
Dikatakan Kiki dan Fang xionan akan berangkat meninggalkan Beijing sekitar jam 09.00 pagi.
Berhubung Karena itu adalah hari terakhir Kiki berada di Beijing .Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk tidur, karena itu dia bangun lebih awal dan pergi bersama Fang xionan yang sudah siap untuk mengayuh sepeda.
Butuh sekitar 1 jam untuk mereka berdua berkeliling kota Beijing secara menyeluruh di mana Kiki menghabiskan sekitar 200 lebih point sistemnya.
Sekitar hanya beberapa hari di Beijing Kiki benar-benar menghabiskan lebih dari 1500 point sistem. Karena Kiki sudah menabung begitu banyak poin selama hampir 1 tahun. Dia tidak akan kekurangan poinnya kali ini. Masih ada sekitar 300 lebih poin yang bisa dia belanjakan qingchen nantinya.
Lagi pula dalam perayaan tahun baru dia akan mendapatkan 5 poin gratis untuk satu hari.Jadi tidak akan rugi sama sekali.
Sebelum mereka meninggalkan kota ini, ia memutuskan untuk mengambil waktu sejenak untuk berkeliling kota dan mengabadikan pemandangan kota Beijing tahun 70-an dengan kamera Polaroid .
Kiki mengambil foto-foto pintu gerbang kota tua yang kuno, yang tampak seperti portal ke masa lalu. Setiap jepretan kameranya menghasilkan foto instan dengan warna-warna klasik yang khas dari kamera Polaroid.
"Ya Hem, Ayo ke mall internasional, hahaha aku akan membiarkan kepala desa melihat foto ini pasti dia terkejut kan"kata Kiki yang sedang duduk di kursi belakang.
Fang xionan sebagai sopir yang baik hanya melakukan kepala dan mempercepat kayuhan sepedanya.
Mereka melanjutkan perjalanannya ke pusat perbelanjaan internasional yang terkenal di kota ini. Mall ini adalah salah satu yang pertama di Beijing, dan itu adalah tempat yang unik dan penuh gaya untuk berbelanja dan bersantai.
Di sana, Kiki mengambil foto-foto interior mall dengan dekorasi yang unik dan elegan. Ia mengabadikan pemandangan orang-orang yang berbelanja dengan tas-tas yang penuh, menikmati kafe dan restoran eksklusif, serta berfoto di depan air mancur indah yang menghiasi pusat perbelanjaan ini.
Dia bahkan mengambil foto dengan para penjualnya di, hahaha , Kiki sebenarnya tidak sadar mereka geram dengan Kiki dalam beberapa hari dia datang tapi hanya melihat-lihat dan hari ini dia meminta mereka berfoto bersama.
Dikirain mereka itu panda nasional apa?
Meskipun kesal mereka masih berusaha tersenyum karena sikap yang profesional.
"Ohh makasih kakak-kakak yang cantik, ohh ini ya hadiah untuk kalian"kata Kiki. untuk terakhir kalinya dia juga check in , jadi dia masih mendapatkan 10 tiket internasional, sebagai bentuk rasa terima kasih ,dia memberikan kepada mereka sebagai souvenir.
Bukan itulah saja dia juga berfoto ria dan memberikan mereka satu foto masing masing.
para penjual ini tercengang melihat hadiah yang diberikan oleh Kiki. tiba-tiba saja mereka merasa malu yang teramat sangat karena sedang meremehkan gadis ini.
Kiki yang tidak tahu apa yang mereka pikirkan, segera berjalan pergi dan melambaikan tangan dan berkata "sampai jumpa tahun depan"
Fang xionan masih setia duduk di sepedanya sebagai supir.Kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke kantor pos yang juga memukau dengan arsitektur kuno .Setelah Kiki melakukan check in, diabmengambil foto gedung kantor pos yang megah, menangkap detail-detail indah pada bangunan tersebut.
Setelah berjalan-jalan dan mengambil foto sepanjang pagi Kiki merasa senang dan puas. Ia tahu bahwa foto-foto ini akan menjadi kenang-kenangan indah yang akan dipegang erat dalam hatinya. Meskipun mereka akan meninggalkan Beijing, kenangan tentang kota ini akan selalu bersamanya, terpatri dalam setiap foto yang ia ambil.
