
Pagi itu, Fang xionan masih penasaran dengan fluktasi energi yang dia rasakan di gunung beberapa hari yang lalu. Ia teringat akan sosok Kiki dengan lingkaran cahaya di sekitarnya.
Namun, dengan cepat ia mengusir pikiran tersebut. Mungkin saja itu hanya ilusi optik karena matahari yang terbenam, dan Fang xionan ingat bahwa dia juga tidak diperbolehkan mendekatinya sesuai dengan surat perjanjian di kantor polisi.
"aku harus tahu, siapa dia,jika begitu aku harus melihat setiap warga yang ada di sini"pikir nya dalam hati.
Seperti biasa, semua orang berkumpul di satu titik untuk menerima lokasi pekerjaan dari kapten tim dan pencatat skor.
"Fang xionan, xu mucidang,Li dio,giliran kalian untuk mengangkut karung ubi jalar ke gudang"
"Baik!"
Fang xionan bergerak bersama anggota timnya ke lokasi.Dia tidak bekerja dengan tim tapi bekerja sendirian.
Karung ubi jalar menumpuk setinggi gunung lima puluh karung sama.dengan satu poin.Jadi untuk sepuluh poin harus mengangkut lima ratus karung.
Jika anda bersama dengan tim maka anda bisa menarik gerobak tapi Gerobak sapi harus di hitung dengan pengurangan dua poin.
Artinya 500 karung tadi hanya akan dihitung menjadi 8 poin saja.
"Ini mudah sekali, dulu aku pernah menggendong babi hutan seberat 1 ton"kata Fang xionan dalam hati.
Tubuh orang yang tinggal di hari kiamat benar-benar berbeda dengan orang pada tahun 70-an ini mereka memiliki daya tahan dan kekuatan yang di luar nalar.
Untungnya ketika fang xionan berpindah pada tubuh ini, kemampuan dan kekuatannya juga mengikuti .Jadi baginya untuk mengangkat karung goni ini hanya seperti mengangkat kapas.
"Kapten ,aku pinjaman gerobak kosong"kata Fang xionan
"Untuk apa? sapi nya di pakai oleh anggota lain, giliran mu mungkin nanti siang "kata kapten.
Desa hanya punya satu ekor sapi saja, tapi gerobak nya ada dua sebagai serepnya.
Gerobak sapi ini jugalah yang digunakan oleh warga desa untuk pergi ke kota .Itulah sebabnya pergi ke kota memerlukan waktu-waktu tertentu tidak bisa setiap hari.
"tidak apa-apa kapten aku hanya butuh yang kosong"
Kapten tidak mengerti tapi dia tetap menganggukkan kepala. Gerbong kereta ada di dalam gudang, untuk mengambil sesuatu anda perlu meminta izin kepada orang yang menjaga gudang dengan mengisi formulir.
Ini juga perlu dilakukan ketika anda mengambil cangkul ataupun sabit. semua ditulis tanpa terkecuali.
Setelah menandatangani formulir dia menarik gerobak yang kosong.
Pergi ke ladang ubi jalar, dengan cekatan memindahkan 50 karung ubi jalar ke atas gerobak dan menariknya sendiri sebagai ganti dari sapi jantan.
Puftt...
"Ahh Fang xionan....
"Apa?"
"Oh Kakak Fang...ahh"
Fang xionan menarik gerbong itu dengan santai baginya 50 karung ini cukup ringan tapi itu sudah membuat semua orang berdecak dengan kagum.
Bahkan kapten yang awalnya berdiri jauh harus berlari untuk menyaksikan apa yang terjadi.
Mulut kapten tidak bisa ditutup ketika melihat kekuatan Fang xionan ini.
Fang xionan tidak peduli dengan pemikiran warga desa yang dia bolak-balik dari gudang ke tempat pengumpulan ubi jalar.
__ADS_1
Entah pada hitungan ke berapa karena berkeringat dia membuka pakaiannya dan ada seruan tertahan para gadis desa yang menyaksikan adegan itu.
Otot-ototnya keluar ketika dia menarik gerbong itu dan entah kenapa keringatnya menjadi seperti bulir-bulir emas di sana.
Begitu... maskulin.
"Ahh ibu....!"
