
Kiki melangkahkan kakinya keluar dari stasiun kereta api dengan hati berdebar-debar. Dia memandang sekelilingnya dengan mata penuh rasa penasaran.
Fang Xionan yang setia berada di sisinya, memperhatikan perubahan ekspresi Kiki. "Kau terlihat pucat seperti apa, Kiki? Apa yang kau rasakan saat ini?"
Kiki menggelengkan kepala sejenak sebelum akhirnya menjawab dalam hati , "Ini hanya... begitu berbeda, Fang. Dulu aku sering datang ke Beijing, tapi sekarang semuanya telah berubah. Tidak ada lagi gedung pencakar langit, dan jalan-jalan tidak dipenuhi dengan mobil dan sepeda motor. Tapi ada hal-hal positifnya, udaranya masih segar tanpa asap knalpot atau pabrik yang mencemarinya."
Fang xionan tidak tau, apa yang sedang di pikirkan oleh Kiki.Mereka melanjutkan berjalan keluar dari stasiun, dan di tengah keramaian, sistem dalam pikiran Kiki tiba-tiba berkata,( "Mendeteksi kehadiran peta akumulasi dengan nilai 50 poin.Apakah
tuan rumah menginginkannya?")
Kiki begitu senang dengan informasi yang baru masuk ini. Jauh sebelumnya memang ini yang sudah dia rencanakan, membuka peta akumulasi di ibukota.
Kiki tanpa ragu berkata ,"oke, tanda tangan ini kontrak"
Segera sstem berteriak lagi, ("Selamat, kota akumulasi Beijing telah terbuka. Dapatkan hadiah peta akumulasi berupa sertifikat rumah.")
Ktika Kiki melihat sertifikat rumah tersebut, ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi serius. Dia menggigit bibirnya sendiri, untuk mengecek Apakah dia sedang bermimpi?
Menurut sistem ,ada 6 lokasi akumulasi khusus. Kiki sudah memperkirakannya lokasi pertama adalah kota kabupaten Qingyuan, gunung dan desa Qingyuan sendiri. yang keempat adalah qingchen yang kelima ini adalah Beijing sendiri.
Karena itu Kiki hanya memiliki satu lokasi lagi yang akan dia simpan khusus, untuk masa depan.
Tapi dalam beberapa dekade tempat terbaik di dalam sebuah negara tentu saja adalah ibukotanya maka, Kiki , tidak akan melewatkan hal yang seperti ini setiap kali membuka kotak akumulasi dia pasti akan mendapat hadiah. Seperti terakhir kali,di Qingchen, bukankah pada saat itu,dia mendapatkan kartu kerja yang kemudian diberikan kepada kakaknya.
Tapi kejutan yang terjadi ketika dia membuka peta akumulasi di Beijing, sebenarnya adalah sebuah rumah.
Apa kau percaya?
Wow kiki saja tidak akan pernah percaya, seandainya dia tidak mengalaminya sendiri.Yang terpenting adalah Kiki, sudah mendapatkan sistem check point yang membuat dirinya beruntung.
Ohh bisakah keberuntungan ini simpan untuk 7 keturunan?
Fang xionan melihat perubahan wajah Kiki dan dia bertanya secara tiba-tiba, Kiki apa yang terjadi apa ada masalah?
Baru setelah itu Kiki sadar Jika dia sudah bengong untuk beberapa waktu. Matanya tiba-tiba tertuju Fang xionan yang mau tidak mau membuat dia berkaca-kaca ,bukan karena sedih melainkan bahagia.
Seorang pria keberuntungan di tambah dengan sistem yang penuh dengan hadiah ,bukankah kelahirannya kembali ini benar-benar memberikan dia kesejahteraan dengan keberuntungan ganda."rupanya hidupku tidak malang-malang amat"kata kiki di dalam hati.
Berhubung Fang xionan masih menunggu jawaban darinya, Kiki berkata ,"aku baik-baik saja tapi aku hanya terkejut"
"kau terkejut, emangnya ada apa ?"tanya pria itu.
"Untuk peta akumulasi kali ini, aku mendapatkan sertifikat rumah, dan itu masih di Beijing, apa kau percaya? aku saja tidak percaya, hahaha!"
