Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
61


__ADS_3

Kehidupan berlalu dengan cepat, dan Lin Xuni tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menghadapinya. Dalam kurun waktu seminggu kemudian, dia memutuskan untuk pindah ke kota kabupaten untuk bekerja dengan tim transportasi.


Ada banyak warga desa yang meragukan ini. Sulit untuk orang pergi ke kota mencari pekerjaan tapi kenapa gadis yang sebenarnya sudah hancur itu ,bisa mendapatkan hanya dengan satu jentikan jari.


Tapi Kiki sama sekali tidak Lin xuni adalah tipe manusia yang mampu bertahan hidup dalam hidup yang sulit.


Keputusannya ini sebagian besar berkat campur tangan bibi Wanwan yang mewariskan pekerjaannya tanpa biaya tambahan sebelum ia meninggal dunia.


Ketika Kiki mendapatkan berita ini Ling jin, dia hanya mendesah dan berkata di dalam hati."keberuntungan Lin xuni masih benar-benar kuat"


Terlepas dari kontroversi Lin xuni yang pergi ke kota, desa pada akhirnya berhasil membangun pabrik sabun rumahannya dengan skala yang kecil namun bertumbuh pesat.


Meskipun produksinya awalnya terbatas, pesanan dari ibukota yang diterimanya, termasuk dari mereka yang sebelumnya menggunakan produk impor, meningkat secara signifikan.


Mereka tidak hanya membeli sabun buatannya karena sudah bersertifikat, tetapi juga karena mereka mendukung produk dalam negeri yang memiliki harga terjangkau dan manfaat lebih baik daripada sabun luar negeri.


Kepala desa tidak mengerti mengapa sabun mereka begitu laris, mungkin ada hubungan nya dengan ditambah kan dengan berbagai aroma bunga yang mereka kembangkan. Namun begitu semakin hari senyumnya semakin lebar dan ia berpikir bahwa desa akan segera mendapatkan tambahan pendapatan.


Seperti hari ini, Kiki menerima pembayaran dividen dari penjualan sabunnya. Meskipun jumlahnya tidak besar, itu masih bernilai 500 ribu rupiah, yang setara dengan setengah bulan gaji pekerja pabrik di kota.


"Saudari Kiki," kata sekretaris yang sekarang menganggap Kiki sebagai harta karun, "sepertinya sabun kita saat ini cukup sukses. Namun, apakah kita memiliki aroma esensial lain yang berpotensi ?"


Kiki menjawab, "Tentu saja, Sekretaris. Namun, untuk mengembangkan aroma esensial baru, kita mungkin perlu melakukan penelitian yang lebih mendalam. Kita bisa mencoba menggunakan ekstrak lemon, rumput, atau aroma jeruk."


"Bagus," kata kepala desa, "tetapi untuk melakukan penelitian tersebut, kita mungkin perlu mengeluarkan beberapa dana. Saat ini, kita mungkin belum mampu. Jadi, mari kita fokus pada ekstrak bunga terlebih dahulu."


"Baik," sahut Kiki, "tetapi kita juga harus berpikir tentang musim dingin yang akan segera tiba. Saat itu, tidak akan ada bunga yang bisa kita temukan. Jadi, untuk berjaga-jaga, kita sebaiknya mencari dan mengolah lebih banyak ekstrak bunga sekarang."


Sekretaris dan kepala desa setuju dengan saran tersebut. Meskipun saat ini adalah musim gugur, musim dingin akan segera tiba, dan mereka tahu bahwa tanaman akan membeku pada saat itu. Kiki kemudian pergi ke ladang di sore hari, tempat semua orang masih bekerja, untuk memantau situasi dan menentukan kapan biji-bijian bisa dipanen.


Kiki menyadari bahwa semua ini harus dipanen sebelum musim dingin tiba, karena pada saat itu segala sesuatu akan membeku.


Dalam perjalanan pulang ia merenung, "Aku tidak yakin apakah aku bisa pergi ke kota untuk check isaat musim dingin tiba. Mungkin lebih baik aku menyimpan lebih banyak poin lain untuk masa depan."


