
Kiki dan Fang Xionan memasuki mall internasional dengan tiket industri internasional yang mereka dapatkan dari sistem. Saat mereka masuk, mata Kiki langsung terbelalak saat ia melihat berbagai barang-barang internasional yang diproduksi pada tahun 70-an di China. Beberapa dari barang-barang ini akan menjadi barang antik yang sangat dicari pada tahun 2020.
Mereka berjalan melewati toko-toko yang menjual pakaian dan aksesori vintage yang mencerminkan gaya tahun 70-an. Kiki merasa kagum melihat pakaian-pakaian dengan warna-warna cerah dan pola-pola yang mencolok.
Kiki dan Fang Xionan berjalan melintasi toko-toko yang menjual barang-barang antik dengan nuansa retro tahun 70-an. Mata Kiki bersinar cerah saat ia melihat sepatu-sepatu kulit berwarna-warni dengan desain klasik.
"Fang Xionan, lihat sepatu-sepatu ini! Mereka sangat keren dengan nuansa retro. Aku bisa membayangkan betapa stylishnya kan," kata Kiki.
"Iya, benar. Mereka terlihat begitu otentik. Aku bahkan bisa membayangkan orang-orang mengenakannya sambil menari di pesta dansa tahun ." Fang xionan pernah membaca film dokumenter, dia masih ingat betapa bersemangatnya orang-orang di tahun ini ,apalagi dengan pakaian yang berwarna.
Bahkan gadis-gadis di tahun ini akan menjadi bibi-bibi tua yang suka menari di lapangan dengan tarian persegi.Mungkin saja ini, efek samping dari hiburan pada tahun 70-an, siapa tahu.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dan tiba di toko yang menjual barang-barang elektronik klasik, seperti televisi tabung besar dan pemutar musik vinyl yang megah.
"Oh, ini luar biasa! Lihat televisi tabung besar ini,ini ada warnanya." bisik Kiki senang.
Di Qingyuan masih ada televisi Meskipun tidak banyak. Mengingat tiket yang sulit ditemukan koperasi pemasukan dan pengadaan hanya membeli dua atau tiga televisi per tahun. jadi bisa dibayangkan beberapa hanya segelintir orang yang mampu membeli televisi.Tapi di Beijing sebenarnya sudah masuk televisi yang memiliki warna.
Oh Kiki sebenarnya sudah melihat bagaimana suasana negara mulai berubah.
Fang Xionan tidak begitu menyukai televisi tapi dia sekarang hidup di dunia di mana sebuah hiburan masih sangat menarik.Jadi dia berkata"Ya, televisi ini punya pesona tersendiri. Tapilihat, pemutar musik vinyl. Ayo beli satu, pasti suaranya begitu hangat."
Kiki berbisik pelan ke Fang xionan, tanpa dia sadar sebenarnya ketika dia berbicara ada hembusan nafas hangat mampir ke telinga pria itu sehingga telinganya memerah.
"Aku hanya ingin melihat saja siapa tahu nanti dapat hadiah dari sistem hehehe"
Fang xionan tidak menunjukkan reaksi berlebihan tapi dia juga setuju dengan ide tersebut.Hanya saja dia berkata, jika sistem tidak mengirimkannya maka beli dan kirim dengan transportasi lintas provinsi. Katakan saja kau mendapatkan hadiah dari para petinggi di Beijing"
Kiki berbinar dengan cepat mendengarnya . Dia tidak pernah berpikir tentang masalah itu. Barang-barang ini bisa saja dia dapatkan , Entah dengan membeli atau mendapatkannya dari sistem chek in. Namun masalahnya, bagaimana membuat semuanya sah di mata warga desa.
"Oke kalau begitu jika sampai waktu terakhir kita di Beijing tidak mendapatkannya dari sistem maka bantu aku membeli dan mengirimkannya ke desa terlebih dahulu"
Fang xionan terkekeh-kekeh, akhirnya dia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh gadis ini. Senang rasanya jika dirimu dibutuhkan oleh pasanganmu.
