Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
105


__ADS_3

Jutaan orang mengklaim bahwa mereka hidup di bawah garis kemiskinan, dan itu adalah kenyataan normal bagi banyak orang pada tahun 70-an. Saat itu, segalanya adalah tentang bertahan hidup, termasuk mencukupi kebutuhan makanan.


Kiki sendiri mengalami masa awal yang serupa. Awalnya, dia terobsesi dengan keinginan untuk menjadi kaya dan memiliki banyak uang. Namun, setelah beberapa waktu berlalu, dengan sistem check yang dia jalani, uang tidak lagi menjadi obsesi utamanya. Bahkan, dia sudah tidak tertarik lagi untuk menghitung berapa uang yang diperoleh oleh Fang Xionan dari penjualan produknya di pasar gelap.


Dua tahun yang lalu, mungkin Kiki akan sangat memperhatikan setiap detail dan menghitung uang, tetapi sekarang dia merasa tidak nyaman melakukannya. Dia bahkan merasa bingung tentang bagaimana cara menghabiskan uang yang sudah dia kumpulkan selama dua tahun. Pemikirannya telah berubah secara signifikan.


Fang Xionan melirik ke arah Kiki dan memperhatikan bagaimana gadis itu tampak tidak tertarik untuk bertanya berapa banyak uang yang dikirimkan tadi. Namun, dia juga tidak memaksanya untuk memberikan rincian tersebut. Ini bukan uang milik orang lain, tetapi milik calon istrinya di masa depan.


Ketika tepat pukul tujuh pagi, Kiki yang duduk di stasiun kereta api mendengar suara kereta yang mendekat. Namun, sesuai kebiasaannya, dia tidak terburu-buru untuk naik. Dia lebih suka menunggu saat yang tepat.


Hiruk-pikuk orang-orang yang berebutan naik ke dalam kereta api jadul di tahun 70-an membuat stasiun kereta api menjadi semakin ramai. Di tengah kerumunan yang berdesak-desakan, tak ada yang mengindahkan antrian karena tak ada konsep antrian yang benar. Mereka semua khawatir tidak akan mendapatkan tempat duduk jika mereka tidak bergerak cepat.


Jumlah penumpang jauh melebihi kapasitas kereta, dan itulah yang sering terjadi. Tidak ada banyak gerbong kereta yang melayani penumpang, dan setiap orang berlomba untuk mendapatkan tempat. Ini adalah kebiasaan yang sudah berlangsung lama di tahun 70-an. Banyak orang yang ingin menggunakan jasa transportasi kereta api, tetapi sumber daya yang terbatas.


Kiki, yang dikenal sebagai wanita yang lebih cenderung tenang, berdiri di tepi kerumunan. Dia tidak tergesa-gesa untuk melompat ke dalam kereta, melainkan menunggu kesempatan yang lebih kondusif. Dia tahu bahwa berdesak-desakan dan bersaing dengan orang lain hanya akan membuat situasi semakin kacau.


Fang Xionan memiliki pandangan yang berbeda. Dia khawatir bahwa kursi mereka akan diambil oleh orang lain jika mereka tidak buru-buru. Mengamati Kiki yang masih menunggu, dia memutuskan untuk mengambil inisiatif.


 "Kiki, cepatlah! Kursi kita bisa direbut orang lain, kita tidak bisa terlambat!" kata Fang xionan .


Dulu dia tidak mengerti kenapa orang-orang ini bisa berebutan seolah-olah tidak akan ada hari esok. Namun setelah terintegrasi dalam era ini ,dirinya menyadari, ada kelangkaan transportasi di sini ,sehingga semua orang harus bergerak dengan cepat dan lugas.


Kiki mencoba menolak, tidak ada salahnya antri kan lagi pula kereta api belum akan berangkat kok. "Fang Xionan, kita bisa menunggu kesempatan yang lebih baik. Ini sangat berbahaya."


Fang Xionan segera memaksa, "Tidak, kita harus segera masuk! Ayo, Kiki!"