Tapi beberapa saat kemudian, Kiki segera bermasam muka.
"Ada apa?"tanya Fang xionan.
Kiki dengan wajah cemberut menatap kameranya dan berkata," kameranya ada tapi kertasnya gimana dong?"
Kiki sangat senang berfoto dan mengambil menghabur-haburkan kertasnya tapi kemudian dia baru ingat jika di mana dia bisa mendapatkan stok kertas polaroid ini.
Pada masa ini, negara memiliki akses terbatas ke kamera Polaroid dan perlengkapan khusus yang diperlukan untuk kamera tersebut, seperti film khusus. Barang-barang seperti ini mungkin hanya tersedia melalui jalur pasar gelap atau dengan koneksi tertentu, dan harga mereka mungkin cukup tinggi.
Pada tahun 70-an, kertas khusus untuk kamera Polaroid tidak tersedia secara bebas atau dengan mudah. Ini karena Negara mengalami periode politik yang ketat, yang mengakibatkan pembatasan pada impor dan distribusi barang-barang asing, termasuk barang-barang fotografi.
Tapi ini bukan tidak ada.
Hanya mahal dan di persulit.
Fang xionan menggosok kepala kiki dan berkata ,"aku sudah melakukannya untukmu Jangan khawatir"
__ADS_1
"Eh Apakah sudah membelinya?"
"Tentu saja"jawab Fang xionan. Tadi malam dia sudah berpikir ke arah itu, sebelum pergi ke stasiun transportasi , dia terlebih dulu pergi menemukan seseorang di pasar gelap.
Sebagai seseorang yang sudah berkeliling dunia di hari kiamat, dia bisa mengenali orang.Jadi Fang xionan sudah mengemas lebih 20.000 kertas semacam itu. Harganya jangan disebutkan lagi itu cukup mahal. Tapi harganya setara ketika dia melihat Kiki tersenyum setiap kali melihat foto-foto yang sudah diabadikan.
Senang rasanya ketika melihat pasanganmu bahagia.
Kiki yang awalnya bermasa muka sekarang tersenyum lagi dan dia berkata ,"tidak buruk bisa memiliki pacar hehehe"
Fang xionan tentu saja senang karena sudah diakui sebagai pacar tapi waktu membuat mereka tidak bisa berlama-lama.
"sudah hampir jam 09.00 nanti ketinggalan kereta api" katanya.
"Oh begitu, Ayo cepat, apa kau sudah membeli tiket?"
Fang xionan hanya mengatakan "em" dan mereka langsung naik sepeda lagi, dengan cepat, mereka berdua sudah tiba di stasiun kereta api.
Ketika pasangan ini memasuki kereta api pada era ini, mereka sudah merasakan suasana keramaian yang luar biasa.Kiki tidak lupa bersembunyi di sudut dan menyimpan sepedanya di laci sistem.
"Xionan,antri, tau?"kata Kiki pelan ketika dia menarik sedikit pakaian pria itu. Kiki ingat dengan pengalamannya pergi ke Beijing kemarin di mana dia di jejal kan begitu saja ,yang membuat dirinya mual dan ingin muntah.
Fang xionan mengerti, Jadi mereka berdua tidak berburu-buru masuk melainkan menunggu suasana sedikit ringan dan berjalan cepat sebelum kereta api berangkat.
Berkat Fang xionan pula, mereka dengan cepat bisa menemukan kursi dengan nomor tiket yang sesuai. Ngomong-ngomong, kali ini Fang xionan membeli tiket tidur untuk dirinya sendiri. Sementara tiket yang dimiliki oleh Kiki melalui sistem,bisa disesuaikan dengan nomor pria tersebut .Karena itu, mereka tidak duduk terlalu jauh ,masih di kompartemen yang sama.
Tidak lama kemudian kereta api juga berangkat karena jadwal benar-benar padat.
Kereta selalu penuh sesak dengan penumpang dari berbagai lapisan masyarakat. Orang-orang datang dari berbagai sudut negara ini, dengan berbagai tujuan dan motivasi. Karena beberapa alasan ,para penumpang rata rata membawa bekal makanan dan minuman sendiri, karena makanan yang disediakan di kereta terbatas sekaligus mahal.
"apa kamu mual ,pengen muntah?" tanya Fang xionan pada Kiki.