"Mataku...kakak Fang...!"
"kakak Fang,ibu kakak Fang, begitu tampan!"
Karena dia sudah rajin membersihkan diri,jadi kulitnya tidak sehitam dulu. Dan ini menjadi daya tarik tersendiri untuknya ,hanya saja perut sixpack belum terbentuk sama sekali.
Jika ada, mungkin para gadis akan pingsan.
Tanpa sadar, Fang xionan sudah memenuhi targetnya dan sepuluh poin di catat oleh pencatat skore dengan gelengan kepala.
Tapi fluktasi energi , tidak di rasakan sama sekali di antara orang-orang ini.Jadi dia harus pergi ke lahan lain.
"Kapten,aku masih ingin bekerja"
"eh ini...
"Tidak apa apa kapten"
"ada pekerjaan di ladang jagung, bersihkan ladang dengan sabit bla.. bla..bla...!"
 Dengan semangat baru, Fang xionan datang ke ladang jagung di pagi hari. Ia meminta pekerjaan dan segera mulai bekerja dengan giat. Setelah beberapa jam, ia berhasil mendapatkan dua puluh poin dalam setengah hari.
Tidak hanya bekerja, Fang xionan juga mulai mendeteksi setiap orang di sekitarnya. Jika ia mendeteksi seseorang yang tampak mencurigakan, ia akan mencari tahu lebih lanjut tentang mereka.
Tapi beberapa kali ia gagal menemukan orang yang mencurigakan dan harus pindah ke lokasi kerja yang lain. Ia mengulangi pola ini sepanjang hari.
"Tidak Bu, aku hanya ingin melatih tubuhku, kau lihat otot otot ini?"kata Fang xionan tertawa.
Yang guiha senang putranya bisa rajin dan membantu mendapat poin di ladang .Tapi jika terus seperti ini maka dia khawatir putranya bisa sakit .Hanya saja dia dibujuk dan dirinya hanya bisa menasihati agar putranya lebih mengontrol tenaga.
Jadi setelah makan siang Fang xionan melakukan rutinitas seperti yang dia lakukan di pagi hari .Sebenarnya dia melakukan itu hanya untuk mendeteksi fluktasi energi tadi namun sampai sekarang dia gagal padahal hampir setengah warga desa sudah dia lewati.
yang paling mencengangkan adalah pencetak skor melaporkan skor di sore hari dan skor yang dicapai oleh Fang xionan hari ini ,adalah skor di mana seharusnya didapat oleh seorang pria di desa untuk satu minggu.
Ini mengerikan sekali.
Mereka sama-sama tinggal di desa yang sama sejak lahir tapi kenapa mereka tidak tahu jika Fang xionan memiliki kekuatan seperti ini.
Oh mungkin karena dia sudah lama bergaul dengan pemuda kelas 2 dibandingkan durasi dia bergaul dengan warga desa.
Ketika Fang xionan ingin terus bekerja dengan giat, beberapa pria desa mulai mengeluh kepada kapten tim. Mereka mengatakan bahwa Fang xionan bekerja terlalu keras dan mengambil semua pekerjaan di ladang tanpa meninggalkan sedikit poin untuk yang lainnya.
Keesokan harinya, kapten tim menghampiri Fang xionan yang sedang menunggu antrian lokasi bekerja di ladang. "Fang xionan, aku ingin bicara denganmu," ujar kapten tim.
Fang xionan mengangguk kepada kapten tim. "Ada masalah, Kapten?"
Kapten tim menghela nafas sejenak sebelum berkata, "Aku mendengar keluhan dari beberapa pria desa tentang pekerjaanmu yang terlalu rajin. Mereka merasa bahwa kamu mengambil semua pekerjaan dan meninggalkan sedikit poin untuk mereka."
Fang xionan terkejut mendengar keluhan tersebut. "Aku tidak bermaksud seperti itu, Kapten. Aku hanya ingin membantu dan melatih diriku sendiri."
Kapten tim mengangguk mengerti. "Aku mengerti niat baikmu, Fang xionan. Tetapi, ingatlah bahwa kita semua harus berbagi peluang untuk mendapatkan poin. Jangan terlalu memaksakan dirimu."