"Oke serahkan saja padaku"
Mereka berdua merasakan pesona barang-barang klasik ini.
Semua barang ini adalah perwujudan teknologi pada era tahun 70-an dan menjadi barang antik yang sangat dicari oleh para kolektor di masa depan.Tapi Kiki tidak mendingan untuk menimbun barang-barang ini.Tanpa perlu menunggu waktu berubah, Kiki juga sudah menjadi gadis yang kaya.
Kiki dan Fang Xionan berkeliling di antara toko-toko yang menjual barang-barang klasik tahun 70-an, dan meskipun mereka sangat bahagia dengan pengalaman itu, para penjual di berbagai Los yang mereka lalui tidak menyembunyikan kebenciannya. Mereka merasa heran mengapa ada pasangan yang hanya masuk ke mall internasional ini, tapi tidak memiliki niatan untuk membeli satu barang pun
Saat Kiki dan Fang Xionan berbisik dan berbincang-bincang dengan penuh semangat mengenai barang-barang yang mereka temui, beberapa penjual yang berdiri di antara toko-toko tersebut mulai berbicara dengan nada skeptis.
Penjual satu berbisik kepada penjual lain," Apakah kamu lihat mereka? Masuk kemari, berbicara keras tentang semua barang, ini bagus yang itu bagus, tapi tidak sepatah kata pun tentang membelinya!"
"Ya, ini sungguh merusak suasana. Saya pikir mereka hanya pengunjung yang iseng"
__ADS_1
Penjual lain berkata ,"Kita sudah melihat banyak seperti mereka, datang dan pergi tanpa membeli apa-apa. Hanya membuat kita kehilangan waktu.
Penjual ke empat merasa kesal, dengan perilaku ini . Berbeda dengan para penjual di koperasi pemasukan dan pengadaan , selain mendapatkan gaji, mereka juga mendapatkan bonus, seandainya barang-barang yang mereka jual dibeli oleh seseorang
Karena itu pelayanan mereka masih lebih bagus jika dibandingkan dengan pelayanan dari penjual di koperasi pemasukan dan pengadaan.
Tapi perilaku pasangan ini yang hanya melihat tapi tidak berniat untuk membeli benar-benar membuat dia kesal,"Kita sudah bekerja keras untuk menampilkan barang-barang istimewa kita, dan mereka malah memperlakukan kita seperti museum!"
Penjual pertama mengangguk setuju dengan itu,dia berbisik,"Memang benar, kita bukan tempat hiburan gratis"
Penjual lain menggelengkan kepala dan mendengus setelahnya,"Mereka bisa saja lebih berterus terang tentang niat mereka hanya untuk melihat lihat.Ah Orang kaya ,bebas aja "
Sementara para penjual berbicara di antara mereka sendiri, Kiki dan Fang Xionan masih merasa senang dan tak tahu apa yang dipikirkan penjual di sekeliling mereka. Mereka terus berkeliling dan menikmati momen berbagi ini tanpa terganggu oleh ketidaksetujuan penjual.
Namun, Kiki dan Fang Xionan tidak mendengar percakapan di antara para penjual tersebut, dan mereka terus berjalan dengan senyum di wajah, menikmati momen berbagi antara mereka sendiri.
Dan benar saja,para penjual ini menatap Kiki dan Fang xionan seperti sedang menatap musuh karena keduanya segera turun dan keluar dari mall internasional.
Siapa sih mereka?
Kiki yang tidak sadar jika sedang dibenci oleh para penjual di mall internasional sebenarnya Fang xionan untuk berkeliling kota lagi.
Perjalanan mereka ke Beijing adalah perjalanan yang sangat langka dan Kiki tidak ingin membuang kesempatan seperti itu .
Jadi Kiki langsung melakukan check in di berbagai tempat sekaligus.
