
Kiki keluar dari pasar gelap dengan senyuman lebar.Suasana hati Kiki karena panen hari ini, begitu nyaman.Bukan saja dapat tiket,barang tapi ada juga uang.
Tapi dia belum ingin menghitungnya.Masih ada tempat untuk dia pergi.Pertama tama ,ayo pergi ke stasiun pengumpulan sampah.
Dengan bantuan sistem, Kiki bisa sampai di sana lebih cepat,kira kira jam delapan pagi.
"Itu dia...
("Mendeteksi lokasi check ini, stasiun pengumpulan sampah,lima poin ")
"Check in "
("Slamat karena udah check in di stasiun pengumpulan sampah, dapat seperangkat perhiasan emas ")
"Perhiasan?ahh lumayan, lumayan hehehe "
Di depan sana,ada seorang pria separuh baya sedang duduk-duduk di kursi santai.
"Permisi?"
Pria separuh baya itu hanya membuka matanya sedikit dan menutup nya lagi seraya berkata,"Kertas dua sen sekilo,besi empat sen,kayu dua sen.Biaya masuk lima sen"
"Oh ini dia paman "kata Kiki yang menyerahkan sejumlah uang kepada pria separuh baya itu. tidak ada jawaban dari pihak sana tapi Kiki terus saja masuk ke dalam untuk melihat-lihat.
ruangan di depan adalah tanah lapang yang memiliki sekat-sekat tertentu. mungkin semua sudah di kualifikasi kan menurut barangnya. di atas pintu disebutkan jika itu berisi kertas kayu atau besi.
Tapi di luar ruangan yang bersekat-sekat itu masih ada tumpukan sampah lain yang mungkin belum disortir.
Di sini sudah ada beberapa orang yang mencari sesuatu di antara gunungan sampah yang belum disortir tadi.
Melihat betapa tingginya gunungan itu Kiki menjadi pusing. Gimana bisa mencari barang jika barangnya seperti ini.
"bisa setahun mencari di sini dan belum tentu mendapat bocoran"keluh nya.
"Tapi bukankah aku punya sistem yang bisa mendeteksi sesuatu?"
"Hem sistim, bantu aku melacak buku sekolah , panci atau sesuatu yang masih bisa di pakai?"
("ada kayu huangli di depan jam lima,mangkok baru di jam tujuh...")
Senyum Kiki semakin mekar mendengarnya. Jadi tidak sama seperti yang lain dia hanya menuju lokasi yang disebut oleh sistem dan letakkan segala nya di satu sudut.
"Ah, bagus, ini meja batu alam kan, meskipun sedikit retak masih bisa dipakai," lalu kemudian Kiki menemukan sebuah meja jelek dengan kaki patah, tapi kata sistem meja itu terbuat dari bahan kayu terbaik, yaitu kayu huangli yang langka.
"Kaki yang patah masih bisa diperbaiki, kan?"
Kiki menemukan banyak barang yang masih bisa digunakan meskipun sedikit jelek, misalnya panci bocor. Tapi bocornya itu masih di area atas, hingga masih bisa digunakan.
Beberapa mangkok terbuat dari porselen. Orang-orang mungkin akan menggunakannya sebagai mangkuk di rumah, tapi sebenarnya ini adalah mangkuk kuno dari destinasi Han.Entah ini pernah di gunakan oleh ratu yang mana.
"Ahh, berasa jadi orang kaya beneran bisa makan dari mangkuk yang pernah digunakan oleh bangsawan di zaman dulu, kan?"
Dia menemukan buku paling banyak dari buku tingkat SD, SMP, sampai SMA. 74 adalah tahun di mana orang-orang hanya bisa sekolah sampai SMA. Tapi saat ini sekolah tidak lagi populer.
Katanya, orang yang sekolah belum tentu bisa sukses. Jika pun mereka ingin sekolah sampai SMA, itu hanya karena ingin melek huruf dan bisa mendapatkan pekerjaan di pabrik.
Universitas tidak akan dibuka sampai 77. Tapi tidak banyak orang yang mengetahui itu.
"Ahh, buku ulasan?"
Titik terkejut ketika sistem mengatakan ada buku ulasan universitas. Ini adalah buku yang ditinggalkan oleh para talenta-talenta di beberapa tahun sebelumnya.
Mungkin talenta-talenta ini rumahnya di gebrek oleh kelompok ban merah dan dihancurkan begitu saja, sementara pemiliknya di bawah dengan tuduhan penjahat reformasi.
Kau perlu tahu saat ini ada beberapa buku yang dikatakan sebagai buku merah atau buku yang paling dilarang.
Salah satunya buku berbahasa Inggris dan Jepang.
