Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
27


__ADS_3

Kiki mengayuh sepedanya dengan cepat, seolah-olah dia sedang dikejar oleh anjing gila. Dia merasa lega ketika akhirnya tiba di rumah. Tanpa ragu, dia menyimpan sepedanya dan mengunci pintu gerbang.


sementara Kiki sedang berpikir untuk menghabiskan sore harinya dengan istirahat, di tempat lain, Fang Xionan mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.


 Sionan adalah anggota dari tim Lightning, yang ditugaskan mencari perbekalan di luar.


Tiba-tiba dia diserang oleh sekelompok zombie dari berbagai arah. Gigitan dari para zombie membuatnya merasa terluka parah. Dia hampir merasa bahwa hidupnya telah berakhir.


Tapi saat dia membuka matanya, dia mendapati dirinya berada dalam suatu tempat yang tidak dikenal. Kamar itu bobrok dan berbau tak sedap dan seorang wanita tua tengah mengomel di dekatnya.


Yang menarik perhatian Sionan adalah mangkuk di tangan wanita tua itu, berisi ubi jalar rebus. Di dunia pasca-kiamat, makanan adalah hal yang sangat berharga, bahkan untuk mendapatkan sepotong roti ,seseorang mungkin harus mengorbankan nyawanya.


Wanita tua itu memberikan mangkuk ubi jalar rebus kepada Sionan, yang dengan rakus langsung memakannya. Meskipun ubi jalar itu panas, rasa lapar membuatnya tidak peduli.


Wanita tua itu berbicara lagi, mengingatkan Sionan untuk berhati-hati agar tidak terbakar. Dia juga menegur Sionan karena perilakunya yang nakal dan meminta agar dia lebih menghargai ibunya.


"kau tidak seperti ini ketika kecil .Kau adalah bintang keberuntungan ibu tapi kenapa semakin besar kau....


"Xionan, ibu hanya ingin kalian hidup dan rukun di rumah.Tapi perilaku ilmu ini jelas membuat Kakak iparmu marah"


Sionan tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh wanita tua itu tapi dia merasa otaknya berdenyut-denyut.


"Ada lagi?"tanyanya pada wanita tua itu ketika ubi jalarnya sudah habis.


Tak...


Bukannya mendapat tambahan ubi jalar, kepalanya malah diketok dengan mangkuk kosong.


"kalau mau makan itu kerja, pergi cari cm jangan terus-menerus makan tanpa bekerja Hem"


sionan bukanlah pria baik-baik, hati nuraninya sudah lama hilang begitu para zombie datang.


Jadi dia mengangkat tangan ingin menyerang wanita tua yang berisik itu dengan kemampuan airnya.


Tapi....


"Eh Kenapa tanganku menjadi setipis ini?"pikir nya.


Dia mencoba mengamati tubuhnya dan terkejut melihat bahwa tangannya menjadi lebih tipis. Dia menarik lengan yang lain dan merasakan bahwa sesuatu tidak beres. Bahkan kaki-kakinya terasa asing baginya.


"Kenapa tubuhku seperti ini?" batinnya, penuh kebingungan.


Kemudian, dia merasakan sakit di kepalanya dan segera meringkuk. Dia merasakan dirinya semakin tak berdaya.


"Ahh sakit"tangannya memegang kepala dengan keras dan menunjukkan jika dia benar-benar sakit.


Wanita tua itu terlihat khawatir. "Kenapa kamu sakit lagi? apa yang terjadi padamu?" tanyanya.


Dia memegang kepala putranya dan mencoba meringankan rasa sakitnya. Namun, dia tidak menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya sebenarnya bukan lagi putranya yang bodoh.


Fang Xionan yang asli telah tiada karena pendarahan otak yang tidak diketahui. Yang ada sekarang adalah Fang Xionan yang berbeda dengan jiwa dari hari-hari terakhir sebelum dunia dikuasai oleh para zombie.


Sionan mulai merasakan aliran memori yang tidak biasa mengalir terus-menerus di dalam benaknya. Dia terlalu terkejut untuk mengerti, sampai akhirnya kesadaran ini memuncak dan membawanya kepada kesadaran yang sebenarnya.

__ADS_1


Dia telah mati di hari kiamat dan dengan beberapa cara yang tidak masuk akal, jiwa dan ingatannya telah terlempar ke dalam tubuh seorang pria bodoh yang selama ini hanya menjadi beban bagi masyarakat. Wanita tua yang terus mengomel, ternyata adalah ibu dari tubuh ini.


Meskipun dirinya telah menjadi momok di desa tapi bagi ibu ini, dia masih tetap menjadi putranya yang berharga. Saat ini adalah tahun 1975, sementara dia sendiri berasal dari tahun 2211.