Dia juga memikirkan bagaimana salju akan semakin tebal, membuatnya kesulitan mengayuh sepeda.


Sebelum tiba di rumahnya, dia tanpa sengaja melewati tempat lain.


"Oh, saya lupa mengirimkan beberapa bahan makanan untuk mereka," gumamnya pelan.


Saat ini, semua orang sibuk di ladang, termasuk beberapa pria tua yang tinggal di kandang sapi tersebut. Kiki adalah orang yang pelit, jadi yang dia kirimkan ke kandang sapi adalah beberapa bahan makanan yang sebelumnya dia kira sudah tidak diizinkan lagi.


Namun, para pria tua di kandang sapi sangat menghargai bantuannya, meskipun Kiki mengirimnya secara rahasia. Tidak ada rahasia yang bisa terlalu lama disimpan.


Kiki melihat sekeliling beberapa kali untuk memastikan bahwa tidak ada orang baru, lalu masuk ke dalam kandang sapi yang dindingnya sudah usang. Dia segera mengeluarkan apa yang dia bawa dalam panci-panci.


Ketika Kiki membuka panci-panci itu, mereka bersih dan terlihat seperti baru dicuci.


"Saya seharusnya melakukan ini kemarin. Apa yang mereka makan beberapa hari ini?" pikirnya.


Kali ini, sebagai permintaan maaf, dia mengirimkan nasi putih daripada bubur.


Tentu, saya akan membantu memperbaiki cara penulisan dan tanda baca dalam bagian yang telah Anda berikan:


Sebelum Kiki tiba di rumahnya, ia tanpa sadar melewati.


"Oh, aku jadi lupa mengirimkan beberapa bahan makanan untuk mereka," gumamnya pelan.


Pada saat ini, semua orang sedang sibuk di ladang untuk mengurusi beberapa hal, termasuk beberapa pria tua yang tinggal di kandang sapi ini.


Kiki adalah orang yang pelit, jadi yang ia kirimkan ke kandang sapi sebenarnya adalah beberapa bahan makanan yang ia pikir sudah tidak diizinkan lagi.


Namun begitu para pria tua yang tinggal di kandang sapi sudah lama menyadari mya, mereka benar-benar menghargai ini.Meskipun Kiki mengirimkannya secara sembunyi-sembunyi, tidak ada yang bisa menyimpan rahasia ini terlalu lama.

__ADS_1


Kiki melihat beberapa kali untuk memastikan bahwa di lingkungan itu benar-benar tidak ada orang .Baru setelah itu, ia masuk ke dalam kandang sapi yang sebenarnya memiliki dinding jarang yang di tutup dengan beberapa jerami tua.


Segera, ia mengeluarkan apa yang dimilikinya ke dalam panci-panci yang ada.


Ketika Kiki membuka panci-panci tersebut, mereka terlihat bersih seperti baru saja dicuci.


"Aku seharusnya melakukannya kemarin. Jadi apa yang mereka makan beberapa hari ini?" pikirnya.


Kali ini, sebagai permintaan maaf, ia mengirimkan setiap panci dengan nasi putih, bukan bubur.


Ada juga ayam rebus dengan bumbu Sichuan, sayap ayam pedas, kentang rebus cabai Sichuan dengan daun bawang, serta mie goreng Sichuan dengan ikan.


"Hmm, kupikir ini cukup sebagai permintaan maaf," pikirnya.


Tetapi sebelum Kiki berbalik, ia memikirkan tentang musim dingin, di mana ada banyak hal yang bisa membuat orang-orang merasa tidak nyaman.


"Mereka semua adalah pria tua yang bahkan tidak memiliki selimut. Dinding asal-asalan ini akan membuat mereka masuk angin lebih cepat," pikirnya.


"Oh, kupikir aku memiliki beberapa obat di laci sistem," kata Kiki pelan.


Segera, ia memberikan setiap orang sebuah kotak kecil krim untuk radang dingin, juga obat flu dan obat batuk.


Setelah memberikan semua hal yang ia anggap pantas untuk menghadapi musim dingin, Kiki akhirnya keluar dari sana dengan cepat.


