Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
54


__ADS_3

Ketika Fang Yan tiba di rumah keluarga Fang yang tua dengan beban yang begitu berat, dia disambut dengan mata-mata aneh dari keluarganya. Awalnya, Fang Yan tidak mengerti, tapi dia langsung tahu ketika melihat Lin Xuni benar-benar bisa berbicara dan tertawa dengan neneknya di kamar.


Hampir semua anggota keluarga Fang merasa bahwa Fang Yan dan Lin Xuni memiliki hubungan yang tak terucapkan. Ini adalah situasi yang rumit karena ayah Fang Yan ditangkap beberapa tahun yang lalu atas tuduhan lima materi hitam, dari lima materi hitam,ini termasuk praktik medis kuno. Ayahnya dengan berani memutuskan hubungan keluarga sebelum menghadapi masalah tersebut untuk melindungi nama keluarga.


Saat ini, keluarga Fang mengandalkan Paman Fang yang bekerja di rumah sakit negara untuk bertahan. Sepupu Fang juga pergi bekerja di sana, menciptakan fondasi baru bagi keluarga.


Meskipun begitu, Fang Yan masih diterima di rumah karena kakek dan neneknya yang tidak memihak. Namun, hari ini, sikap Fang Yan yang mencolok dengan Lin Xuni membuat beberapa anggota keluarga merasa kurang puas.


Bibi Fang yang tidak memiliki hubungan darah dengan Fang Yan mulai marah. Dulu, dia adalah seorang bibi yang perhatian, tetapi uang telah mengubahnya.


"Bibi, aku tahu apa yang kalian pikirkan, gadis itu hanya berada di tim yang sama denganku di desa, tapi itu bukan berarti kami memiliki hubungan. Jika kalian tidak percaya, kita bisa mengklarifikasi masalah ini di desa. Ini bukan masalah kecil, ini adalah masalah reputasiku."


"Fang Yan, kau tidak bisa hanya mengandalkan kata-katamu. Tindakanmu yang selalu bersama dengannya di desa telah menciptakan kesan yang salah." jika bukan Gadis itu yang cerita bagaimana mereka tahu.


Dia memang tidak begitu menyukai keponakannya ini karena terus-menerus mengambil uang keluarga dan berpikir seperti suami dan putranya adalah sapi perah.


Tapi dia tidak akan pernah berpikir untuk menyelidiki sampai ke desa. Cerita ini didengarnya sendiri dari mulut Lin xuni, tahun ini tidak ada gadis yang begitu tega menghancurkan reputasinya sendiri.


"Bibi, aku hanya berusaha membantu desa kami dan produk sabunnya. Aku tidak memiliki hubungan romantis dengan Lin Xuni. Sudahlah, kita bisa mengonfirmasi ini di desa nanti."


"Ini bukan hanya tentang desa, ini juga tentang nama keluarga kita"


"Aku mengerti, bibi. Aku tidak ingin membawa masalah ini kepada keluarga kita"


Ayah Fang Yan sudah meninggal, ibunya juga telah meninggal dalam kekacauan, dan ayahnya dikirim ke daerah pertanian. Dia hanya bisa bergantung pada kakek dan neneknya. Tapi sebagai seorang pria, Fang Yan adalah tipe yang tidak mudah menyerah.


Fang Yan tidak ingin menghabiskan waktu dengan menjual sabun di ibukota tapi sekarang dia berpikir mungkin itu adalah jalan terbaik daripada menunggu bantuan finansial dari pamannya.


Di sisi lain Sepupu Fang teringat pengorbanan ayah Fang Yan yang mengakui barang-barang yang ditemukan sebagai milik pribadi untuk melindungi keluarga.Walaupun ayahnya juga berkontribusi pada masalah ini, ibunya membencinya dan tidak mau memberikan uang sedikit pun kepada sepupunya.


Sepupu Fang berpikir tentang semua pengorbanan yang telah dilakukan ayah Fang Yan untuk keluarga mereka.