__ADS_1
Banyak talenta-talenta di tahun sebelumnya tidak tega membuang buku dengan jenis ini. Menurut mereka, ini adalah ilmu yang sangat berharga, tapi sayang sekali pada tahun ini tidak ada yang begitu menghargai apa artinya ilmu.
Jadilah mereka dibuang begitu saja di tempat sampah. Sampai ini akan menjadi sesuatu yang berharga pada tahun di mana universitas dibuka kembali.
"Ambil... ambil... ambil... ohh, bagus."
Tanpa sadar, Kiki sudah mengumpulkan begitu banyak barang. Yang paling banyak di sini adalah buku.
Setelah sistem mengatakan tidak ada lagi yang bisa dicari di sisi ini, tapi tentu masih ada beberapa di sisi lain. Hanya saja Kiki sudah begitu kelelahan ketika dia berbalik, mulutnya menganga lebar.
"Apakah itu semua milikku?"
Begitu banyak?
Kiki tengah terfokus pada gunungan barang yang tiba-tiba ia sadari adalah miliknya sendiri. Tiba-tiba, seseorang menepuk punggungnya. ketika Kiki berbalik, ia terkejut lagi dan ini membuat kepalanya menjadi gatal.
"Fang Yan??"
"Hei, Kiki, kok barang kamu banyak banget?" kata Fang Yan yang tersenyum semanis mungkin yang bisa dia berikan. tapi di mata Kiki ini bukanlah senyuman manis tapi senyum seorang iblis.
"Oh, hai Fang Yan. Ini barang-barang yang aku temukan di sini. Ternyata lebih banyak dari yang aku kira."
"Tidak apa-apa, aku akan membantu. Aku kebetulan menyewa gerobak sapi untuk mengirimkan barangku ke desa."kata Fang Yan yang langsung melihat-lihat barang apa saja yang diambil oleh gadis ini
"Tidak perlu, aku hanya perlu mengeluarkan sedikit."kata Kiki yang langsung menolak dia tidak ingin memiliki interaksi yang berlebihan dengan Fang Yan.
Tapi Fang Yan tidak menerima penolakan dari Kiki"Tidak apa-apa, ini hanya sekali jalan dan bayarannya juga nggak akan nambah."
"Tidak usah, aku akan mengurangkannya sedikit, atau aku bisa mencari gerobak lain-lain saja tidak perlu menyusahkanmu"
Sebenarnya Kiki berniat untuk meletakkan semuanya di dalam laci sistem. Tapi karena adanya Fang Yan, jadi dia tidak mungkin mengekspos keberadaan sistemnya.
"Ohh aku memaksa sih hehehe "Fang Yan melipatkan tangannya ke dada dengan gaya pemaksaan. Dia ingin melihat alasan apalagi yang diberikan oleh Kiki untuk menolak bantuannya.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak, Fang Yan." wajah Kiki jelas tidak suka tapi Fang Yan berpikir durasi interaksi mereka berdua itu cuman sedikit. mungkin Kiki memiliki pemikiran buruk untuk pemuda pendidikan. Jadi dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan Kiki agar Kiki berubah pikiran.
"makasih ya kalau gitu aku pergi dulu"kata Kiki
"Ehh setelah ini, mau ke manaKiki? Lebih baik kita pergi ke restoran milik negara."
Kiki yang ingin menolak segera beralasan, "Masih ada tempat yang akan aku kunjungi, jadi tidak bisa barengan."
Fang Yan mengetahui bahwa Kiki hanya beralasan karena tidak ingin menghabiskan waktu dengannya. Dia berkata, "Tidak apa-apa, aku akan menemani kamu. Setelah itu, kita barengan pergi ke restoran milik negara."
Dalam hati, Kiki mengutuk nya"sialan, maksa banget nih orang"
Tapi Kiki jelas tidak bisa menolak karena tidak ada alasan yang kuat untuk menolak tawaran itu. lagi pula tujuan selanjutnya memang ke restoran negara .Kiki ingin melakukan investigasi tentang apa yang terjadi jika dia check in di situ.
Ini juga adalah hari gajian dan mungkin akan ada rp100 lagi yang mampir di kantongnya.
"Ohh sepeda...
Belum habis kata-kata kata kata Kiki, Fang Yan kembali melakukan keanehan dia mengambil alih sepedanya. Seolah-olah itu adalah milik sendiri, Fang Yan menepuk kursi belakang dan berkata,"Ayo naik"
Wajah Kiki menghitam lagi.
"tidak tahu malu"gumam nya
meski sedikit kesel dia masih duduk di kursi belakang. jadi pemandangan aneh terjadi lagi sebuah sepeda wanita jelas lebih kecil jika dibandingkan sepeda ontel pria yang besar dan tinggi.
Tapi sekarang sepeda kecil itu dibawa oleh pria besar dan jangkung. Dengan membawa gadis kecil di belakang.
