Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
Draft


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan kembali ke rumahnya, Kiki benar-benar merasa tindakan Fang Xionan, yang pergi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Yang lebih membuat Kiki geram adalah dirinya yang disangkutkan dengan kepergian pria itu.


Tapi kemarahannya semakin meningkat ketika dia kembali ke rumah dan mendapati Fang Xionan sudah ada di dalam rumahnya,dia duduk di meja makan, setelah membuka dapur dan tidak mendapatkan makanan di sana.


"Kiki, aku lapar. Apakah kau masih menyimpan makanan di sini?" katanya tanpa rasa bersalah sama sekali.


Kiki menyipitkan matanya dan berkata, "Apa yang kau pikirkan tentang aku? Apakah aku hanya gudamy makanan di matamu?"


"Eh, bukankah begitu?" kata Fang Xionan, sambil menatapnya.


Kiki malas menjawab pria yang tidak tahu malu ini, jadi dia menggelengkan kepala dan masuk ke dalam kamarnya. Namun, sebelum dia benar-benar bisa masuk ke dalam kamarnya, pria itu menarik tangannya, mencoba menghalangi Kiki untuk pergi.


Akibatnya...


("Selamat, sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan hadiah berupa baju musim dingin couple.")


Kiki yang sudah emosi menjadi semakin emosi ketika dia menyadari bahwa sistem check-in memberikannya hadiah couple. Bukankah itu artinya sistem check-in ini telah berubah menjadi sistem Mak Comblang?


"Apa-apaan sih, lepaskan deh! Kamu... kau holigan tua!" pekik Kiki dengan keras.


Fang Xionan terdorong sedikit, tetapi tangan yang tadinya sudah terlepas sekarang digenggamnya lebih erat.


Sekali lagi, sistem check-in benar-benar berteriak dengan gembira, ("Selamat, kamu sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan handuk couple dan dua buah krim anti radang dingin.")


Baru kali ini Kiki tidak bahagia mendapatkan hadiah. Dia tidak lagi peduli dengan hadiah itu jika hadiahnya berasal dari pria di depannya ini.


Mata Kiki membulat pertanda ndoa sedang marah.


Deg...


Sebuah detakan jantung terdengar dari Fang Xionan. Dia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi dalam dua hari setelah tidak melihat Kiki, akhirnya dia melihat betapa Kiki semakin cantik di matanya.


Dia mendekatkan wajahnya sampai hembusan nafasnya hampir menyentuh pipi Kiki, membuat gadis itu semakin marah.


Pria sialan.

__ADS_1


"Fang Xionan, apapun yang terjadi, mari kita bicarakan lebih dulu. Jangan terlalu agresif seperti ini, oke?" kata Kiki yang merasa situasi akan semakin buruk jika pria di depannya ini terpancing.


Untung saja Fang Xionan melepaskan gengamannya dan mundur, memberi Kiki ruang untuk lebih rileks.


"Kiki, aku sudah dua hari tidak melihatmu, tapi apa yang membuat kau semakin marah seperti ini?" kata Fang Xionan pelan, lalu dia duduk lagi di meja makan yang kosong.


"Kau menghilang tanpa pemberitahuan. Tidak apa-apa jika kau ingin pergi, tetapi warga desa terlanjur menyangkut pautkan kepergianmu dengan aku. Ibumu, ah, ibu tubuh itu bahkan pergi mencarimu kemana-mana. Dia bertanya kepada aku apakah aku tahu kau pergi ke mana atau tidak," kata Kiki dengan kesal.


"Hem, tapi aku pergi, bukankah itu juga karena kau?" kata Fang Xionan dengan enteng.


"Apa? Apa katamu? Kau pergi selama dua hari ini, dan itu benar-benar gara-gara aku? Apa hubungannya dengan aku? Aku... aku tidak pernah menyuruhmu pergi."


Memang pada hari itu mereka berbicara tentang masalah kemampuan dan jati diri masing-masing. Tetapi itu tidak perlu dijadikan alasan bagi Fang Xionan untuk pergi dari desa.


Fang Xionan menatap Kiki dengan serius. "Kiki, sebenarnya dalam dua hari ini aku tidak pergi kemana-mana. Aku hanya pergi ke gunung dan merenungkan apa yang terjadi."


"Ohh, jadi apa yang terjadi?" tanya Kiki acuh tak acuh.


"Aku bukan berasal dari sini, maksudku, ini bukan tubuhku juga. Jadi aku hanya hantu yang nyasar dalam tubuh orang lain. Tapi aku merasa ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh dewa untukku. Mau tidak mau, aku harus menerimanya. Tapi ketika aku berada di dalam gunung, aku baru menyadari satu hal yang sebelumnya tidak aku sadari sama sekali," jelasnya.


Setelah berkonsentrasi pada kemampuan, baru kemudian dia mengetahui satu hal.


Dunia ini, tubuh ini, selalu menolak kehadirannya sebagai inti. Ini seperti jiwa nya siap pergi kapan saja.


