
Seminggu kemudian, Fang Xionan benar-benar telah berubah menjadi pribadi yang berbeda. Yang dulunya pemalas dan tidak berguna, kini mampu mendapatkan sepuluh poin setiap harinya. Bahkan jika dia mau, dia bisa mendapatkan lebih dari itu.
Perubahan ini benar-benar mengagumkan bagi seluruh warga desa Qingyuan. Mereka yang tadinya melihat Fang Xionan sebagai pemuda yang tidak berguna, sekarang melihatnya dengan penuh kagum.
"Hai, lihatlah! Fang Xionan benar-benar berubah. Dia seperti memiliki semangat yang baru," komentar seorang warga desa.
"Bahkan aku mendengar dia bisa mendapatkan sepuluh poin sehari. Tidak ada yang pernah mendapat begitu banyak poin dalam waktu singkat," kata warga lainnya.
Mereka tidak bisa menahan kagum mereka atas perubahan drastis yang terjadi pada Fang Xionan. Yang dulunya hanya menghabiskan waktu tidur dan makan, kini menjadi salah satu pekerja paling rajin di desa.
Hari itu, Fang Xionan mendapatkan tugas berat. Dia harus memikul karung-karung ke lokasi penjemuran. Meskipun ada gerobak sapi yang bisa digunakan, tapi gerobak itu tidak cukup cepat. Sehingga beberapa pemuda kuat, termasuk Fang Xionan, dipilih untuk membantu memikul karung-karung tersebut.
Untuk mendapatkan sepuluh poin, seseorang harus memikul paling sedikit 200 pikulan. Pekerjaan ini memerlukan waktu seharian penuh bagi kebanyakan orang. Namun, bagi Fang Xionan, ini terasa mudah. Dia dengan mudah memikul sepuluh karung sekaligus tanpa berkeringat.
"Ehh kenapa aku tidak tahu jika xionan begitu kuat?"
"Mungkin sudah begitu tapi dia malas, tapi karena tidak adanya Kian dia berubah pikiran!"
"Oh mungkin juga ya, untung saja Kian pergi ckckck "
Sambil melangkah santai, Fang Xionan bolak-balik membawa karung-karung itu. Sebelum tengah hari, dia sudah berhasil mendapatkan sepuluh poin. Namun, dia tidak berhenti di situ. Setelah istirahat sebentar, dia langsung pergi membantu ibunya, Yang Guiha, dengan pekerjaannya.
Melihat perubahan ini, beberapa warga desa tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka.
"Lihat anak Yang Guiha, betapa rajinnya dia sekarang. Sungguh luar biasa!" puji seorang bibi desa.
"Siapa yang bisa membayangkan dia bisa seperti ini? Itu semua berkat kebijaksanaan dan pengaruh baik Yang Guiha," tambah bibi yang lain.
Yang Guiha, ibu Fang Xionan, dengan bangga dan bahagia menerima pujian dari warga desa. Dia merasa senang melihat putranya yang dulunya malas dan tidak berguna, kini berubah menjadi pekerja keras yang memberikan contoh bagi yang lain.
Perubahan lainnya adalah Fang xionan yang mulai menjaga kebersihan diri.Jika tidak ada pekerjaan dia akan pergi ke sungai.
Kata orang dia suka berendam tapi tidak ada yang tahu jika sebagai pengguna kemampuan air,dia begitu mencintai air kan
Seperti hari ini.
Siang itu, Fang Xionan sedang mandi di sungai. Kulitnya yang dulu hitam karena debu dan kotoran, kini sudah terlihat lebih bersih. Pakaian yang dikenakannya, meskipun masih ada tambalan-tambalan, tidak lagi terlihat kotor dan berbau tak sedap.
"Ah, aku bosan makan ubi rebus lagi hari ini. Apakah ada ikan di sini?" gumam Fang Xionan dalam hati sambil merendamkan tangannya ke dalam air sungai.
Meskipun tampak seperti tindakan biasa, sebenarnya dia sedang mengendalikan air sungai dengan kemampuan khususnya, merasakan gerakan ikan dalam air.
Beberapa saat kemudian, dia tersenyum puas ketika merasakan gerakan ikan yang tidak jauh dari tempat dia berdiri. Dengan cekatan, dia memadatkan tetesan air di ujung jari-jemarinya dan melepaskannya seperti anak panah ke arah ikan yang berenang.
Tak..
Tiba-tiba, ikan Barakuda besar dengan berat lebih dari dua kilogram muncul ke permukaan air. Fang Xionan berhasil menangkap ikan tersebut dan menaruhnya di tepi sungai. Tidak puas dengan satu, dia mengulangi gerakan itu dan berhasil menangkap ikan kedua dengan cepat.