Karena itu dia berkata, "sepupu jika ada yang bisa aku bantu maka aku akan membantumu. Ayo katakan jangan tunggu ayah kembali"


Lin Xuni tidak dapat disangkal memiliki kulit yang sangat sehat dan terawat, seperti telur yang di kupas, kulit nya jauh berbeda dari pemuda pendidikan yang dikirim ke desa. Wajahnya juga tampil sempurna, tanpa cela.


Dengan wajah cantik dan imut serta polos, tidak ada satupun orang yang pernah berpikir. Jika dia adalah seseorang yang pandai berpura-pura dan membalikkan sesuatu yang hitam menjadi putih.


Ketika nenek Fang keluar dari kamarnya, pandangan ironis menggantikan sorot mata penuh kasih yang biasanya diberikannya kepada cucunya. Itu membuat Fang Yan merasa sangat tidak nyaman.


Tapi ini adalah neneknya sendiri apa yang bisa dia katakan.


Fang Yan dengan lembut bertanya, "Nenek, apa kabar? Apakah Anda sehat?"


Nenek tua itu menyambutnya dengan kata-kata yang tajam, " aku sehat dan juga kuat, tapi aku menyesal tidak mati lebih awal sampai melihat kau menjadi pria yang tidak bertanggung jawab seperti ini"


Lin Xuni dengan manja mencoba membela Fang Yan, "Nenek, saya sudah bilang, saya dan kakak Fang tidak memiliki hubungan apa-apa."

__ADS_1


Meskipun Lin Xuni baru saja tiba di rumah keluarga Fang, dalam waktu singkat dia telah berhasil mencuri hati nenek Fang Yan yang sudah lanjut usia.


Fang Yan mencoba menjelaskan kepada neneknya dengan kata-kata yang tajam dan jujur, "Nenek, aku mungkin sudah tua, tapi aku punya mata dan perasaan sehingga aku bisa menilai. Ayan nenek kecewa padamu."


Nenek tua itu menatap Fang Yan dengan pandangan tajam sebelum duduk di kursinya dengan gemetar. "Xuni, sudah berapa kali aku bilang, jika dulu aku tidak menyukaimu, sekarang juga tidak, dan di masa depan juga tidak. Tolong jangan membuat keluargaku berpikir kita berdua memiliki hubungan," Fang Yan berkata dengan keras, menepis segala kemungkinan kebohongan.


Namun, Lin Xuni dengan tatapan mata memelas dan nada yang lemah, mencoba membela Fang Yan, "Kakak, apa kau bicara tentang Kiki? Sudah berapa kali dia menolakmu, kakak. Aku hanya aku yang menerimamu dan menganggapmu istimewa. Benar aku menjadi koki di tim pemuda pendidikan, tapi bukankah semua itu aku lakukan untukmu agar kau bisa makan dengan lebih manusiawi jika dibandingkan dengan penduduk desa?"


Fang Yan dengan tegas menolak pandangan Lin Xuni dan melanjutkan penjelasannya, "Oh, nenek, dalam tim pemuda pendidikan kami ada seorang gadis bernama Kiki, aku akui dia begitu cantik dan juga kaya memiliki banyak pengiriman setiap bulannya dari keluarganya. Tapi dia adalah perayu ulung. Bukan saja Kakak Fang, tapi beberapa pemuda di desa juga mengalami hal yang sama. Mereka bekerja keras untuk dirinya sementara dia duduk cantik di bawah pohon."


Nenek Fang menatap cucunya dengan pandangan yang lebih lunak. Keluarga Fang yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba merasa aneh dengan pertengkaran ini. Terlebih lagi, mereka mendengar beberapa informasi yang tidak mereka duga sebelumnya, termasuk perasaan Fang Yan terhadap seorang gadis bernama Kiki dan perlakuan Lin Xuni terhadapnya.


Dalam kebingungan ini, beberapa anggota keluarga mulai bertukar pandangan dan menilai situasi dengan lebih hati-hati.