Fang xionan bengong sesaat tapi kemudian dia tersenyum. Sebuah kelahiran kembali yang dia alami benar-benar hal yang ajaib. Kemudian dia menyadari kiki juga memiliki sebuah sistem yang tidak kurang ajaibnya. Jadi apa yang disebutkan oleh Kiki tadi ,benar-benar tidak akan membuat dirinya terkejut lagi.
Oke kalau begitu hari ini kita tidak perlu dia nginap ke wisma bagaimana kalau kita langsung aja ke rumahmu apa kau tahu alamatnya? Tanya Fang xionan.
__ADS_1
Fang Xionan kemudian bertanya tentang alamat sertifikat rumah tersebut. Kiki menggelengkan kepala, "Mana aku tahu, ini pertama kalinya aku ke Beijing."
Fang Xionan menawarkan untuk mengurus sertifikat tersebut dan pergi untuk menanyakan informasi lebih lanjut. Sementara itu, Kiki duduk dengan santai di satu sudut, seraya mengunyah permen asam untuk meredakan rasa mualnya yang masih tersisa.
Sambil menunggu, Kiki melihat-lihat sekitar kota Beijing pada tahun 70-an. Di sini, sepeda masih mendominasi jalanan, dan bus-bus melayani penumpang dengan lancar. Orang-orang di baijing masih dengan percaya diri mengenakan pakaian berwarna warni.
Kiki terpana beberapa waktu, ketika memandang orang-orang yang lewat .Di sekitarnya, orang-orang berpakaian sederhana dengan pakaian yang longgar. Pria dewasa yang mengenakan kemeja besar dengan celana lebar, sementara wanita kebanyakan mengenakan baju berkerah tinggi dan rok panjang yang ketat di pinggang.
Sepeda adalah modal transportasi yang mendominasi lalu lintas di Beijing. Ratusan sepeda berjajar di sepanjang jalan, menjadi sebuah pemandangan yang khas . Beberapa orang dengan berani menggunakan sepatu bot dengan bentuk klasik, sementara yang lain mengenakan sepatu berpenampilan sederhana.
Kacamata hitam dengan bingkai tebal adalah aksesori umum, dan beberapa orang memilih untuk mengenakan topi sederhana sebagai pelengkap. Rambut bob pendek atau poni panjang adalah tren di kalangan wanita, menambahkan sentuhan khas dari mode tahun 70-an.
Tidak lama kemudian,Fang Xionan mendekatinya bersama seorang pria yang tidak dikenal. Kiki memandang mereka berdua saat Fang Xionan memperkenalkan pria tersebut.
"Fang Xionan,?" tanya Kiki.
Fang Xionan tersenyum, "Kiki, ini Shitou. Dia akan membantu kita menemukan alamat yang tertulis pada sertifikat."
Membantu dalam artian ini memiliki tanda kutip,Kiki mengangguk mengerti dan tersenyum kepada Shitou, "Senang berkenalan, Shitou."
Shitou menjawab sapaan Kiki dengan ramah, "tidak apa-apa hehehe,oke kalau gitu ,aku akan membawa kalian ke tujuan dengan cepat."
Shitou mengajak mereka untuk duduk bersama di tepi jalan sambil menunggu bus yang akan membawa mereka ke tujuan. Sambil menunggu, Shitou berkata, "Biasanya, perjalanan dari sini ke tempat itu hanya memakan sekitar 15 menit jika naik sepeda, tapi karena kalian baru pertama kali ke ibukota, ada baiknya naik bus sekalian sambil melihat jalanan, hehehe."
Kiki mengangguk setuju, dalam hati dia berkata dengan semangat."Benar, saya ingin melihat kondisi Beijing pada tahun 70-an ini dengan mata kepala sendiri."
Tidak lama kemudian, bus yang mereka tunggu datang dan orang-orang mulai berdesak-desakan untuk masuk. Karena tidak cukup kursi, beberapa dari mereka terpaksa berdiri, termasuk Kiki, Fang Xionan, dan Shitou.
Setelah membayar, bus segera melaju tanpa hambatan, dan sekitar 20 menit kemudian, mereka tiba di lokasi yang asing. Setelahnya mereka bertiga turun dari bus dan memperhatikan segala arah
"berdasarkan alamat ini, rumah itu seharusnya tidak jauh dari sini," kata Shitou.