("selamat karena sudah check in di kantor pos, dapatkan 1500 2 paket tahun baru dan 1 amplop merah")
"Fang xionan kali ini bertanya dengan serius ,"apa yang kau dapatkan?"
"Ah aku belum cerita ya sebenarnya jika aku cek yang di kantor pos itu akan selalu ada satu paket besar, tapi karena ini tahun baru maka akan Ada dua paket sekaligus hahaha"
Fang xionan mengangguk kepala tanda Dia mengerti lalu dia berkata,"Ayo ambil paketmu dan kirim langsung ke desa.Biarkan kepala desa mengambil barang lebih dulu"
Kiki merenung sejenak karena tidak mengerti , tapi pada akhirnya dia tidak setuju melakukan itu. jadi paket 2 paket besar yang dia dapatkan tadi langsung dikirim ke desa.Oh ya biasanya dalam pengiriman seperti ini akan tiba di desa sekitar 7 atau 8 hari.Tapi tidak tahu jika ini menyangkut tahun baru di mana banyak para pekerjanya yang mengambil liburan.
Tapi Kiki tidak masalah kok.
"Oke Setelah itu kita ke mana?"tanya Fang xionan.
"Ah usah tanya, Ayo keliling dulu"Kiki tidak tahu harus berkata apa Yang jelas dia melihat rambu-rambu yang mencerminkan lokasi check and sebenarnya baik begitu banyak bertebaran di mana-mana sungguh kota Beijing benar-benar sebuah ibukota yang luar biasa.
Yang lebih membahagiakannya lagi, biaya paling tinggi itu hanya 10 poin. Bahkan ada lokasi yang hanya memiliki biaya satu poin, namun dia masih mendapatkan uang sebagai ganti poin tersebut.
"Ahh Ayo lagi,ohh di situ,ya ,ah ada pabrik juga, oke check in"Kiki berteriak sepanjang jalan.Fang xionan juga tertawa geli karena nya. Hari ini dia dijadikan sopir gratis untuk gadis itu.
Kiki merasa kegirangan meluap dalam dirinya saat ia mulai berbelanja dengan poin sistem. Baginya, itu seperti ikan yang bertemu air. Setiap toko yang dia masuki, setiap barang yang dia pilih, semuanya terasa begitu pas, seolah-olah dia telah menemukan lingkungan tempat dia benar-benar berada dalam elemennya.
__ADS_1
Ketika dia memegang pakaian-pakaian modis dengan merek terkenal, dia merasa seperti seorang fashionista sejati. Ia bahkan tidak perlu khawatir tentang harga atau budget, karena poin sistemnya memberinya kejutan demi kejutan terlepas dari apa yang diinginkannya.
Saat Kiki berbelanja poin dengan sistem check in, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Ia melompat dari satu tempat check in satu ke tempat check in yang lainnya, merasa seperti seorang penjelajah yang menemukan harta karun.
Kiki merasakan kebahagiaan yang begitu dalam, seolah-olah dia telah menemukan lingkungan tempat dia benar-benar merasa nyaman dan bahagia. Baginya, berbelanja poin seperti ini adalah seperti ikan yang bertemu air, di mana segalanya sesuai dan penuh kegembiraan.
Yang lebih bagus, Kiki menemukan sebuah cabang untuk ,Toffee Kelinci Putih (White Rabbit Creamy Candy)
Ini adalah permen susu yang sangat terkenal pada saat ini.Toffee ini diproduksi oleh perusahaan Tiongkok bernama Shanghai Guan Sheng Yuan Food, yang didirikan pada tahun 1959 di Shanghai, Tiongkok. Pabrik utamanya berada di Shanghai.
Meskipun pabrik utamanya terletak di Shanghai, produk ini menjadi sangat populer dan dikenal di seluruh negara.Kata nya, dua butir permen jenis ini bisa membuat segelas susu.
Tapi Kiki tidak ragu untuk check in Karena harganya cuman dua poin saja. nyatanya dia mendapatkan uang di amplop, tiket gula dan permen itu sebanyak 10 kg.Ah sesuatu yang tidak bisa dihabiskan dalam seumur hidup.
