Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
102


__ADS_3

Sebelumnya, warga desa melihat Pria tua yang tinggal di kandang sapi sebagai sosok yang patut dihindari, hampir seperti virus berjangkit yang harus dijauhi. Mereka menganggapnya sebagai ancaman dan bukan sebagai manusia yang layak diperhatikan. Perlakuan mereka padanya tidak lebih dari ketidakpedulian dan ketakutan akan ancaman yang mungkin dia bawa.


Namun, setelah kejadian yang melibatkan Penjemputan Pak Tua Wei dan istrinya, warga desa mulai berpikir ulang. Mereka menyadari bahwa mereka harus berbuat yang terbaik untuk para pria tua yang masih tinggal di kandang sapi.


 Mungkin, suatu hari nanti, mereka juga akan dijemput seperti pasangan tua Wei. Ini menjadi sebuah pengingat bagi warga desa bahwa mereka akan mengingat siapa saja yang pernah memberi bantuan saat mereka membutuhkannya.


Perubahan sikap warga desa yang lebih peduli terhadap para pria tua yang masih tinggal di kandang sapi memang membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka. Namun, pria tua di sana juga sadar bahwa kadang-kadang, bantuan yang diberikan oleh warga desa mungkin tidak selalu tulus, melainkan diharapkan untuk mendapatkan imbalan.


Meskipun mereka mengetahui adanya harapan imbalan, para pria tua ini memilih untuk tetap diam. Mereka tidak ingin mengungkapkan kecurigaan mereka atau menggugat niat baik yang telah ditunjukkan oleh warga desa. Setiap kali mereka menerima bantuan atau perlakuan baik dari warga, mereka tetap bersikap rendah hati dan mengucapkan terima kasih dengan tulus.


Tapi bagi para pria yang tinggal di kandang sapi, Kiki adalah sosok yang benar-benar berbeda. Mereka melihat Kiki sebagai gadis yang tulus membantu tanpa mengharapkan imbalan. Kiki telah memberikan bantuan kepada mereka lebih dari dua tahun sebelumnya, dan perbuatannya selalu murni tanpa motif tersembunyi.


Untungnya, berkat kejadian yang melibatkan Penjemputan Pak Tua Wei dan istrinya, Kiki kini bisa datang ke kandang sapi tanpa perlu merasa tersembunyi atau khawatir akan konsekuensi yang mungkin datang. Dia adalah pengecualian dari keraguan para pria tua tersebut dan dilihat sebagai sosok yang tulus peduli terhadap nasib mereka.


Musim dingin telah tiba, dan Kiki tahu betul bahwa para pria yang tinggal di kandang sapi memerlukan bantuan ekstra. Dengan hati tulus, dia mengemas selimut, obat-obatan, dan anggur beras yang akan membantu mereka melewati musim dingin yang keras. Dia datang ke kandang sapi dengan senyum hangat di wajahnya dan berbicara dengan salah satu pria, Pak Wang.


 "Pak Wang, ini untuk kalian." Dia memberikan selimut dan obat-obatan bahkan ada juga beras dan bumbu dapur seperti gula garam cuka dan minyak.


Pak Wang tidak menolak kebaikan itu karena mereka tahu, jika Mereka menolak pun Kiki pasti akan memberikannya secara diam-diam "Terima kasih, Kiki. Kami sangat berterima kasih atas bantuannya."


"Ini untuk membantu kalian melewati musim dingin dengan lebih nyaman. Jangan ragu untuk menggunakannya jika kalian membutuhkannya."kata Kiki


 "Tapi sebelum tahun baru Imlek, saya akan pergi untuk beberapa waktu. Jadi saya juga membawa tambahan beras dan bumbu dapur seperti minyak, gula, garam, dan cuka." tambahnya lagi.


 "Terima kasih, Kiki. Ini akan sangat membantu di musim dingin ini"Kiki kemudian mendekati Pak Li dan Pak Zhou yang juga ada di sana.