Kiki mengangguk setuju dan membiarkan Shitou memimpin di depan, sementara dia dan Fang Xionan mengikuti langkah-langkahnya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mencapai sebuah gang kecil, sekitar 15 meter kemudian, mereka melihat sebuah rumah dengan halaman.
Kiki, sedikit terkejut oleh keelokan rumah itu, dengan hati-hati berkata, "Apakah ini cocok dengan alamat yang tercantum di sertifikat?"
Pada tahun 70-an,arsitektur rumah mencerminkan campuran antara tradisi dan modernitas. Ada dua model rumah yang sangat umum ditemui di berbagai kota dan desa di seluruh negeri.
Model pertama adalah "rumah tabung." Rumah-rumah ini, seringkali dibangun dengan bentuk silinder atau tabung, menawarkan tampilan yang lebih modern dan efisien. Mereka cenderung memiliki beberapa lantai dengan beberapa kamar di dalamnya.
Ruangan-ruangan ini sering diatur dengan gaya minimalis, mencerminkan semangat praktis dan efisiensi. Orang-orang di kota-kota besar sering memilih rumah model ini karena memungkinkan penggunaan lahan yang lebih efisien di tengah pertumbuhan urbanisasi yang pesat.
Sementara itu, model rumah yang kedua adalah "rumah dengan halaman." Model ini adalah simbol keaslian dan tradisi Cina. Rumah-rumah ini sering memiliki halaman dalam yang indah, dikelilingi oleh bangunan dengan tampilan arsitektur klasik Cina.
Ruang dalam rumah ini didesain dengan perhatian terhadap detail dan elemen-elemen tradisional seperti lantai kayu dan perabotan antik. Rumah dengan halaman ini adalah tempat bagi keluarga-keluarga yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi.
Kiki awalnya berpikir sertifikat yang dia pegang saat ini sebagai hadiah adalah sebuah rumah tabung. Karena dia hanya sendirian jadi rumah model itu masih baik-baik saja. Tapi yang tidak terduga sama sekali ,sebenarnya rumah yang dia dapatkan adalah rumah dengan tipe halaman.
__ADS_1
Dulu orang Cina selalu hidup rukun dengan keluarga besar. Dari kakek nenek bahkan sampai cicit, mereka menempati rumah yang sama, jadi bayangkan bagaimana besarnya rumah yang didapatkan oleh Kiki hanya dengan check in.
"Jika benar, ini adalah rumah yang dicari." kata shitou yang tidak tahu dengan keterkejutan Kiki,tapi dia malah menganggap jika Kiki ini adalah seorang cucu dari tuan tanah di masa lalu.
Rumah sebesar ini, bisa untuk ditempati oleh 5 keluarga sekaligus. Jadi bayangkan betapa kayanya keluarga itu di masa lalu.
Di sisi lain,Fang Xionan dengan penuh kepuasan melihat rumah tersebut. Dia bertanya, "Di mana orang yang akan mengatasi masalah ini?"
Meskipun mereka menggenggam sertifikatnya ada beberapa hal yang perlu diurus terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah di masa depan.
Shitou tersenyum dan berkata, "Biarkan 'Kakak Cantik' ini masuk terlebih dahulu, kemudian kita akan menyelesaikan semuanya."
Fang Xionan setuju, dia juga melihat bahwa Kiki tampaknya kelelahan setelah perjalanan yang melelahkan. Meskipun mereka hanya duduk dan tidur di kereta api, perjalanan itu tidak mudah.
Tapi Fang xionan berbeda, ketika dia menyentuh dan berpelukan dengan Kiki, sebenarnya dia mendapatkan energi positif. Jadi dia tidak kelelahan sama sekali dalam perjalanan ini.
Segera Fang Xionan membuka pintu rumah yang sebenarnya tidak terkunci.
Shitou memutuskan untuk memasuki rumah itu, dan dengan heran, ia menggelengkan kepala sambil berbicara, "Biasanya, rumah semacam ini sudah ditinggalkan oleh beberapa keluarga, tapi sepertinya rumah ini belum pernah dihuni sama sekali."