"Hei pasti enak"katanya di dalam hati.
__ADS_1
Sambil mengikat ikan-ikan yang sudah ditangkap, Fang Xionan selesai mandi dan kembali ke rumahnya. Di
Sampai di rumah, dia menyimpan ikan-ikan tersebut dan mengamati hasil tangkapannya. Saat kakak iparnya, melihat ikan-ikan besar yang ada di baskom, ekspresi wajahnya berubah kaget.
"Wow, apa ini? Ikan-ikan besar sekali," ucap kakak ipar dengan kagum.
Yang Guiha, ibu Fang Xionan, mendengar komentar kakak ipar dan menghampiri tempat ikan tersebut diletakkan. "Apa yang kalian bicarakan?"
Fang Xionan mengangkat dagu dengan bangga. "Ini ikan-ikan yang berhasil ku tangkap di sungai, ibu. Aku bisa memancing!"
"Benarkah?" tanya Yang Guiha sambil menatap ikan-ikan tersebut dengan kagum. "Xionan, kau memang luar biasa. Siapa yang sangka kau memiliki bakat memancing seperti ini?"
Fang Xionan tersenyum dan membual, "Tidak sulit, ibu. Aku hanya merasa kalau ikan-ikan ini ingin datang padaku."
"Ah, jadi begitu ya?" kata Yang Guiha sambil tertawa. "Kalau begitu, ibu akan memasak ikan ini untuk makan siang. Aku yakin akan enak."
Fang Xionan tidak keberatan dengan cara apa pun ikan tersebut akan dimasak. Baginya, yang penting adalah bisa makan ikan yang berhasil ditangkap sendiri.
Yang Guiha dengan hati-hati memotong ikan yang berhasil ditangkap oleh Fang Xionan. Di sisi lain, kakak ipar Fang Xionan sedang sibuk merebus papeda. Dia juga sedang meracik bawang putih dan daun bawang sebagai tambahan untuk hidangan tersebut. Dalam sejumput lemak babi, dia menumis bawang putih dan daun bawang hingga harum, kemudian memberi beberapa potong buah howton yang asam. Setelah itu, dia menambahkan air dan menutup masakannya.
Yang Guiha masuk ke dalam dengan ikan yang sudah dipotong. Dia memasukkan ikan dalam rebusan dan menaburkan sedikit garam di dalamnya
Tidak lama kemudian di atas meja makan yang sudah disiapkan, semua anggota keluarga tengah berkumpul. Fang Xionan merasa senang melihat hidangan di depannya, dihari kiamat,ikan apa yang bisa dimakan.Kebayakan dari mereka bahkan mampu makan manusia.
Jadi dia suka dengan makanan hari ini.
Di sampingnya, keponakan satu-satunya Fang Xionan, Fang Jiasheng, tengah duduk dengan penuh antusiasme.
Dia melihat pamannya dengan penuh kagum, ini adalah kali pertama dalam hidupnya dia melihat paman membawa ikan besar seperti ini.
"paman, ini sungguh luar biasa! Aku belum pernah melihat ikan sebesar ini sebelumnya, besok kalau Paman pergi,ajak aku ya," puji Fang Jiasheng dengan mata berbinar.
Semua orang di meja tersenyum mendengar pujian keponakan mereka. Kakak ipar Fang Xionan ikut berbicara dengan cemberut"Ya, memang luar biasa. Baguslah kalau paman sering-sering pulang membawa ikan seperti ini.Jika bisa pergi cari burung pagar di gunung,ini lebih enak."
"Benar, paman, Ayo ke gunung,ada telur dan kelinci jika beruntung.Kita jarang sekali bisa makan ikan sebesar ini apalagi daging!" tambah Fang Jiasheng dengan riang.
"Oke ,ibu aku pergi ke gunung setelah ini,aku sudah dapat sepuluh poin hari ini Jadi cukup kan?"
"Xionan,dia hanya bercanda, jangan di ambil hati"kata Yang guiha pelan.
"tidak apa-apa,aku bisa lagipula sudah lama tidak makan daging "
"Benar kah?mari tunggu besok,aku pergi bersama mu" kata kakak tertua.
Anaknya ingin makan daging jadi dia bisa izin besok dan kerja setengah hari.
Adik perempuan Fang xionan tidak bersuara dia paling banyak mengutip sup ikan dalam diam.
Bukan nya ikan di sungai itu tidak ada hanya warga tidak diperbolehkan memiliki sesuatu seperti alat pancing. Jika warga ingin memancing, itu harus melakukan secara sembunyi-sembunyi jadi tidak mudah untuk mendapatkan ikan.