 Perbedaan jarak yang begitu besar ini membuat Xionan merasa agak bingung, karena dia bukanlah tipe orang yang tertarik pada sejarah.


Melalui ingatan yang mengalir padanya, dia mengetahui bahwa negara sedang mengalami kekacauan di tahun 1970. Pada tahun itu, ada musim panas yang sangat ekstrem, menyebabkan kelaparan yang merajalela di mana rumput pun kesulitan untuk tumbuh.


 Ibu Xionan, yang bernama Guiha, memiliki banyak anak sebenarnya, tetapi karena kelaparan, dia hanya mampu menyelamatkan dua putra dan satu putri.


Kesulitan yang dihadapi oleh keluarga membuat Guiha menjadi wanita kuat dan keras. Walaupun kasar tapi dia berhasil menjaga anak-anaknya agar tetap bertahan hidup.


Tapi kelaparan yang berkepanjangan juga membuat Xionan mengalami kemunduran mental. Pada usia 10 tahun, dia mulai menunjukkan tanda-tanda aneh dan mengalami penurunan intelektual yang signifikan.


Kondisi ini diperparah oleh kelaparan yang berlangsung selama tiga tahun. Tubuh besar Xionan menjadi tidak berguna, dan dia hanya bisa diperintah oleh teman sebayanya, Kian. Karena menganggap Kian sebagai orang baik, Xionan selalu patuh terhadap apa yang dikatakan olehnya.


Keluarganya terutama ibunya yang sudah tua, sering kali memperingatkannya agar tidak terlalu dekat dengan Kian. Namun, setiap kali Kian disebut sebagai.pemuda kelas 2, Xionan akan marah dan membantah keras. Meskipun ibunya mencoba menenangkannya, Xionan tetap mempertahankan hubungannya dengan Kian.


Tapi peristiwa kemarin mengubah segalanya. Xionan mengikuti Kian untuk mengganggu seorang gadis dari pemuda pendidikan. Akibatnya, dia dipukul dengan kayu dan pingsan. Yang tidak diketahui semua orang adalah pukulan itu mengakibatkan penggumpalan darah di otaknya dan membuatnya masuk dalam keadaan koma.


Karena tidak ada perawatan yang memadai, Xionan yang asli meninggal dan kesadaran Sionan pun menggantikannya.


"Fang Xionan, apakah kau mendengarkan kata-kata ibu?"


Jika dia masih mengemban identitas awal sebagai Sionan, mungkin dia akan menolak untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi sekarang, dia adalah Fang Xionan. Apapun yang terjadi, dia harus membayar kebaikan tubuh ini. Ini adalah kesempatan kedua untuk hidup yang lebih baik daripada di era zombie.


"Ibu, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Mulai sekarang, aku akan bekerja keras dan membuat ibu bangga padaku."


"Benarkah itu? Apakah kau tidak berbohong?" tanya Guiha dengan ragu.


"Tapi apa?"


"Apakah aku bisa mendapatkan satu mangkuk lagi?" tanya Fang Xionan, yang membuat Guiha tersenyum.


Meskipun ini hanya ubi jalar, sebenarnya setiap porsi harus dijatah dengan hati-hati. Kapten tim akan membagikannya nanti dan mereka harus berhemat sampai saat itu tiba.


Sementara itu, menantu perempuannya tidak begitu menyukai Fang Xionan. Pasti akan ada masalah jika menantunya tahu bahwa sebatang ubi jalar akan diberikan kepada Fang Xionan, yang dianggap pemalas.


"Oke, asalkan kamu berjanji akan berubah dan pergi mengikuti ibu untuk mencari poin."


"Oke. Tapi cepatlah, perutku lapar," kata Fang Xionan, membuat ibu tuanya tertawa.


Dengan cepat , Yang Guiha pergi ke dapur, mungkin dia akan merebus lagi sebatang ubi jalar untuk putranya yang terkasih.


Sementara itu, Fang Xionan yang ditinggalkan sendirian di dalam kamar yang bobrok sedang merenung. Dia berusaha merencanakan bagaimana cara melanjutkan hidup setelah ini.


"Mulai sekarang, aku akan menjadi fang xionan dan ibu adalah prioritasku. Aku harus membuatnya bahagia sebagai ucapan terima kasih atas tubuh ini," berpikirnya dalam hati.


Fang Xionan mencoba mengeluarkan kemampuan airnya. Beberapa saat kemudian, tetesan air mengambang di udara.


"Bagus, jika kemampuan airku masih ada," pikirnya senang.


"Untuk mendapatkan uang, orang harus bekerja di ladang dan setiap pekerjaan akan dihitung sebagai cm atau poin. Jika begitu, aku akan pergi melapor besok," kata Fang Xionan dalam hati.

__ADS_1


Dia mulai mencerna informasi yang di terima nya agar bisa berintegrasi dengan cepat.