"Hah kakak Fang,aku... aku begitu tulus padamu dan tidak mempermasalahkan tentang cintamu dengan Kiki. Tapi kenapa sampai sekarang kau masih tidak bisa menerima aku padahal kau ..kau.. kita.. huhuhu "


Lin xuni tidak menyelesaikan perkataannya tapi dia berlari pergi menuju pintu keluar seraya mengambil semua tas yang dia bawa.


Bibi kedua adalah seorang wanita dan karena Lin xuni mengatakan sesuatu yang terputus tadi. Dia mulai menebak ke arah mana Gadis itu sedang berbicara.


Jadi dia berkata,"Fang Yan susul dia dan jangan pulang jika dia tidak datang ke rumah ini. Apapun alasanmu dia adalah wanitamu dan kau harus bertanggung jawab"


Fang Yan juga mengerti jika kata-kata yang dilemparkan oleh Lin xuni itu mengandung kata-kata yang negatif. tapi dia tidak bisa membuktikan hal itu sama sekali.


Dia sudah terjebak.


karena Fang yan tidak mau menyusul Lin xuni ,maka tugas itu diambil alih oleh sepupu Fang.Meskipun demikian Fang Yan juga meninggalkan rumah dan pergi ke alun-alun kota demi menjernihkan pikirannya lagi.


"sepupu apa Kau pikir aku adalah pria yang tidak bertanggung jawab?"tanya Fang Yan.


"entahlah semua orang berubah tapi kupikir kau dulu tidak seperti itu" kata sepupu Fang.


"Hahaha, sepupu aku i aku berubah tapi tidak akan menjadi pria ba***gan kan? jadi di mana dia sekarang?"


"Ohh untungnya dia belum pergi jauh jadi aku mengantarnya kembali ke rumah. Kata nenek dia akan tinggal di kamarmu sampai masalah kalian berdua itu kelar" Kata sepupu Fang.


Menurutnya Gadis itu cukup cantik dan tipe seorang gadis yang sukar ditolak.


"Hahaha sepupu, pergi ke pedesaan membuat aku lebih mengerti tentang dunia ,terkadang seseorang tidak bisa melihat dari luarnya saja. Di luar dia memang seperti gadis polos yang tidak berdosa tapi di dalamnya Hahaha kau tahu, dia seperti ular yang berbisa"


Fang Yan tidak mabuk sama sekali tapi dia menceritakan apa yang dia pikirkan tentang Lin xuni.


"Dulu aku juga berpikir seperti itu, sampai aku merasa sesuatu yang membuatku tidak nyaman, Kakak. Dia pernah menggodaku dan bertingkah seperti hooligan wanita, bahkan memiliki sebuah parfum yang bisa merangsang libido pria. Jika dia adalah wanita baik-baik, mengapa dia melakukan hal seperti itu?" Fang Yan membagikan pandangannya tentang Lin Xuni.


Dia juga menceritakan bagaimana Lin Xuni terkadang terlihat seperti pencari masalah dan bagaimana Fang Yan tidak suka pada gadis yang terlalu agresif. Dia juga berbicara tentang Kiki, seorang gadis dengan pandangan berbeda yang menganggap reputasi dan pernikahan tidak sebegitu pentingnya.


Sepupu Fang yang mendengarkan cerita ini dengan seksama akhirnya bertanya, "Siapa gadis itu,apa itu Kiki yang di sebutkan oleh Lin xuni?"

__ADS_1


Fang Yan menjelaskan dengan antusiasme, "Dia adalah seorang gadis yang baru saja berusia 15 tahun, datang bersama-sama di tim pemuda pendidikan.Dia pergi membangun rumah dalam waktu singkat dengan. Dia memiliki pemikiran yang unik, tidak seperti pemuda pendidikan pada umumnya. Dia tidak hanya menolak untuk menikah setelah reputasinya hancur, tapi juga memiliki keberanian untuk membuat sabun yang saat ini menjadi produk uji coba yang akan dijual. Dia benar-benar istimewa."