__ADS_1
Fang xionan ingin pergi sendirian di gunung Karena penasaran apa yang ada di gunung.
Dia memiliki kemampuan air tapi tubuhnya sudah begitu akrab dengan pertarungan. Jadi tidak masalah jika bertemu dengan babi hutan.
Saat semua orang telah pergi kembali bekerja di ladang, Fang Xionan memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelajahi gunung.
Setelah tiba di sana, Fang Xionan mengandalkan intuisi sensitifnya. Ia mencoba untuk mendengar pergerakan hewan-hewan kecil di antara rumput dan pepohonan.
Tiba-tiba, Fang Xionan menemukan sebuah sarang burung pagar, atau yang lebih dikenal sebagai ayam hutan. Ia menggumam, "Ini semua adalah daging." Dengan berhati-hati, dia melirik kiri kanan untuk memastikan tidak ada orang di sekitarnya, lalu memadatkan kemampuan airnya di ujung jarinya.
Tak..
Fang xionan menembakkan tetesan air yang padat ke arah ayam hutan tersebut.
Tidak ada suara tapi burung pagar itu sudah jatuh ke tanah, sudah tak bernyawa. "Bagus," ucap Fang Xionan, lalu berlari mendekati burung tersebut, mengambilnya dan merasa beratnya dengan tangan. "Kira-kira sekitar 4 kilogram, bagus. Malam ini aku bisa makan daging."
Tapi burung pagar itu tidak sendiri. Di dalam sarangnya ternyata juga berisi 7 butir telur yang berhasil ditemukan oleh Fang Xionan. Dia dengan hati-hati meletakkan telur-telur itu dalam keranjang. Tidak hanya burung pagar, Fang Xionan juga berhasil mendapatkan dua ekor kelinci. Salah satunya masih hidup karena Fang Xionan sengaja menembakkan meriam airnya ke arah kaki kelinci itu.
Untuk menghindari kecurigaan, Fang Xionan menempatkan hasil buruan di dasar keranjang, kemudian menumpukkan kayu bakar di atasnya. Setelah semuanya tertutup rapat, dia bersiul kecil .
Ketika Fang Xionan hendak turun dari gunung, tiba-tiba saja dia merasakan alarm bahaya yang tak terduga. Di era hari kiamat, begitu banyak kemampuan telah terbangun. Tapi beberapa kemampuan bisa dideteksi ketika energi itu level nya lebih rendah.
"Fluktasi energi?apa ada fluktasi energi di sekitar sini?"
"Gawat "
Sebelumnya, Fang Xionan berpikir bahwa dia mungkin satu-satunya yang memiliki kemampuan di dunia ini, terutama karena dia kini hidup di dunia yang tidak lagi penuh dengan zombie. Tapi kali ini dia benar-benar merasa bahwa ada seseorang yang bisa melepaskan kemampuan di sini.
"Siapa ini? Aku kira aku satu-satunya, tapi sepertinya masih ada orang lain yang juga berasal dari era hari kiamat?" gumam Fang Xionan dalam kebingungannya.
Tanpa sadar, dia mulai bersikap waspada dan mencoba mendeteksi sumber energi asing tersebut. Namun, hasilnya nihil. "Tidak ada? Sial, siapa ini?" batinnya.
Tidak puas dengan ketidakpastian itu, Fang Xionan memutuskan untuk tidak menuruni gunung dan justru berjalan-jalan di sekitar area luar.
Dia memerhatikan beberapa anak-anak yang sedang mencari makanan sampingan, seperti telur burung atau bahkan mencari siput di sungai sebagai camilan.
Fang Xionan selalu berhati-hati terhadap siapa pun, bahkan jika mereka anak-anak. Setelah mendeteksi, dia tidak dapat melihat adanya kemampuan apapun pada anak-anak tersebut.
"bukan mereka juga,lalu siapa ini?"
Setelah berkeliling, Fang Xionan bertemu dengan beberapa orang dewasa yang sedang mencari sayuran liar di gunung.
Sekali lagi dia mendeteksi aura tapi tidak ada sama sekali.
"Bukan mereka juga"
Tba-tiba dia dikejutkan oleh kehadiran seorang gadis muda belia di depannya. Gadis itu memiliki aura keemasan yang tidak biasa di sekujur tubuhnya.
"Siapa ini?"
__ADS_1
Segera dia mendeteksi lagi tapi ini juga tidak berhasil.Jelas bukan gadis ini yang memiliki fluktasi energi tadi.
Tapi siapa dia.