Kiki menggelengkan kepala dan berkata," kali ini perjalanan sepertinya aman kok. Kemarin aku tidak sempat melihat dan menikmati perjalanan,tapi sekarang sepertinya baik-baik aja"
"Begitu kah?"
Kiki menganggukkan kepalanya. Dan emang benar, dia tidak menikmati perjalanan ketika datang ,tapi dia mulai menikmati perjalanan ketika akan meninggalkan baijing.
Saat Kiki menatap keluar jendela, dia bisa melihat pemandangan yang berbeda, termasuk sawah hijau, perbukitan yang terhampar, dan desa-desa . Perjalanan ini adalah perjalanan melintasi geografi, budaya, dan sejarah Cina, yang memungkinkan Kiki merasakan keragaman dan kekayaan negara tersebut.
Kiki merasakan keanehan yang samar dalam hatinya. Sebenarnya dia sudah menjadi salah satu saksi dari perubahan negaranya sendiri. Dari negara miskin yang terpuruk menjadi negara yang dikenali oleh dunia di masa depan.
Tidak semua orang bisa mendapatkan pengalaman seperti Kiki.
Lima hari Enam malam, untuk perjalanan langsung ke qingchen.Dia tidak perlu singgah ke Stasiun Qingyuan jadi ada perbedaan waktu untuk itu.
Karena sudah mengaku sebagai pasangan jadi Kiki tidak menolak ketika Fang xionan berniat untuk ikut bersamanya.
Semuanya baik baik saja, Kiki tidak bertemu dengan situasi aneh di kereta api kali ini ,mungkin Fang xionan di belakang nya. Tapi bukan berarti tidak ada kejadian sama sekali.
Di gerbong depan, sejumlah orang berisik benget, karena Kiki enggan untuk meninggalkan tempat tidur empuknya ,dia tidak tahu persis apa yang terjadi.
Tapi sebenarnya di gerbong depan,ada Lin xuni yang sedang terisak isak dengan wajah sedih nya.
"Aku..kau bukan .. huhuhu aku bukan pedagang manusia aku... huhuhu kalian salah huhuhu"
Dirinya memang cantik dan menangis dengan cara seperti itu membuat beberapa pria memiliki hati lemah segera tergerak.Ini seperti pahlawan yang menyelamatkan kecantikan. Gerak-geriknya yang tergesa-gesa dan cemas memicu kecurigaan pria berseragam tentara,yang kemudian menuduhnya melakukan perdagangan manusia.
__ADS_1
Sekarang Lin xuni menjadi pusat perhatian banyak orang yang lewat,"Aduh, gimana nih?"pikir nya dengan menahan malu.
Salah satu tempat yang paling ramai dan berdesak desakan adalah di dalam kereta api.Jadi dalam satu minggu ini dia bolak-balik dari dan Qingyuan.
Dia naik dan turun dalam satu hari, agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain, dia sering membantu beberapa orang .Misalnya jika ada anak-anak yang akan lepas dari pengawasan orang tuanya ,dia buru-buru mengambil anak tersebut dan mengirimnya kembali.
Dilihat baik di permukaan, tapi dalam rangka waktu tersebut, dirinya sudah mencuri usia anak tersebut. Bukan itu saja ,wanita tua bahkan ibu anak itu tentu saja akan memeluknya sebentar untuk berterima kasih, tapi itu adalah pencurian usia.
Belum lagi jika tanpa sengaja dirinya berdempetan dengan pria yang tidak dikenal dan juga mesum. semakin lama bersentuhan maka usia pria itu akan berkurang lebih banyak lagi.
Oh jangan pikir dirinya egois tapi sebenarnya dia sedang menyelamatkan dunia dari pria mesum semacam ini. Jadi Lin xuni sama sekali tidak bersalah menyedot usia pria mesum itu sebanyak mungkin.
Berhubung dengan tahun baru akan tiba, penumpang kereta api semakin ramai, maka semakin banyak pula dia mendulang poin. Bayangkan saja, hanya dalam waktu 1 minggu, dia mencapai hampir miliaran poin yang tidak akan pernah dicapainya ketika dia menggunakan cara pembayaran jasa baik.
Tapi hari ini, bisa dikatakan sebagai waktu terburuknya.Kebetulan sekali ada pemuda yang berlatar belakang tentara, jika dilihat dari pakaian yang dikenakan olehnya.