Ini benar-benar tidak logis.
Kiki malu, tapi Fang Yan tidak.
Orang yang hidup di tahun 70-an begitu menghargai yang namanya sepeda ini seperti anda memiliki sebuah mobil. Jika Kiki merasa pemandangan ini tidak begitu pantas, tapi semua orang masih menganggap jika itu adalah pandangan yang baik.
__ADS_1
Sepeda masih lah sepeda walaupun mereka kecil.Begitu lah caranya mereka berdua tiba di restoran negara.
Di depan jalan, simbol check in langsung terlihat begitu bercahaya di mata Kiki.
("terdeteksi lokasi check in di restoran milik negara, dengan 10 poin, apakah tuan rumah bersedia?")
"oke , check ini"
("selamat karena sudah check in di restoran milik negara.dapatkan 200rp, peralatan masak lengkap dan sepanci menu hari ini")
Segera di dalam sistim peralatan memasak mode lama , mampir di laci sistem. yang paling membahagiakan di sini panci itu tidak hadir dalam kondisi kosong tapi semuanya diisi dengan segala sesuatu dan penuh.
Seperti di dalam panci sup ,ada sesuatu di dalamnya yang tidak diketahui tapi dilihat dari berminyaknya itu mungkin adalah ayam atau sup babi.
Panci nasi, itu semua penuh dengan nasi yang masih mengepul karena panas.
Panci bubur.
Kuali dengan begitu banyak tumisan daging.
Namanya restoran milik negara pancinya tidak kecil, ini semua dalam ukuran besar. Kiki menelan ludah melihatnya jumlah sebanyak ini bisa dimakan sekitar 200 atau 300 orang.
tapi semuanya ada miliknya secara pribadi dan utuh.
Sampai kapan dia bisa menghabiskan ini.
"Ohh kalau tahu gitu setiap gajian aku pasti pergi ke restoran negara untuk mampir hahaha"
Fang Yan tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Gadis itu. Tapi dia menariknya dan membawanya pergi ke kursi yang kosong.
"bahan masakan tadi pasti terkait dengan menu yang dimasak hari ini. jadi aku harus lihat daftar menu dulu"
Mapo Tofu: Tahu yang disajikan dengan saus pedas berbasis daging cincang dan rempah-rempah khas Sichuan seperti lada Sichuan.tiga sen tanpa tiket.
Kung Pao Chicken.Ayam yang digoreng kering dengan kacang tanah, paprika merah kering, dan saus pedas manis.Lima sen dengan tiket.
Szechuan Beef, Daging sapi iris tipis yang digoreng cepat dengan saus pedas dan lada Sichuan .Sepuluh sen dengan tiket daging.
Hot Pot Sichuan, Hidangan ini melibatkan panci besar berisi kaldu pedas yang digunakan untuk merebus berbagai bahan seperti daging, sayuran, dan seafood. Harga sepuluh sen dengan tiket.
Potongan daging babi yang dimasak dua kali, pertama direbus kemudian digoreng dengan bawang hijau dan saus .Harga sepuluh sen dengan tiket daging.
Mie gandum dengan saus kacang pedas, daging cincang, dan enam sen dengan tiket
Potongan ikan yang direbus dalam kuah pedas dengan potongan potongan sayuran.tiga sen dengan tiket daging.
Sichuan Salad adalah Timun yang disajikan dengan saus pedas bercita rasa asam,sua sen tanpa tiket.
Mie gandum dengan saus kacang pedas,kacang tanah, dan lada Harga Enam sen
Suop pedas yang berisi jamur, bambu, tahu, dan telur, harga lima sen.
"Ahh begitu banyak?"
"Kenapa,aku yang bayar "kata Fang Yan ketika dia melihat reaksi dari Kiki. Dia pikir Kiki mungkin merasa semua menu pada daftar itu adalah mahal.
Mana dia tahu jika Kiki sebenarnya terkejut .Karena menu itu adalah menu yang dia dapatkan hari ini dan mereka semua hadir di dalam panci yang cukup besar.
Belum lagi makanan pokok berupa nasi putih dan roti kosong juga pancake kentang.
"Ahh kupikir dengan manusia banyak ini bisa setahun penuh aku tidak perlu masak hahahaha"kata Kiki dalam hati. sangking bahagianya dia dia bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Fang Yan.
Pria itu hanya meliriknya sebentar dan pergi ke depan untuk memesan menu
Setelah itu dia duduk lagi dan berbicara tentang kegiatan Kiki hari ini. Karena Kiki bahagia ,jadi dia bercerita banyak. Kiki tidak sadar jika fang yan berpikir lain melihat dia tersenyum.
Apakah pendekatan ini berhasil?
__ADS_1