Ketika mendengar cerita ini, sepupu Fang mulai tertarik pada gadis yang dijelaskan oleh Fang Yan, yang tampaknya sangat berbeda dari gadis-gadis biasanya di pedesaan mereka.


Seseorang yang dikirim ke pedesaan melalui program pemuda pendidikan sebenarnya memiliki kesulitan tertentu untuk kembali hidup di kota seperti sebelumnya.


Ada beberapa persyaratan yang wajib di lakukan jika anda ingin kembali.


Pertama adalah rekomendasi dari desa melalui universitas pekerja petani dan tentara.


Yang kedua ada surat dari desa yang mengatakan jika pemuda pendidikan ini mengalami situasi yang perlu untuk kembali ke kota.


Ke tiga ada seseorang di belakang yang mampu mengeluarkan surat khusus agar dia bisa kembali ke kota misalnya mendapatkan pekerjaan resmi.


Dengan tiga persyaratan itu saja sulit bagi semua pemuda pendidikan untuk kembali ke kota tapi itu bukannya tidak mungkin.


Dalam tiga masalah di atas perlu ditekankan tentang kartu keluarga.


Pada saat mereka mengikuti tim pemuda pendidikan sebenarnya kartu keluarga sudah ditulis mengikuti nama daerah yang ditunjuk.


Semua tunjangan akan dihitung dari sana. itu bukan berarti mereka menjadi warga desa karena intinya sebelah kaki di desa dan sebelah lagi kaki ada di kota.


Tapi jika seseorang seperti Kiki membangun rumah di pedesaan itu artinya dia secara menyeluruh berintegrasi di pedesaan tanpa kesempatan untuk tinggal lagi ke kota.


Intinya perilaku Kiki yang membangun rumah menyatakan jika dia cukup berani dengan mengorbankan masa depannya di perkotaan.


"jadi katamu sabun juga adalah sesuatu yang dia temukan? Apakah ada sesuatu yang istimewa pada saat itu sampai sabun disukai oleh beberapa orang hanya dalam satu kali pengunaan?"


"Hah sebenarnya itu yang ingin aku tanyakan kepada Paman Jika dia pulang"


ini adalah sabun mandi Yang mengutamakan kesehatan kulit selain daripada keagungannya yang agak esensial bunga.


selain dari koperasi pemasukan dan pengadaan yang tersebar di berbagai kota ada juga pusat perbelanjaan yang disebut dengan departemen store.


departemen store lebih lengkap jika dibandingkan dengan populasi pemasukan dan pengadaan tadi dan barang-barang dari luar negeri juga di jual beli di sini dengan harga yang mahal juga diperlukan tiket khusus untuk ini


Warga desa mungkin tidak tahu tapi bagi warga ibukota mereka juga mengenal apa itu sabun kesehatan tetap sabun mandi.


Hal ini diproduksi di luar negeri tapi belum pernah didengar diproduksi oleh darah dalam negeri apalagi jika asalnya dari pedesaan yang jauh.


Hanya dengan berpikir seperti itu sepupu Fang ini sudah mulai tertarik dengan keberadaan sabun mandi.


"Hem kedengarannya bagus jika hal ini bisa diproduksi dalam negeri dan bisa dijual belikan dengan harga yang murah dibandingkan dengan sabun buatan luar negeri itu tapi bisakah aku mengambil sampelnya untuk diuji coba terlebih dahulu?" kata sepupu Fang yang memiliki akses ke laboratorium rumah sakit.


"Hem cobalah yang terbaru adalah sabun dengan mint yang katanya bisa menyejukkannya tapi mari tes dulu ke laboratorium"


Pada akhirnya mereka berdua mencapai kesimpulan untuk membawa produk sabun di laboratorium.

__ADS_1


Saking menariknya pembicaraan itu mereka jadi melupakan sosok Lin xuni yang saat ini berada di rumah keluarga Fang.


Di mata sang nenek dia adalah korban dari Fang Yan.


__ADS_2