"terima kasih juga kepada kalian semua yang setuju merahasiakan bantuan ini untukku selama 2 tahun ke belakang. maaf karena aku tidak pernah bisa jujur sebelumnya"Kiki merendahkan tubuhnya sedikit dan tahu jika orang-orang ini setuju dengan apa yang dia katakan.


Dalam era modern, mungkin orang akan meremehkan nilai bantuan semacam ini. Namun, di tahun 70-an, semua bahan makanan adalah penyelamat hidup.


Namun, karena tuntutan zaman, hal-hal seperti ini harus dirahasiakan untuk menghindari potensi masalah.


"Kiki, kau benar-benar malaikat penyelamat kami di musim dingin yang keras ini," hampir saja pak Zhao meneteskan air mata saat mengucapkan kata-kata itu.


Sebelum Kiki datang ke desa, hidup mereka bisa diibaratkan seperti hidup enggan mati tak mau. Tubuh mereka sudah tua, ditambah lagi dengan pekerjaan yang berat dan makanan yang tidak seimbang dengan pekerjaan tersebut.


Terkadang, Para pria tua,berpikir bahwa lebih baik mati lebih awal. Apalagi jika mereka sakit, tidak ada yang peduli, bahkan mereka tidak memiliki uang untuk pergi ke dokter bertelanjang kaki.


Bayangkan betapa sulitnya saat-saat seperti itu, tapi ketika Kiki datang, semua orang merasa hidup mereka lebih nyaman.


Ada makanan enak setiap hari, meskipun hanya bubur, mereka tidak kekurangan minyak dan daging. Meskipun Kiki tidak mengirimkan selimut, tetapi di musim dingin seperti ini, dia masih akan mengirimkan satu atau dua botol anggur yang bisa menghangatkan tubuh.


Oleh karena itu, dalam dua tahun terakhir ini, musim dingin setelah kedatangan Kiki ,adalah musim dingin yang paling baik yang pernah mereka alami sejak datang ke desa.


Jadi, bagi para lansia yang tinggal di kandang sapi ini, Kiki masih lebih baik dibandingkan dengan anak-anak dan cucu mereka yang bahkan tidak pernah datang untuk melihat dan bertanya kabar.

__ADS_1


Setelah beberapa kata terucap, Kiki akhirnya pergi pulang ke rumah. Cuaca semakin dingin, dan semua orang lebih suka berbaring di rumah dengan selimut yang hangat.


Namun, ada satu peristiwa lagi yang akan terjadi sebelum perayaan tahun baru di pedesaan,penyembelihan babi desa.


Di desa Qingyuan, menjelang perayaan tahun baru, mereka mempertahankan tradisi lama yaitu menyembelih hewan yang dipelihara oleh desa. Tahun ini, desa memelihara sepuluh ekor babi. Menurut aturan, setiap ekor babi harus menyumbang 100 kg daging ke stasiun pemotongan hewan. Sisa daging akan dikembalikan ke desa. Tahun ini, sepertinya akan ada kelebihan daging yang bisa dibagikan kepada warga.


Suasana kemeriahan begitu terasa, meskipun cuaca sudah mulai dingin, dan salju belum turun. Hampir seluruh warga desa berkumpul di satu tempat yang sama, membawa panci-panci mereka, yang nantinya akan diisi dengan jatah daging mereka.


Mereka bukan saja serakah akan daging tapi beberapa orang antusias sekali melihat darah babi yang tercurah pada ember besar di depan.


Darah ini juga dianggap sebagai makanan pada tahun ini.


Kiki, sebenarnya memiliki banyak daging di dalam laci sistemnya, namun, dia tetap berdiri di antrean bersama warga desa lainnya. Kiki tahu dia harus menjaga rahasianya dan berpura-pura seperti warga desa lainnya.