Kiki segera ditarik dengan keras, hampir saja Kiki menjerit. Tapi dengan cara itu dia juga terpaksa melangkahkan kakinya dengan cara terburu-buru.


Dalam kekacauan yang semakin memanas, Fang Xionan mendorong Kiki agar segera masuk ke dalam kereta. Meskipun sikapnya mungkin tampak kasar, sebenarnya Fang Xionan berusaha melindungi Kiki dengan caranya sendiri.


Dengan wajah tegang, dia berdiri begitu dekat dengan Kiki, hampir tak ada celah antara mereka untuk orang lain melewati. Suara gemerisik, keluhan, dan teriakan dari penumpang lain memenuhi kereta yang semakin ramai.


Fang Xionan mencari pandangan ke segala arah yang intens. " Kiki ,kita harus segera masuk. Semua kursi akan penuh, dan aku tidak ingin kita terpisah," katanya dengan nada khawatir.


"apa yang kita takutkan kita punya tiket oke, kecuali kau masuk tempat tiket baru bisa khawatir"Kata Kiki yang memutar matanya dengan kesal. Bukannya Kiki tidak pernah naik kereta api tapi dia tidak pernah terburu-buru seperti ini.


Terburu-buru bukanlah gayanya oke.


Fang Xionan merasakan nada kesal dalam kata-kata Kiki. "Kau benar, Kiki. Mari kita segera masuk, dan aku akan selalu di sampingmu," dia menjawab sambil memandang gadis itu dengan keputusan.


Dengan perasaan terburu-buru, Kiki dan Fang Xionan berjalan bersama di tengah kerumunan orang yang berdesak-desakan, mencoba mencapai pintu masuk kereta sebelum semua kursi di dalamnya terisi.


 Suara-suara gaduh dan desakan penumpang yang lain menjadi latar belakang yang terus menggema, membuat suasana yang penuh tekanan namun sepertinya mampu memacu adrenalin seseorang.


Yah, begitu lah kira kira.

__ADS_1


Kiki merasa pucat secara tiba-tiba ketika mereka bergerak dengan cepat. Meskipun Fang Xionan tindakan kerasnya sebenarnya adalah bentuk perlindungan, Kiki merasa seperti berada di tempat yang aman dalam kerumunan yang kacau. Sayangnya, tidak ada ventilasi yang memadai di dalam kereta api jadul tahun 70-an ini, sehingga semua bau aneh seperti keringat, bau badan, dan berbagai aroma campuran terdesak bersama.


Kiki mencoba sekuat tenaga untuk menahan rasa mualnya. Ia ingin tampil kuat di depan Fang Xionan dan tidak berpura-pura.


"Kiki, apa kamu baik-baik saja?" tanya Fang Xionan dengan khawatir ketika ia melihat ekspresi pucat di wajah Kiki.


Kiki menarik napas dalam-dalam dan mencoba tersenyum. "Aku baik, Fang Xionan. Hanya sedikit terlalu pengap di sini, tapi aku akan bertahan."


Fang Xionan memahami bahwa kondisi kereta dan kerumunan membuat Kiki merasa tidak nyaman. Ia meraih tangan Kiki dengan lembut dan berkata, "Jangan khawatir, aku akan menjagamu. Kami akan segera sampai di tempat kami, dan kamu bisa istirahat dengan nyaman."


Kiki merasa lega mendengar kata-kata Fang Xionan dan merasa beruntung karena memiliki pria itu di sisinya. Meskipun kondisi kereta yang penuh sesak, setidaknya dia tahu bahwa dia punya seseorang yang selalu peduli dengan kenyamanannya.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya duduk dengan begitu banyak orang di kereta ini. Namun, ada satu hal yang menghiburnya, tiket yang digenggamnya adalah tiket tempat tidur. Meskipun Fang Xionan memiliki tiket kursi, ini berarti pada dasarnya mereka tidak akan duduk di kursi yang sama.