Merasa tidak ada yang menyaksikannya, akhirnya Kiki menarik nafas panjang dengan lega dan bergegas pulang kembali ke rumahnya.


Tanpa disadari, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Kiki diketahui dengan baik oleh Fang Xionan.


Hanya saja, dia tidak pernah berpikir jika Kiki sebenarnya meletakkan beberapa hal di dalam kandang sapi itu, karena dia tidak melihat Kiki membawa barang apapun di tangannya.


"Apa yang dia lakukan di sana?"pikir Fang xionan dalam hati.


"Kiki masih orang yang misterius,ada sesuatu yang menarik dari dia, tapi apa itu?"


Jenis perbedaan dari tulang dan mendarah daging.


Tapi dia juga tidak bisa percaya dengan hati nurani manusia, terkadang kondisi terdesak akan memperlihatkan wajah asli seseorang.Apakah Kiki juga sedang memakai topeng juga.


Kali ini Kiki sudah pulang terlepas dari rasa penasaram Fang xionan tadi.


Ling jin belum kembali jadi dia memanfaatkan ini untuk menarik sejumlah makanan di kamarnya sendiri.


Sekotak pizza panas dengan banyak keju dan tomat serta sosis.


Di laci sistem , dia menyimpan banyak buah-buahan segar.Kiki mengambil nya untuk membuat jus sederhana.


"Makan siang yang sempurna"kata Kiki sebelum dia makan.


Sulit untuk tidak menyukai kelezatan pizza yang keju dan pucat. Ini adalah contoh sempurna dari makanan yang melebihi jumlah bagiannya, dengan roti sederhana, saus, dan keju dipadukan untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar luar biasa.


"Ohh enak banget...hum..!"gumam Kiki yang hampir saja menangis ketika menelan sepotong pizza dengan keju parut yang meleleh ini.


Ini adalah sebuah kebahagiaan bisa makan pizza lagi.Kau tau , keju adalah hal yang belum terlihat sejak Kiki datang ke era ini.


"Aku kangen dengan Junk food,oohh enak banget ini mah"kata Kiki dengan berurai air mata.


Kiki di era abad 21 juga tidak begitu mempedulikan masalah kesehatan . Dia terkadang memakan hal ini karena kepengen aja atau memang sedang terdesak oleh waktu.


Tapi Kiki juga akan menghindari makanan junk food ,dia hanya memakannya dalam kurun waktu 1 bulan 2 kali.


Junk food adalah makanan yang biasanya rendah gizi, tinggi kalori, dan tinggi lemak, serta kurangnya nilai nutrisi yang sehat.


Tapi sekarang,uhh..

__ADS_1


Keripik kentang, Burger , Kentang goreng ,Pizza dengan banyak topping dan keju berlebihan.


Soda dan minuman bersoda.


Makanan ringan seperti permen, permen karet, dan cokelat


Es krim dengan banyak pemanis buatan.Donat yang digoreng berlebihan


Hot dog,ohh gorengan juga.


Kata Pakar gizi,Junk food sering kali memiliki nilai nutrisi yang buruk dan dapat berkontribusi pada masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masalah lainnya jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.


Tapi sekarang Kiki hanya ingin memakan nya saja.


Pada saat Kiki sedang menikmati makan siangnya, Ling Jin pulang untuk memasak makan siangnya sendiri. Tapi kali ini dia tidak sendirian, ada Song Dali bersama dengannya. Song Dali adalah pemuda pendidikan yang juga terpaksa memasak sendiri. Karena harus berbagi panci, dia merasa tidak nyaman.


Baru kemudian, dia tahu bahwa Ling Jin memiliki dapur sendiri di rumah Kiki. Jadi, dia ingin menegosiasikan sesuatu dengan Kiki.


"Kiki, apa kamu ada di dalam?" kata Ling Jin pelan.


Kiki belum selesai dengan pizzanya, dia segera menyimpannya kembali dalam laci sistem.


"Aku di sini, ada apa?" kata Kiki sambil bangkit untuk membuka pintu.


Kriett....


Suara pintu dibuka dan Ling Jin ada di sana bersama Song Dali. Meskipun tidak akrab, tapi Kiki tahu siapa Song Dali.