Saat berada di antrean, Kiki bisa mendengar teriakan kegembiraan dari depan, ketika warga mulai mendapatkan daging mereka. "180 kg, daging gemuk!" kata orang di depannya. Mereka sedang menimbang daging yang akan dikirim ke stasiun pemotongan dan sisanya akan menjadi milik desa. Stasiun hanya akan mengambil daging, sehingga warga akan mendapatkan daging segar beserta kepala dan tulangnya.


Sekitar Kiki, terdengar tawa anak-anak dan ekspresi kebahagiaan dari semua orang. Mereka tahu bahwa 80 kg daging adalah sebuah kemewahan, dan mereka belum menimbang sisa daging lainnya. Ini adalah hari terbaik setelah banyak hari yang melelahkan.


Ling Jin, salah satu gadis yang tertawa riang, berkata, "Hahaha, aku hanya ingin jeroan saja. Kiki, kupikir aku akan membuat daging asap sendiri, ya,"


Tapi Kiki yang tidak lagi serakah dengan dagingnya berkata," akan merepotkan membuatnya sendiri, lebih baik menggantinya di pasar gelap."


Ling jin memandang Kiki dengan pandangan jijiknya dia berkata, "Kupikir itu pemborosan, Kiki .Pikirkan saja, jika kau menukarnya di pasar gelap, kau hanya akan mendapatkan kurang dari setengahnya. Lebih baik membuat sendiri di rumah."


Jika Ling jin mau , Kiki bisa memberikan semuanya kepada dia. Tapi hal ini hanya akan menambahkan kecurigaan orang lain kepadanya .Jadi dia hanya bisa memberikan bantuan seperti itu kepada Ling jin.


Beri bahan mentahnya kepada Gadis itu dan dia akan menerima kurang dari setengah bahan mentah itu menjadi bahan yang sudah jadi.


Ling Jin yang semakin cerdas mengangguk, "Oke, Aku tidak akan menolak.Kau tahu, daging adalah sesuatu yang tidak bisa kita temukan sepanjang tahun. Kecuali jika kita itu adalah Kiki, yang bisa makan daging sepanjang waktu. Hei Kiki,Hidupmu benar-benar seperti surga."


Hahaha...


Mereka tertawa bersama, merasakan kebahagiaan yang disebabkan oleh sesuatu yang mungkin dianggap sederhana oleh orang lain, namun sangat berarti bagi mereka dalam kehidupan mereka yang keras di pedesaan Qingyuan.


Fang jisu yang berdiri tidak jauh mendengar pembicaraan tersebut dan dia membisikkan sesuatu ke telinga ibunya.


Entah apa yang dibicarakan oleh ibu dan putrinya ini ,yang jelas gadis berusia 12 tahun itu langsung berjalan ke arah Kiki dan berbicara dengan nada yang sedikit tidak senang.


"kakak Kiki adalah calon kakak iparku, Jadi kenapa meminta bantuan orang lain untuk membuat daging asap? serahkan semuanya padaku dan aku akan membuatnya untukmu" kata nya dengan ketus.


Kiki hampir saja tersedak mendengarnya. Tiba-tiba saja wajahnya menjadi semerah tomat ,bukan karena hal lain tapi justru karena dia merasa ini adalah kata-kata yang paling memalukan dalam dua kali kehidupannya.


Kiki tidak pernah setuju tapi mereka berasumsi sendiri jika Kiki adalah calon ipar masa depan, ini adalah hal yang membuat dia malu.


Sementara Ling jin merasa masam dan senyumnya tadi hampir hilang. Bukannya apa-apa, Ling jin sempat membayangkan jika setengah dari daging jatah Kiki akan menjadi miliknya. Tapi barang belum sampai , sekarang sudah dirampas oleh orang lain dan itu dilakukan di tempat di bawah hidungnya sendiri.

__ADS_1


Bagaimana mungkin dirinya tidak kesal.