__ADS_1
Fang xionan mengangguk dengan tulus. "Baik, Kapten. Aku akan mengikuti aturan yang ada."
Kapten masih ingin membuka mulut dan mengatakan tidak ada peraturan yang menyebutkan orang tidak boleh terlalu. tapi dia tidak jadi mengatakan itu dan menelan segalanya di dalam perut.
Biasanya orang hanya mempermasalahkan seseorang jika sedang malas tapi dia sekarang mempermasalah seseorang yang sedang rajin rajinnya.
Ah dunia sudah terbalik.
Setelah percakapan dengan kapten tim, Fang xionan kembali bekerja dengan santai, mengikuti batasan sepuluh poin per hari.
Setelah pekerjaannya selesai, Fang xionan merasa memiliki lebih banyak waktu luang. Ia memutuskan untuk kembali menjelajah ke gunung.
Ketika Fang xionan berjalan di gunung, ia memperhatikan sekitarnya dengan cermat. Ia ingin tahu apakah fluktasi energi yang ia rasakan sebelumnya muncul lagi. Dan tak lama kemudian, ia merasa adanya fluktasi energi yang tidak dikenali.
"Ini dia.. tapi rasanya tidak sama, tapi ini pasti dia"pikir nya.
Pandangannya tertuju pada Lin xuni yang sedang bermain dengan anak-anak desa di atas gunung. Lin xuni tampak ramah dan ceria, bahkan ia membagikan permen susu kepada anak-anak agar mereka lebih dekat dengannya. Hal ini menarik perhatian Fang xionan, dan ia memperhatikan dengan diam-diam.
"terima kasih Kakak"
"Oh terima kasih juga kalian adalah anak-anak yang baik, jika baik maka terimalah permen dari kakak oke"
"Ya kakak aku baik hari ini.Tadi aku membantu ibu cuci piring"
"benarkah kalau begitu Ini hadiah untukmu"
"Wow permen kelinci putih ,haha terimakasih kakak,aku pasti jadi anak yang baik "
"Bagus lah, oke siapa lagi yang baik hari ini Hem?" kata Lin xuni dengan senyuman manis.
"aku..aku Kakak...!'
"Aku juga,aku juga!"
Segera beberapa anak-anak berebut berkata mereka baik, hanya untuk sebutir permen kelinci putih besar
Fang xionan melihat bagaimana Lin xuni dengan lemah lembut berbicara dengan anak-anak, dan mereka semua tertawa bahagia. Ia membagikan permen dengan penuh senyum cerah yang hangat di antara mereka. Fang xionan merasa ada yang berbeda tentang Lin xuni, sesuatu yang menggugah keingintahuannya.
"Gadis baik"pikir Fang xionan.
Setelah beberapa saat mengamati, Fang xionan akhirnya memutuskan untuk kembali fokus pada deteksinya.
Tiba-tiba saja....
Jssss..
Ada energi keras di sekitar, segera Fang xionan memusatkan kemampuan nya. semakin dia mencoba ,semakin dia dekat dengan lokasi energi dan semuanya berpusat pada kelompok anak-anak.
"ini...ini dia!"seru nya.
Apa yang dilihat olehnya adalah sebuah fluktasi energi yang berpusat dari jari jemari gadis itu. Gadis itu masih saja tersenyum dengan semangat tapi berbeda dengan anak yang dipegangnya.
Meskipun tidak terlihat dengan kasat mata tapi Fang xionan merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan anak itu.
Fang xionan tidak ragu-ragu. Ia berlari mendekati Lin xuni dan dengan tegas melepaskan tangan gadis itu dari anak yang dipegangnya. Ia menatap Lin xuni dan bertanya, "Apa yang kau lakukan?"
Lin xuni tampak terkejut melihat Fang xionan. Tapi dia dengan cepat menjawab, "Aku hanya bermain dengan anak-anak"
"Bermain atau apa yang pasti ini tidak baik"kata Fang xionan.
__ADS_1
Lin xuni merasa sebuah ancaman di mata Fang xionan.Dia tidak ingin berada di dekatnya.
Segera dia lari seperti seorang pencuri.Anak anak tidak tau apa yang terjadi tapi mereka tidak suka dengan Fang xionan yang menyebabkan Lin xuni pergi.Mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan permen kelinci putih.