Dalam hatinya, rasa keterkejutan melanda dirinya. Dia mulai bertanya-tanya, "Apakah gadis yang memiliki sertifikat ini memiliki dukungan yang kuat di baliknya sehingga rumah ini tidak pernah tersentuh oleh siapapun dari luar?"
Sebenarnya, rumah-rumah yang dibiarkan kosong bisa dimiliki oleh orang lain dengan bantuan departemen tertentu, dan terkadang penghuni baru itu bahkan tidak pernah menganggap rumah tersebut sebagai milik mereka. Mereka tinggal di sana tanpa memperdulikan kondisi rumah. Bahkan jika ada bocor atau kerusakan, mereka tampaknya tidak memiliki inisiatif untuk memperbaikinya sama sekali. Shitou membayangkan kondisi rumah yang awalnya mewah dan baik-baik saja, tetapi akhirnya dihuni oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Itu hancur dan tidak lagi berbentuk.
Namun, saat Shitou menjelajahi rumah ini, dia semakin terkejut. Rumah ini tetap kokoh dan tidak tersentuh oleh tangan waktu. Masih ada jejak kemewahan di dalamnya, meskipun rumput-rumput liar yang tumbuh mengingatkannya bahwa rumah ini memang tidak pernah mendapatkan perawatan sama sekali.
Kiki yang tak tahu apa yang ada di benak Shitou, dia sangat bahagia saat ini karena mendapatkan rumah secara tiba-tiba, dan itu pun adalah rumah yang besar.
Dengan senyum puas, Kiki melihat sekeliling, baru kemudian di menyadari betapa tingginya rumput di pekarangan ini sehingga dia tidak bisa melihat apapun selain pada rumput oke.
Rumah ini sepertinya tidak tersentuh tapi bisa dibayangkan betapa banyaknya debu di sini ,sehingga itu perlu dibersihkan jika Kiki ingin tinggal di sini untuk beberapa waktu.
Lagi pula ini adalah rumahnya sendiri, oh bahagia banget punya rumah permanen di ibukota.
Kiki berkata pada shitou"Bisakah kau membantu mencari seseorang untuk membersihkan rumah? Jangan khawatir, aku akan membayarnya, baik dengan makanan atau uang."
Pertanyaan ini membuat Shitou bahagia. Walaupun dia tidak pernah menceritakannya, sebenarnya dia adalah anak kedua yang sering terabaikan di rumahnya. Orang tuanya masih bekerja, jadi hidup mereka relatif normal. Namun, karena dia anak kedua, dia sering dianggap biasa-biasa saja. Perhatian lebih sering diberikan kepada kakak tertua yang selalu menikmati hal-hal baik pertama kali, sementara sang bungsu, sering dianggap sebagai permata, sedang kan dia adalah sosok transparan yang terlupakan.
Akhirnya, Shitou harus mencari jalannya sendiri, dan dia menjalin persahabatan dengan orang-orang yang mungkin dibilang preman pasar atau pemuda kelas 2. Meskipun demikian, dia menyadari bahwa teman-temannya ini tidak seburuk yang dipikirkan oleh orang lain. Mereka adalah orang-orang yang rajin dan berani melawan arus, bahkan ketika tahun itu dipenuhi hukuman spekulasi yang berbahaya, itu tidak membuat mereka menyerah untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.
Shitou Sebenarnya ada koneksi ke pasar gelap.Jadi dia juga memiliki koneksi untuk orang-orang yang bersedia melakukannya, selama ada bayaran.
Shitou dengan tegas menjawab, "Aku akan mengurusnya."
Kiki tidak ambil pusing, mereka berkata beberapa hal lagi tentang tugas membersihkan hari ini.Baru ketika keduanya pergi meninggalkan rumah itu, Kiki mulai mencari kamar yang bisa terbaik di rumah itu.
__ADS_1
Tentu saja, tidak ada perabot tidur seperti ranjang, tapi Kiki sudah memiliki banyak perlengkapan tidur dalam laci sistemnya. Dia dengan senang hati mengambil dan mengatur bantal empuk dan selimut lalu berkata, "Akhirnya, home sweet home."