Kiki yang masih memiliki wajah merah buru-buru berkata, "jisu tidak perlu membantu dan jangan mengatakan Aku adalah kakak ipar masa depanmu itu sudah baik dengan reputasi kakakmu nantinya"


Jisu adalah gadis berusia 12 tahun tapi sebenarnya dia sudah mengerti tentang hubungan wanita dan pria. Kakaknya sudah bersikeras dan dia harus mendukungnya, jadi ini adalah waktu tepat untuk menunjukkan posisi kakak nya lebih awal.


"Kakak Kiki ,kakakku sendiri yang berkata dia akan menikah hanya denganmu dan tidak akan ada gadis lain di masa depan, Jadi untuk aku dan ibu kau adalah calon kakak ipar" Kata nya.


Kiki ingin menjawab Tapi beberapa wanita tua segera tertawa renyah dan berkata," Kiki terima saja, lagi pula xionan juga adalah pria yang menjanjikan kok"


"Hahaha Kiki jika dulu Paman tidak akan mengatakannya ,Tapi saat ini kalian berdua seperti pasangan yang sudah dibuat dari surga ,yang satu tampan yang satunya cantik hahaha"


"Kiki kau sudah menolak beberapa kali, dan kali ini kupikir tidak ada alasan lagi kan?"


Semua orang meledek Kiki habis-habisan sementara Kiki semakin tidak nyaman berdiri di situ. Namun begitu ,dirinya tidak bisa menyangkal jika ada reaksi aneh di dalam jantungnya ketika nama pria itu disebutkan.


Akhir-akhir ini Fang xionan seperti sedang menunjukkan pada warga desa jika mereka berdua adalah pasangan yang cocok.


Kiki masih seperti dulu, karena berpikir dia masih terlalu muda untuk membuat sebuah hubungan resmi, namun semakin ke sini semakin dia berpikir aneh .Apakah yang dimaksudkan oleh dewa ,mengenai pria keberuntungan?


 Dan kenapa hanya ada satu pria keberuntungan di dunia ini?


Jika dia masih bisa melihat dewa maka dia akan bertanya tapi untuk saat ini pada siapa dia harus bertanya hal semacam itu.


Waktu berlalu begitu saja dan semua orang membuat Kiki sebagai pusat ejekan . Ketika tiba giliran Kiki, tim pencetak skor juga mencatatkan berapa poin yang dia miliki tahun ini dan berapa kg daging yang bisa dia dapatkan.


"Kiki milikmu adalah 11 kg daging utuh apa kau mau daging berlemak?" tanya orang yang bertugas.


Kiki menggelengkan kepalanya dan berkata ,"aku, minta daging tanpa lemak dan usus besarnya "


Segera penghitungan diulang lagi dan Kiki mendapatkan 8 kg daging tanpa lemak dan 3 kilo usus besar serta semangkuk darah juga.


Kiki tersenyum masam tapi dia bersedia mengambilnya dengan antusias .Namun siapa sangka belum tangannya tiba mengambil barang tersebut ,pada akhirnya seseorang dengan tangan besar sudah mengambilnya terlebih dahulu. Ketika Kiki mengangkatkan kepalanya ,dia menyadari jika itu adalah Fang xionan.


"Fang xionan, biarkan aku membawanya"Kata Kiki yang tiba-tiba saja wajahnya memerah lagi.


Fang xionan tidak segera meletakkan barang tersebut tapi memandang Kiki dan berkata," ibu akan melakukannya untukmu dan tunggu saja di rumah, Oke"


Yang guiha tersenyum dengan puas melihat Putra keduanya itu berjuang untuk mengejar calon istri. Dia pikir ini adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang laki-laki sejati.


Fang xionan tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh Kiki .Dia langsung saja membawa segalanya pulang ke rumah sementara Kiki masih melihatnya dengan bengong.


Hanya setelah beberapa saat ,dirinya sadar dan dia berlari ke rumah di bawah teriakan dan tertawaan banyak yang menyukai gosip.


Ini sangat memalukan sekali.

__ADS_1


__ADS_2