Gigi ku bisa rusak kan.
Kiki merasa senang berkeliling dan berbelanja poin di kota ,tetapi setelah beberapa jam, dia merasa cukup puas dengan ini semua. Dalam keadaan kelelahan, Kiki berbicara dengan Fang Xionan.
"Hey, aku pikir sudah cukup berbelanja untuk hari ini. Bagaimana kalau kita pulang dulu dan kembali besok?" usul Kiki.
Fang Xionan mengangguk setuju, "Baiklah, aku setuju. Kita bisa pulang sekarang."
Fang Xionan segera mengayuh sepedanya menuju rumah. Saat itu, matahari sudah mulai merunduk ke arah barat, dan jam menunjukkan sekitar pukul 05.30 sore. Ketika mereka tiba di rumah, langit sudah hampir gelap, dan mereka merasa puas dengan perjalanan mereka yang penuh petualangan.
Saat Kiki dan Fang Xionan tiba di rumah, mereka melihat Shitou dan beberapa pekerja lainnya masih berada di dalam rumah. Shitou tersenyum kepada mereka dan berkata, "Halo, kamu sudah pulang. Pekerjaan sudah selesai."
Kiki mengerti ,lalu dia mengambil uangnya dari tas punggung di mana Sebenarnya dia mengambilnya dari gaji sistem. Lalu dia membayar sejumlah uang yang sudah disepakati lebih awal pada pria ini.
Kiki merasa seperti ada beban yang terangkat dari bahunya setelah membayar Shitou. Dia berkata, "Terima kasih, Shitou, atas semua bantuanmu. Kamu dan timmu telah melakukan pekerjaan yang luar biasa membersihkan rumah ini."
Shitou tersenyum tulus dan menjawab, "Tidak masalah, Kami senang bisa membantu. Semua ini adalah bagian dari pekerjaan kami."
Kiki kemudian menyodorkan lima kilogram tepung dan dua kilogram gula juga beberapa kg daging kepada Shitou. Shitou terkejut dengan kebaikan hati Kiki. "Ini... ini tidak perlu,. Saya hanya melakukan pekerjaan saya."
Kedengarannya barang-barang ini adalah barang biasa namun pada tahun 70-an ini ini seperti memberi seseorang satu karung tepung dan satu karung gula. Apalagi dengan daging, ini lebih luar biasa lagi. Jadi wajar jika pria itu terkejut dan menolaknya tanpa berpikir.
Kiki menggelengkan kepala dan tersenyum hangat. "Saya tahu itu bukan bagian dari perjanjian awal, tapi saya ingin berterima kasih kepada Anda dan tim Anda. Semoga ini bermanfaat."
Setelah melakukan bolak-balik pada akhirnya,Shitou menerima barang barang itu dengan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih,nona"
Dia mengatakan lagi, "Jika ada pekerjaan lain di masa depan, jangan ragu untuk memanggilku. Aku akan senang membantu."
Kiki tersenyum dan menjawab, "Tentu, terima kasih banyak, Shitou."
Setelah pertukaran kata-kata hangat itu, pekerja-pekerja tersebut akhirnya meninggalkan rumah, meninggalkan Kiki dan Fang Xionan di dalam rumah yang sudah jauh lebih bersih dan terlihat lebih layak huni. Ruang tamu yang tadinya berdebu kini bersinar dan bersih. Bagian-bagian rumah yang lama terabaikan telah mendapatkan sentuhan perawatan dan perbaikan.
Kiki merasa puas dengan hasil pekerjaan mereka. Rumah yang dulunya tampak bobrok dan tidak terurus, kini terasa nyaman dan bersih. Dengan sentuhan Shitou dan timnya, rumah itu kembali menjadi tempat yang nyaman dan layak huni.
__ADS_1
Tidak ada tempat yang lebih baik berbanding dengan rumahmu sendiri.