Keesokan harinya, keluarga Fang sudah bangun dari tidur.


Saudara laki-lakinya, Fang Yuanfu, sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Fang Jiasheng. Istrinya, Zhang Ziyi, adalah seorang wanita yang suka cemberut, meskipun hatinya baik.


Sementara adik perempuannya, Fang Fuyi, berusia 12 tahun dan sudah bisa mendapatkan dua poin sehari dengan mencari makanan babi. Mereka semua adalah orang desa yang rajin. Namun, berbeda dengan Fang Xionan, dia tidak suka bekerja dan tidak pernah mendapatkan satu poin pun.


Hari ini, Fang Xionan sudah bangun dan duduk di meja menunggu sarapan. Sarapan pagi ini hanya semangkuk papeda, tapi itu lebih baik daripada hanya meminum air putih di pagi hari. Kebanyakan penduduk desa menganggap papeda sebagai makanan pokok.


Zhang Ziyi mengambil mangkok-mangkuk yang penuh dengan papeda untuk diletakkan di atas meja, tetapi ketika melihat Fang Xionan di sana, dia sedikit terkejut.


"Sekarang Kian tidak ada, jadi kau ingin ke mana pagi-pagi, adik ipar?" katanya dengan cemberut.


"Tidak, mulai sekarang aku juga akan pergi mencari poin, jadi buatkan aku dua mangkuk ya," kata Fang Xionan dengan giginya yang kuning.


Jangan pikir, Fang xionan adalah pria tampan , tapi di a adalah sebaliknya. tubuh yang dipakainya sekarang adalah pria bodoh dan juga pemalas selain daripada kotor.


Selain daripada malas bekerja, dia juga jarang mandi bahkan juga jarang menggosok gigi makanya sekarang giginya menjadi kuning seperti itu


Penduduk desa jarang memperhatikan masalah kebersihan. jadi rata-rata pemuda desa memang seperti itu Meskipun tidak sejorok tubuh ini


Fang Xionan juga tidak terlalu mempermasalahkannya, mengingat di era kiamat orang juga tidak terlalu memikirkan hal tersebut.


Mereka menghadapi kesulitan dengan air dan bahan makanan. Karena kemampuannya dalam mengendalikan air, Fang Xionan dibutuhkan dalam tim yang mencari perbekalan.


Namun, air hanya bisa digunakan untuk berkumur dan tidak bisa untuk menggosok gigi. Fang Xionan tidak mempermasalahkannya, karena di era kiamat, hal seperti kebersihan bukanlah prioritas utama.


Setelah segalanya dia pasti akan mulai memperhatikan kebersihan diri. Namun di atas segalanya prioritas utama adalah makanan.


karena pernah merasakan bagaimana rasa lapar ketika tidak ada bahan makanan di hari kiamat, jadi dia sangat mencintai makanan. Dia bahkan rela melakukan apapun asalkan bisa mendapatkan makanan.


"Ah, bercanda? Sejak kapan kau memiliki pikiran untuk mencari poin di ladang?" kata Kakak ipar dengan sinis.


"Menantu, jangan menghina putraku. Dia sudah berjanji bahwa mulai saat ini dia juga akan pergi ke ladang untuk mencari poin. Ayo, berikan dia dua mangkuk," kata Fang Guiha, ibu Fang Xionan, dengan tegas.


"Huh, itu baru rencana. Dia belum pasti pergi," gumam kakak ipar dengan keras.


Namun, di rumah ini, Fang Guiha adalah kepala keluarga. Apa yang dikatakannya harus diikuti.


Supaya cukup bagi semua orang, porsi papeda dibagi sesendok. Memberikan lebih banyak kepada satu orang berarti orang lain akan makan lebih sedikit. Itu sebabnya mereka harus berbagi dengan adil.


Fang Xionan yang mendapatkan porsi lebih banyak hanya menghembuskan papeda nya agar cepat dingin, kemudian dengan lahap ,diamenyantap papeda itu


"Ahh nyaman nya!!"


"Jangan bilang setelah makan kau akan menjadi mengantuk. Ayo, ikut ibu pergi ke ladang. Nanti ibu akan meminta kapten mencari tugas yang mudah untukmu," kata Yang Guiha.


Namun, kata "nyaman" yang keluar dari mulut putranya membuatnya khawatir. Mungkin setelah makan dengan perut kenyang, Fang Xionan akan langsung tertidur.


Tapi yang tak disangka adalah Fang Xionan hanya mengangguk dan dengan cepat mengikuti langkah ibunya menuju ladang.


Hari itu adalah hari pertama Fang xionan pergi bekerja,ini juga menjadi buah bibir warga.

__ADS_1


Ini adalah hari pertama di mana dia masuk ke dunia yang baru dan belajar tentang sesuatu yang baru.


__ADS_2