Terkadang dia seperti bermimpi bisa kembali ke dunia itu, tetapi tubuh aslinya sudah tidak ada lagi, selain daripada tulang belulang. Artinya dia juga tidak bisa kembali ke dunia asalnya.


Ketika Fang Xionan berusaha untuk menemukan cara untuk berintegrasi dalam tubuh ini, dia tidak bisa menetap dengan mudah.


Tepat ketika Fang Xionan menyerah, dia ingat tentang Kiki. Pada saat itu lah tubuhnya bergabung lagi dengan jiwanya.


Artinya keberadaan jiwanya ada hubungan dengan Kiki, tetapi hubungan macam apa itu.


Ini yang ingin Fang Xionan cari tahu.


"Hah, apa kau pikir aku adalah orang yang membuatmu datang ke dunia ini? Omong kosong, apa itu?" kata Kiki memcemooh pemikiran Fang Xionan.

__ADS_1


"Tidak, aku malah berpikir kau dan aku adalah pasangan yang dibuat di surga. Sistem mu membuat aku merasa seperti pulang ke rumah. Tidak tahu bagaimana denganmu, tapi..."


"Ketergantungan kan?" potong Kiki langsung.


"Apa yang kau rasakan tentang aku adalah sebuah ketergantungan. Ketika bersamaku, kau merasa bisa meningkatkan kemampuan yang tidak bisa kau dapatkan dari tempat lain, dan itu adalah sebuah ketergantungan. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang dimanfaatkan oleh seseorang. Jadi maaf, kita tidak bisa bersama-sama terlepas dari alasan. Dan jodoh yang dibuat dari surga adalah hal yang tidak masuk akal."


Kata-kata Kiki benar-benar membuat Fang Xionan berpikir ulang tentang apa yang dia rasakan. Dia juga yakin tidak ada perasaan yang nyata di hatinya untuk Kiki. Salah satu alasan mengapa dia selalu ingin dekat dengan Kiki adalah kenyamanan itu. Mungkin hanya Kiki yang bisa membuatnya merasa nyaman, tetapi bagaimana jika suatu hari dia menemukan gadis lain yang juga bisa membuatnya merasa nyaman?


Apa ini?


Kiki melihat Fang Xionan yang merenung begitu dalam, dan pada hari ini dia menyadari jika apa yang dikatakan benar-benar dimengerti oleh pria itu.


"Ohh, Lin Xuni juga adalah kelahiran kembali. Kau bisa pergi kepada dirinya, dan kupikir kau juga akan merasa nyaman, kan?" kata Kiki pelan.


Dia yakin seperti itu.


Nyatanya, Lin Xuni memiliki dua metode pembayaran dalam mall masa depannya. Salah satunya memiliki aura negatif, yang lain memiliki aura positif. Fang Xionan merasa tidak nyaman pada saat itu karena Lin Xuni menggunakan metode pembayaran yang memiliki aura negatif. Tetapi jika Lin Xuni menggunakan metode pembayaran yang memiliki aura positif, besar kemungkinan dia juga akan merasa nyaman yang hampir sama.


Jadi, apa yang dipikirkan oleh Kiki sebenarnya adalah hal yang seharusnya.


Fang Xionan tidak bisa menjawab, tetapi dia berpikir lagi.


"Aku tahu apa yang kau maksud, tapi jangan buru-buru menolak. Mari kita mengembangkan perasaan dalam periode waktu ini," kata Fang Xionan.


"Terserah, yang jelas itu adalah pendapatmu, dan pendapatku adalah... pergi dari rumahku dan jangan pernah datang lagi, oke," kata Kiki, yang langsung mengangkat jarinya menunjuk ke arah pintu.


"Aku bisa pergi, tapi untuk tidak datang lagi adalah hal yang mustahil," kata Fang Xionan lagi.


Fang Xionan mengerti jika gadis ini sebenarnya berbicara tentang pernikahan atas dasar cinta. Tetapi dia juga tidak bisa menjaminnya jika hatinya benar-benar mengarah ke situ. Hanya saja, bagi Fang Xionan, Kiki adalah air, dan dia adalah ikan. Tanpa air, ikan tidak akan pernah hidup sama sekali. Dengan cara seperti itu, bagaimana mungkin Fang Xionan berjanji untuk tidak pernah mendatanginya sama sekali?


Fang Xionan memang kembali hari itu, tetapi dia sudah mendapat pencerahan tentang di mana dia berpikir. Dirinya bukanlah pengganti, tapi manusia asli yang harus bertanggung jawab pada ibunya sebagai seorang putra. Tubuh ini adalah dia, dan dengan pemikiran seperti itu, tubuhnya akan semakin kuat, dan dunia ini akan mudah menerimanya.


Seperti orang asing yang tinggal di negara asing, awalnya mungkin sedikit canggung, tetapi jika lingkungan dan diri sendiri menerima perubahan itu, mungkin hidup akan menjadi lebih baik, dan akan semakin membaik di masa depan.


Fang Xionan yang kembali kali ini benar-benar menerima jati dirinya ini dan akan membuat semua orang merasakan perubahan itu, yang dimulai dari ibunya, Yang Guiha.

__ADS_1


__ADS_2