Fang Xionan mengambil tiketnya dan membaca nomor yang tertera di sana dengan susah payah dalam kerumunan yang semakin sesak. Setelah beberapa saat yang tampaknya tak berujung, ia akhirnya menemukan kompartemen dengan nomor yang cocok. Tiket Kiki menunjuk ke sebuah kompartemen dengan tempat tidur kecil.


Saat kereta berhenti di stasiun berikutnya, Fang Xionan memberi tahu Kiki bahwa mereka sudah sampai di destinasi mereka dan dia harus pergi mencari kursinya sendiri. Dia memberikan senyuman kecil dan berkata, "Kiki, tempatmu ada di sini. Aku harus pergi mencari kursiku. Semoga kamu bisa beristirahat sebentar."


Kiki merasa lega mendengar bahwa mereka akan segera sampai, dan dia mengangguk. "Terima kasih, Fang Xionan. Aku akan beristirahat sejenak di sini."


Fang Xionan tersenyum sekali lagi sebelum meninggalkan kompartemen tersebut. Kiki segera meraih tempat tidurnya dan mencoba beristirahat, berharap bisa meredakan perasaan mualnya setelah perjalanan yang penuh sesak tadi.


Kiki menggelengkan kepalanya sebentar, jika ada kali kedua masuk ke dalam kereta api dia akan bersikeras untuk sabar dan antri daripada terburu-buru seperti sekarang.


Peristiwa untuk masuk ke dalam kereta api ini benar-benar memacu adrenalin dan membuat Kiki kesal. Namun sebenarnya hal itu juga memicu,hadiah untuk menyentuh pria keberuntungan berkali-kali.


Ada suara sistem yang memekakkan telinganya pada saat itu dan tidak terhitung jumlahnya lagi.


Yang paling tidak diduga sama sekali adalah, laci sistem yang sudah dikosongkan di Pase gelap,sekarang diisi lagi dengan beberapa hal baik.


Seperti di masa lalu setiap kali dia menyentuh pria keberuntungan, dia akan mendapatkan hadiah. Anehnya hadiah ini berasal dari dunia modern ,di mana barang-barang tersebut tidak diproduksi pada tahun ini.


Seperti coklat candy misalnya, atau pizza dengan keju yang meleleh. Mengingat dirinya sedang ingin muntah, maka Kiki harus berterima kasih kepada pria itu .Karena berkat menyentuh dia, maka Kiki mendapatkan dua kantong besar permen berbagai rasa dan salah satunya adalah permen asam yang sangat cocok dalam kondisinya saat ini.


Kiki pernah naik kereta api sebelumnya saat pergi ke Qingchen, tetapi perjalanan sebelumnya hanya berlangsung selama satu hari beberapa jam. Namun, kali ini tujuannya adalah menghabiskan waktu sekitar 3 hari 4 malam di dalam kereta api yang panas dan penuh dengan bau yang tidak terkatakan.


Meskipun dia memiliki begitu banyak hal di dalam laci sistemnya, Kiki sangat berhati-hati untuk mengeluarkannya setiap waktu. Dia tahu bahwa perjalanan yang panjang ini akan merepotkannya, dan dia berusaha membatasi pengeluaran barang-barang itu.


Namun, yang tidak pernah dia duga adalah bahwa segalanya akan berubah dengan kehadiran Fang Xionan.


XxxxxxxxxxxxxxxxXxxxxxxxxxxxxxxx


XxxxxxxxxxxxxxxxXxxxxxxxxxxxxxxx


Di dalam kereta api tahun 70an, Kiki dan Fang Xionan tampaknya memiliki hubungan yang unik. Meskipun Fang Xionan duduk agak jauh dari Kiki, dia selalu datang secara berkala untuk memberikan termos air panas atau sekadar mengambil makanan ringan untuk Kiki yang di beli nya di kantin. Kereta api.

__ADS_1


Beberapa orang yang ada di sekitar,entah kapan beranggapan jika mereka sebenarnya adalah pasangan muda yang belum menikah.