"LingLing, ada apa?" kata Kiki yang menutup pintu kamarnya dan berjalan santai ke ruang tamu.


"Hmm, sebenarnya aku ingin berbicara padamu, jadi aku meminta Ling-Ling untuk membawaku ke sini," kata Song Dali lagi.


Kiki meliriknya sekilas dan duduk di kursi.


Di mata Song Dali, ini adalah bentuk kesombongan Kiki. Tapi dia memiliki sesuatu pada Kiki, jadi dia masih menahannya.


"Kiki, bukankah kamu tahu kami memiliki masalah di tim pemuda pendidikan? Jadi kami harus bergantian memasak di sana, hanya saja masalahnya tidak nyaman aja. Jadi, aku ingin meminta bantuanmu sedikit. Hem, bisakah kamu memberikan aku satu tempat yang bisa aku gunakan untuk membangun dapur sendiri di sini, sama seperti yang dimiliki oleh LingLing?"


"Eh, dapur? Maksudmu apa?" kata Kiki yang tidak mengerti arti pembicaraan gadis di depannya ini.


Song Dali sedikit malu untuk mengatakannya, tapi ini adalah masalah serius.


"Halamanmu cukup besar, jadi aku hanya meminta 3 meter persegi saja untuk membuat dapur semacam itu. Nanti, setelah dapur siap, ini akan dikunci, dan hanya aku yang memegang kuncinya. Jika kamu keberatan, aku akan membayarmu untuk biaya sewa," jelas Song Dali.


Ling Jin berkata biaya untuk membuat dapur sebenarnya cukup murah. Dia menggunakan sekitar Rp100 untuk dapur tersebut. Rp100 tidak banyak untuk pemuda pendidikan, tapi cukup banyak untuk penduduk desa.


Mendengar biayanya hanya Rp100 saja, dia tertarik. Bukankah memiliki dapur sendiri masih akan hemat biaya jika dibandingkan dengan masak bersama-sama di tim pemuda pendidikan.


"Kakak Song, jika kamu ingin membangun dapurmu sendiri, kenapa kamu tidak membangunnya di tim pemuda pendidikan saja? Dengan begitu, kamu tidak perlu bolak-balik lagi dari tempatmu pada pendidikan dan tempatku."


Ling Jin dan Kiki adalah tim pemuda pendidikan yang baru, jadi mereka tidak memiliki alokasi tempat, yang membuat mereka terpaksa tinggal di rumah warga. Tapi berbeda dengan Song Dali. Dia sudah menghuni tempat itu lama sebelum ini. Jika dia benar-benar ingin membangun sebuah dapur sendiri, mengapa dia tidak membangunnya di tempatnya saja? Buka sedikit kamar dan jadilah dapur mini.


"Kiki, di tim pemuda pendidikan juga tidak nyaman .Meskipun aku memegang kuncinya tapi siapa yang bisa menjamin aku tidak akan kehilangan sebutir telur?" kata song Dali lagi.


Sebenarnya tidak begitu juga, Ling jin adalah pribadi yang suka bercerita. Dari mulut embernya dikatakan jika Kiki memiliki gudang makanan yang mampu menopang hidupnya dalam dua atau tiga bulan.


Mendengar itu bukankah ini bisa menjamin jika kiki tidak akan usil dengan bahan-bahan dapurnya nanti. Ditambah lagi jika dia kekurangan bahan ,dia bisa meminjamnya sedikit dengan Kiki.


Kiki adalah pribadi yang belum akrab dengan song dali ,tapi bagaimana dengan Ling jin.


Ling jin adalah gadis yang selalu ingin menjaga wajahnya sendiri. Jadi jika dia kekurangan minyak ,garam atau gula, dia bisa meminjamnya. Mengenai kapan mengembalikan itu akan dibahas lain waktu.


Jadi menurut pemikiran song dali, membangun sebuah dapur khusus untuk diri sendiri di sini ,adalah hal yang lebih baik ,jika dibandingkan dia membangunnya di tim pemuda pendidikan.

__ADS_1


__ADS_2