Pria itu memiliki mata tajam dan teliti, yang membuatnya bisa melihat melalui setiap ekspresi dan perasaan Lin Xuni.Dan hasil di tahan begitu saja, karena di pikir sebagai pedagang manusia.
Lin Xuni merasa dirinya adalah korban dari situasi yang salah.Dia bukan dagang manusia oke.Tapi lepas dari apa yang dia lakukan dirinya harus melakukan sesuatu agar bisa bebas.
Meskipun sedang berakting, tapi Air mata asli mulai mengalir di matanya,dia ketakutan sekali. Segera Lin xuni mencoba menjelaskan bahwa dia tidak bersalah, tetapi kata-kata tercekat oleh tangisnya yang tulus.
"Huhuhu, Kakak tentara,aku... huhuhu"
Kesedihan Lin Xuni dan air mata yang mengalir membuat beberapa orang di sekitarnya merasa simpati. Terutama para pria yang tidak bisa mengabaikan kecantikan gadis itu dan melihatnya dalam keadaan begitu rentan.
Dengan hati-hati, pria tentara itu bertanya pada Lin Xuni, "Apa yang sesungguhnya terjadi di sini? Ceritakan semuanya dengan jujur."
"Aku..aku... huhuhu,aku hanya membantu, aku tidak mencuri orang,aku... huhuhu Aku adalah pekerja serius di stasiun transportasi kan huhuhu "
Lin Xuni terisak dalam tangis, mencoba menjelaskan situasinya lagi dengan nada penuh ketulusan. "Saya tidak tahu kenapa kamerad berpikir begitu,Saya saya pekerja di stasiun transportasi, dan saya tidak pernah terlibat dalam hal-hal jahat seperti perdagangan manusia."
Seorang saksi yang berdiri di dekatnya berkata, "Kemerad,dia bukan orang yang akan melakukan hal seperti itu. Dia telah membantu banyak orang di sini tadi."
"Ya , tadi Putraku hampir jatuh, dia yang membantu Putraku, oh lihat saja bagaimana Putraku sekarang lesu karena ketakutan .Padahal tadinya dia ceria kok"kata kata seorang wanita yang memandangnya dengan prihatin.
" gadis baik yang sudah membantu orang ini kok dikatain sebagai pedagang manusia, ini kan tidak wajar"tambahnya lagi.
Padahal jika dia tahu sebab kenapa putranya itu terlihat lesu ,mungkin dia akan mencekik Lin xuni ,alih-alih membelanya seperti sekarang.
Saksi lain menambahkan, "Saya melihat dia di sini, Tuan. Dia tidak terlihat mencurigakan."
Pria tentara itu mengernyitkan kening, mencoba memahami semua informasi yang dia terima,tapi intuisi nya tidak pernah salah selama ini,aneh saja kan. "Saya hanya mencoba menjalankan tugas saya dan melindungi masyarakat dari bahaya. Tetapi gadis jika kau benar-benar tidak bersalah, saya meminta maaf dan bersedia membayar kompensasi nya."
Lin Xuni senang karena ada orang-orang yang bersedia berbicara demi membela dirinya. Dia mengangguk sambil masih meneteskan air mata. "Terima kasih, kamerad, aku
..aku.. hanya ingin pulang."
Pria tentara itu akhirnya melepaskan Lin Xuni dan berkata, "Saya akan memeriksa informasi lebih lanjut. Tapi hati-hati, gadis. Dunia luar tidak selalu aman."
Lin Xuni dengan rendah hati menjawab, "Saya akan berhati-hati, kamerad. Terima kasih atas pemahaman Anda."
Seiring dengan pertolongan para saksi, Lin Xuni akhirnya bisa pergi meninggalkan permasalahan itu dengan hati yang lega. Dia tahu bahwa kecantikan dan air mata,mungkin telah membantu meluluhkan hati beberapa orang di sekitarnya.Tapi ini juga membuat Lin xuni tidak berani lagi untuk mencuri usia seseorang.Paling tidak, untuk beberapa waktu.
Ohh seperti bermain dengan cara ini akan mengakibatkan kesialan untuk nya.
Tiba-tiba saja Lin xuni bergidik ngeri.
__ADS_1