Pacaran pada tahun ini di anggap tabu,tapi orang masih tau apa itu pasangan yang belum menikah.Kau tau, wanita dan pria yang memiliki hubungan semacam itu, jika mereka tidak menikah,maka akan di anggap sebagai holigan.


Jika wanita nya melaporkan hal ini ke kantor polisi,maka pria tersebut akan sengsara dengan tuduhan tersebut.Maka sangat jarang orang yang ingin melanggar nya


Jika ada pasangan yang belum menikah maka mereka bisa di katakan sebagai setengah menikah , gitu.


Kiki secara bertahap juga menerima perawatan seperti ini. mungkin karena tidak ada yang bisa dilakukan di dalam kereta api maka kita mulai memikirkan tentang masalah hubungan mereka berdua.


salah satunya terkait dengan hal yang dikatakan hubungan yang sudah dibuat dari surga. entah apa yang terjadi tapi Kiki memikirkannya, Apakah itu benar?


Jika tidak kenapa Fang xionan, yang sebenarnya berasal dari dunia di mana para zombie berlarian sebenarnya menjadi pria keberuntungan.


Hanya dia, bukan Fang Yan, yang sebenarnya ditakdirkan untuk menjadi pasangan Kiki,namun diblokir oleh Lin xuni.


Kiki tidak lagi bisa bertemu dengan dewa dan dia juga tidak bisa bertanya dengan sistem.Mungkin karena pemikiran inilah kiki secara bertahap mulai menerima kehadiran pria keberuntungan ini.


Saat Kiki memberikan apel segar kepada Fang Xionan, pria itu memandang Kiki dengan perasaan yang lega. Tindakan ini menyiratkan jika Kiki tidak menyimpan rasa dendam sedikitpun, namun juga memperlihatkan jika kiki sudah mulai menerima dirinya.


Saat mereka berbicara, kereta meluncur melintasi pemandangan yang indah. Kiki dan Fang Xionan berbagi cerita tentang masa lalu, impian, dan hobi mereka. Keduanya merasa nyaman satu sama lain.


"Apa yang membuatmu sering datang ke sini?" tanya kiki satu waktu. agak ribet sih bolak-balik dari kursinya dan ke tempat Kiki.


Fang Xionan tertawa dengan tulus. "Sebenarnya, saya merasa beruntung bisa bersama di kereta ini. aku suka melihat senyum mu"


Kiki tidak bisa menjawab tapi juga tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya yang terlihat jelas karena kulitnya yang putih, seputih telur yang sudah dikupas


Hubungan mereka semakin dekat seiring waktu dengan cara ini. Mereka mulai saling tahu lebih banyak tentang satu sama lain, termasuk sistem check-in.


Kiki tidak perlu lagi berpura-pura, berbekalkan tas besarnya sebagai kamuflase, Kiki membuka laci sistemnya dan memberikan kue persik goreng. Fang Xionan merasa senang,


itu adalah tanda kepercayaan yang tumbuh dari Kiki yang nya


 "Kiki, kamu benar-benar membuat perjalanan ini istimewa"


tentu saja Kiki mengerti apa yang dimaksudkan dari pria tersebut.Tapi Kiki, tidak ingin menjawabnya karena terlalu malu.


Oh kau tahu, di kehidupan sebelumnya dia berusia 21 tahun dan masih seorang mahasiswa yang baru tamat kuliah. Sebenarnya dia tidak pernah menyentuh sesuatu tentang hubungan wanita dan pria yaitu pacaran.


Terlalu banyak pelajaran yang harus dipelajari sehingga tidak memiliki waktu untuk menjalin sebuah hubungan yang serius.


Jika apa yang mereka lakukan sekarang bisa disebut dengan pacaran, maka untuk gigi ini adalah pertama kalinya dalam dua kehidupan sekaligus.


Hubungan mereka berkembang pesat di dalam kereta api tahun 70an tersebut, menjadi lebih dari sekadar teman perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2