nama baik pemuda pendidikan."


Fang Yan tertawa, "Hahaha, aku tahu, itu hanyalah alasan. Tapi terima kasih, kau setidaknya memikirkan tentang reputasi kami di pemuda pendidikan. Tapi sebenarnya kami tidak perlu dijaga oleh seorang gadis yang lemah."


Kiki dengan keras membantah, "Ini bukan hanya alasan."


"Oke, kalau bukan hanya alasan, ayo naik. Aku juga punya urusan mendesak di kota dan khawatir gerobak sapi tidak muat. Jadi aku berpikir kita bisa pergi bersama karena kamu punya sepeda, kan?"


Kata-kata Fang Yan langsung menghalangi semua alasan yang ada dalam pikiran Kiki. Dalam keadaan seperti ini, dia merasa tidak punya pilihan selain menuruti Fang Yan.


Mau tidak mau, Kiki memutuskan untuk duduk di kursi belakang sepeda. Namun, sesaat setelah dia duduk, dia merasakan sensasi dingin di punggungnya yang membuatnya merinding.


 Kiki tidak sadar jika sensasi itu berasal dari pandangan penuh dendam yang dilemparkan oleh Lin xuni.


Dia mendengar jika Fang Yan akan pergi ke kota dan memutuskan untuk ikut serta. Tapi dia tidak mengira bahwa Fang Yan akan bangun lebih pagi dari biasanya.


Merasa curiga, Lin xuni mengikuti dari belakang dan sekarang dia menjadi saksi dari apa yang terjadi di antara Fang Yan dan Kiki. Pandangan penuh kemarahan muncul di mata Lin xuni.


Sementara itu Kiki masih tetap duduk di kursi belakang sepeda dengan kesal.Fang Yan adalah pria yang begitu jarang bicara .Jadi dia hanya beberapa berbicara beberapa patah kata saja. misalnya bertanya situasi Kiki di rumah apa nyaman atau tidak.


Kiki juga hanya menjawab beberapa kata dengan jawaban singkat seperti Ya, tidak atau entah.


Jadi perjalanan dengan sepeda kali ini benar-benar sebuah situasi yang canggung.


"hei lihat,ini Fang xionan kan?"kata Fang Yan.


Fang xionan berjalan pelan menuju kota, tapi jika disebut berjalan pelan juga tidak benar. Kecepatannya mungkin bisa disebutkan seperti berlari. Tapi ketika dia melakukan itu dia terlihat santai dan tidak tergesa-gesa.


"dia ke kota?dia pergi ke Kian kah? Kudengar Kian akan dikirim untuk reformasi ke Perternakan. Sebenarnya tidak adil menurut pengaturan dia pasti akan ditembak. Tapi mereka memiliki uang dan beberapa koneksi .Jadi hanya hukuman reformasi ke peternakan selama 5 tahun"kata Fang Yan mendesis.


Kiki sekarang jarang berbicara dengan warga desa. Jadi dia tidak tahu informasi terkini apalagi kabar mengenai Kian. Dia bahkan tidak ingin tahu sama sekali.


chiiiit....


Tiba-tiba saja Fang Yan menghentikan sepeda tepat di depan Fang xionan.Kiki melirik sesaat dan terkejut setelahnya.


Dia tidak ingat siapa pria di depan ini, tapi dia ingat dengan Kian. Itu artinya pria di depan ini adalah salah satu pelaku yang seharusnya mendapatkan hukuman bersama Kian.

__ADS_1


Tapi kenapa dia berbeda dari ingatannya di masa lalu.


Terlepas dari keanehan yang dirasakan oleh Kiki, Fang Yan berkata,"Xionan, aku mendengar perubahanmu ke belakangan ini itu bagus. Tapi jangan bergaul lagi dengan Kian. Pengaruhnya terlalu buruk untuk mu"


Fang xionan tidak mengenal pria di yang berbicara ini tapi dia justru tidak akan pernah lupa dengan gadis yang di belakangnya. Tapi yang dia tahu dia tidak diperbolehkan berdiri 100 meter .


"Apa urusanmu? Aku tidak mendekat ,kalianlah yang datang"kata-kata itu ditujukan untuk Kiki. Artinya yang melewati batas 100 meter itu adalah Kiki sendiri bukan dia.


Tapi apa disebutkan oleh Fang xionan benar-benar mengkonfirmasi apa yang dipikirkan oleh Kiki.


"Hem jadi memang dia adalah salah satu dari pelaku mungkin pada saat itu aku sedang bingung .Jadi tidak berapa ingat dengan wajahnya"pikir Kiki.


"Fang xionan, kau dan aku memiliki nama belakang yang sama dan 1000 tahun yang lalu kita mungkin memiliki kerabat yang sama.Jadi aku hanya mengingatkan saja tanpa ada niat apapun"kata Fang Yan lagi.


Setelah berkata seperti itu Fang Yan kembali melanjutkan perjalanannya dengan sepeda Kiki.


Sementara Fang xionan pula hanya berdiri di tempat. Setelah sepeda itu tidak lagi terlihat baru kemudian dia melangkahkan kakinya yang panjang.


"Apa ini sudah cukup 100 meter ?"pikirnya di dalam hatinya.


Demi menjaga jarak 100 m tadi, Fang Yan memperlambat gerak kakinya. Sebenarnya perjalanan dari desa ke kota kabupaten cukup jauh bagi orang pedesaan sebab itu mereka lebih suka naik gerobak sapi.


Beberapa warga yang tidak mau membuang dua sen, harus rela berjalan kaki ke kota kabupaten.


Tapi Fang Yan yang telah lama hidup di hari kiamat, sudah sering melakukan perjalanan jarak jauh .Entah itu melalui hutan ataupun jalan-jalan yang penuh dengan zombie.


Mungkin mobil saat itu masih banyak berserakan tanpa pemiliknya. Namun sulit untuk menemukan bensin, jadi kebanyakan orang yang tinggal di hari kiamat,tidak memiliki transportasi umum dan harus melakukan segalanya dengan cara jalan kaki.


Jadi perjalanan dari desa Qingyuan ke kota kabupaten sebenarnya cukup dekat dan dia bisa berlari lebih cepat dari sepeda.


Sama seperti Fang xionan, Kiki juga melupakan pertemuan yang tidak disengaja itu.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah tiba di kota kabupaten. Tiba saatnya untuk berpisah di gerbang masuk kota.


"Kiki, bertemu lagi di restoran milik negara. Nanti aku traktir deh sebagai ucapan terima kasih untuk tumpangannya," kata Fang Yan.


"Enggak usah, lagian orang nggak ikhlas kok kasi tumpangan," kata Kiki cemberut, dan dia langsung mengambil paksa sepedanya lagi.


"Hahaha, Kiki, kamu kok lucu banget. Ah, baru 14 tahun, pantesan," Fang Yan berkata.


Fang Yan berkata akan pergi ke tempat pengumpulan sampah, lalu ke kantor pos untuk mengirim sesuatu ke rumah. Baru kemudian, Kiki kepikiran tentang tempat legendaris itu.


"Oh, aku ingin lihat apakah ada tempat check-in di tempat pengumpulan sampah."


Untungnya, Fang Yan tidak lagi bersikeras untuk mengikutinya seperti ekor kecil. Mereka memiliki tujuan masing-masing.

__ADS_1


Jadi Kiki sekarang bebas untuk berbelanja dengan lebih dari 272 poin yang dia miliki saat ini.


__ADS_2